Minggu, 10 Juni 2012

[Novel Anak] Matahari Kecil -6


[Novel Anak] episode 6

Matahari Kecil
Oleh Ali Muakhir




(6)
Suara azan subuh membangunkan Ines dari impian indahnya. Dia menggeliat, melemaskan otot-ototnya, lantas berdoa atas karunia-Nya yang masih memberinya hidup hingga pagi ini.
Seperti biasa, usai mengambil airwudhu, dia membangunkan anak-anak panti untuk shalat Subuh berjamaah. Seperti biasa pula, pagi-pagi suasana panti sudah ramai bagai pasar anak-anak.
Kemudian, mereka menuju masjid untuk sha­lat Subuh dan mengaji Al-Quran bersama Ustad Jafar dan Ustad Nasir, anak muda lulusan pesantren di Jawa Timur. Mereka baru kembali ke panti setelah pukul enam untuk bersiap-siap me-lakukan aktivitas seperti hari-hari biasanya.
"Ines! Sebentar!" tiba-tiba Ustad Jafar memanggil Ines, yang paling akhir meninggalkan masjid.
Ines menoleh, "Iya, Kak?" katanya. Ines dan anak-anak panti biasa memanggil kedua ustad itu dengan panggilan Kak Jafar dan Kak Nasir, soalnya mereka masih sangat muda. Mereka masih kuliah. Ines kembali duduk di depan kedua ustadnya.
"Ini, ada hadiah ulang tahun dari Kak Jafar dan Kak Nasir," kata Ustad Jafar sambil mengangsurkan sebuah amplop. "Tidak seberapa, tetapi insya Allah bermanfaat untuk Ines," lanjutnya.
Saking terkejutnya, Ines sampai tidak tahu harus berbuat apa. Dia bengong seribu bahasa.
"In ..., Ines ...," Ustad Nasir menyadarkannya.
"E, i, i, iya ..., ma ... maaf," Ines salah tingkah. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Maksud Ines," dia mulai mengusai diri, "terima kasih banyak, Kak," akhirnya kalimat itu keluar juga. Dia menerima amplop tersebut.
Ustad Jafar dan Ustad Nasir tersenyum, "Sama-sama," ujar mereka hampir berbarengan.
Sebelum benar-benar meninggalkan masjid, Ines mengucapkan terima kasih sekali lagi. Dia ingin bertanya, dari mana kedua ustad itu tahu kalau kemarin dia ulang tahun dan bisa-bisanya member! hadiah. Akan tetapi, dia ragu-ragu untuk menanyakannya. Akhirnya, dia membiar-kan pertanyaannya itu ditelan pikirannya sendiri.
***
bersambung ke-7



0 komentar:

Poskan Komentar

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar