SIAPA pun yang jarang melihat keseharian saya pasti berpikir saya orangnya santai banget karena jarang terlihat mengenakan pakaian resmi. Sampai-sampai, pernah suatu kali ada media yang akan mengambil foto saya dan secara terus terang minta saya pakai baju resmi, hehehe.
Padahal ... nggak begitu juga sih, saya tetap berpakaian resmi kalau memang moment-nya tepat. Jadi, meski pun keseharian saya lebih suka mengenakan baju casual, tak jarang pula pakai baju resmi.
Bahkan, beberapa kali saat traveling tetap bawa baju resmi untuk beberapa sesi pemotretan, terutama baju batik. Walau coraknya bukan corak tradisional dan bahannya bahan rayon yang enak dipakai saat di pantai.
Koleksi jas saya di rumah ada beberapa, baik jas yang formal ataupun semi formal. Koleksi batik juga lumayan banyak karena saya selalu sempatkan beli paling tidak satu baju batik khas ketika keluar daerah.
Seperti beberapa waktu lalu, saat keliling Kota Cirebon, sebelum balik ke Bandung mampir ke kawasan batik yang sangat terkenal di Cirebon. Alhasil nggak cuma bawa selembar baju, tetapi sekalian beli satu lusin. Hah? Buat apa? Tentu saja buat dipakai kalau ada acara-acara yang memang mengharuskan pakai baju batik.
Saya kesemsem baju batik karena selain harganya terjangkau, saat ini corak dan modelnya beragam. Jadi bisa dipadupadankan dengan celana apa pun. Memang sih, tidak semua batik cocok dengan saya, tapi paling tidak saya punya tips khusus saat memilih model baju batik pria yang cocok buat saya. Apa saja tipsnya?

Salah satu model baju batik lengan pendek (Foto dari mataharimall.com)

1). Cek Ukuran Baju
Mungkin karen saya poster tubuh saya kecil mungil, jadi saat memilih baju batik prioritas pertama saya adalah ukuran. Dulu, kalau beli baju sering titip, akibatnya terkadang ukurannya kurang pas. Entah kebesaran atau malah kekecilan.
Tak jarang pula, badannya pas, tetapi lengannya kebesaran atau kekecilan. Atau sebaliknya, lengannya pas, ealah, badannya kepanjangan. Ujung-ujungnya harus dibawa ke tukang jahit untuk diperbaiki.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sekarang tidak pernah lagi titip dibelikan batik, kalau bisa beli sendiri pasti akan beli sendiri. Bagaimana pun juga, pakai batik selain enak dipakai juga enak dilihat orang lain, biar orang lain juga ingin pakai batik, hehehe.

2. Cek Bahan Batik
Meski pun saya bukan orang yang alergi dengan bahan baju, tetap saja saya pasti akan cek bahan baju batik yang akan saya beli. Saya suka mencocokan antara corak dengan bahan yang digunakan.
Saya lebih sering pilih batik berbahan katun atau campuran antara katun dengan silk. Kain katun selain memiliki pori yang lebar juga mudah menyerap keringat. Batik berbahan katun juga memiliki kesan yang santai dan model yang sederhana.
Nah, kalau untuk acara-acara pesta, saya biasanya beli batik bermaterial sifon atau silk supaya lebih esklusif. Oh iya, beberapa saya sengaja jahit sendiri dari kain yang saya beli, biasanya kalau untuk acara-acara resmi.

3. Cek Warna Batik
Entah mengapa, hingga saat ini saya selalu mengidolakan warna coklat, jadi saat pilih baju batik, pasti selalu ada unsur warna coklat. Walau tetap juga sih, pasti saya tetap akan memperhatihan warna dominan dasar batik atau biasa disebut background. Warna dasar ini biasanya digunakan sebagai patokan saya saat memilih batik supaya cocok dengan celana yang ada di rumah, hehehe.
Saya akan pilih warna-warna gelap atau monocrom untuk model baju batik yang formal. Sementara untuk acara kasual saya pilih warna-warna cerah, seperti dominan putih, toska, hijau, atau merah.
 
Batik lengan panjang (Foto dari mataharimall.com)
4. Cek Motif Batik
Karena badan saya imut, saya lebih sering pilih batik bermotif geometris dan berukuran sedang supaya proporsi tubuh tetap tampak lebih proporsional, hehehe.
Nah, buat teman-teman yang badannya besar, saya bilang besar lho, ya, saya sarankan pilih batik dengan motif geometris yang berukuran sedang. Bisa juga kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar tetap sesuai dengan proporsi tubuh.

5. Batik Casual atau Formal
Terakhir dan ini yang paling penting banget buat saya. Sebelum beli batik saya akan pilih dulu, batik untuk acara formal, semi formal, atau casual? Memnag sih, sebetulnya tidak ada patokan khusus, tetapi buat saya penting banget. Jangan sampai model batiknya sudah keren, ternyata dipakainya tidak tepat, jadinya saltum, deh.
Batik-batik casual yang saya beli biasaya, selain coraknya simpel, warnanya cerah, model potongannya juga simpel sehingga bisa dipadu dengan celana jeans. Biasanya saya pilih yang lengan pendek.
Sementara untuk batik kerja, saya pilih baju batik dengan kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan terlihat tetap rapi dan formal. Desainnya simpel namun terlihat tegas sehingga tetap terkesan profesional.
Sampai saat ini saya lebih sering beli batik cap baik di toko-toko khusus penjual batik dan sesekali batik tulis, terutama untuk batik yang memang saya suka. Apalagi kalau model baju batik pria-nya keren dan cocok dengan saya, saya akan kejar untuk mendapatkanya asalkan 5 hal di atas terpenuhi. Selamat memakai batik.

@KreatorBuku

Ini Lho, Model Baju Batik Pria yang Sering Saya Pilih


SIAPA pun yang jarang melihat keseharian saya pasti berpikir saya orangnya santai banget karena jarang terlihat mengenakan pakaian resmi. Sampai-sampai, pernah suatu kali ada media yang akan mengambil foto saya dan secara terus terang minta saya pakai baju resmi, hehehe.
Padahal ... nggak begitu juga sih, saya tetap berpakaian resmi kalau memang moment-nya tepat. Jadi, meski pun keseharian saya lebih suka mengenakan baju casual, tak jarang pula pakai baju resmi.
Bahkan, beberapa kali saat traveling tetap bawa baju resmi untuk beberapa sesi pemotretan, terutama baju batik. Walau coraknya bukan corak tradisional dan bahannya bahan rayon yang enak dipakai saat di pantai.
Koleksi jas saya di rumah ada beberapa, baik jas yang formal ataupun semi formal. Koleksi batik juga lumayan banyak karena saya selalu sempatkan beli paling tidak satu baju batik khas ketika keluar daerah.
Seperti beberapa waktu lalu, saat keliling Kota Cirebon, sebelum balik ke Bandung mampir ke kawasan batik yang sangat terkenal di Cirebon. Alhasil nggak cuma bawa selembar baju, tetapi sekalian beli satu lusin. Hah? Buat apa? Tentu saja buat dipakai kalau ada acara-acara yang memang mengharuskan pakai baju batik.
Saya kesemsem baju batik karena selain harganya terjangkau, saat ini corak dan modelnya beragam. Jadi bisa dipadupadankan dengan celana apa pun. Memang sih, tidak semua batik cocok dengan saya, tapi paling tidak saya punya tips khusus saat memilih model baju batik pria yang cocok buat saya. Apa saja tipsnya?

Salah satu model baju batik lengan pendek (Foto dari mataharimall.com)

1). Cek Ukuran Baju
Mungkin karen saya poster tubuh saya kecil mungil, jadi saat memilih baju batik prioritas pertama saya adalah ukuran. Dulu, kalau beli baju sering titip, akibatnya terkadang ukurannya kurang pas. Entah kebesaran atau malah kekecilan.
Tak jarang pula, badannya pas, tetapi lengannya kebesaran atau kekecilan. Atau sebaliknya, lengannya pas, ealah, badannya kepanjangan. Ujung-ujungnya harus dibawa ke tukang jahit untuk diperbaiki.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sekarang tidak pernah lagi titip dibelikan batik, kalau bisa beli sendiri pasti akan beli sendiri. Bagaimana pun juga, pakai batik selain enak dipakai juga enak dilihat orang lain, biar orang lain juga ingin pakai batik, hehehe.

2. Cek Bahan Batik
Meski pun saya bukan orang yang alergi dengan bahan baju, tetap saja saya pasti akan cek bahan baju batik yang akan saya beli. Saya suka mencocokan antara corak dengan bahan yang digunakan.
Saya lebih sering pilih batik berbahan katun atau campuran antara katun dengan silk. Kain katun selain memiliki pori yang lebar juga mudah menyerap keringat. Batik berbahan katun juga memiliki kesan yang santai dan model yang sederhana.
Nah, kalau untuk acara-acara pesta, saya biasanya beli batik bermaterial sifon atau silk supaya lebih esklusif. Oh iya, beberapa saya sengaja jahit sendiri dari kain yang saya beli, biasanya kalau untuk acara-acara resmi.

3. Cek Warna Batik
Entah mengapa, hingga saat ini saya selalu mengidolakan warna coklat, jadi saat pilih baju batik, pasti selalu ada unsur warna coklat. Walau tetap juga sih, pasti saya tetap akan memperhatihan warna dominan dasar batik atau biasa disebut background. Warna dasar ini biasanya digunakan sebagai patokan saya saat memilih batik supaya cocok dengan celana yang ada di rumah, hehehe.
Saya akan pilih warna-warna gelap atau monocrom untuk model baju batik yang formal. Sementara untuk acara kasual saya pilih warna-warna cerah, seperti dominan putih, toska, hijau, atau merah.
 
Batik lengan panjang (Foto dari mataharimall.com)
4. Cek Motif Batik
Karena badan saya imut, saya lebih sering pilih batik bermotif geometris dan berukuran sedang supaya proporsi tubuh tetap tampak lebih proporsional, hehehe.
Nah, buat teman-teman yang badannya besar, saya bilang besar lho, ya, saya sarankan pilih batik dengan motif geometris yang berukuran sedang. Bisa juga kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar tetap sesuai dengan proporsi tubuh.

5. Batik Casual atau Formal
Terakhir dan ini yang paling penting banget buat saya. Sebelum beli batik saya akan pilih dulu, batik untuk acara formal, semi formal, atau casual? Memnag sih, sebetulnya tidak ada patokan khusus, tetapi buat saya penting banget. Jangan sampai model batiknya sudah keren, ternyata dipakainya tidak tepat, jadinya saltum, deh.
Batik-batik casual yang saya beli biasaya, selain coraknya simpel, warnanya cerah, model potongannya juga simpel sehingga bisa dipadu dengan celana jeans. Biasanya saya pilih yang lengan pendek.
Sementara untuk batik kerja, saya pilih baju batik dengan kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan terlihat tetap rapi dan formal. Desainnya simpel namun terlihat tegas sehingga tetap terkesan profesional.
Sampai saat ini saya lebih sering beli batik cap baik di toko-toko khusus penjual batik dan sesekali batik tulis, terutama untuk batik yang memang saya suka. Apalagi kalau model baju batik pria-nya keren dan cocok dengan saya, saya akan kejar untuk mendapatkanya asalkan 5 hal di atas terpenuhi. Selamat memakai batik.

@KreatorBuku

28 komentar:

  1. Benar sekali contoh di atas baju batik yang favorit buat lelaki

    BalasHapus
  2. Sama kayak suami saya, jarang terlihat pakai baju formal, seringnya pakai kaos.
    Bahkan sebelum nikah, kata adiknya, suami saya cuman punya satu baju batik, itupun batik seragaman pas ada sodaranya yg nikahan XD hehehe..

    BalasHapus
  3. kebetulan aku lagi nyari batik printing nih.. kalo batik beneran pasti mahal :))

    BalasHapus
  4. poin yang nomer 5 aku setuju banget nih, kalau salah pilih bisa gk pd. Btw kalau di tiap daerah beli batik, banyak dong koleksinya ?

    BalasHapus
  5. motif batiknya bagus-bagus ya, dan memang saat ini batik jadi kebutuhan

    BalasHapus
  6. Tunggu bentar. Tunggu sebentar yaaaa...


    Tak buka dulu websitenya. Kalo suka ku beli. Kalo enggak yaudah. Etapi kalo batik gitu bena lebih suka beli langsung sih. Hihi.

    BalasHapus
  7. Muantap bang, jadi ada patokan sebelum beli batik, kalo saya mah biasa tergantung sama istri, kalo dah ada ini mah aman.. Hahahhaa arigatou ne.

    BalasHapus
  8. aku susah sih ya kalau mau beli batik. Selalu perutnya ga pas ama lingkar dada hiks hiks.. kalau ada batik slim fit itu ga muat dan lemak tersembul dimana-mana haha

    BalasHapus
  9. Suamiku juga penggemar batik. Dia seneng sekali berbatik dalam berbagai kesempatan. Wah kalau ku kasi liat artikel ini, bisa kalap dia pilah pilih batik hehe

    BalasHapus
  10. Iya nih, kalau beli baju batik mesti lihat-lihat dulu. Ingat suami yang punya beberapa baju batik, ga semuanya cocok sama dia hehehee.....kalau lihat dia pake yang ga cocok itu senyum-senyum

    BalasHapus
  11. Aku senengnya kalau pakai batik - sarimbit sama suami.
    karena biar mamak juga nambah koleksi (( wkkwk....modus ))

    BalasHapus
  12. Satu lagi jangan pilih bahan yang perawatannya susah ya, suami punya batik yg nyucinya kudu khusus gk boleh pakai sabun ini itu mumet bojone wkkwkk curcol

    BalasHapus
  13. Tes komen, kayaknya td dah komen di sini deh :P

    BalasHapus
  14. suami saya koleksi batiknya lumayan karena ngantor dulu ada kewajiban pake batik
    biasanya saya yang beliin
    jadi motifnya yang saya suka hahaha

    BalasHapus
  15. suamiku senangnya batik lengan panjang.dan dia kulitnya gelap jadi nggak semua warna mau

    BalasHapus
  16. Itu batiknya yang keren atau modelnya yang ganteng, Kang? Wkwkwkw.

    BalasHapus
  17. Saya juga suka make batik karena memang motifnya bagus trus sekarang model baju batik banyak yang kekinian. Untuk ukuran biasanya saya M atau L Kang, kalo untuk warna pilihan utama pasti biru dulu :P

    BalasHapus
  18. Laki2 di rumah pd jarang pakai batik. Kalau pakai ya copelan sama istri. Aku sih batik apa aja oke. Gak ngerti motif2nya sih

    BalasHapus
  19. Batik jaman sekarang selalu berubah ubah ya mas mengikuti trends yang lagi hits psti corak batik rada sedikit beda.

    Dan ukuran dalam memilih batik sih penting banget biar ketika dipakai nyaman gitu

    BalasHapus
  20. gue sih jarang make batik, kecuali kondangan aja. dan kondangan kan jarang ya, jadi kalo make batik yg itu2 aja wakaka

    BalasHapus
  21. motif yang pertama khas Klimantan itu. sekarang sih diriku lebih memilih kenyamanan kain dan model sih. yang penting cocok dibadan dan nyaman dipake baru deh dibeli

    BalasHapus
  22. Memang susah2 gampang cari kemeja batik buat pak suami. Koleksi yang ada di rumah kebanyakan lengan pendek. Soalnya pak suami gak betah pake lengan panjang

    BalasHapus
  23. Batik skrg lebih modern,cocok dipakai kapan aja, daster mamak aku juga banyak motif batik.wkk
    Iya sih aku juga suka yg warna coklat, lebih kental aura batikny.

    BalasHapus
  24. Cek juga jahitannya...kadang ada baju batik..yg pemasangan kancing kurang tepat...jadi depannya kayak panjang sebelah...padahal saat pemasangan kancing gak tepat ...

    BalasHapus
  25. Sekarang mah meskipun pakai batik tetap terlihat kekinian. Soalnya model baju batik semakin kesini semakin bagus motif dan designnya. Udah gitu padu padan warnanya juga bagus ya kang :D

    BalasHapus
  26. wahhh jadi pengen cepet punya orang yang bisa aku pilihin batik wkwkw. apalagi batik zaman now bisa di modif sesuai seleraaa.

    BalasHapus
  27. Pecinta batik juga ternyata Kang Ali

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman