Rabu, 05 Agustus 2015

Jengkol Rasa Cafe Ada di Bandung

SELAMA ini, menu makanan berbahan jengkol hanya dijumpai di warung-warung kecil pinggir jalan atau paling banter di Warung Tegal (WarTeg). Padahal, menu berbahan jengkol menjadi salah satu menu yang selalu dicari pelanggan.
Cafe Resto D'Jengkol di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 50 Bandung (Foto: Alee)
Melihat peluang tersebut, Kang  Gunarsah membuka Café dengan menu andalan berbahan jengkol. Dari mulai Sambel Jengkol, Semur Jengkol, Balado Jengkol, Rendang Jengkol, hingga jengkol yang hanya digoreng dan ditaburi garam.
Peluang tersebut ternyata memang benar adanya. Baru satu minggu dibuka, informasi keberadaan Café Djengkol yang beralamat di Jl.K.H. Ahmad Dahlan (Banteng) No.50 Bandung ini sudah diserbu para Djengkoler alias penggemar jengkol, termasuk dari luar kota Bandung seperti Jakarta dan sekitarnya.

Rasa dan Manfaat Jengkol
Selain menjadi makanan yang enak, Jengkol ternyata juga mengandung manfaat yang baik bagi tubuh. Makanya, begitu Blogger Bandung diundang mencicipi menunya, langsung saja saya memenuhi undangan.
Benar saja, setelah semua undangan disuguhi segelas jus, bertubi-tubi menu utama dihidangkan. Berbeda dengan masakan yang ada di warung-warung, menu olahan di Djengkoler berbeda. Tampilan lebih bersih dan berstandar café. Siapa pun yang tampilannya pasti tidak ragu-ragu untuk menyantapnya.
Sambel D'Jengkol yang Bisa Diorder Secara Online (Foto: Alee)
Tanaman polong-polongan yang dalam bahasa latin Pithecollobium Jiringa ini termasuk tanaman khas Asia Tenggara. Penggemarnya bukan hanya dari Indonesia, terutama Jawa Barat, melain juga digemari di Malaysia dan Thailand.
Ketika dimakan, Jengkol menimbulkan bau tak sedap, terutama setelah diolah dan diproses dalam pencernaan. Penyebabnya adalah asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol.
Asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S), ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau karena pengaruh sulfur.
Untuk menghilangkan bau, biasanya setelah mengonsumsi jengkol, langsung mengulum gula aren atau gula merah. Ada juga yang langsung minum kopi.
Meskipun bau, Jengkol bermanfaat bagi tubuh. Jengkol berkhasiat mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol sendiri diperkirakan mempunyai kadar penyerapan air yang tinggi dari dalam tanah.
Jengkol juga merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3grm/ 100grg bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3grm /100 grm.
Jengkol cukup kaya akan zat besi, yaitu 4,7grm/ 100grm. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi.
Masih banyak manfaat Jengkol, yang selama ini tidak diketahui masyarakat, sehingga seolah menjadi makanan yang tidak banyak disukai. Padahal, sekali mencoba, dijamin siapa pun akan ketagihan. Apalagi jika mencoba makannya di Café Djengkol.
Jengkol Balado, Sepiring Nasi, dan Jus Mangga (Foto: Alee)
Jengkol Rendangnya Nendang Pisan (Foto: Alee)
Lumpia Jengkol (Foto: Alee)
Oh iya, Café Djengkoler bukan hanya untuk pencita jengkol karena tersedia juga menu-menu lain seperti karedok, ayam goreng, gepuk, tahu pepes, sayur asem, serta cemilan yang tak kalah enak seperti kentang goreng, pisang keju, rotih bakar, dan lumpia jengkol (lho, jengkol lagi, hehehe).

Penasaran? Salah satu rekomendasi menu dari saya, kalau datang ke sini, pesan saja Balado Jengkol. Perpaduan rasa jengkol dengan sedikit pedas. Dimasak tidak terlalu kenyal apalagi lembek memberikan sensasi rasa yang berbeda.

Info Resto
D'Jengkol Cafe Resto
web: www.djengkol.com
Twitter: d'jengkolers

Alamat:
Jl. K.H. Ahmad Dahlan (Banteng) No. 50 Bandung
Telepon: (022) 7305756, 081320017881, 0812932135

6 komentar:

  1. Pertama x ... Yuhuuuu ^_^

    Wah! Ternyata selain enak, ternyata jengkol juga termasuk sumber protein nabati ya. Sayangnya kalau di daerah saya (Jawa Timur) jengkol mah langka. Adanya pete. Saudara sepupunya jengkol. Hehe

    Btw, ini Kang

    BalasHapus
  2. (Komennya keputus hehe)

    Btw, Kang Gunarsah jitu membidik usaha yang masih jarang dilirik orang lain. Wih ... Jadi terinspirasi. Nanti kalau sudah di Indonesia, mau buka cafe yang makanannya jarang dijual di tempat lain. Kira-kira Mas Ali ada ide nggak buat Key. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buka cafe serba pisang. Belum ada lho Key

      Hapus
  3. Wah kebetulan, suka banget sama buah itu. Oh iya, Mas Ali, jus susu+pisang=enak banget lho ...

    BalasHapus
  4. Baru tau nih ada jengkol berkelas kayak gini :D


    Kindly visit my page as well ☺
    GRACE FILLED TRAVEL JUNKIE

    Thanks!

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar