Kamis, 29 Agustus 2013

[10daysforASEAN] Visa Indonesia Vs Visa Myanmar

Obrolan
Nyi Iteung dan Kang Kabayan
4_#10daysforASEAN

Visa Indonesia Vs Visa Myanmar

Mengunjungi negara tertentu, selain diharuskan memiliki Paspor juga memiliki visa. Di Eropa ada VisaSchengen yang bisa masuk ke 15 Negara.
Apakah di ASEAN juga perlu Visa yang bisa digunakan
untuk menjelajah 10 Negara ASEAN?  

Nyi Iteung kaget luar biasa saat mau pergi ke Myanmar, dia terpaksa balik lagi karena belum mengurus visa. Dia lupa kalau mau mengunjungi Negeri Seribu Pagoda itu harus memiliki visa terlebih dahulu. Visa adalah sebuah dokumen resmi yang Anda perlukan untuk masuk ke negara tujuan dalam periode waktu tertentu. Jadi selain paspor, kita perlu visa untuk mengunjungi sebuah negara tertentu.
“Iteung pikir karena sama-sama Negara ASEAN, jadi nggak perlu visa,” jelasnya saat ditanya Kang Kabayan.
Menjelang terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC)2015, idealnya seluruh negara  ASEAN membebaskan visa bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga siapapun dapat bergerak lebih leluasa saat melintasi 10 negara anggota ASEAN tanpa visa.  Semua tahu, lalu lintas di negara-negara anggota ASEAN sangat ramai, terutama di bidang perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan bidang lainnya.
“Kan dari 10 negara ASEAN, ada dua negara yang belum menyetujui bebas visa, Nyi Iteung. Negara Kamboja dan Myanmar,” jelas Kang Kabayan sambil menyodorkan air mineral ke Nyi Iteung.
“Memang alasannya apa, Kang?”
Kang Kabayan tidak begitu tahu alasan pastinya, hanya saja Kang Kabayan pernah membaca-baca berita alasannya politis. Semua tahu, Myanmar salah satu negara berkembang yang pernah terisolasi bertahun-tahun. Banyak daerah tertinggal di sana, termasuk sektor pariwisatanya. Padahal, banyak destinasi cantik di sana. Konon, bagi teman-teman yang pernah ke sana, masyarakat di sana sangat senang bisa dikunjungi.

Visual diambil dari Blog Ini

“Mungkin untuk menjaga negaranya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa juga untuk menjaga keselamatan para wisatawan,” kata Kang Kabayan akhirnya mengingat pertimbangan ketika sebuah negara mengeluarkan visa. Visa kunjungan diberikan dengan mempertimbangkan asas manfaat, saling menguntungkan, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.
Myanmar memiliki banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi. Sebut saja misalnya Mandalay, bangunan kuil berwarna putih yang sangat eksotik, pesona warna emas dari pagoda-pagoda yang tersebar di sepenjuru kota. Ada Pagoda Shwemawdaw, Botahtaung Pagoda, Maha Wizaya Pagoda, Kaba Aye Pagoda, Shwedagon Pagoda, dan Sule Paya Pagoda. Dua di antaranya yang terkenal dan berada di jantung kota adalah Pagoda Shwedagon, dan Pagoda Sule Paya. Masih banyak lagi yang lainnya.
Visual dari Blog Ini
“Terus kapan Kang Myanmar bebas visa?” tanya Nyi Iteung lagi setelah mulai lega dengan penjelasan Kang Kabayan.
“Akang kurang tahu, kita doakan saja semoga tahun ini bebas visa. Kan sebentar lagi ada ASEAN Economic Community (AEC) 2015, kalau visa visit ASEAN saja masih jadi kendala jadi nggak seru.”

Jawaban Kang Kabayan cukup menentramkan hati Nyi Iteung. Nyi Iteng langsung buka-buka cara mengurus Visa,  Tips Berwisata ke Myanmar, ngurus visa kunjungan ke Myanmar, dan tempat-tempat menarik di Myanmar.***


Mau Jago Nulis dan Jadi Pemenang di Dunia Tulis Menulis? Ikut Kelas Nulis "WinnerClass" aja.

0 komentar:

Poskan Komentar

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar