Kamis, 01 Oktober 2015

Steak Domba Bakar Abah Otje yang Lezat dan Menggoda


SETELAH seharian meeting di salah satu penginapan asri bernuansa perumahan di atas air, di daerah Cipanas Garut, untuk melepas penat, saya dan beberapa temen memilih mencari makan malam di luar penginapan.
Steak Domba Garut Abah Otje (Foto @KreatorBuku)

“Di dekat sini ada kuliner yang enak, steak Domba Garut,” kata teman yang memang sudah sering bolak-balik ke Garut untuk urusan pekerjaan.
Steak Domba Garut? Mendengar namanya saja sudah sangat mengundang selera. Tanpa banyak usulan, akhirnya semua setuju memburu steak Domba Garut. Tentu saja, setelah semua dipastikan tidak ada yang kolesterolnya bermasalah. Soalnya kalau ada yang bermasalah bisa berbahaya, hehe.
Benar saja, kurang lebih sepuluh menit kemudian mobil yang membawa kami menepi di depan sebuah rumah makan bernuansa koboy. Bangunan dengan pilar-pilar kayu yang kokoh dengan dinding dari anyaman bambu beratap rumbia.
Ada tulisan Menu Khas Domba dan Sapi Bakar Localicious terpampang jelas di depan salah satu bangunan yang berlatar persawahan dan pegunungan. Logo restoran dibuat sangat khas, bergambar seorang laki-laki menggunakan topi koboy dengan dilingkari tulisan Domba dan Sapi Bakar Abah Otje. Malam itu suasana cukup sepi, mungkin karena Garut baru saja usai diguyur hujan.
Tempat Duduk yang Nyaman Berlatar Sawah dan Gunung (Foto @KreatorBuku)

Dalam ruang rumah makan ada beberapa meja panjang dan kursi kayu. Ada beberapa partisi dari bambu sebagai pembatas antara ruang makan dengan dapur bersih. Sebagaimana rumah makan lainnya, pada beberapa bagian dindingnya ada gambar-gambar menu andalan.
Sepertinya, rumah makan ini memang ingin dibuat bener-bener bernuansa koboy ala Garut. Ada roda pedati dari kayu sengaja digantungkan di dinding. Foto-foto selebritis yang pernah berkunjung, dan yang cukup menyita perhatian adalah tulisan Sejarah Domba Garut. Saya langsung membaca sambil menunggu menu.
Suasana Ruang Makan Saat Malam Hari (Foto @KreatorBuku)

Rumah makan menyediakan tempat duduk di dalam dan di luar, sehingga pengunjung dipersilahkan memilih tempat duduk yang sesuai dengan keinginan. Khusus untuk kursi luar, pengunjung bisa menikmati makanan sambil menikmati hamparan sawah dan hijaunya gunung yang menjulang. Kalau siang hari pasti memilih duduk di luar.
Seperti rekomendasi teman-teman, saya memesan Steak Domba dan Jus Jeruk Nipis. Mungkin karena pengunjung tidak banyak, pesanan pun dalam waktu yang tidak lama satu persatu berdatangan. Mula-mula teh tawar dalam teko yang disajikan dengan gelas dari kaleng. Jadi ingat gelas-gelas jaman dulu.
Saya menyeruput teh sedikit demi sedikit. Tehnya terasa sepat, sedikit pahit, tetapi tetap nikmat. Cukuplah, sebagai penggugah selera.
Tidak lama kemudian Steak Domba datang. Steak dihidangkan di atas hotplate. Dihidangkan bersama sayur-sayuran seperti buncis, wortel, dan jagung yang sudah direbus. Sebagai pengganti nasi, kentang rebus yang sudah dibelah, di atasnya telah diberi mayones dan taburan lada. Terlihat merekah dan benar-benar menggoda selera. Ada pula secangkir saus yang diracik khusus untuk menambah lezat steak. Saya tuangkan saus di atas daging steak terlebih dahulu sebelum dipotong. 
Kentang Rebusnya Menggoda Sekali untuk Disantap (Foto @KreatorBuku)

Saya potong sedikit daging steak. Dagingnya lembut sehingga mudah dipotong. Daging steak dipilih dari daging paha belakang yang memang dikenal lembut dan kenyal. Daging tersebut kemudian dibakar dengan saus barbeque, sehingga makin gurih.
Tanpa menunggu lama, potongan steak tersebut langsung saya kunryah. Hmmm, selain lembut, ternyata gurih daging dombanya masih terasa, meski tidak bau perengus. Saya coba kentang rebusnya. Sama-sama empuk.
Sepotong demi sepotong, steak berpindah dari hotplate ke dalam perut hingga tak tersisa. Walau pun porsinya tidak terlalu besar, tetapi cukup mengenyangkan. Ingin nambah lagi, tetapi malu ketahuan masih mau, hehe.
Selain steak, warung abah otje menyediakan menu-menu lain seperti Lamp CHD, Beef Steak, Beef Ribs, Sate Hot Plate, Roast Leg, Steak Domba, Tongseng Domba, Domba Goreng, Domba Bakar, Beef Teriyaki, Kentang Wedges, dan tentu saja macam-macam desert.
@KreatorBuku

10 komentar:

  1. Kepikiran mau nulis ulasan makan di sini juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk nulis dengan versi berbeda Mas Koko :)

      Hapus
  2. lokasinya bagus banget, mas. Tapi kok sepi ya? apa kebetulan ambil fotonya waktu belum banyak pengunjung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke sana pas abis magrib dan hujan rintik-rintik ... kayaknya rame abis isa or maleman dikit Sekar.

      Hapus
  3. Nyammmmm, benar2 menggoda, nih... ira

    BalasHapus
  4. ngileer pengen deh bisa nyoba makan di situ hehehe

    BalasHapus
  5. Huu!! Bikin Pengen aja Mas.. Enak Pasti nihh.. Secara anak muda kayak saya kan doyan yang daging-daging gitu.. :D

    BalasHapus
  6. Yummiii pisaaan...kebayang empuknya..*tetiba ngat diet hihihi

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar