Selasa, 21 Juni 2016

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung


Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung

SALAH satu hal yang menyenangkan saat Shaum Ramadhan adalah saat berbuka. Setelah seharian  menahan diri dari apa pun yang membatalkan puasa termasuk makan dan minum, maka pantas jika saat berbuka menjadi saat yang paling dinanti-nantikan.
Kebetulan sekali, beberapa hari lalu saya dan teman-teman Blogger Bandung serta teman-teman media buka puasa bersama di Prama Grand Preanger, Jl. Asia Afrika No. 81 Bandung. Seperti orang lain, saya pun sangat senang saat berbuka puasa, apalagi berbuka di salah hotel ternama di Kota Bandung tercinta.
Kurang lebih setengah jam menjelang waktu berbuka, saya tiba di Prama Grand Preanger dan diminta naik eskalator menuju lobby. Ada suasana berbeda begitu tiba di lantai lobby. Sebuah gerbang gapura dari kayu, daun pohon kelapa, dan papan bertuliskan “Kampoeng Preanger” seolah menyambut kedatangan saya dan pengunjung lainnya.
Ada replika rumah petani yang dilengkapi dengan sepeda, cangkul, dan batang-batang pohon, rumput, serta hasil bumi berserak di depannya, warung khas perkampungan yang menjual cemilan tradisional dan sebagainya. Suasana makin terasa berada di kampung selain karena suasana begitu hening juga terdengar gemericik air yang ada di bawah jembatan penyeberangan.
“Ini beneran kayak di kampung,” kata salah satu teman blogger sebelum foto-foto cantik di depan rumah petani.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Warung di Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Rumah Petani Bahagia (Foto Kang Alee)
Jelang waktu berbuka, saya menyusuri Kampoeng Preanger hingga restoran, suasana kampung benar-benar terasa. Tak hanya suasana yang dibangun, makanan-makanan yang disediakan untuk berbuka pun didominasi makanan tradisional yang lezat. Mulai dari gorengan, mie kocok, seblak, nasi liwet, nasi bakar, gulai, rendang, hingga sate tersedia di sini. Semua bikin ngiler, hehehe.
Baru saja memilih tempat duduk, azan magrib berkumandang, segera saja saya mengambil kurma, sirup, dan agar-agar untuk mengawali buka puasa. Tak lupa, ambil camilan kue bolu yang sudah dipotong-potong dan kue coklat. Saya suka sekali dengan kue coklat bulatnya, kue coklat bulatnya begitu dimakan coklatnya seolah langsung menyebar ke sepenjuru mulut. Perfekto!
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Kue-Kue Pembuka Puasa Setelah Kurma (Foto Kang Alee)
Sebelum makan berat, saya shalat terlebih dahulu di lantai bawah. Mushala yang tidak terlalu besar, tetapi cukup bersih sehingga nyaman untuk beribadah.
Karena masih agak kenyang, saya lihat-lihat lagi gerobak makanan tradisional di luar restoran, seblaknya sangat menggoda, tetapi karena saya belum kuat makan makanan yang pedas, saya hanya mencicipi saja dari teman. Seblaknya gurih dan yummy. Rasa kampungnya masih kerasa walau disediakan oleh hotel bintang lima.
Mie kocok, ayah goreng, sate, dan mie gorengnya juga sangat menggoda. Saya tahan dulu untuk mengambilnya karena masih agak kenyang. Saya coba kendurkan perut dengan makan salad sayur, itu pun hasil ngerampok racikan salad tante Efi, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Salad Racikan Neng Efi Thea (Foto Kang Alee)
Rasanya tidak tahan ingin sekali mengambil mie kocok atau sate, tetapi karena belum makan nasi akhirnya saya ambil Nasi Hijau. Saya penasaran dengan Nasi Hijaunya, saya pikir rasanya agak pedas, ternyata gurih lho, mirip seperti nasi uduk hanya tak terlalu banyak santannya. Baunya juga bukan bau santan, melainkan bau kemangi.
“Warna hijau itu memang dari kemangi,” kata Chefnya.
Oh, pantas saja, wangi, gurih, enak, dan sedap. Makin mantap dimakan dengan lauk Fish Picatta, Gulai Telur, Rendang Daging, plus Jagung Sosis Sayuran. Waaah, kombinasi yang tidak perlu sebetulnya, tetapi saya menikmatinya, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Nasi Hijau Ala Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Sajian Mie Kocoknya Menggoda Iman (Foto Kang Alee)
Usai makan Nasi Hijau, saya ikut mencicipi mie kocok, mie goreng, dan satenya. Porsinya tak banyak, hanya cukup merasakannya saja. Sama seperti seblak, rasa kampungnya masih sangat terasa. Waduh, ini di kampung apa di hotel, sih? Saya yakin, siapa pun yang ikut merasanyakannya akan merasakan hal yang sama. Setelah mencicipi semua sebagai penutup saya ambil segelas es cream.
Berbuka puasa di Prama Grand Hotel Preanger ini benar-benar mantap, semakin mantap karena harga yang ditawarkan untuk berbuka semua makanan ini hanya Rp185.000,- net, tidak nambah apapun. Kita bisa merasakan semua kenikmatan menu-menu yang disediakan dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Lokasi Prama Grand Preanger sangat strategis, berada di titik 0 KM Bandung, di Jalan Asia Afrika, jadi sangat mudah sekali patokannya. Jika dari luar kota pun mudah dijangkau dari Stasiun Kereta Api Bandung dan dari Bandara Husaen Sastranegara Bandung.
Prama Grand Preanger sendiri menyediakan 187 kamar dengan 6 tipe. Fasilitas yang disediakan antara lain Wifi, televisi dengan channel favorit, minibar, dan perlengkapan membuat teh dan kopi. Pelayanan room servis 24 jam, pelayanan binatu, dan juga pelayanan valet. Jadi, kalau pas ke Bandung tengah malam dan belum tahu mau nginep di mana, bisa langsung hubungi costumer servisnya aja. Selain bisa tidur nyaman, bisa menikmati berbuka puasa ala Kampung Preanger.
@KreatorBuku

3 komentar:

  1. Tempatnya enak banget Kang mengingatkan pada kampung halaman. masih nganggo bilik.

    BalasHapus
  2. Sebagian kita yang tinggal di kota pada dasarnya orang kampung. ^_^ Jadi bisa bernotalgila deh...

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar