Jumat, 27 Maret 2015

Samsung Galaxy Note Edge dan Cerita Tentang Tepian


Samsung Galaxy Note Edge ada di Genggaman


Samsung Galaxy Note Edge gratis? Yang bener? Mendengar namanya saja sudah membuat mata berbinar-binar, apalagi bisa memilikinya? Bisa teriak sambil koprol berkali-kali pakai kayang sambil jalan ratusan meter kalau dapat gratis, saking senangnya. 
Samsung Galaxy Note Edge pertama kali dikenalkan awal September tahun lalu di Berlin, pada ajang IFA 2014. Baru awal Maret lalu ponsel pintar dan canggih, produksi perusahaan elektronik terbesar di dunia ini resmi diluncurkan untuk pasar Indonesia.
Siapa pun pasti terpesona dengan tampilan Samsung Galaxy Note Edge karena gedget besutan perusahaan elektronik bermarkas di Soul Korea Selatan ini, terlihat elegan dan mewah dengan desain dua layarnya, layar besar dan layar kecil berada di tepinya.
Layar kecil yang melengkung pada tepian Galaxy Note Edge, tak dapat dipungkiri, menjadi bagian paling menggoda bagi pecinta ponsel layar sentuh ini. Hal ini menjadi lompatan baru Samsung dalam mengukuhkan dominasinya di pasar ponsel cerdas.
Begitu melihat tampilan serta spesifikasi Samsung Galaxy Note Edge, imajinasi saya langsung melayang-layang jauh di awan. Saya membayangkan, jika memiliki ponsel tersebut tidak lagi membutuhkan gedget tambahan untuk menunjang aktivitas saya karena kebutuhan telah tercukupi pada ponsel tersebut.

Dua Layar yang Memesona

Apa yang Akan Saya Lakukan?
Lantas, apa yang akan saya lakukan jika memiliki Samsung Galaxy Note Edge?
Salah satu yang menarik dari Galaxy Note Edge adalah layar kecilnya. Layar tambahan di tepian ponsel yang melengkung hingga bagian belakang. Layar kedua ini menginspirasi saya untuk membuat cerita anak bertema Tepian. Bisa dalam media tulisan, video dongeng, atau foto dongeng. Cerita tersebut nanti akan menjadi konten aplikasi yang bisa diunduh gratis di android play store atau Samsung Play Store.
Kenapa cerita bertema Tepian? Tepian saya ambil dari kata Edge yang terdapat pada Samsung Galaxy Note Edge. Edge dalam bahasa Indonesia diartikan dengan tepi, tepian, pinggir, tebing. Edge sebagai kata benda berarti the outside limit of an object, area, or surface; a place or part farthest away from the center of something (batas luar objek, area, atau permukaan; tempat atau bagian terjauh dari pusat sesuatu).
Saya rasa, pihak Samsung saat memberi nama produk luar biasa ini dengan nama Galaxy Note Edge tidak dengan serta merta karena ada layar tepi, tetapi karena ada sesuatu yang lebih dari sekadar layar tepi, makanya saya ingin membuatnya menjadi semakin spesial dengan mengangkat tema tepian. Edge bermakna sangat luas dan mampu membuat anak berimajinasi, sama seperti ketika saya melihat layar kecil yang berada di tepian Galaxy Note Edge.
Kenapa saya ingin membuat cerita anak dalam berbagai media dengan Samsung Galaxy Note Edge? Selain karena spesifikasi yang dimiliki Samsung Galaxy Note Edge sangat suport, juga karena ingin membuat anak-anak bahagia dengan cerita dan Samsung Galaxy Note Edge yang saya miliki bermanfaat untuk banyak orang.
 
Hasil Video dan Foto dengan Resolusi Maksimal
Berbagi Cerita Tepian
Samsung Galaxy Note Edge dilengkapi dengan kamera yang handal. Kamera berada di depan dan belakang. Kamera belakang 16 MP yang dapat menghasilkan kerapatan foto mencapai 3456 x 4608 pixels dan video dengan kualitas 2160 pixels pada 30 frame per detik.   
Kamera dilengkapi dengan fitur optical image stabilization, autofocus, LED flash, Dual Shot, Simultaneous HD video, image recording, geo-tagging, touch focus, face dan smile detection, panorama, HDR, optical stabilization, dan dual-video rec hasilnya menjadi semakin baik.
Belum lagi didukung dengan tipe layar Super AMOLED capacitive touchscreen, beserta 16 juta warna. Tipe AMOLED ini bila diletakan di luar ruangan dan ketika terpantul sinar matahari, ketajaman layar tidak akan terpengaruh, sehingga bisa merekam video atau foto dengan pencahayaan yang optimal.
Sementara kamera depan didukung dengan resolusi 3.7 MP, serta ukuran 1080p@30fps. Kamera depan selain berfungsi sebagai komunikasi video call juga bisa untuk selfi setelah membuat tulisan, video dongeng, atau foto dongeng, hehe.
Nah, dengan fasilitas ini saya membayangkan, saya bisa membuat video dongeng dengan tokoh boneka jari di dalam ruangan atau di luar ruangan. Saya bisa memanfaatkan dinding yang bergambar, ruangan dalam sebuah gedung yang cantik, atau ruang publik yang lapang untuk pengambilan video.
Saya cukup mendongeng dengan tokoh boneka jari yang bisa dibawa ke mana pun saat beraktivitas dan merekamnya dengan Samsung Galaxy Note Edge tanpa takut kehabisan ruang penyimpanan karena kapasitas penyimpanan Samsung Galaxy Note Edge cukup besar.
Samsung Galaxy Note Edge memiliki memori internal 32GB dan 64GB serta memori eksternal dengan tipe MicroSD dengan batas kapasitas 128GB. Samsung Galaxy Note Edge juga mendukung RAM dengan kapasitas 3GB. Cukup besar, bukan?
Saya juga akan sering-sering membuat foto dongeng karena hasil foto saat dilakukan pada waktu malam, hasilnya tetap sebagus pada saat memotret pada waktu siang. Saya tinggal mencari objek yang tepat untuk dijadikan sebagai foto dongeng.

S Pen Stylus dan Layar Anti Gores

Samsung Galaxy Note Edge memiliki layar 5.6 inci dengan dimensi ukuran 151.3 X 82.4 X 8.3 mm, berat 174 gram.  Dilengkapi dengan S Pen stylus dan Fingerprint sensor dengan pelindung layar Corning Gorilla Glass 3 dan curved edge screen sehingga layar tidak akan tergores.
S Pen stylus ini akan memudahkan saya untuk menulis dongeng dengan Galaxy Note Edge. Jadi lengkap sudah apa yang akan saya lakukan jika memiliki ponsel generasi terbaru dari Samsung ini.
Salah satu cerita yang sudah saya tulis dan akan saya jadikan video dongeng berjudul, “Seruling yang Tertinggal di Tepian Hutan”. Berikut ini ceritanya:

Seruling yang Tertinggal
di Tepian Hutan

Di tepian hutan, tiba-tiba ramai karena ada benda yang membuat penasaran. Benda itu bentuknya panjang, tidak berkepala, tidak punya mata, hidung, mulut, telinga, tangan, dan kaki.
“Apa dia bisa bicara?” tanya Tupai penasaran.
“Dia tidak punya mulut, pasti dia tidak bisa bicara,” jawab Monyet.
“Apa dia bisa bernyanyi?” tanya Kura-kura.
“Apalagi bernyanyi, berbicara saja tidak bisa,” jawab Kelinci.
Kelinci mendekat lalu memegang benda itu. Aneh, badannya penuh lubang. Jangan-jangan ia sudah mati karena tertembak peluru.
“Teman-teman, dia tidak bergerak. Apa dia sudah mati?” kata Kelinci beberapa saat kemudian.
“Apa yang mati teman-teman?” tiba-tiba Kucing datang.
“Benda itu!!!” jawab Tupai, Monyet, Kura-kura, dan Kelinci secara bersamaan.
Kucing kemudian memegang benda itu. Karena penasaran ia meniup satu persatu lubang yang memenuhi benda itu. Ternyata bunyinya nyaring!
“Wah, benda itu ternyata bisa bersuara! Coba kamu tiup lagi!” teriak Kelinci.
Kucing meniup kembali, kali ini disertai dengan tepukan tangan, pukulan kayu, dan benda-benda di sekitar mereka, sehingga menimbulkan irama riang. Apalagi, Kelinci yang suaranya merdu sekarang bernyanyi. Mereka tidak menghiraukan lagi apa nama benda yang mereka temukan.
Kalian tahu, apa nama benda itu? Kalau kalian tahu, coba kasih tahu mereka kalau benda yang mereka temukan adalah seruling!
Hari itu, di tepian hutan, penghuni hutan tidak lagi mempermasalahkan benda apa yang mereka temukan, yang terdengar mereka sedang bernyanyi diiringi musik riang. Apa kalian mau ikutan? Datang saja di tepian hutan.

Ah, rasanya ingin segera memiliki Samsung Galaxy Note Edge. Semoga segera memilikinya. []

----------------------
Bahan Tulisan dan Foto
1. Samsung ID 

0 komentar:

Poskan Komentar

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar