Senin, 10 Agustus 2015

Miniatur Kereta Api Terbesar di Indonesia Ada di Floating Market

Jawa Barat memang gudangnya obyek wisata. Selain Garut yang dikenal sebagai Swiss Van Java, Bandung sebagai Paris Van Java, mungkin sebentar lagi Lembang akan dijuluki Humburg Van Java lantaran ada wahana miniatur kereta api terbesar di Indonesia. Tempatnya ada di Obyek Wisata Floating Market Lembang (FML).
Kereta Api Mini Sedang Melewati Miniatur Jembatan Cikalong Wetan (Foto: Alee)
Begitu tiba di parkiran wisata yang sangat luas, anak-anak yang sejak berangkat dari Bandung sudah tak sabar menikmati wahana, langsung berhamburan keluar mobil.  Enaknya berwisata di FML, tiket masuk sudah diperlakukan sejak masuk parkiran, sehingga para wisatawan tidak perlu lagi ante untuk membeli tiket masuk area wisata.
Tiba di masuk pintu, pengunjung langsung menukar tiket dengan minuman hangat. Jangan khawatir, jenis dan tempat penukaran cukup banyak, jadi tidak perlu antre lama. Sebelum benar-benar masuk, jangan lupa menukar uang dengan koin yang akan digunakan sebagai alat transaksi di dalam FML.
Mata langsung berbinar, begitu tiba di dalam dan disuguhi pemandangan danau yang luas dan bersih, yang di atasnya berlayar perahu warna-warni, dan dipercantik dengan tempat makan terapung berlatar pegunungan hijau.

Pasar Terapung
Floating Market Lembang, resmi dibuka pada tanggal 12 Desember 2012. Pembuatan wisata yang berlokasi di atas Situ Umar ini terinspirasi oleh pasar terapung di Banjarmasin dan Bangkok.
Situ Umar sebelum menjadi tempat wisata FML, hanyalah tempat pemancingan bagi penduduk setempat. Jika ditempuh dengan kendaraan dari Bandung, kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan.
Floating Market Lembang dengan Danaunya yang Jernih (Foto: Alee)
Sejak resmi dibuka sebagai tempat wisata, setiap hari ribuan wisatawan lokal dan manca negara berkunjung. Bahkan, pada weekand dan hari-hari libur bisa mencapai puluhan ribu pengunjung.
Meskipun konsep awalnya adalah pasar terapung, tempat wisata yang dilatari pegunungan dan danau yang asri ini, tidak serta merta menyuguhkan pasar terapung. Wisata desa yang asri, sejuk, dan damai ini dilengkapi dengan banyak wahana menarik yang bisa dinikmati.
Pada bagian kanan pintu masuk, pengunjung akan menemukan rumah-rumah panggung khas priangan tempat penjualan souvenir. Ada wayang golek, dolanan anak-anak, angklung, dan sebagainya.
Setelah itu ada Taman Angsa. Taman yang digenangi danau mungil dengan airnya yang terus mengalir ini menyita perhatian anak-anak. Terutama, karena di danau mungil ini dihuni beberapa angsa. Ada yang sedang berenang, mandi, tidur, dan ada yang berebut makanan yang dilempar pengunjung.
Taman Angsa di FML (Foto: Alee)
Pengunjung yang akan memberi makan cukup membeli makanan seharga Rp.5000,- dan berdiri di atas anjungan kecil yang menjorok ke dalam danau. Hal serupa terjadi di Taman Ikan, yang pemandangannya sangat menarik.
Ada Taman Kelinci, di sini pengunjung harus membeli tiket seharga Rp.20.000,-. Pengunjung diperbolehkan mengambil wortel dan memberikannya kepada kelinci yang berkeliaran di antara gundukan rumah-rumah kelinci. Rumah kelinci dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai rumah aslinya, di hutan.
Lantas, ada Taman Batu yang keelokannya tidak kalah dengan taman-taman batu di luar negeri. Bagi anak-anak, disediakan juga becak anak serta flaying fox.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana perkampungan sunda, ada Kampung Leuit. Sebuah kampung yang dibangun di atas persawahan. Di atas kampung ini ada banyak rumah-rumah adat sunda yang bisa dijadikan tempat istirahat bagi pengunjung. Duduk di salah satu rumah, seolah benar-benar berada di kampung. Apalagi, sambil menikmati semilir angin yang membawa aroma padi dengan backsound aliran sungai kecil yang mengalir.

Miniatur Terbesar
Wahana baru yang resmi dibuka akhir tahun 2014 adalah Miniatur Kereta Api. Wahana Miniatur Kereta Api ini menjadi wahana terbesar di Indonesia karena berada di area terbuka yang luasnya hingga 2000 meter persegi.
Siapa pun yang masuk wahana ini pasti akan takjub. Ada 10 miniatur kereta yang dioperasikan, bergerak melintasi rel mini sepanjang kurang lebih 500 meter. Ukuran kereta api 1 : 24 (satu banding dua puluh empat) dari kereta aslinya. Saking mirip dengan aslinya, jika malam lampu-lampu di dalam kereta menyala dan terlihat para penumpangnya. Ada kereta api penumpang, kereta api barang, kereta api tangki, dan kereta api lainnya.
Wahana Miniatur Kereta Api Mini Seluas 2000 Meter (Foto: Alee)
Suasana alam dalam wahana mirip  daerah yang dilintasi kereta api di Bandung Barat, khususnya jalur Padalarang-Cikalong. Hanya ukurannya disesuaikan dengan miniatur kereta. Dari mulai pegunungan, lembah, jembatan tinggi, jembatan rendah, stasiun, rumah penduduk, menara, masjid, factory outlet, dan terowongan sesuai dengan
Miniatur Kereta Api dikendalikan petugas menggunakan remote kontrol yang berada dalam ruang pengendali. Mereka berada dibalik kaca mengamati kereta api yang sedang jalan atau berhenti.
Selama pengoperasian, pemberitahuan lalu lintas miniatur kereta api disuarakan lewat pengeras suara, sehingga pengunjung tahu, kapan kereta penumpang berjalan, kapan kereta barang berhenti, kapan kereta melintasi pelintasan di jalan raya, sehingga mobil dan motor yang berseliweran di pelintasan segera berhenti. Dengan cara seperti ini pengunjung, khususnya anak-anak belajar tentang lalu lintas.
Bagi pengunjung yang membawa anak-anak tidak usah khawatir. Meskipun Miniatur Kereta Api dijalankan dengan listrik, tidak akan membahayakan karena dijalankan dengan listrik berkekuatan 40 volt. Di sepanjang rel juga diberi pembatas, sehingga anak-anak tidak mudah menjangkaunya.
Akses menuju destinasi wisata yang luasnya hingga 7 hektar tersebut sangat mudah. Dari arah barat atau utara bisa melalui Subang-Lembang, dari arah selatan bisa melalui Bandung- Lembang. Patokannya adalah pertigaan Panorama. Nanti akan bertemu dengan Pasar Lembang dan Jalan Grand Hotel Lembang, di mana Floating Market Lembang berada.
Wisata dibuka setiap hari dari pukul 09.00-21.00 wib. Setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp.10.000,- dan tiket kendaraan Rp.5.000,-. Jangan takut kelaparan di di sini, karena puluhan penjual makanan tumplek di Pasar Terapung. Dari makanan asli Indonesi, seperti pecel, siomay, karedok, hingga makanan luar negeri ada di sini. Mau makan, apa pun di sini ada.
Jangan lupa, jika telah selesai menikmati semua taman, capai bermain, dan makan-makan, bisa naik perahu keliling Situ Umar sendirian atau bersama-sama. Akan tetapi, harus sabar karena pasti antre. (Ali Muakhir, penikmat wisata dari Forum Penulis Bacaan Anak, tinggal di Bandung) ***

13 komentar:

  1. Terimakasih, kang Ali...janten hoyong amengan...

    BalasHapus
  2. Terimakasih, kang Ali...janten hoyong amengan...

    BalasHapus
  3. Murah meriah, euy! Semoga miniaturnya bertambah banyak ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mas Bil ... amiiin, moga makin meriah ya ...

      Hapus
  4. tertarik main bareng angsa2nya.. kecipak2an maen air :D

    BalasHapus
  5. Ohhh.. Sekarang udah jadi taman miniatur kereta ya, pas dulu awal-awal kesana masih yang dalam tahap pembangunan gitu, dipake anak-anak main lahannya. Keren yahh, kayaknya kudu di apdet lagi nih sayanya hihihi...

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Hayuk Mas. Ajak keluarga. TravelAlee siap nganter buat eksplore Bandung Utara

      Hapus
  7. Yaaah ... pernah ke sana, tapi gak sempat lihat miniatur ini. Harus dicoba lagi ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kacian ... hehehe. Siap nemenin kalau mau ke sana lagi. Yuk, explor Bandung Utara with TravelAlee

      Hapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar