Kamis, 07 Juni 2012

[Novel Anak] Matahari Kecil -4


[Novel Anak] episode 4

Matahari Kecil
Oleh Ali Muakhir




(4)
"Kamu menangis kencang sekali waktu itu, Ines," cerita Bunda Asma sewaktu Ines menanyakan asal-usulnya beberapa tahun lalu.
Bunda Asma kemudian memberikan surat yang selama ini disimpannya. Surat dari orang­tua Ines yang diletakkan di atas badan Ines yang dibungkus kain seadanya. Ines menerima surat itu dengan hati bergetar hebat. Ternyata dia masih punya orangtua. Perlahan Ines membacanya.
Ibu, tolong rawat anak saya ini. Saya tidak mungkin merawatnya karena saya sudah tidak mampu lagi membiayai hidupnya. Saya orang miskin. Anak saya sudah sebelas orang, kalau nambah lagi, saya tidak tahu hams mencari naf-kah ke mana.
Terima kasih banyak sebelumnya.
Nama anak ini Ines Fatikhati.
Bandung, Februari 1989
Ibu Mariam
Waktu itu, Ines masih sembilan tahun. Dia sesenggukan membaca surat yang sudah sangat kusam dan tulisannya hampir tidak bisa dibaca itu. Akan tetapi, Ines senang walaupun tidak tahu bagaimana wujud orangtuanya, minimal dia bisa mengenali tulisan serta nama ibunya, dan dia tahu alasan kenapa dia dititipkan di panti ini.
Sejak itu, setiap ada kesempatan, Ines berdoa untuk kedua orangtuanya, keluarganya, pengasuh panti, teman-teman panti, dan yang tidak ketinggalan, dia minta supaya Allah menjadikannya orang yang kaya, atau kalau mungkin yang sangat kaya.
Untuk itu, Ines memohon supaya segera di-adopsi oleh orang yang kaya hingga bisa seko-lah yang baik. Diadopsi seperti Windi. Ah, ingat Windi, Ines jadi sedih. Ines membalikkan badan-nya dan mendekap bantalnya yang sudah sa­ngat tipis.

bersambung ke-5

0 komentar:

Poskan Komentar

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar