Rabu, 16 November 2016

Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung

Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung

JIKA jalan-jalan ke Kota Bandung dan kebetulan sedang berada di sekitar Jalan Asia-Afrika Bandung, coba sempatkan mengunjungi salah satu bangunan unik di belakang Gedung Merdeka. Tepatnya di di Jalan ABC No. 8 Banceuy, Bandung.
Setelah berkunjung ke Gedung Merdeka, saya menlusuri Jalan Cikapundung Timur yang berada di tepat di sebelah kanan Gedung Merdeka. Kemudian ada Cikapundung Riverspot, sebuah taman yang baru beberapa waktu lalu diresmikan dan menjadi salah satu taman yang paling sering digunakan untuk acara-acara festival.
Beberapa meter setelah melewati Cikapundung Riverspot bertemu Jalan ABC lalu menelusuri hingga akan bertemu dengan sebuah gapura bangunan berwarna warna merah berbentuk oval. Bangunan apalagi kalau bukan Masjid Al-Imtizaj. Masjid unik bernuansa oriental yang menjadi salah satu pusat aktivitas Muslim Tionghoa di Bandung.
Jika dilihat sepitas, siapa pun akan mengira itu bangunan klenteng, tempat ibadah umat Kong Hu Cu. Lihat saja atap berbentuk lengkung yang dikenal dengan atap pelana sejajar gavel.  Namun, setelah melihat papan nama yang tertera, barulah tersadar jika bangunan tersebut adalah tempat beribadah umat Islam. Masjid Masjid Al-Imtizah.

Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung

Oriental Style
Setelah melewati gapura, pengunjung akan menemukan selasar kecil, taman, tempat duduk, dan tangga menurun menuju pintu masjid. Sebelum masuk saya menuju tempat wudhu. Ada sebuah pancuran wudhu utama berbentuk cawan yang sangat unik.
Usai berwudhu, saya langsung masuk masjid. Aroma kayu langsung menyeruak karena memang dinding masjid didominasi bahan kayu, termasuk dua tiang besar berwarna merah dengan ornamen warna emas dan kuning yang menjadi penyangga Masjid.
Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung
Tempat Wudhu yang Unik (Foto Kang Alee)

Dinding di dalam masjid pun tak luput dari warna merah, warna emas, dan warna kuning, termasuk kaligrafi yang menghias. Semua semakin mengentalkan pengaruh budaya oriental pada bangunan masjid.
Masjid Al-Imtizaj memang sangat kental dengan aksen oriental. Mulai dari arsitektur, warna bangunan yang dominan warna kuning, emas, dan merah yang bagi etnis Tionghoa bermakna kemakmuran, hingga hiasan hiasan lampion yang bergelantungan di luar dan dalam masjid.

Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung
Tempat Imam dan Mimbar yang Sangat Oriental (Foto Kang Alee)

Masjid Unik Bernuansa Oriental di Bandung
Lampion di Luar Masjid (Foto Kang Alee)

Pembauran Etnis
Masjid Al-Imtizaj dibangun pada masa Gubernur Jawa Barat HR. Nuriana. Masjid dibangun karena kebutuhan tempat ibadah bagi mualaf, khususnya saudara sesama Muslim yang beretnis Tionghoa.
Setelah survei beberapa tempat, ternyata yang dirasa paling tepat di lokasi yang ada sekarang, mengingat di sekitar Jalan ABC banyak bermukim dan menjadi tempat interaksi Etnis Tionghoa. Lokasi adalah bekas generator listrik.
Kemudian dibentuklah tim arsitek yang kemudian dikomandani oleh Ir. Danny Swardhani MBA. Beliau arsitek Masjid Atta’awun Puncak Bogor yang merupakan salah satu Monumen Kebersamaan Masyarakat Jawa Barat.
Dalam waktu yang cukup singkat, pada awal bulan puasa 1429 H draft desain masjid telah selesai dan mulai pembangunan. Tema bangunan adalah masjid kelenteng berkubah.
Tepat pada tanggal 6 Agustus 2010, Masjid Al Imtizaj diresmikan dan dibuka untuk umum. Selain sebagai tempat ibadah, masjid digunakan juga untuk memberikan pembinaan dan pusat informasi bagi mualaf atau mereka yang berminat menjadi seorang muslim. Semoga menjadi amal ibadah.

@KreatorBuku

6 komentar:

  1. Kalau di Pasuruan terkenal dgn masjid Ceng Ho, serupa tapi tak sama ^.^

    BalasHapus
  2. kiranya ada beberapa masjid serupa di Indonesia, subhanallah...kekayaan budaya, akulturasi ya namanya

    BalasHapus
  3. Bagaimamapun bentuknya,tetaplah indah,subhanalloh...

    BalasHapus
  4. Bagaimamapun bentuknya,tetaplah indah,subhanalloh...

    BalasHapus
  5. Cakep masjidnya dengan style Tionghoa yang kental.
    Semoga banyak manfaat bagi muslim.

    BalasHapus
  6. saya pernah berfoto di depan gerbangnya doang. hehe

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar