Rabu, 18 Januari 2017

Wisata Kawah Kamojang Garut Tak Hanya Indah, Tetapi Juga Unik




SETELAH puas mengelilingi Geotermal Information Center yang letaknya tidak jauh dari penginapan kawasan Pertamina Kamojang, saya dan teman-teman blogger yang mengikuti Jelajah Kamojang melanjutkan agenda berikutnya, jelajah Obyek Wisata Kawah Kamojang.
Kendaraan melaju pelan meninggalkan parkiran Geotermal Information Center menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Jalan yang dilalui meliuk-liuk karena mengikuti kontur lembah.
Sepanjang jalan terlihat pipa-pipa besar untuk mengalirkan uap kawah yang akan diubah menjadi tenaga listrik. Lima belas menit kemudian, kendaraan masuk parkiran kawasan Wisata Kawah yang cukup luas dan bersih. Ada beberapa warung berderet di tepi parkiran yang menyediakan kopi dan camilan buat wisatawan. Begitu pun saat menaiki tangga menuju kawah. 
Wisata Kawah Kamojang Garut
Pipa-Pipa Besar di Sepanjang Jalan
 Kawah-Kawah di Kamojang
Begitu tiba di ujung tangga, mata saya terpaku pada pemandangan alam pegunungan yang terlihat indah. Ada halaman cukup luas yang bersih, ada gazebo dan Kawah Manuk.
Kawah Manuk menjadi kawah pertama yang menjadi bagian dari obyek wisata Kawah Kamojang. Kawah berukuran cukup luas yang terhampar di sisi jalan obyek wisata tersebut mengeluarkan uap yang membumbung ke udara.

Wisata Kawah Kamojang Garut
Kawah Manuk

Kawah berlatar rimbunan semak belukar tersebut diberi nama Kawah Manuk karena dari beberapa lubang yang tertutup kubangan kawah sering terdengar siulan seperti suara manuk. Manuk dalam Bahasa Sunda berarti burung. Sayangnya saat saya ke sana tidak sempat mendengar siulannya.
Tidak jauh dari Kawah Manuk ada kawah yang paling populer di kawasan wisata, yaitu Kawah Kereta Api. Saking populernya, hampir semua wisatawan yang berwisata ke kawah kamojang pasti akan berlama-lama bermain di kawasan Kawah Kereta Api.
Kawah Kereta Api memang sangat unik karena bisa mengeluarkan suara seperti Kereta Api jika tempat keluarnya asap kawah dihubungkan dengan sebuah bambu. Ada seorang penjaga yang siap beratraksi di dalam Kawah Kereta Api.

Wisata Kawah Kamojang Garut
Kawah Kereta Api

Wisata Kawah Kamojang Garut
Penjaga Kawah Kereta Api yang Atraktif

Sesekali penjaga mengajak wisatawan untuk ikut merasakan keunikan kawah. Baik dengan memasang bambu atau membumbungkan barang-barang seperti plastik atau kain bekas, melalui asap Kawah Kereta Api.
Setelah puas menikmati Kawah Kereta Api, saya dan para blogger menaiki tangga, melewati jembatan yang di bawahnya aliran sumber air hangat yang dipenuhi uap. Tak jauh dari jembatan ada sebuah pohon cukup besar, tangga, dan jalan menurun yang menjadi penanda Kawah Hujan.
Saat tiba di Kawah Hujan, sudah ada beberapa wisatawan yang sedang merasakan kehangatan uap kawah serta telur yang direbus dengan air panas kawah. Saya dan teman-teman blogger pun tak mau ketinggalan. Langsung mengambil telur puyuh dan telur ayam untuk direbus di genangan air panas Kawah Hujan.

Wisata Kawah Kamojang Garut
Kawah Hujan Dilihat dari Atas

Wisata Kawah Kamojang Garut
Batu Penutup Kawah yang Mengeluarkan Asap Kawah

Kawah tersebut dinamakan Kawah Hujan karena jika wisatawan berada di kawah tersebut otomatis baju akan sedikit basah terkena semburan uap yang lembut seperti hujan gerimis.
Jadi di tepian kawah yang menyemburkan asap yang cukup tebal memang ada kawah yang menyemburkan air cukup deras. Semburannya  seperti air mancur alami. Siapa pun yang tidak tahu pasti akan tersebur air mancur tersebut, hehehe.
Cukup lama saya dan teman-teman blogger berada di Kawah Hujan. Selain bermain-main dengan air mancur alami juga menghabiskan stok telur penjaga Kawah Hujan.
Eh, katanya penjual telur di Kawah Hujan itu sudah hampir 40 tahun berada di sana, lho. Bahkan sekarang sudah ada generasi keduanya, salah satu anaknya ikut menjual telur di sana.
Wisata Kawah Kamojang Garut

Sebetulnya selain Kawah Manuk, Kawah Kereta Api, dan Kawah Hujan masih ada Kawah Beureum, kawah terakhir yang ada di kawasan Wisata Kamojang. Kemudian ada bumi perkemahan kamojang, pemandian air panas terbuka yang letaknya di sekitar bumi perkemahan, air terjun, dan danau, tetapi karena sudah siang dan harus melanjutkan perjalanan berikutnya, saya dan teman-teman blogger memutuskan meninggalkan Wisata Kamojang yang tidak hanya indah, tetapi juga cantik. Semoga nanti bisa kembali lagi. 

Tiket Masuk

Wisatawan Manca Negara Dewasa :
Hari Biasa : Rp. 100.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari
Hari Libur : Rp. 150.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari

Kendaraan di hari biasa dikenakan biaya:
Motor: Rp. 5.000
Mobil: Rp. 10.000
Bus/Truck: Rp. 50.000
Sepeda: Rp. 2.000

Kendaraan di hari Libur dikenakan biaya:
Motor: Rp. 7.500
Mobil: Rp. 15.000
Bus/Truck: Rp. 75.000
Sepeda: Rp. 3.000
 


@KreatorBuku

22 komentar:

  1. Kang, kalau masuk ke kawahnya bayar tiket kah? Harga tiket masuknya berapa ya kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tiket ada infonya di atas kan? Hehehe

      Hapus
  2. Wow asapnya tebal banget ya
    Itu bau belerangnga masih kuat banget gak disana, mas?

    BalasHapus
  3. kayaknya seru untuk dikunjungi itu Mas.
    Semoga sya bsa berkunjung ksna, syukur2 bsa bergabung dg rombongan blogger lainnya:).Amien...

    BalasHapus
  4. Wih, udah lama banget nggak ke wisata alam yg kayak gini. Dulu terakhir kayaknya pas SMP deh. Semoga bisa ikutan main ke sini ah. Makasih infonya, foto2nya baguus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, berarti harus ke sini lagi, hehehe

      Hapus
  5. Pernah lewat, tapi enggak masuk,kayaknya seru ya wisata ke sana... asyik bisa liat geothermal

    BalasHapus
  6. ah seru seru
    saya sering baca penelitian tentang geotermal
    tapi belum pernah liat langsung
    pengen liat banget jadinya

    BalasHapus
  7. Jadi inget saat main ke Tanggamus, Lampung, mengeluarkan asap seperti itu juga. Rada ngeri takut kalo-kalo beracun hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku ingetnya ama Kawah Sikidang di Dieng... Tapi kayaknya Kawah Kamojang ini gak bau belerang ya, kang? Itu pada sik-asik aja foto di area kawah. Kalo di Sikidang kan dari jauh aja udah kecium bau belerangnya..

      Hapus
    2. Iya, nggak bau belerang, hehe

      Hapus
    3. Di sini nggak beracun Omdut, hehe

      Hapus
  8. Mateng ga ya kalo masak telur haha, asep'a lumayan tebell

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muateng dan nggak pakai lama Mas, cukup 5 menit, hehehe

      Hapus
  9. Wah bisa berbeku segala ya kang, sayang ngga ada pemandian air hangat yaa hehe..

    BalasHapus
  10. Ternyata di Garut ada yang kaya gini toh, kereeeen

    BalasHapus
  11. Kirain cuma dodol saja yang favorit dari Garut (^_^).

    Telur penyunya kudu kita beli, Kang? Atau sudah termasuk HTM?

    Di Balikpapan juga banyak nih pipa instalasi segede gaban. Cuma minus, kawah, hehehe...

    BalasHapus
  12. Aku pernah ke panas geotermal nya chevron, ini sama kan yaaa ??? tapi kok yg ini lebih rapi yaaa

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar