Selasa, 26 Mei 2015

Tips Nulis Artikel Wisata Ala Alee

SEJAK Dumay (Dunia Maya) mencengkeram seluruh aktivitas kita, segala informasi seolah masuk berjejalan tanpa lelah. Salah satunya, info tentang pariwisata keren bin murah yang bikin ngiler. Hal ini membuat saya berusaha keras buat belajar nulis artikel pariwisata.
Salah Satu Benteng Terbesar di Bengkulu
 Awalnya ragu karena selama ini kadung dikenal sebagai penulis bacaan anak, walau sebetulnya saya nulis juga cerpen remaja, artikel populer, artikel parenting, bahkan sesekali cerpen untuk umum.
Sebelum nulis, saya coba membaca sebanyak mungkin artikel pariwisata yang pernah dimuat di beberapa koran, tabloid, majalah, dan media online. Setelah benar-benar memahami baru kemudian mencoba merumuskan cara penulisannya. Dan, berikut ini Tips Nulis Artikel Wisata ala saya yang kemudian menjadi patokan saya dalam menulis artikel wisata.
Pertama, kenali lebih dahulu objek wisata yang akan kita kunjungi. Kita bisa baca-baca literasi baik via online atau via buku. Kalau kita mendadak perginya, siapkan mental buat cari sebanyak mungkin informasi di tempat.
Kedua, buat catatan kecil apa saja hal yang harus dikunjungi dan diambil fotonya. Ini sangat penting, supaya waktu kita efektif saat berkunjung ke sana.
Ketiga, cari sisi lain, sisi yang sangat unik, menarik, dan up to date dari tempat wisata tersebut. Sisi ini yang nanti akan jadi hal yang paling kita munculkan dalam artikel yang akan kita buat.
Keempat, kalau bisa dari awal memberi identitas buat tulisan kita akan lebih baik. Kebetulan saya orang buku, maka saya sebisa mungkin mengaitkan tulisan dengan dunia buku. Contoh, waktu nulis tentang Pantai Pangandaran saya singgung buku tentag Tatar Sunda, waktu nulis Museum Louvre di Paris saya singgung tentang novel Da Vinci Code. Mungkin ini tidak penting, tetapi kalau mau spesial, kenapa tidak dicoba?
Kelima, cari media yang akan kita kirim artikel kita. Caranya, kita pelajari karakteristiknya supaya begitu kirim langsung dimuat. Banyak sekali media yang menerima artikel-artikel wisata ini.
Keenam, jangan lupa memotret sebanyak mungkin objek wisata yang kita kunjungi. Jangan malu dikira fotografer amatiran. Banyak sudut yang sangat menarik yang bisa kita olah dari foto-foto yang kita ambil.
Ketujuh, tulis artikel sesegera mungkin kecuali kita keabisan data. Artikel wisata biasanya memuat 3000-6000 karakter. Kirim bersama beberapa foto, saya sarankan untuk koran minimal 3 foto, tetapi untuk majalah sebanyak yang kita mampu. Enaknya, kita bisa mengirim via email.
Begitu pengalaman menulis artikel wisata yang saya alami, semoga ini membantu teman-teman. Oh iya, gara-gara nulis artikel wisata ini beberapa kali diundang jamuan tentang pariwisata lho, lumayan, jadi gratis mengujungi tempat wisata.
Oh iya, satu hal lagi, saya belum berani mencantumkan identitas saya sebagai traveler, saya baru sebatas penikmat. Saya baru nulis tentang traveller, masih belum pantas kayaknya kalau memakai identitas traveler, hehehe. []
@KreatorBuku

12 komentar:

  1. Terima kasih tipsnya Kang. Pengen belajar ngirim tulisan pariwisata ke media.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Lina ... hayuk ngirim artikel wisata di media massa, hehe

      Hapus
  2. Wah mantap nih tipsnya.. Makasih sharingnya, Kang Ali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Dee ... moga bermanfaat.

      Hapus
  3. Saya selalu kepentok ama riset..males duluan akhirnya ga nulis2. Hadeeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn berpikir risetnya ribet Mbak Lau, hehe

      Hapus
  4. Saya selalu kepentok ama riset..males duluan akhirnya ga nulis2. Hadeeh

    BalasHapus
  5. mantab tipsnya, terima kasih kang Ali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga bermanfaat Verena, semangat ya ...

      Hapus
  6. Makasih infonya Mas. Oh ya, kapan-kapan menulis media massa apa saja yang menerima tulisan artikel pariwisata dung. :)

    BalasHapus
  7. Makasih tipsnya kang. Jadi banyak belajar nih

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar