Jumat, 12 Februari 2016

I Am Hope The Movie, Gelang Harapan Indah untuk Mia


I Am Hope The Movie, Gelang Harapan Indah untuk Mia

PERNAH mendengar gerakan Bracelet of Hope yang  diprakarsai oleh Janna Soekasah, Amanda Soekasah, dan Wulan Guritno? Gerakan kemanusiaan yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Gelang Harapan, gelang yang dibuat khusus dari kain Pelangi Jumputan karya desainer Indonesia Gea Panggabean.
Gerakan tersebut ternyata bergulir begitu cepat dan terus menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Pada tahap awal, gerakan focus pada penderita kanker. Pada tahun-tahun mendatang Gelang Harapan akan bergulir pada segala aspek kehidupan masyarakat.
Sebagai insan perfileman, Wulan Guritno akhirnya berinsiatif untuk semakin menggencarkan gerakan tersebut dalam bentuk sebuah film yang akan tayang di seluruh bioskop tanggal 18 Februari 2016. Waaah, sebentar lagi dunk. Lelaki Berciput yang sejak tahun 2015 lalu mendengar gerakan tersebut sampai penasaran untuk segera nonton.
Film bergenre drama yang kemudian diberi judul I Am Hope the Movie disutradarai Adilla Dimitra dan dibintangi Tatjana Saphira, Alessandra Usman, Tio Pasukadewo, Ray Sahetapy, dan bintang-bintang lainnya.
Film berkisah tentang seorang gadis cantik bernama Mia (Tatjana Saphira), yang harus menghadapi penyakit mematikan yaitu kanker di usianya yang masih muda. Beruntung dia tinggal dengan dua orang yang paling dicintainya, yaitu ayahnya (Tio Pakusadewo) dan saudaranya Maia (Alessandra Usman). Mereka merdua menyayangi Mia dengan sepenuh hati. Mereka berdua selalu berusaha berbagai cara untuk menjaga Mia.
Walau kondisi Mia terkena kangker, dia tidak mau berdiam diri. Tanpa memedulikan penyakitnya, dia menggarap sebuah proyek pertunjukan teather. Sang Dokter (Ray Sahetapy) hanya berpesan, sesibuk apa pun, Mia harus menjaga kesehatannya.
Akan tetapi, mewujudkan pertunjukan teather itu tidak semudah yang dibayangkan. Membutuhkan energi yang sangat besar. Di tengah-tengah perjalanan, kondisi Mia pun semakin melemah. Mia tidak kuat. Saat latihan, dia pingsan. Apakah Mia berhasil mewujudkan keinginannya dan mampu melawan kangker tersebut?
Membaca sinopsis tersebut membuat Lelaki Berciput semakin penasaran, kira-kira bagaimana ending film tersebut? Akankah membahagiakan atau sebaliknya? Lelaki Berciput terus bertanya-tanya. Karena hingga tulisan ini dibuat belum juga mendapat bocoran, akhirnya dia membuat ending sendiri dari kisah film tersebut ditemani Uplek.com. Begini endingnya …
***


MIA akhirnya dibawa ke rumah sakit dan mau mengikuti saran Maia untuk mematuhi serangkaian pengobatan untuk menyembuhkan kangkernya. Daripada semakin melemah dan tidak bisa mewujudkan keinginannya? Maia pun memberinya sebuah Gelang Harapan untuk Mia.
“Gelang ini akan membuat kamu tetap memiliki harapan untuk sembuh dan mewujudkan keinginan-keingan kamu Mia,” pesan Maia.
Selama mengikuti serangkaian pengobatan, Mia tidak bisa melakukan apapun kecuali tergolek di tempat tidur. Progress pertunjukan teather-nya pun terhambat. Ingin sekali rasanya menangis sejadi-jadinya, tetapi hal itu tak akan mengubah kondisinya.
I Am Hope The Movie, Gelang Harapan Indah untuk Mia
Komikus by Anjar

Pada saat Mia semakin tak berdaya, David (Fachri Albar) yang selama ini mendukungnya menjenguk sambil membawa seorang teman yang jago membuat ilustrasi dan komik. Dia salah satu seorang Warior of Hope dari Bandung.
“Anjar,” kata laki-laki berambut gaya bintang-bintang korea, sambil mengulurkan tangan, memperkenalkan diri.
Mia hanya mengangguk sambil tersenyum samar.
“Anjar akan bantu kamu. Dia akan membuat sketsa semua gerakan yang kamu ingin tampilkan di teather nanti, kalau kamu mau Mia,” kata David.
“Benar kah?” gumam Mia seolah tak percaya. Harapan itu ternyata masih tetap besar dan selalu mengiringi langkahnya.
Mia kemudian menyerahkan skenario pertunjukannya. Mereka bertiga berdiskusi hingga lupa waktu. Walau Mia tetap tergolek, matanya sekarang terlihat lebih bersinar daripada sebelumnya.
I Am Hope The Movie, Gelang Harapan Indah untuk Mia
Komikus by Anjar
 Tiap scene dalam skenario kemudian diubah menjadi gambar-gambar yang hidup dan terlihat indah. Gambar-gambar tersebut kemudian diperlihatkan kepada Maia. Maia dan David pun  membantu memberi pengarahan pada para pemain berdasarkan gambar-gambar tersebut.
Tanpa terasa, hampir tiga bulan, latihan teather dengan media gambar tersebut berjalan tanpa ada aral yang merintang. Semua berjalan lancar dan tanpa celah sedikit pun. Jika pun ada celah, selalu mereka diskusikan sehingga hasilnya memuaskan.
Setiap gerakan yang sudah dilatihkan kemudian direkam dalam video untuk diperlihatkan kepada Mia, jika ada yang kurang Mia akan mengoreksinya, lalu dilatih lagi hingga semuanya sesuai dengan arahan Mia. Begitu terus hingga semuanya tuntas.
I Am Hope The Movie, Gelang Harapan Indah untuk Mia
Komikus by Anjar

“Seminggu lagi pertunjukan digelar. Tiket pertunjukan hari pertama sudah terjual habis,” kata Maia senang. “Kamu harus nonton hasil kerja keras kamu Mia,” lanjutnya sambil menggengam tangan Mia yang tergolek di kursi roda. “Oh iya, besok latihan terakhir. Kamu boleh keluar rumah sakit barang beberapa jam, kan?” kata dia lagi kali ini dengan pekikan kecil.
Mia hanya mengangguk.
“Kalau pun nggak boleh keluar, aku akan culik kamu untuk lihat latihan terakhir,” bisik Maia jail.
Mia tersenyum tanpa suara.
Esok harinya, Maia benar-benar memboyong Mia untuk melihat latihan terakhir. Walau tergolek di kursi roda, Mia terlihat sangat bahagia. Harapan dan keinginannya sebentar lagi terwujud. Digenggamnya erat-erat Gelang Harapan di tangannya.
Hari yang ditunggu-tunggu itu pun akhirnya tiba. Gedung pertunjukan sudah dipenuhi penonton, setengah jam lagi pertunjukan teather digelar. Akan tetapi, Mia yang ditunggu-tunggu Maia belum muncul juga.
Karena tidak ada kabar akhirnya Maia menelpon ayah Mia. Baru bicara beberapa detik, handphone ditangannya terlepas dari genggamannya. Sebelum keluar rumah sakit, Mia pingsan, padahal dia sudah siap melihat pertunjukan.
Mia koordinasi dengan teman-teman kru, sambil berlinang air mata, dia minta ada kamera yang standby di depan panggung dan memastikan hasil shootingnya bisa disteaming. Dia juga memastikan semua akan berjalan sesuai dengan harapan.
Setelah mengatur semuanya dia meninggalkan gedung pertunjukan menuju rumah sakit. Dia meminta David dan Anjar untuk tetap berada di gedung pertunjukan. Dia hanya berpesan untuk mengikuti semua skedul yang telah mereka sama-sama siapkan.
Tiba di rumah sakit, ruang tempat Mia dirawat terasa menegangkan. Dokter mencoba menyadarkan Mia sementara ayah Mia hanya bisa berdoa dan pasrah pada Yang Mahakuasa. Beliau terlihat duduk tepekur di depan ruang perawatan.
“Pak,” panggil Dokter tiba-tiba keluar ruang perawatan.
Ayah Mia dan Maia langsung berdiri.
“Mia … mia … kondisinya sangat lemah,” kata Dokter. “Sekarang Mia sudah sadar.”
Ayah Mia dan Maia langsung bernapas lega. Mereka berdua langsung menyerbu, masuk ruang perawatan Mia. Begitu tiba di dalam, mereka berdua langsung memeluk Mia dengan penuh kasih sayang.
“Bagaimana pertunjukannya?” pelan sekali suara Mia terdengar.
Maia langsung tersadar. Buru-buru dia menelepon David lalu menghidupkan internet di hanphonenya.
“Lancar. Kamu bisa lihat hasil kerja keras kamu Mia,” katanya sambil menyodorkan handphonenya kepada Mia dengan mata berbinar
CUT!
***
Fhuih … tanpa sadar Lalaki Berciput menghapus sudut matanya yang tiba-tiba berkaca-kaca membaca akhir cerita film I Am Hope yang dibuatnya, lalu diam-diam menghirup udara dalam-dalam. Seandainya saja dia mengalami seperti yang dialami Mia, pasti dia akan senang luar biasa dikelilingi orang-orang yang sayang dan selalu memberi harapan kepadanya, harapan seperti yang dilakukan  gerakan Bracelet of Hope selama ini.



Jangan lupa nonton film I Am Hope The Movie di bioskop-bioskop seluruh Indonesia, yang mulai tayang tanggal 18 Februari 2016.

@KreatorBuku


Info
PRESALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016. Dapatkan @GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli presale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.
Jangan lupa Follow Twitter @Gelangharapan dan @Iamhopethemovie. Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie. Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia. #GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE #WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope

12 komentar:

  1. selalu ada harapan untuk sebuah keyakinan. thanks postingannya kang alee, jadi mengingatkan akan rasa syukur dalam hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak Erna, hehe. Semangat terus

      Hapus
  2. Semoga kehadiran @IAmHopeTheMovie menginspirasi banyak orang

    BalasHapus
  3. kereeeenn..ada komiknya, semoga menang

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Menarik ....

    jadi makin penasaran sama filmnya ..

    BalasHapus
  6. Waow.....!!
    keren nih artikelnya mas bhrooo....!
    komik emang terbukti ngebikin tulisan kita jadi lebih berwarna ya.
    asli Ane suka dengan akhirnya yang bahagia. Yeaaa Hepi Ending

    eh tapi ada satu yang mengganjal mas bhro.
    Ane kok ngerasa ntar si Mia malah jadiannya sama si Anjar wkwkwk

    yo wess. nais artikel MasBhro

    salam blogger dan salamhoki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe ... makasih Masbroh ...
      Kayaknya pelem ini bakal ada skuelnya neh ... yg endingnya Mia ame Anjar jadian, hehehe.
      Thx u Masbroh

      Hapus
  7. Lumayan keren.. ditambah ada komiknya

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar