Senin, 21 November 2016

5 Keunikan Pulau Bidadari


5 Keunikan Pulau Bidadari

SIAPA yang belum pernah ke Pulau Bidadari? Salah satu dari seribu pulau yang ada di kepulauan seribu yang bisa dijangkau dengan boat melalui pelabuhan Marina Ancol atau perahu di Muara Angke.
Selain resort dan bangunan-bangunan pendukung, pulau dengan luas daratan kurang lebih 6,03 hektar tersebut menyimpan beberapa keunikan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya bareng beberapa teman travel blogger menikmati pulau tersebut dalam sebuah acara traveling.
Setelah melalui perjalanan pagi dari Bandung menuju Ancol, saya pun tiba di Dermaga No. 15 Marina Ancol Jakarta. Tak menunggu lama kemudian, saya bersama 20 travel blogger sudah berada di boat menuju Pulau Bidadari. Lantas, apa saja keunikan Pulau Bidadari?
Pertama, ada Pohon Rezeki. Pohon tinggi besar yang berada di tepian pantai bagian kiri resepsionis echo resort Pulau Bidadari, konon jika kita berfoto dengan menyentuh pohon tersebut akan mendatangkan banyak rezeki yang tak terduga-duga. Rezeki yang dimaksudkan tak selalu berbentuk uang, akan tetapi bisa berbagai hal seperti jodoh maupun peluang bisnis atau usaha. 
Karena mitos tersebut, tiap orang yang datang ke Pulau Bidadari selalu menyempatkan diri untuk memcoba memeluk Pohon Rezeki atau minimal foto bersama pohon tersebut. Bahkan, kalau kebetulan wisatawan sedang ramai, bisa ngantre.

5 Keunikan Pulau Bidadari
Penampakan Pohon Rezeki di Pulau Bidadari (Foto Kang Alee0

Kedua, ada reruntuhan benteng, namanya Benteng Martello. Benteng Martello Pulau Bidadari zaman Belanda dulu digunakan sebagai tempat pertahanan dari serangan musuh yang ingin menyerang Jakarta lewat jalur laut. Meriam-meriam yang digunakan pun sampai sekarang masih ada di sekeliling benteng.
Menurut sejarah, pada abad 17 Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir menjadi salah satu pulau basis pertahanan VOC sekaligus penunjang aktivitas di Pulau Onrust, pulau yang aktivitasnya paling sibuk pada saat itu.
Pada sekitar tahun 1850, Belanda membangun menara pengawas untuk melindungi dan memperkuat armada lautnya, pengawas yang kemudian dikenal dengan nama Benteng Martello. Benteng juga berfungsi Selain berfungsi sebagai menara pengawas, benteng ini juga didesain sedemikian rupa agar dapat mengakomodir berbagai kebutuhan tentara kolonial.
Benteng memiliki beberapa ruang bawah tanah, salah satu fungsinya sebagai gudang amunisi. Bangunan berbentuk lingkaran dengan diameter 23 meter dengan sejumlah jendela di seluruh sisinya, dimaksudkan agar senjata bisa bermanuver hingga 360 derajat. Sementara untuk mengakomodir kebutuhan air bersih, di bagian tengah benteng dibangun tembok bundar mungil yang berfungsi sebagai bak penampung air.

5 Keunikan Pulau Bidadari
Benteng Martello dari Atas (Foto Kang Alee)

Belanda juga membangun benteng serupa di Pulau Onrust dan Pulau Kelor. Belanda sempat membangun jembatan penghubung dan jalur bawah laut antar benteng. Benteng dan jembatan akhirnya hancur karena serangan yang bertubi-tubi dari tentara Inggris dan hempasan gelombang tidal dari aktivitas Gunung Krakatau tahun 1883.
Ketiga, ada Pohon Jodoh. Selain Pohon Rezeki, di Pulau Bodadari juga ada Pohon Jodoh atau Pohon Setuja Cinta. Pohon sejenis kapuk ini awalnya pohon biasa, hingga suatu kali Pulau Bidadari kedatangan komunitas jomblo, mereka berkomitmen untuk tidak akan menikah selamanya.
Akan tetapi, ternyata setelah mereka berfoto di dekat pohon tersebut, mereka menemukan jodoh. Dari sana asal muasal pohon tersebut diberi nama Pohon Jodoh. Pohon besar ini berada tepat di pinggir pantai, dijaga sebaik mungkin agar tetap kokoh dan manarik perhatian wisatawan yang berkunjung.

5 Keunikan Pulau Bidadari

Keempat, ada Sarang Elang Bondol. Sarang Elang Bondol berada di atas pohon yang tinggi menjulang di sebelah reruntuhan Benteng Martello. Sebagai tanpa, di sana dibuat patung Elang Bondol yang cukup besar. Kalau kita melihat ke atas pohon, di atas pohon itulah Elang Bondol tersebut bersarang. Hingga sekarang, sarangnya masih ada. Jika kita ke sana dan sedang beruntung, bisa melihatnya sedang bertengger di atas pohon.

5 Keunikan Pulau Bidadari
Patung Elang Bondol (Foto Kang Alee)

Kelima, rumah Biayak. Yup, sebagai salah satu pulau yang subur, Pulau Biodadari menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi biayak. Kadal berukuran besar ini bebas berkeliaran, bahkan mereka sangat dilindungi.

5 Keunikan Pulau Bidadari
Kijang Totol yang Cantik (Foto Kang Alee)

Pagi-pagi saat matahari baru muncul di ufuk timur, para biawak terlihat keluar dari sarang dan berenang di pantai Pulau Bidadari. Binatang lain yang dipelihara di Pulau Bidadari adalah kijang totol yang jinak dan cantik, secantik bidadari.
Selamat berwisata! Salam Wisata Indonesia!

@KreatorBuku

8 komentar:

  1. Belum pernah ke Pulau Bidadari. Biayak yang seperti apa sih Kang? Saya mah taunya biawak.

    BalasHapus
  2. Enaknya naik kapal dari marina, klo aku dulu naik dari muara angke naiknya kapal tongkang 3 jam hiks. Tapi tetep seru meski belum menginjakkan kaki di pulau bidadari

    BalasHapus
  3. saya blm pernah ke sana, kabarnya emang elok seperti bidadari ya

    BalasHapus
  4. Pernah ke sana cuma mampir untuk snorkling doang di tepian pulau itu. Ternyata banyak hal menarik lain di Pulau Bidadari, ya

    BalasHapus
  5. Tempatnya cakep. Tapi ngeri ngebayangin biawak 😄

    BalasHapus
  6. Aih, so sweet banget ya kang ada pohon jodohnya, apalagi namanya "pulau bidadari"~ :))

    BalasHapus
  7. Menjawab pertanyaan di awal tulisan, saya harus menjawab, saya belum pernah :(

    Tapi kalau ke sana lagi jomblo dan merenung di pohon jodoh gimana yaaaa haha

    BalasHapus
  8. Belum pernah ke Kepulauan Seribu sama sekali :(
    Kayaknya harus didatengin satu-satu nih. Keliatannya Pulau Bidadari ini cakep!

    Adam & Susan
    www.pergidulu.com

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar