Jumat, 04 Januari 2013

[Tips Nulis] 7 Langkah Mengonsep Sebuah Produk



7 Langkah Mengonsep Sebuah Produk
By Ali Muakhir

Selama hampir sepuluh tahun lebih bergelut di bidang penerbitan, ada satu hal yang saya tekuni dan ternyata menjadi salah satu nilai jual buat saya sendiri sebagai penulis sekaligus agen naskah. Hal tersebut adalah Konsep Produk. Produk itu bisa berupa naskah, serial, skript, dan sebagainya.
Sebelum saya memberikan 7 Langkah tersebut, saya akan coba melihat ke belakang, pada kiprah saya dalam dunia konsep mengonsep sebuah produk. Dimulai saat saya bekerja di sebuah penerbit besar di Bandung, yaitu Penerbit DAR Mizan pada tahun 1999. Pada saat itu saya mengawali dengan mengenal editorial, mengenal naskah yang layak terbit, hingga managemen naskah.
Tahun 2000 mulai belajar bagaimana mengonsep sebuah serial buku anak dan remaja dibimbing langsung oleh Mas Andi Yudha Asfandiyar yang pada saat itu masih menjadi GM di DAR Mizan. Dari tangan saya lahir beberapa serial yang cukup best seller, seperti Bercerita Bersama Aa Gym (BBAG) ada sekitar 16 Judul Buku.
Kemudian Dongeng Mio (Domi), Cerita Pesantren (CePe), dan yang sangat fenomenal serta menjadi perbinjangan di jagad perbukuan konsep buku-buku remaja seperti Nomik (Novel-Komik), dan Novel Remaja Islami (NORI).
Konsep-konsep tersebut kemudian berlanjut hingga konsep buku yang sampai sekarang menjadi serial primadona yang luar biasa gembitanya, konsep tersebut bahkan diadopsi beberapa penerbit, dan sayangnya oleh penerbit follower tidak dirawat dengan baik, padahal marketnya sangat besar.
Serial tersebut adalah Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), masih penerbit DAR! Mizan. Diawali dengan kemunculan Sri Izzati, kemudian Abdurahman Faiz, Aini, Dena, dan sekarang bertebaran nama-nama baru yang tersebar di seluruh nusantara.
Masih banyak lagi konsep-konsep produk yang saya buat, tidak semuanya berhasil, tetapi mampu mengangkat nama penerbitnya dan walaupun tidak spektakuler, tetapi produk tersebut dicari dan dibutuhkan market.
Sebut saja serial Kisah Seru 25 Nabi (25 Judul) Penerbit BA Kids, serial Aku Anak Muslim (26 Judul) Penerbit Tigaserangkai, Princess Jihan (30 Judul) Penerbit Tigaserangkai, 7 Budi Utama ESQ (7 Judul) Penerbit Arga, Komik ESQ (7 Judul) Penerbit Arga, dan beberapa konsep lainnya, baik yang sudah terbit atau sedang dalam proses penggarapan.
Konsep-konsep tersebut tentu saja hadir bukan semata-mata untuk memperkaya produk, melain kan melalui beberapa proses yang tidak sebentar. Walau jika, kita telah terbiasa, maka ide-ide konsep tersebut seolah datang tak diundang.
Lantas, bagaimana cara menghadirkan konsep-konsep tersebut? Saya akan berbagai tentang 7 Langkah Mengonsep Sebuah Produk berikut ini:
1). Tentukan Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar buku di Indonesia dibagi menjadi beberapa kategori, walau setiap penerbit membagi segmentasi sering kali berdasarkan asumsi marketing masing-masing penerbit, paling tidak segmentasinya tidak jauh berbeda dengan segmentasi yang saya buat berikut ini:
1. Usia Batita, 2. Usia Balita, 3. Usia Kelas 1-3 SD, 4. Usia Kelas 4-6 SD, 5. Pra-Remaja (12-14tahun), 6. Usia Remaja (15-18tahun), 7. Usia Remaja Akhir (19-25tahun), 8. Usia Matang (26 tahun ke atas).
2). Tentukan Jenis Buku
Jenis buku sangat memudahkan penulis dalam merealisasikan konsep dalam bentuk tulisan/naskah serta visualisasi. Oleh karena itu, sebelum konsep benar-benar matang, pastikan terlebih dahulu jenis buku yang sedang dibuat konsepnya.
Misalnya saja, dalam buku anak-anak ada jenis PictureBook, Novel, Buku Penuntun, Kamus, Pelajaran, Pendamping pelajaran, dan sebagainya. Kita bisa mendetilkan seperti ini: Jenis PictureBook/ Fiksi/ untuk anak perempuan/ Usia 4-6 tahun/ Perkotaan/ Bisa dibaca anak atau dibacakan orangtua untuk anak. Semakin detil jenisnya, semakin memudahkan penerbit memperkirakan bentuk naskah, visual, cara promosinya, dan cara marketingnya.
3). Cari Pembanding
Setelah kita menemukan 2 point di atas, segera kita cari pembanding. Bisa googling atau ke toko buku. Kita lihat sangat detil, apakah sudah ada konsep buku yang sedang kita garap? Jika sudah ada, ada berapa judul yang beredar di pasar? Apa kelebihan dan kekurangan dari buku yang telah beredar? Segera kita evaluasi, jika ada kelebihan dari buku yang beredar segera ambil, jika ada kekurangan segera cari cara bagaimana cara menutupi kekurangan tersebut sehingga nanti menjadi salah satu kelebihan dari konsep yang sedang kita garap.
4). Explorasi Kelebihan
Cari sebanyak mungkin kelebihan untuk konsep yang sedang kita garap. Kelebihan bisa diulik dari berbagai sisi, sisi cara penulisan, bahasa, visualisasi, pengemasan, konten tambahan, kelengkapan, cara promosi, cara penjualan, dan lain sebagainya. Karena bagaimanapun juga, semakin lengkap kelebihan yang diberikan, maka semakin memudahkan penerbit meloloskan konsep yang kita buat.
5). Lengkapi dengan Visualisai
Jika kita mengonsep naskah untuk anak atau remaja, pasti tidak lepas dari yang namanya visualisai atau ilustrasi. Lengkapi konsep yang telah kita susun dengan contoh visual. Bagaimana caranya? Kita bisa menggandeng seorang ilustrator yang mau diajak kerja sama untuk konsep yang sedang kita garap.
Jika kita belum menemukan ilustrator, kita bisa unduh visual dari internet. Visual yang kita inginkan banyak sekali macamnya. Kita bisa mencari sepuas mungkin di internet, sampai benar-benar kita menemukan yang sesuai dengan keinginankan kita, sesuai dengan konsep yang sedang kita susun. Nanti visual yang kita sertakan dalam konsep, kita informasikan kepada penerbit, jika visual tersebut hanya sebagai contoh. Kita juga kasih alasan kenapa menggunakan model visual tersebut.
6). Tulis Contoh Naskah
Jangan lupa, penerbit bukan lembaga sosial, penerbit adalah perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan. Penerbit akan mempertimbangkan berbagai aspek bisnis yang akan membuatnya untung, bukan membuatnya buntung. Oleh karena itu, naskah sebagai contoh dalam konsep yang sedang kita buat sangat penting. Contoh naskah tidak sekadar contoh, melainkan contoh naskah jadi 1 buku jika konsep yang kita buat adalah serial. Contoh naskah harus benar-benar mencerminkan konsep yang kita buat, jangan sampai jauh dari konsep. Percayalah, penerbit akan sangat menghargai konsep yang sangat detil dan jangan khawatir konsep yang telah kita buat dan tawarkan akan dicontek penerbit. Jangan GeEr, deh.
7). Tawarkan Beberapa Alternatif Kerjasama
Setelah point 1-6 terpenuhi dan semua kelar sesuai dengan harapan, tawarkan konsep tersebut kepada penerbit. Banyak sekali penerbit di Indonesia yang membutuhkan konsep kita. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di Malaysia pun terima konsep kita.
Pada saat menyerahkan konsep, jangan lupa beri penawaran model kerja sama kita dengan penerbit. Sedetil mungkin. Bahkan, jika hanya konsep kita yang diambil penerbit pun ada harganya, lho, sehingga konsep kita tidak serta merta dimanfaatkan tidak benar oleh penerbit.
Beberapa penawaran yang lazim digunakan di Indonesia antara lain: 1). Royalti, kisaran royaltinya antara 6-12 persen. 2). Semi royalti. Penerbit akan membeli putus buku-buku dari konsep yang kita tawarkan, misalnya pada 3000 explar pertama dengan nilai tertentu, dan pada cetakan berikutnya royalti. 3). Beli Putus/ Flat Fee. Nilai beli putus bermacam-macam, sesuai dengan tingkat kesulitan konsep yang kita tawarkan dan kemampuan penerbit.
Saya berpesan, jika konsep kita dijual putus sebaiknya menggunakan termin  waktu atau jumlah exemplar yang akan dicetak penerbit. Dengan termin waktu, biasanya antara 3-5 Tahun. Dengan jumlah exemplar, biasanya antara 10-20 ribu exemplar.
Demikian tips membuat konsep produk untuk artikel ini. Semoga bermanfaat. Jangan lupa, jika mau berbagi dengan orang lain, kasih link artikel ini, ya. Terima kasih.

[Januari 2013]

          Mau Jago Nulis dan Jadi Pemenang di Dunia Tulis Menulis? Ikut Kelas Nulis "WinnerClass" aja.

20 komentar:

  1. Terimakasih atas informasi yang bermanfaat ini Kang. Jadi tahu untuk sebuah proes yang tetapt untuk pembautan suatu buku kerjasama dengan pihak penerbit.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat Kang Ali bagi saya sebagai guru muda... Kali lain saya bisa konsultasi ya? Mumpung tak jauh dari tempat tinggal...

    BalasHapus
  3. infonya bermanfaat banget.. terima kasih ya :)

    BalasHapus
  4. Guru Muda. Alhamdulillah kalau membantu, ya.

    BalasHapus
  5. Rinem: Semoa bisa menerapkan, ya ....

    BalasHapus
  6. Mbak Dian, makasih kembali. Sukses terus ya ...

    BalasHapus
  7. Sangat membuka wawasan saya. Trims Mas Alee...

    BalasHapus
  8. Makasih tipsnya Mas Ale. Ternyata nomik saya yang diterbitkan Zikrul konsepnya dari Mas Ale. Keren banget! Saya berharap suatu hari nanti bisa bikin konsep yang keren seperti Mas Ale ^_^

    BalasHapus
  9. Sama-sama Mbak Nelfi ... maju terus! Yang bikin konsep saya dan Mas Andi Yudha, hehe

    BalasHapus
  10. Mantabs dan sangat bermanfaat.Thanks a lot Cikgu!^__^

    BalasHapus
  11. Wah, konsep cespleng nih. terima kasih mas ale. banyak info yg bisa di serap. moga manfaat..

    BalasHapus
  12. Terima kasih Mas Ali. Saya juga mendapat manfaat luar biasa dari perkongsian Mas Ali ini.

    Benar Mas Ali memang sudah benar-benar arif dengan dunia penerbitan buku.

    BalasHapus
  13. Terima kasih kembali Motivator Remaja. Salam kreatif!

    BalasHapus
  14. wah.. jadi ngerti banget tentang dunia penerbitan.. info yang sangat bermanfaat :)

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar