Jumat, 27 Mei 2016

Wahana Miniatur Kereta Api Terbesar Ada di Lembang


Cari Hotel di Lembang Pakai Traveloka

JAWA Barat memang gudangnya obyek wisata, salah satunya di Lembang. Beberapa tahun ini, di Lembang ada wahana miniatur kereta api terbesar di Indonesia. Tempatnya ada di Obyek Wisata Floating Market Lembang (FML).
Begitu tiba di parkiran wisata yang sangat luas, anak-anak yang sejak berangkat dari Bandung sudah tak sabar menikmati wahana, langsung berhamburan keluar mobil.  Enaknya berwisata di FML, tiket masuk sudah diperlakukan sejak masuk parkiran, sehingga para wisatawan tidak perlu lagi ante untuk membeli tiket masuk area wisata.
Tiba di masuk pintu, pengunjung langsung menukar tiket dengan minuman hangat. Jangan khawatir, jenis dan tempat penukaran cukup banyak, jadi tidak perlu antre lama. Sebelum benar-benar masuk, jangan lupa menukar uang dengan koin yang akan digunakan sebagai alat transaksi di dalam FML.
Mata langsung berbinar, begitu tiba di dalam dan disuguhi pemandangan danau yang luas dan bersih, yang di atasnya berlayar perahu warna-warni, dan dipercantik dengan tempat makan terapung berlatar pegunungan hijau.

Pasar Terapung
Floating Market Lembang, resmi dibuka pada tanggal 12 Desember 2012. Pembuatan wisata yang berlokasi di atas Situ Umar ini terinspirasi oleh pasar terapung di Banjarmasin dan Bangkok.
Situ Umar sebelum menjadi tempat wisata FML, hanyalah tempat pemancingan bagi penduduk setempat. Jika ditempuh dengan kendaraan dari Bandung, kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan.
Sejak resmi dibuka sebagai tempat wisata, setiap hari ribuan wisatawan lokal dan manca negara berkunjung. Bahkan, pada weekand dan hari-hari libur bisa mencapai puluhan ribu pengunjung.
Meskipun konsep awalnya adalah pasar terapung, tempat wisata yang dilatari pegunungan dan danau yang asri ini, tidak serta merta menyuguhkan pasar terapung. Wisata desa yang asri, sejuk, dan damai ini dilengkapi dengan banyak wahana menarik yang bisa dinikmati.
Cari Hotel di Lembang Pakai Traveloka

Pada bagian kanan pintu masuk, pengunjung akan menemukan rumah-rumah panggung khas priangan tempat penjualan souvenir. Ada wayang golek, dolanan anak-anak, angklung, dan sebagainya.
Setelah itu ada Taman Angsa. Taman yang digenangi danau mungil dengan airnya yang terus mengalir ini menyita perhatian anak-anak. Terutama, karena di danau mungil ini dihuni beberapa angsa. Ada yang sedang berenang, mandi, tidur, dan ada yang berebut makanan yang dilempar pengunjung.
Pengunjung yang akan memberi makan cukup membeli makanan seharga Rp.5000,- dan berdiri di atas anjungan kecil yang menjorok ke dalam danau. Hal serupa terjadi di Taman Ikan, yang pemandangannya sangat menarik.
Ada Taman Kelinci, di sini pengunjung harus membeli tiket seharga Rp.20.000,-. Pengunjung diperbolehkan mengambil wortel dan memberikannya kepada kelinci yang berkeliaran di antara gundukan rumah-rumah kelinci. Rumah kelinci dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai rumah aslinya, di hutan. 
Cari Hotel di Lembang Pakai Traveloka

Lantas, ada Taman Batu yang keelokannya tidak kalah dengan taman-taman batu di luar negeri. Bagi anak-anak, disediakan juga becak anak serta flaying fox.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana perkampungan sunda, ada Kampung Leuit. Sebuah kampung yang dibangun di atas persawahan. Di atas kampung ini ada banyak rumah-rumah adat sunda yang bisa dijadikan tempat istirahat bagi pengunjung. Duduk di salah satu rumah, seolah benar-benar berada di kampung. Apalagi, sambil menikmati semilir angin yang membawa aroma padi dengan backsound aliran sungai kecil yang mengalir.

Miniatur Terbesar
Wahana baru yang resmi dibuka akhir tahun 2014 adalah Miniatur Kereta Api. Wahana Miniatur Kereta Api ini menjadi wahana terbesar di Indonesia karena berada di area terbuka yang luasnya hingga 2000 meter persegi.
Siapa pun yang masuk wahana ini pasti akan takjub. Ada 10 miniatur kereta yang dioperasikan, bergerak melintasi rel mini sepanjang kurang lebih 500 meter. Ukuran kereta api 1 : 24 (satu banding dua puluh empat) dari kereta aslinya. Saking mirip dengan aslinya, jika malam lampu-lampu di dalam kereta menyala dan terlihat para penumpangnya. Ada kereta api penumpang, kereta api barang, kereta api tangki, dan kereta api lainnya.
Suasana alam dalam wahana mirip  daerah yang dilintasi kereta api di Bandung Barat, khususnya jalur Padalarang-Cikalong. Hanya ukurannya disesuaikan dengan miniatur kereta. Dari mulai pegunungan, lembah, jembatan tinggi, jembatan rendah, stasiun, rumah penduduk, menara, masjid, factory outlet, dan terowongan sesuai dengan
Miniatur Kereta Api dikendalikan petugas menggunakan remote kontrol yang berada dalam ruang pengendali. Mereka berada dibalik kaca mengamati kereta api yang sedang jalan atau berhenti.
Selama pengoperasian, pemberitahuan lalu lintas miniatur kereta api disuarakan lewat pengeras suara, sehingga pengunjung tahu, kapan kereta penumpang berjalan, kapan kereta barang berhenti, kapan kereta melintasi pelintasan di jalan raya, sehingga mobil dan motor yang berseliweran di pelintasan segera berhenti. Dengan cara seperti ini pengunjung, khususnya anak-anak belajar tentang lalu lintas.
Cari Hotel di Lembang Pakai Traveloka

Bagi pengunjung yang membawa anak-anak tidak usah khawatir. Meskipun Miniatur Kereta Api dijalankan dengan listrik, tidak akan membahayakan karena dijalankan dengan listrik berkekuatan 40 volt. Di sepanjang rel juga diberi pembatas, sehingga anak-anak tidak mudah menjangkaunya.
Akses menuju destinasi wisata yang luasnya hingga 7 hektar tersebut sangat mudah. Dari arah barat atau utara bisa melalui Subang-Lembang, dari arah selatan bisa melalui Bandung- Lembang. Patokannya adalah pertigaan Panorama. Nanti akan bertemu dengan Pasar Lembang dan Jalan Grand Hotel Lembang, di mana Floating Market Lembang berada.
Wisata dibuka setiap hari dari pukul 09.00-21.00 wib. Setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp.10.000,- dan tiket kendaraan Rp.5.000,-. Jangan takut kelaparan di di sini, karena puluhan penjual makanan tumplek di Pasar Terapung. Dari makanan asli Indonesi, seperti pecel, siomay, karedok, hingga makanan luar negeri ada di sini. Mau makan, apa pun di sini ada.
Jangan lupa, jika telah selesai menikmati semua taman, capai bermain, dan makan-makan, bisa naik perahu keliling Situ Umar sendirian atau bersama-sama. Akan tetapi, harus sabar karena pasti antre.
Nah, buat wisatawan dari luar kota yang ingin menghabiskan waktu di Lembang saya sarankan untuk mencari penginapan di sekitar Lembang melalui traveloka.com,  selain proses pencariannya mudah, pemesanannya juga cepat.
@KreatorBuku

13 komentar:

  1. ahaaa...kereen kereen ya miniaturnya..
    tempat nya juga keren, bolak balik kesini, ga bosen2 sambil nyemil cantik di dermaga FML

    BalasHapus
  2. Wah miniatur kereta api keren.. anak-anak kalo diajak kesini pasti seneng banget nih..

    BalasHapus
  3. Waaah saya belum pernah ke sini. Pasti anak saya seneng banget diajak lihat miniatur keretanya. Nuhun infonya kang :)

    BalasHapus
  4. hampir empat tahun tinggal di Bandung, belum pernah ke floating market lembang... :'(

    BalasHapus
  5. saya juga tinggal di Bandung. Kalo ga ikut rombongan kantor, ga sampai tuh ke Floating Market. Males banget macetnya...

    BalasHapus
  6. PErnah nih ke sini Kang, seru banget, pengen ke situ lagi hihihi

    BalasHapus
  7. Kalau aku maen flying fox di taman batu, ratenya dihitung anak-anak, ga? *lepas sepatu sol tebal*

    BalasHapus
  8. itu kereta bener bener bisa jalan atau cuma patung saja? keren kalau bisa jalan beneran

    BalasHapus
  9. baru tau kang di Floating ada wahana miniatur kereta api sekarang, mau kesana ahh ajak io
    Pasti seneng banget

    BalasHapus
  10. Terakhir ke Lembang tahun lalu cuma lewat depannya aja Kang, gak sempet masuk, gak ada waktu >.< ternyata kece juga tempatnya. Hiks, kudu balik ke sana lagi nih :)

    BalasHapus
  11. minggu depan ke bandung,insya allah mau ke miniatur kereta api ini sama
    pasar terapung 😊

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar