Rabu, 16 Januari 2013

[Tips Nulis] 7 Kesalahan Calon Penulis (bag 3)



7 Kesalahan Calon Penulis
Gambar dari sini http://www.radarbangka.co.id/rubrik/detail/edukasi/4461/calon-penulis-sastra-perlu-pembinaan.html


Bag 3 (dari 3 bagian)
4). Ingin Desain yang keren Menurut Dia
Mungkin karena exited banget naskahnya bakal diterbitkan, seluruh kemampuan penulis dikerahkan sehingga memberi banyak sekali masukan tentang desain dan visualisasi bukunya kelak. Bahkan ada lho, yang naskahnya tidak mau diedit.
Boleh memberi masukan, tetapi sekadar untuk menambah referensi desainer di penerbit yang akan menerbitkan karya kita. Bukan untuk berdebat tidak jelas, apalagi debat kusir. Percayalah, pada saat penerbit menentukan sebuah desain cover dan visual untuk buku kita, maka sudah mempertimbangkannya masak-masak.
5). Protes Usulan Editor
Ngambek karena usulannya tidak diakomodir editor? Lalu tidak mau bantu mempromokan bukunya? Lalu nggak mau nulis lagi? Lalu …? Jangan merugikan diri sendiri dengan sesuatu yang tidak produktif.
Jalani dahulu apa yang telah dilakukan oleh penerbit kepada kita. Jika di tengah jalan ada hambatan, baru kita protes. Jangan sampai buku belum terbit sudah protes duluan. Repot kan, kalau nanti penerbit tidak percaya lagi kepada kita?
6). Tidak Punya Rencana Ke Depan
Rencana kwartal, semester, pertahun itu penting saudara-saudara. Terutama untuk kontinuitas karya-karya yang akan kita tulis. Konon, di eropa, penulis-penulis yang sudah terkenal itu managemen menulisnya baik. Setiap karya akan didevelop selama 1.5 tahun.
Sebagai gambaran, JK. Rowling selama nulis Harry Potter, dia melakukan hal seperti ini selama 6 bulan doi survei, 6 bulan berikutnya menulis, dan 6 bulan berikutnya promo. Hasilnya, setiap 1.5 tahun ada judul baru.
So, kalau sudah tahu seperti ini, apa kita mau diam saja? Mau cukup dengan nulis 1 buku saja dan tenggelam?
7). Merasa Jadi Seleb
Ini penyakit paling kronis Calon Penulis. Artikel baru dimuat di media massa, lalu upload ke FB, Twitter diberi selamat sana-sini langsung jumawa. Belum lagi kalau naskahnya bakal diterbitkan. Hai, dunia tulis menulis itu bukan dunia hiburan, melainkan dunia yang sarat dengan pengetahuan. Oleh karena itu, berlakulah sebagaimana orang yang berpengetahuan.
Jangan sampai terjebak dengan dunia teve yang hanya nayangin yang gemerlap-gemerlap. Saya khawatir, jika calon penulis belum apa-apa sudah merasa sebagai seleb, tidak sempat mengasah jemarinya supaya tajam dalam menulis. Tajam setajam silet.
Semoga bermanfaat dan sukses, ya.

Balik ke bagian 1
 



Mau Jago Nulis dan Jadi Pemenang di Dunia Tulis Menulis? Ikut Kelas Nulis "WinnerClass" aja.

2 komentar:

  1. Makasih banyak atas tipsnya kaka, bermanfaat sekali artikelnya, semoga sukses terus karirnya (Y) :D

    BalasHapus
  2. Mantap pak tipsnya. Menjadi writer wanna be itu harus memperpanjang sabar ya.

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar