Kamis, 27 Agustus 2015

Tak Akan Nolak Traveling Dari Bengkulu ke Belitung

Bengkulu itu salah satu kota yang terkenal hingga manca negara sejak zaman penjajahan Belanda. Makanya sangat sayang sekali jika para traveler sudah keliling dunia, tetapi belum sempat traveling ke Bengkulu.
Di Bengkulu inilah ditemukan salah satu bunga terbesar di dunia oleh Sir Stamford Raffles dan seorang ahli fisika Joseph Arnold saat menjelajah Bengkulu tahun 1818. Nama mereka kemudian diabadikan menjadi nama bunga yang ditemukan, yaitu Bunga Raflesia atau Bunga Bangkai Ayam.
Tenda dan Joging Track Sepanjang Pantai Panjang Bengkulu (Foto: Alee)

Salah satu yang membuat saya pasrah saat diajak ke Bengkulu, selain karena Pantai Panjang-nya yang sering dijadikan tempat festival-festival tingkat daerah, nasional, dan international, juga karena Benteng Marlborough-nya.
Menyusuri Pantai Panjang bisa dimulai dari hutan buatan yang berada di muara. Di sana ada Pantai Muaro tempat nelayan memancing ikan. Dari sana pula terlihat Pulau Tikus. Pulau kecil yang sangat indah dengan wisata airnya. Dari Pantai Panjang menuju Pulau Tikus jaraknya kurang lebih 1 jam perjalan menggunakan perahu karet sewaan.
Sepanjang Pantai Panjang traveler bisa menikmati pantai dengan duduk-duduk sambil minum es kelapa muda, main bola pantai, berenang beramai-ramai, atau sekadar menyusuri pantai melalui joging track yang meliuk sepanjang pantai.
Di sepanjang pantai itu pula ada Pantai Tapak Paderi yang menjadi salah satu pantai favourite warga dan Benteng Marlborough yang sangat gagah perkasa dan megah. Benteng peninggalan zaman penjajah Inggris yang berdiri di atas bukit buatan dengan latar belakang Samudera Hindia yang luas.
Dari Benteng Marlborough ada … ada makan Pangeran Sentot Alisyahbana. Masjid Jamik yang arsiteknya dibuat oleh presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta. Danau Sedih Tak Sudah yang mengandung legenda dan beberapa tempat wisata lainnya.
Dalam Benteng Marlborough yang Sejuk (Foto: Alee)

Belum lagi makanan khasnya seperti Rebung Asam Undak Liling yang bikin ngiler, Tempoyak, dan Lapek Binti. Satu lagi, yang bikin kejer ketagihan adalah kopi bengkulunya. Kopi yang berasal dari seduhan kopi asli daerah Kepahiang Bengkulu.
Sebagai salah satu kota yang terus bebenah, traveling ke Bengkulu bukanlah hal yang sulit karena banyak penerbangan menuju ke Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Sebut saja misalnya Citilink, Lion Air, Garuda Indonesia, dan Anam Air.
Ada salah satu pulau di Propinsi Sumatera yang tak kalah serunya dengan Bengkulu, yaitu PulauBelitung. Pulau yang sangat terkenal setelah Film Laskar Pelangi menjadi film paling laris di Indonesia. Dalam film tersebut, pemandangan Belitung begitu menggoda.
Saking menggodanya sampai-sampai salah satu setting film Laskar Pelangi dibiarkan bahkan menjadi salah satu tempat wisata, yaitu replika SD Muhammadiyah Gantung. Selain SD tersebut ada wisata lain Tanjung Tinggi, pantai berbatu gunung yang juga menjadi lokasi shooting film tersebut. Tanjung Pendem, pantai yang sunsetnya sangat indah. Pantai ini dijadikan tempat nongkrong warga belitung karena lokasinya dekat dengan kota.
Kemudian ada Pulau Pasir, pulau berukuran kecil dan hanya gundukan pasir. Pulau Batu Berlayar, pulau berbatu gunung dan bentuknya seperti kapal yang sedang berlayar. Pulau Lengkuas, di pulau ini ada mercusuar sehingga traveler bisa melihat keindahan pantai dari mercusuar.
Danau Kaolin, danau cantik berwarna biru toska yang terjadi akibat penambangan yang tidak ramah dengan alam.
Ada juga Pulau Babi, Tanjung Kelayang, Museum Kata yang digagas penulis novel Laskar Pelangi, Adrea Hirata, dan Rumah Adat Belitung, rumah panggung yang merupakan rekonstruksi dari rumah gede. Ornamennya sebagian besar terbuat dari kayu.
Belum lagi wisata kulinernya yang menggiurkan seperti Mie Atep. Mie kuning khas belitung yang disiram kuah udang dan ditaburi bakwan udang, irisan timun, potongan kentang rebus, udang rebus, emping melinjo, dan tauge. Kopi Ake dan Warung Kong Djie. Rumah Makan Belitung Timpo Duluk. Ada menu senampan atau Dulang yang wajib dicoba di sini.
Saya ingin ke sana karena ingin lebih mengenal lagi masyarakat dan kebudayaan Belitung lewat tempat-tempat wisatanya, tegur sapa masyarakatnya, dan tentu saja merasakan sendiri kehidupan mereka barang beberapa jenak.
Membayangkannya saja sudah membuat mata berbinar-binar bagai bintang, bagaimana kalau merasakan langsung, ya? Apalagi untuk traveling ke sana sudah sangat mudah. Sudah banyak penerbangan menuju Bandara Tanjung Pandan Belitung. Misalnya saja Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Wing Air, dan Anam Air.
Duh, rasanya sudah pengen garuk-garuk ke sana saja neh, makanya, seandaianya saya dapat Tiket Pesawat Gratis dari Airpaz.com, saya ingin sekali traveling ke Belitung dengan pesawat Garuda Indonesia. Akan tetapi, kalau bukan Garuda Indonesia, naik odong-odong pesawat apa pun jadi. Nyalon dulu ah biar kinclong dan cling! []

@KreatorBuku
Mau 10 Tiket Gratis Keliling Nusantara? Klik Aja!

10 komentar:

  1. sama mas, saya juga ga nolak kalo diajak ke bengkulu :)

    eh 2008 saya pernah singgah ke sana, tapi via perjalanan darat sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, perjalanan darat? Masih seru banget tuh

      Hapus
  2. wah...keren banget, jadi pengen ke sana :D

    BalasHapus
  3. waaah seru nih lombanya, belum sempat nulis

    BalasHapus
  4. sejumlah provinsi di pula sumatera sudah saya sambangi, tapi bengkulu belum. semoga suatu saat saya bisa ke sana. mampir ke billyantoro.com, kang alee :)

    BalasHapus
  5. Aku blm pernah ke bengkulu ihik ihik

    BalasHapus
  6. ikutttt.... aku belum pernah kebengkuluuu

    BalasHapus
  7. pengen banget bisa menjelajah nusantara, semoga ada kesempatannya nih buat dakuw kang..semoga menang kaang

    BalasHapus
  8. Terimakasih atas partisipasinya dalam Lomba Menulis hadiah tiket pesawat gratis dari Airpaz.com

    Semoga menang. :)

    Airpaz Team

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar