Selasa, 25 April 2017

[Sponsored Review] Japan Rail Pass atau Tiket JR Pass Bisa Dibeli Online di Bobobobo




JAPAN Rail Pass atau JR Pass sekarang bisa dibeli online melalui Bobobobo. Jadi, kalau kita mau wisata atau traveling ke Jepang dan ingin merasakan nyamannya naik kereta api di Jepang bisa beli tiket JR Pass diBobobobo sebelum pergi.
JR Pass itu semacam tiket terusan untuk naik kereta api di Jepang. Dengan JR Pass kita bisa mengelilingi berbagai kota di Jepang dengan menggunakan kereta api selama beberapa hari, tergantung paket yang dibeli. Mulai dari 7 hari hingga 14 hari.
Jadi ingat waktu jalan-jalan ke Jepang beberapa waktu lalu, selain ingin merasakan nuansa jamuan minum teh ala Jepang, bersandar di kastil tertua, juga ingin sekali menikmati Shinkansen, kereta api cepat di Jepang.
Beruntung sekali, tiga hal yang saya inginkan ternyata masuk dalam daftar itinerary selama satu minggu mengeksplorasi Jepang, khususnya Wilayah Fukuoka, Pulau Kyusu Jepang.
Shofuen Fukuoka (Foto Ali)

Jamuan Teh (Foto Ali)

Jamuan Teh
Usai istirahat semalam di Fukuoka Washington Hotel saya dan teman-teman diajak ke sebuah bangunan tua berusia puluhan tahun untuk mengikuti jamuan teh yang dikenal dengan Shofuen Fukuoka.
Shofuen Fukuoka sebuah rumah tua yang dibangun awal tahun 1950-an dengan taman asri yang dilengkapi ruang upacara minum teh tersebut sempat direnovasi dan dibuka kembali tahun 2009 sebagai Taman Shofuen.
Taman terletak di daerah Josui, sebuah distrik perumahan elit yang membentang ke selatan dari Tenjin, pusat kota Fukuoka. Shofuen sangat populer sebagai tempat berbagai acara termasuk upacara minum teh dan tempat untuk menikmati wisata taman.
Saat memasuki Shofuen Fukuoka saya merasa sedang memasuki rumah di daerah tebing karena setelah pintu gerbang, pengunjung langsung menaiki tangga batu yang cukup tinggi.
Tiba di ujung tangga, di sebelah kanan tampak sebuah taman Jepang yang sangat indah. Taman tersebut konon mencerminkan citra Suruga Bay dan Mt. Fuji. Hamparan pohon-pohon maple Jepang berusia lebih dari 100 tahun, lentera taman, dan deretan kursi panjang cantik ditata rapi.
Selama hampir dua jam mengikuti upacara minum teh yang diatur sedemikian rupa. Mulai dari cuci kaki, masuk pintu, unggah-ungguh saat berada di ruang minum teh hingga cara minum teh. Semua dilakukan dengan sangat rapi. Benar-benar sangat mengesankan.
Salah Satu Kereta Api di Jepang (Foto Ali)

Bagian dalam Shinkansen yang Sangat Nyaman (Foto Ali)
Shinkansen dan Kastil Kumamoto
Hari berikutnya keinginan naik Shinkansen dan nyender di kastil tertua pun terwujud. Hari kedua saya dan teman-teman diajak mengunjungi Kastil Kumamoto di Kumamoto, salah satu daerah dingin di Pulau Kyusu.
Kami naik Shinkansen dari Shintosu Station menuju Kumamoto. Kurang lebih 15 menit kemudian tiba di  Stasiun Kumamoto. Tahu nggak gaes, jarak tempuh dari Fukuoka menuju Kumamoto itu kurang lebih 113,7 KM atau 1 jam, 45 menit jika ditempuh dengan mobil, tetapi dengan Shinkansen cukup 15 menit saja.
Tiket Shinkansen atau kereta-kereta lain dijual di seluruh stasiun di Jepang. Supaya memudahkan sekarang bisa dijual online, jadi kita bisa beli dari Indonesia. Beli tiket akan lebih murah jika belinya JR Pass, jadi bisa naik kereta apa pun dan kapan pun selama masih dalam waktu paket.
Kami melanjutkan perjalanan dari Shintosu Stasiun menuju Kumamoto dengan mobil. Sebelum masuk kastil kami menggunakan Yukata, pakaian adat jepang. Ah, jadi benar-benar seperti orang Jepang.
Setelah berkeliling sejenak di area cindera mata, saya dan rombongan menapaki jalan menuju gerbang Kastil Kumamoto yang ditumbuhi bunga sakura. Sayang sekali bukan musim semi, jadi tidak bisa melihat keindahan Kastil Kumamoto berselimut Bunga Sakura.
Kastil Kumamoto dibangun dari tahun 1600 hingga tahun 1607 di bawah pengawasan komandan militer yang sangat terkenal, Kiyomasa Kato. Satu zaman dengan periode Toyotomi Hideyoshi. Karena desainnya yang inovatif, Kastil Kumamoto sangat terkenal di Jepang.
Kastil terdiri dari beberapa lantai dan sekarang berfungsi sebagai museum yang memamerkan senjata perang zaman dahulu terutama samurai, peta wilayah kekuasaan jepang, foto-foto dokumentasi, desain konstruksi, silsilah keluarga kerajaan, dan para donatur dalam pembangunan kastil.
Menara utama kastil sempat direkonstruksi pada tahun 1970 karena pernah diserang pada pemberontakan Satsuma pada masa Shogunan. Kastil dikepung selama 53 hari hingga terdapat beberapa bagian yang rusak dan terbakar.
Pada bagian lantai kastil paling atas, wisatawan bisa melihat banyak pemandangan sekeliling kastil yang luar biasa asri. Wisatawan juga bisa melihat sistematika perlindungan kastil yang luar biasa. Mulai dari parit yang dalam, tembok yang tinggi dan curam, tempat pemanah, hingga tempat untuk menjatuhkan batu-batu jika ada pennyusup yang masuk, terlihat jelas dari lantai atas. Konstruksi perlindungan yang luar biasa dan dirancang sangat sistematis.
Setelah puas menyaksikan bangunan saksi sejarah bangsa Jepang tersebut melanjutkan perjalanan menuju Aso menggunakan bus. Tiba di Aso menjelang makan malam.
Aso, salah satu dataran tinggi di Kyusu yang banyak menyimpan wisata air hangat alias onsen. Menjelang tidur, saya sempat merasakan onsennya. Jangan bayangin seperti orang-orang Jepang saat menikmati onsen, ya, saya masih tetap menggunakan celana pendek karena masuk di onsen khusus. Ah, bersyukur sekali rasanya akhirnya bisa menikmati tiga hal yang saya inginkan di Jepang termasuk naik kereta cepat.
Bagi teman-teman yang merasakan naik kereta cepat bahkan putar-putar Jepang naik kereta, buruan saja pesan tiket JR Pass online di Bobobobo. Supaya pesannya sampai tuntas jangan lupa pakai XL internet lancar dan cepat, jadi kita yakin. Dijamin kalau pesannya tuntas makin seru wisata ke Jepang.
@KreatorBuku

2 komentar:

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar