Sabtu, 07 Mei 2011

[Kisah Quran] Gagak Penggali Kubur

Gagak Penggali Kubur
(Q.S. Al-Maidah [5]: 31)


Gagak Penggali Kubur
(Q.S. Al-Maidah [5]: 31)


Ulang Kisah Ali Muakhir

Entah mengapa, sebagian besar orang menganggap aku burung pembawa kematian. Aku sedih sekali. Akan tetapi, aku mencoba untuk mengambil hikmahnya. Barangkali Allah menciptakan aku untuk mengingatkan akan datangnya ajal seseorang.
Seperti ketika tiba-tiba saja angin berhembus membawa sayapku mendatangi sebuah lembah. Saat itu aku melihat dua orang anak Adam yang sedang bertengkar.
Aku tidak tahu pasti, apa yang membuat mereka bertengkar. Aku mencoba hinggap di sebuah batuan besar.
PLETAK! Tiba-tiba saja sebuah batu besar terlembar di dekatku. Aku langsung meng
\hindar.
“Pergi kamu!” kata anak Adam yang melempar batu itu. Dia terlihat marah sekali.
Aku ketakutan. Aku langsung terbang dan pergi. Tetapi, tidak lama kemudian angin kembali membawaku mendatangi dua orang anak Adam yang sedang bertengkar tadi. Aku lihat salah satu dari mereka terkapar dan sudah tidak bernyawa lagi.
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya salah seorang dari mereka sepertinya sedang kebingungan.
Aku kasihan sekali melihatnya. Aku buru-buru terbang memberitahukan kepada teman-teman. Aku ingin sekali menolongnya. Bagaimana pun juga, dia adalah anak Adam.
Kebetulan, pada saat itu ada seekor gagak yang dihukum mati karena telah mencelakakan gagak lainnya. Aku sebagai salah seekor gagak yang bertugas menghukum, diperintah untuk menjalankan hukuman tersebut.
Aku mengajak gagak yang telah dihukum tersebut ke tengah padang. Di dekat dua orang anak Adam tersebut. Aku berkelahi dengan dia hingga dia kalah dan menghembuskan napas.
Aku kemudian menggali lubang dengan kedua cakarku yang tajam, sedalam mungkin. Aku kemudian menguburnya. Setelah tugas selesai, aku terbang kembali.
Dari awan aku melihat, salah seorang anak Adam yang sejak tadi kebingungan itu menggali lubang. Sama seperti yang aku lakukan. Setelah dalam kemudian dia mengubur salah seorang anak Adam yang sejak tadi tergeletak tidak bernyawa.
Aku tersenyum senang karena telah membantunya. Barangkali, itu adalah penguburan pertama yang telah dilakukan oleh anak Adam. Aku kemudian melupakan kejadian tersebut.
Aku teringat kembali kejadian tersebut ketika Nabi Adam menangis. Aku mulai tersadar kalau dua orang anak Adam itu adalah Qabil dan Habil. Sungguh, aku sama sekali tidak menyadarinya.


by Ali Muakhir

0 komentar:

Poskan Komentar

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar