Rabu, 08 Juni 2016

Membidik Legenda Ciung Wanara dengan OPPO F1 Plus Sambil Senyum Manis


OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia

          Alkisah, dahulu di Jawa barat berdiri Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh dipimpin seorang Raja bijaksana bernama Raden Barma Wijaya Kusuma. Raja memiliki dua Permaisuri, Nyimas Dewi Naganingrum dan Nyimas Dewi Pangrenyep. Dalam waktu bersamaan kedua Permaisuri tersebut mengandung.
Setelah kandungan berusia 9 bulan, Nyimas Dewi Pangrenyep melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Bayi tersebut diberi nama Pangeran Hariangbanga. Tidak lama kemudian Dewi Naganingrum pun melahirkan. Dewi Pangrenyep bergegas membantunya. Dewi Naganingrum melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang tidak kalah lucu dan tampan dari Pangeran Hariangbanga.
Melihat putra Dewi Naganingrum yang tampan, tesebesit niat jahat di dalam dada Dewi Pangrenyep. Dia ingin menguasai Kerajaan dan menjadikan putranya sebagai Raja kelak. Dia segera melakukan sesuatu.
Tanpa sepengetahuan siapa-siapa Dewi Pangrenyep menukar bayi laki-laki Dewi Naganingrum dengan seekor anak Anjing. Bayi laki-laki kemudian dimasukkan ke dalam keranjang bersama sebutir telur dan dihanyutkan ke sungai.
Tak lama kemudian, di kerajaan terjadi kehebohan. Kabar yang sangat mengejutkan menggemparkan seluruh Istana. Raja merasa harga dirinya hancur melihat kenyataan Permaisuri yang selama ini dicintainya melahirkan seekor anak Anjing.
Apa yang terjadi kemudian dengan Dewi Naganingrum? Dewi Naganingrum dihukum dengan dihilangkan nyawanya. Raja meminta penasehatnya yaitu Ki Lengser untuk menghukumnya.
Ki Lengser yakin, Dewi Naganingrum tidak bersalah karena dia tahu persis, Dewi Naganingrum melahirkan seorang anak yang tampan, bukan seekor anjing. Ki Lengser akhirnya meninggalkan Dewi Naganingrum di sebuah gubug di tengah hutan. Dia membasahi pedangnya dengan darah binatang untuk membuktikan dia telah menghilangkan nyawa Dewi Naganingrum.

Lantas, bagaimana keadaan Dewi Naganingrum? Apa dia bisa bertahan hidup? Bagaimana pula dengan putranya? Apa mereka kemudian bertemu? Karena sangat penasaran beberapa waktu lalu saya benar-benar mengunjungi Situs Ciung Wanara di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat
Dari Bandung berangkat sekitar pukul 07.00 dengan beberapa teman dari komunitas mobil. Tiba di sana sekitar pukul 13.30. Cukup lama perjalanan, tetapi karena niatnya juga jalan-jalan, jadi santai. Sepanjang jalan selalu tersenyum ceria demi wisata Indonesia. 

Pohon Bungur Ajaib (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 27 Mei 2016) Foto Kang Alee
Pintu Masuk Situs Ciung Wanara (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee
Selfie Maksimal di Depan Gong Perdamaian
Situs Ciung Wanara yang ada di Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Budha. Begitu tiba di parkiran yang cukup luas, semua merasa lega.
Terlebih lagi sebelum pintu masuk ada Gong Perdamaian yang sangat besar. Meski pun tidak semua orang bisa seenaknya masuk, tetapi banyak yang selfie atau wefie di luar pagar. Mereka kelihatan enjoy selfie atau wefie karena kamera yang digunakan OPPO F1 Plus. Mereka pun selfie sambil senyum untuk Indonesia.
Sebagai selfie expert, OPPO F1 Plus memang telah dilengkapi dengan sensor yang canggih pada teknologi hi-light camera. Teknologi ini menerapkan kustomisasi pada kamera depan 16MP. Camera depan didukung dengan teknologi sensor ISOCELL 1/3.1 inci dan hi-light camera, sehingga dapat memberikan sensitivitas cahaya lebih tinggi dibandingkan kamera smartphone lainnya.
Hi-light camera membuat OPPO F1 Plus memiliki 2X dynamic range dan gambar yang dihasilkan 4X lebih minim noise. Gambar yang dihasilkan pun lebih terang, tajam, dan berwarna di hampir seluruh kondisi cahaya.
OPPO F1 Plus juga dipersenjatai dengan berbagai fitur fotografi terbaru seperti Beautify 4.0 sehingga gambar selfie tampak lebih alami. Wefie Panorama yang memungkinkan pengguna mengambil gambar grup dengan sudut lebar 120 derajat. Hasil makin sempurna dengan fitur Screen Flash yang memanfaatkan cahaya layar perangkat sebagai lampu tambahan.

Banyak Tempat Ajaib
Setelah puas selfie dan wefie di depan Gong Perdamaian, saya dan temen-temen membeli tiket masuk situs yang harganya sangat murah. Padahal situs purbakala ini usianya sudah puluhan tahun dan perlu perawatan lebih. Saya lihat sekeliling tampak terlihat seperti layaknya hutan lindung yang lembab dan basah. Meski pun bersih, tetapi tampak menyeramkan.
Sangat berbeda dengan penampakan OPPO F1 Plus. Sebagai selfie expert, tampilan desain OPPO F1 Plus sangat stylish. Eksterior all-metal unibody serta bezel ultra tipis OPPO F1 Plus menambah kesan elegan dan premium. Lebih dari itu, OPPO F1 Plus dirancang untuk memberikan kenyamanan saat digenggam. Dimensi ukuran hanya 151.9X74.3X6.6 MM dan berat hanya sekitar 145 gram sehingga ringan. Lengkungan eksteriornya dibuat khusus untuk menyesuaikan kontur tangan pengguna.  
Meski kondisi Situs Ciung Wanara apa adanya, bukan berarti saya tidak bisa menikmati. Meski penampakannya berbeda 180 derajat dengan OPPO F1 Plus bukan berarti saya tak menghargai, sebagai warisan budaya saya tetap menghargai dan menghormati. Sekali lagi saya terenyum manis untuk Indonesia.

Bantu Pancalikan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 27 Mei 2016) Foto Kang Alee
Jalan Setapak di Situ Ciung Wanara (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee
Batu Pangcalikan 
Setelah menyusuri jalan tanah yang basah sambil selfie-selfi, ambil foto di sepanjang perjalanan yang dikelilingi pohon bambu, san mendengarkan pemandu kurang lebih sepuluh menit kemudian sampai juga di situs pertama, yaitu Batu Pangcalikan.
Batu Pangcalikan bentuknya berupa lahan berpagar besi, terdiri dari tiga halaman. Tiap halaman dibatasi susunan batu dengan ketinggian sekitar 1 meter dan lebar hampir 0,5 meter. Berdasarkan keterangan pemandu, pangcalikan merupakan situs singgasana Kerajaan Galuh.
Saya sempat merenung, apa spesifikasi singgasana jaman dahulu, ya? Dalam bayangan saya singgasana Raja itu tinggi, besar, dan terbuat dari emas permata, ini hanya tumpukan batu.
Kalau spesifikasi OPPO F1 Plus kan sangat jelas. OPPO F1 Plus memiliki spesifikasi yang mumpuni dan system operasi yang fungsional. OPPO F1 Plus menyematkan sistem operasi yang telah diperbaharui dengan desain yang lebih minimalis dan efisien, yaitu ColorOS 3.0 supaya memudahkan multitasking bagi pengguna.
Sistem operasi baru dalam OPPO F1 Plus ini memiliki kecepatan 35% lebih cepat dibandingkan ColorOS 2.1, kecepatan loading home screen naik hingga 35%, dan kecepatan instalasi aplikasi meningkat 41%. OPPO F1 Plus juga dilengkapi dengan prosesor delapan inti Mediatek Helio P10 2.0 Ghz dan 4GB RAM untuk mengurangi lagging saat membuka banyak aplikasi.
Setelah mencoba melihat kembali, ternyata singgasana Kerajaan Galuh itu sebuah batu putih tufaan berukuran hampir 1 meter x 1 meter dengan tinggi sekitar 0.5 meter yang berada di ujung petak.
Batu itulah yang disebut masyarakat sekitar sebagai pangcalikan. Pangcalikan dalam bahasa Sunda berarti tempat duduk. Singgasana kerajaan Galuh dulu sesederhana itu. Sayang hanya bisa melihat pangcalikan dari luar pagar. Ada sekumpulan orang yang entah sedang apa duduk bersila di dekat pangcalikan. 

OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Bantu Pancalikan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Sanghyang Bedil
Saya dan teman-teman meneruskan perjalanan mengunjungi situs lainnya. Tiba di persimpangan ada papan penunjuk yang menginformasikan keberadaan situs Sanghyang Bedil.  Berdasarkan namanya, saya menebak Sanghyang Bedil mungkin ada hubungannya dengan senjata bedil.
Situs Sanghyang Bedil berupa  susunan batu berbentuk segi empat. Ada 2 batu panjang yang patah. Satu batu posisinya tegak dan satu batu lainnya roboh. Nah, batu roboh itulah yang disebut Sanghyang Bedil karena bentuknya yang mirip bedil atau senapan. Konon situs  itu merupakan tempat untuk menyimpan senjata.
Mendengar cerita pemandu, lagi-lagi saya tersenyum, ternyata seru juga kalau mendengar legenda dari pemandu wisata, hehehe.
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Sahyang Bedil (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Panyabungan Hayam
Beberapa meter dari Situs Sanghyang Bedil terdapat lapangan kecil dengan pohon bungur menjulang di tengahnya. Lapangan kecil inilah tempat Ciung Wanara mengadu ayamnya dengan ayam milik sang raja. Saya membayangkan orang-orang zaman dahulu kala melingkar dan melihat aduan ayam di lapangan itu. Pasti ramai sekali. Coba sudah ada OPPO F1 Plus saat itu, media sosial dengan sangat cepat ramai oleh foto-foto orang yang melihat sabung ayam dan foto selfie dengan Raja.

Membidik Legenda Ciung Wanara dengan OPPO F1 Plus Sambil Senyum Manis
Panyabungan Hayam (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

OPPO F1 Plus kan telah didukung dengan jaringan 4G dan memiliki dua slot Nano SIM. Slot kedua dapat digunakan untuk menambah memori internal yang hanya 64 GB menjadi 128 GB dengan menggunakan kartu MicroSD.
OPPO F1 Plus juga memiliki kapasitas baterai 2,850 mAh dengan jenis lithium polymer yang mampu menghasilkan daya tahan hingga 14 jam. Teknologi pengisian batere daya cepat dengan voltase rendah VOOC Flash Charge membuat perangkat akan terjaga suhunya saat pengisian ulang. VOOC Flash Charge juga melindungi tingkat keawetan baterai. Iya, seandainya saat itu sudah ada OPPO F1 Plus … lagi-lagi saya tersenyum membayangkan semua itu.
Satu hal yang paling menarik di Panyambungan Hayam adalah pohon bungur yang memiliki tonjolan pada salah satu sisinya. Konon, jika seseorang dapat berjalan dari tepi lapangan hingga berhasil menyentuh tonjolan itu sambil menutup mata, maka keinginannya akan tercapai.
Jika belum tercapai, bisa melingkarkan tangan memeluk pohon. Semakin dekat jarak tangan kiri dan tangan kanan saat memeluk, semakin dekatlah dengan tujuan. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Pohon Bungur Ajaib (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Lambang Peribadatan
Situs berikutnya yang dikunjungi adalah batu Lambang Peribadatan. Mungkin ada hubungan dengan cara ibadah zaman kerajan hindu dahulu. Batu Lambang Peribadatan berupa batu berbentuk bujur sangkar. Ada pahatan bulat di atas bujur sangkar, mirip puncak candi. Pantas disebut lambang peribadatan. Batu itu diduga bagian dari puncak candi agama Hindu. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Lambang Peribadatan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Cikahuripan 
Beberapa meter dari Lambang Peribadatan, kami menuruni tangga dan menemukan bangunan seperti tempat pemandian umum. Tempat tersebut yang dinamakan Cikahuripan, yaitu pertemuan Sungai Citanduy dan Sungai Cimuntur. Ada sumur yang konon tidak pernah kering sepanjang tahun. Beberapa teman mencoba mencicipi kesegaran air sumur yang sudah tersedia di bak. Rasanya, tentu saja tidak jauh berbeda dengan air pada umumnya. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Cikahuripan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Batu Panyandaan dan Pamangkonan 
Saya dan teman-teman berjalan ke arah timur dari Cikahuripan menuju Batu Panyandaran. Pada Situs Batu Panyandaran, ada susunan batu berbentuk segi empat yang memagari beberapa batu besar di tengahnya. Batu di tengah itu mirip tempat duduk yang bersandar. Situs itulah yang dinamakan Batu Panyandaan.
Menurut pemandu, di tempat inilah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum, kemudian dibuang ke sungai Citanduy. Dewi Naganingrum konon bersandar di sana selama 40 hari untuk memulihkan tenaga. Maka dari itulah tempat itu dinamakan Panyandaan yang artinya tempat bersandar.
Tidak jauh dari situs Panyandaan, terdapat Situs Pamangkonan. Terdapat batu yang disebut Sanghyang Indit-inditan. Batu itu ditemukan di Sungai Citanduy. Konon batu Sanghyang Indit-inditan itu dapat berpindah tempat sendiri, makanya diberi nama batu Indit-inditan.
Selain itu, batu tersebut juga memiliki kekuatan gaib sehingga dipergunakan untuk seleksi prajurit. Hanya orang terpilih saja yang bisa mengangkat batu tersebut. Ada beberapa temen yang mengangkat, katanya sih, agak berat.
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Batu Panyandaran (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Makam Adipati Panaekan
Makam Adipati Panaekan menjadi tujuan saya dan teman-teman berikutnya. Makan seorang Adipati harusnya megah, tapi ini hanya susunan batu dengan dua nisan sejajar, menghadap ke arah kiblat. Sangat sederhana.
Adipati Panaekan adalah Raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam. Adipati merupakan gelar yang diberikan oleh Sultan Agung Raja Mataram. Adipati Panaekan dibunuh oleh adik iparnya sendiri karena masalah perebutan kekuasaan. Jenazahnya dihanyutkan ke Sungai Cimuntur. Orang-orang yang menemukan jenazahnya kemudian menguburkannya di dekat Sungai Cimuntur. Konon, bupati pertama Ciamis berasal dari garis keturunan Adipati Panaekan.

OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Makam Adipati (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Fhiuh, hampir satu jam mengelilingi Situs Ciung Wanara, ada banyak hal yang bisa digali dari kekayaan sejarah salah satu kebudayaan Indonesia di sini. Seandainya situs-situs ini kemudian dibuat aplikasinya untuk promosi wisata pasti memudahkan wisatawan mengaksesnya.
Apalagi kalau mengaksesnya menggunakan OPPO F1 Plus. Selain sebagai selfie expert, teknologi OPPO F1 Plus dilengkapi dengan Touch Access Fingerprint Recognition. Teknologi  ini menjadikan OPPO F1 Plus menjadi produk pertama OPPO yang menggunakan fingerprint recognition pada bagian penampang depan. Pengguna hanya membutuhkan waktu 0,2 detik untuk membuka perangkat. 
Selain Touch Access Fingerprint Recognition, masih banyak lagi kelebihan OPPO F1 Plus untuk memanjakan penggunanya, terutama untuk selfie dengan hasil maksimal. Selfie dan welfie lagi yuk, sambil senyum untuk Indonesia tercinta.

Sebelum tiba di pintu keluar, pemandu melanjutkan cerita rakyat Ciung Wanara … tanpa disangka, bayi yang dihanyutkan itu kemudian dipelihara oleh sepasang petani hingga bayi itu tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan, pintar, cerdas, dan instagramble. Mungkin maksudnya enak kalau difoto pakai OPPO F1 Plus kali, ya, hehehe.


Sepasang petani itu pula yang menyimpan telur yang disertakan pada keranjang saat bayi dihanyutkan. Telur itu kemudian ditetaskan di sarang naga hingga menetas dan menjadi seekor ayam jantan yang gagah. Petani tersebut memberi nama bayi yang ditemukannya dengan nama Ciung Wanara.

Setelah besar, Ciung Wanara merantau di Kerajaan Galuh. Dengan gagah berani dia menantang Raja untuk mengadu ayam. Jika ayamnya kalah, dia rela memberikan nyawanya, tetapi jika ayam Raja kalah, dia minta hadiah sebagaian Kerajaan Galuh.

Apa yang terjadi kemudian? Ayam Raja kalah dan Ciung Wanara mendapatkan sebagain kerajaan. Dia kemudian menemukan ibudannya, yaitu Dewi Naganingrum dan menghukum Dewi Pangreyep yang telah memisahkannya dengan ayah bundanya. Ciung Wanara kemudian berkumpul dengan orangtuanya dan menjadi Raja yang bijaksana. []
 







9 komentar:

  1. Waah lengkap sekali om.. sukses yaaa

    BalasHapus
  2. Disana ada batu pangcalikan juga ya kang ? di Pangandaran juga ada soalnya.
    Dan cerita Ciung Wanara, suka banget. Jadi inget bapak saya suka ceritain cerita rakyat

    BalasHapus
  3. sangat enak sekali bacanya..dan lengkap banget...saya jadi tahu..makasih mas

    salam kenal

    BalasHapus
  4. Jadi ingat zaman SD suka banget dengar cerita dari Legenda, termasuk Ciung Wanara. Pengenlah main kesini, apalagi punya hp Oppo, bisa selfie cantik ya hehe

    BalasHapus
  5. Ish, jepretan kameranya ciamik ini, kang. Beliin lah satu hehehe... Terakhir kali maen ke Ciamis (Pangandaran) itu udah lamaaa banget, jaman kuliah. Hihi.... Lagi rame-ramenya serial Sembara di tv tuh.

    BalasHapus
  6. Wuaaa kemarin sempet foto pake Oppo F1 hasilnya cakeep, apalagi kalau Oppo F1 plussss hihi

    BalasHapus
  7. Wisata sejarah kaya gini ya penting dikenalin ke anak-anak sejak dini. Biar mereka ngga taunya cuma mall aja. Btw, foto-fotonya cakep-cakep banget kang. Bikin tulisannya jadi ngga ngebosenin, karena ada image yang ciamik.

    BalasHapus
  8. Batrei nya juara ngak kak ???
    sekarang percuma spec bangus kalo batrei nya sekarat mulu hehehe

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar