“Traveling ke Labuan Bajo sebaiknya pada saat musim kemarau, selain terhindar dari hujan, lautnya jernih, saat menikmati Puncak Padar kita seperti berada di Zaman Purba”
Kalimat itu terngiang-ngiang sekali ketika pertama kali mendengar destinasi wisata Labuan Bajo. Apalagi setelah melihat foto-foto para traveler yang sudah ke sana, makanya begitu ada kesempatan ke sana, pantang disia-siakan!

PAGI-PAGI sekali, usai subuh saya sudah berada dalam Bus Primajasa jurusan Bandung – Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Saya dapat jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo tepat pukul 10.50 WIB.
Sesuai perkiraan, setelah 3 jam bus yang saya tumpangi menembus jalanan, bus merapat di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Saya langsung bergabung dengan teman-teman lain yang sama-sama akan menjelajah Labuan Bajo.
Setelah cek-in dan mengurus bagasi, sesuai waktu yang tertera pada tiket pesawat yang akan membawa kami mengarungi angkasa, pesawat melesat menuju Bandara Komodo Labuan Bajo.
Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Banten menuju Bandara Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur hanya memerlukan waktu kurang lebih 2.5 jam. Saya habiskan dengan tiduran karena semalam tidurnya kurang pulas.
Saya baru terbangun setelah teman sebelah membangunkan, “Sudah sampai Labuan Bajo,” katanya, mirip bisikan komodo yang kegirangan ketemu daging segar.

Bandar Udara Komodo Labuah Bajo (Foto Ali)
Karena Bandara Komodo tidak terlalu besar, setiap penumpang tidak boleh berlama-lama berada di area lintasan pesawat. Padahal semua penumpang ingin mengabadikan moment terindahnya di sana. Jadilah, semua terburu-buru masuk ke dalam ruangan Bandara untuk mengambil bagasi dan selekas mungkin menuju pelabuhan dengan bus atau taksi yang sudah dipesan.
Sebelum benar-benar tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, wisatawan atau traveler biasanya berhenti sejenak di salah satu sudut jalan yang menanjak. Melihat semenanjung pulau-pulau yang akan didatangi selama berada di Labuan Bajo. Namanya Bukit Waringin.

Pulau Kelor Labuan Bajo
Meski badan masih agak capek karena menempuh perjalanan yang cukup padat dan panjang, namun karena rasa kepenasaran yang demikian pekat, begitu naik kapal langsung ingin buru-buru menuju destinasi pertama selama di Labuan Bajo; Pulau Kelor. 
Konon, Pulau Kelor salah satu pulau indah yang ada di semenanjung Labuan Bajo, yang wajib didatangi. Makanya, meski sebelumnya saya tidak pernah mencari tahu, saya ikut penasaran juga.
“Itu pulaunya,” kata seorang teman  menunjuk pulau kecil yang menjulang cukup tinggi, begitu kapal ditambatkan di tengah lautan. Kapal tidak bisa merapat di pantainya karena dangkal.
Satu persatu penumpang diantar menggunakan boat menuju Pulau Kelor. Eh, ini beda banget lho, dengan Pulau Kelor yang ada di Kepulauan Seribu. Meski sama-sama kecil, tetapi tidak ada benteng. Hanya ada bukit, pantai yang dipenuhi tumbuhan, pasir putih, dan taman bawah laut.
Sebagian memilih main di pantai dan pose-pose cantik, sebagian lagi naik ke atas bukit untuk mengabadikan keindahan pamandangan dilihat dari atas bukit, dan sebagian lagi snorkeling.

Pantai Indah Pulau Kelor Labuan Bajo (Foto Ali)

Kaki Bukit Pulau Kelor Labuan Bajo (Foto Ali)
Karena waktu yang sangat terbatas, saya manfaatkan untuk mengelilingi Pantai Pulau Kelor. Setelah itu ikut gabung melihat keindahan taman bawah lautnya yang indah. Oh iya, saya lihat terumbu di tepian pantai ada beberapa yang rusak, semoga traveler ikut menjaganya supaya kerusakannya tidak lebih parah dan meluas.
Saya kemudian mencoba berenang lebih jauh lagi hingga menemukan terumbu karang dan ikan-ikan cantik yang ada di sana. Menemukan indahnya taman laut Pulau Kelor.
Beruntung sekali, ombak laut di sana hampir tidak ada, kalau pun ada sangat kecil, jadi nyaman sekali untuk snorkeling. Ingin sekali rasanya berlama-lama di sana, tetapi karena matahari mulai tenggelam, saya dan teman-teman buru-buru kembali ke kapal untuk istirahat.

Bermalam di Kapal
Destinasi berikutnya adalah Pulau Padar. Bukit yang terkenal dengan Bukit Purba karena jika dilihat dari atas bukit, gugusan bukit dan lautnya seolah tersesat di zaman purba. Terutama ketika menjejaknya pada saat musim kemarau, pada saat rerumputan kering terpanggang matahari. Letaknya cukup jauh dari Pulau Kelor.
Supaya bisa tiba di sana pagi-pagi, kapal yang membawa kami melanjutkan perjalanan dan akan bermalam di dekat Pulau Padar.
“Kita cari tempat yang ombaknya tidak besar,” kata Kapten Kapal sebelum menjalankan kapal.

Kapal Pinisi yang Saya Tumpangi Selama Menjelajah Labuan Bajo (Foto Ali)
Karena baru kali ini menginap di kapal, rasanya nggak karuan. Antara senang dan takut bercampur menjadi satu. Beruntung saya sudah benar-benar lelah. Begitu usai makan malam, saya langsung tertidur ditemani deru ombak dan angin sepoi-sepoi.

Pulau Padar Labuan Bajo
Pagi-pagi sekali, sebelum matahari terbit, mesin kapal sudah kembali menyala. Saya dan kawan-kawan yang terlelap seketika terbangun. Kapal akan merapat di Pulau Padar.
Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di Labuan Bajo atau Kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Selain itu ada Pulau Bidadari, Kenawa Beach, Loh Buaya, Pink Beach, dan sebagainya.
Pagi-pagi sekali menuju Pulau Padar sebetulnya demi apa? Tak lain dan tak bukan demi mengejar trekking pagi-pagi supaya tidak kepanasaran. Benar saja, sesuai jadwal, kapal merapat di Pulau Padar saat matahari belum tinggi, jadi belum begitu panas.

Pantai Pasir Putih di Kaki Bukit Pulau Padar (Foto Ali)

Undakan Tempat Trakking di Pulau Padar (Foto Ali)
Saya pikir trekking di Pulau Padar hanya sebentar, ternyata untuk mencapai puncak bukit perlu waktu kurang lebih 45 menit hingga 1 jam. Tergantung kecepatan kita menaiki bukit.
Beruntung sekali, sekarang sudah dibangun undakan dari kayu dan batu, jadi cukup membantu siapa pun yang akan naik Bukit Padar. Karena sedang tidak musim hujan, sepanjang bukit rerumputan kering karena terpanggang matahari.
Lebih beruntung lagi, meski baru sepuluh menit menaiki bukit, tanda-tanda keindahan lanscape alam sekitar Bukit Padar sudah terlihat. Bahkan sudah dibangun tempat untuk istirahat sekaligus mengabadikan moment indah di sana.
Puncaknya saat benar-benar berada di atas bukit. Masya Allah ... alam ciptaan Sang Kuasa benar-benar terlihat luar biasa indah. Saya sampai tertegun cukup lama saat menikmatinya.
Sebuah pulau besar berdiri tegak dan memanjang bagaikan kaki-kaki naga. Di sekelilingnya terlihat pantai dan laut lepas. Bernaung di bawah langit biru yang teramat cerah. Sungguh, nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Puncak Bukit Pulau Padar yang Memesona (DokPri)
Indonesia benar-benar luar biasa! Tidak perlu jauh-jauh melihat keindahan ciptakan Sang Khalik. Cukup ke Labuan Bajo, kita akan menemukan salah satu pesona keindahannya.
Menjelang matahari memanas di atas kepala, kita turun dan kembali ke kapal. Menjelang sore, saatnya menikmati keindahan taman bawah laut Pink Beach atau Pantai Pink. Letak Pink Beach kurang lebih 1 jam perjalanan dari Pulau Padar.

Pink Beach Labuan Bajo
Sore-sore traveling ke Labuan Bajo, paling enak tentu menikmati keindahan salah satu pantainya. Makanya, usai berlelah-lelah trekking di Pulau Padar, kapal langsung menuju Pink Beach.
Supaya energi tetap penuh, tak lupa selama dalam perjalan menuju Pink Beach makan siang terlebih dahulu. Bukan apa-apa, biar puas bermain-main dan berenang-renang manja di Pink Beach, hehehe.
Pink Beach bikin penasaran karena warna pasir pantainya berwarna pink. Konon, warna pink atau merah muda yang ada di sana merupakan komposisi dari koral, pecahan kerang, dan kalsium karbonat dari biota laut.
Mungkin karena gemas dan penasaran, banyak wisatawan yang mengambil dan membawanya pulang. Pantas saja, sekarang warna pinknya mulai memudar. Duh, padahal yang dibawa cukup foto dan kenangannya saja, nggak perlu bawa pasirnya segala.
Bukan hanya pantainya yang bisa dinikmati dengan berjemur atau duduk-duduk di bawah pohon yang ada di sekitar pantai, taman bawah laut Pink Beach pun bisa dinikmati dengan snorkeling. Lagi-lagi saya dibuat takjub.

Pantai Pink Dilihat dari Salah Satu Bukit (Foto Ali)

Pantai Pink yang Bersih dan Indah (Foto Ali)
Snorkeling di Pink Beach tidak perlu jauh-jauh, hanya berenang dalam jarak beberapa meter saja sudah disuguhi keindahannya. Taman bawah lautnya juga tidak terlalu dalam, jadi buat yang takut berenang tak perlu khawatir tenggelam atau terseret ombak.
Rasanya ingin sekali berlama-lama di sana jika tidak ingat waktu karena selain terumbu karangnya masih terjaga dengan baik, biota lautnya pun beraneka macam. Rasanya tak cukup jika hanya sebentar.
Karena sudah sore, saya dan teman-teman akhirnya mengalah untuk kembali ke kapal. Malam ini kembali menginap di kapal. Kapal pun kembali berlayar. Kali ini mendekati Pulau Komodo.
Malam kedua berbeda sekali dengan malam pertama. Suasana sudah lebih santai dan bisa menikmati malam di kapal. Suasana kapal malam itu sangat meriah di bawah bintang gemintang yang bergelantungan di atas langit.
Selama makan malam semua bercanda dan cerita pengalaman perjalanan yang pernah ditempuh selama ini. Selain itu menggerakan badan dengan Goyang Maumere. Semua baru terlelap setelah malam benar-benar larut.

Pulau Komodo Labuah Bajo
Pagi-pagi sekali, lagi-lagi saya dan teman-teman dibangunkan suara mesin kapal yang mulai bergerak saat fajar mulai menyingkap alam Labuan Bajo. Kapal berlayar menuju Pulau Komodo.
Setelah fajar menyingsing dan matahari mulai bersinar semua membersihkan diri dan sarapan pagi. Menu pagi ini cukup beragam, tetapi saya hanya ambil pisang coklat keju yang lezat.

Menikmati Pemandangan Pagi Hari di Atas Kapal (Dokpri)
Hari ini waktu kita sangat terbatas karena sebelum pukul 14.00 harus sudah kembali ke pelabuhan dan bandara. Saya cek Tiket Pesawat. Jadwal penerbangan dari Bandara Komodo – Bandara Soekarno-Hatta Banteng tepat pukul 15.05 WITA.
Menurut perkiraan Kapten Kapal, dari Pulau Komodo menuju Pelabuhan Labuan Bajo kurang lebih 4-5 Jam, jadi ambil short trek alias hanya diberi waktu 1.5 jam saja untuk mengeksplor Pulau Komodo.

Jembatan yang Menghubungkan Antara Dermaga dengan Pulau Komodo (Foto Ali)

Pintu Gerbang Pulau Komodo (Foto Ali)

Rusa di Pulau Komodo (Foto Ali)
Karena waktunya sangat singkat, begitu kapal merapat di dermaga, semua berlompatan, seolah berlomba-lomba menuju gerbang Pulau Komodo. Setelah diberi pengarahan sebentar, semua berjalan beriringan di belakang pemandu.
Saya agak kaget saat seorang teman menunjuk Komodo sedang tiduran cantik di bawah gazebo. Usut punya usut, komodo tersebut baru saja menghabiskan seekor kambing.
Perjalanan selanjutnya makin mengagetkan dan mendebarkan. Pagi-pagi ternyata Komodo banyak yang berjemur di pantai dan sebagian tiduran manja di tengah rerimbunan hutan. Kurang lebih ada 3 komodo yang menyebar di beberapa tempat. Supaya keamanan tetap terjaga, semua berjalan di belakang pemandu.
Meski keamanan dijaga ketat, tetap saja ada kejadian yang mengerikan. Tiba-tiba seekor Komodo berdiri dan berlari mengejar salah satu teman. Usut punya usut ternyata teman tersebut sedang datang bulan.
Orang yang sedang datang bulan atau sedang terluka sebaiknya tidak masuk ke Pulau Komodo karena jarak penciuman Komodo hingga mencapai 7 Km. Pantas saja dia tahu teman yang sedang datang bulan.

Gagahnya Komodo di Pulau Komodo (Foto Ali)
Pemandu kemudian mengalihkan perhatian Komodo hingga suasana kembali tenang. Teman pun buru-buru kembali ke kapal tanpa terluka sedikit pun. Duuuh, benar-benar pengalaman yang sangat menegangkan.
Walau hanya sebentar, semua tetap bisa menikmati Pulau Komodo dengan bahagia. Salah satunya bisa foto-foto ganteng dan foto-foto cantik bersama tuan rumah alias Sang Komodo.
Tepat pukul 09.00 WITA, semua say goodbye pada pemandu dan Komodo untuk kembali ke dunia nyata. Sambil berharap, suatu kali bisa kembali ke sini, menjelajah nusantara yang indahnya tiara.
Saya yakin sekali, siapa pun yang sudah menginjak Labuan Bajo pasti penasaran dengan pulau, bukit atau pantai lain yang belum sempat dijejak. Bukan hanya penasaran, tetapi juga bakal susah move on.
Apalagi penerbangan menuju Bandara Komodo Labuan Bajo sudah semakin banyak, begitu pun kapal-kapal pesiar. Paket-paket wisata ke Labuan Bajo pun makin beragam, jadi bisa ke sana kapan pun selagi ada biaya dan waktu.

Labuan Bajo Memenuhi Syarat Sebagai Destinasi Wisata
Berpijak pada apa yang dikatakan oleh James J. Spillane dalam buku Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya (1994: 63-72) yang diterbitkan Penerbit Kanisius, Jogjakarta, ada lima (5) unsur penting sebuah tempat atau kawasan dinyatakan layak sebagai destinasi wisata.
1).  Punya Daya Tarik
Salah satu motivasi wisatawan atau traveler mengunjungi sebuah tempat wisata adalah karena mempunyai daya tarik. Daya tarik ini yang nanti akan menjadi salah satu yang membuat wisatawan atau traveler terpuaskan kebutuhan berwisatanya.
Ada beberapa ciri yang membuat wisatawan atau traveler tertarik pada sebuah tempat, antara lain; Keindahannya, Iklim dan cuacanya, Kebudayaannya, Sejarahnya, Ethnicity (sifat kesukuannya), dan Accessibility (kemudahan akses menuju ke lokasi tersebut).
Labuan Bajo memenuhi syarat pertama ini, bukan hanya keindahan alamnya yang tak terperi, sejarah, kebudayaan, ethnic, dan aksesnya pun mudah. Terlebih pada tahun 2019 ini pemerintah menambah akses.
Pemerintah melalui Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan Lingkar Utara Flores dari Labuan Bajo-Kedindi sepanjang 141,29 kilometer.
2). Fasilitas yang Dibutuhkan
Fasilitas di tempat wisata sangat penting karena dibutuhkan wisatawan atau traveler. Fasilitas yang baik akan mendorong pertumbuhan wisatawan yang datang ke sebuah tempat.
Fasilitas di tempat wisata yang standard antara lain adanya penginapan, restoran atau tempat makan, rumah sakit, pusat informasi, dan kantor keamanan.
Labuan Bajo, meski pun sebagian besar destinasi yang dituju bertebaran di antara gugusan pulau, fasilitasnya cukup lengkap. Selaian fasilitas yang disediakan pemerintah daerah juga fasilitas yang disiapkan di dalam kapal.  


3). Infrastruktur yang Memadai
Lokasi yang mempunyai daya tarik dan fasilitas yang memadai akan percuma jika belum ada infrastuktur yang memadai. Infrastruktur penting yang dimaksud di antaranya;
a). Sistem pengairan yang baik karena kebutuhan air sangat esensial bagi siapa pun.
b). Ketersediaan sumber listrik dan energi yang memadai, bukan hanya pada hari-hari biasa, tetapi juga pada saat peak hours yang kebutuhan pemakaiannya sangat tinggi.
c). Jaringan telekomunikasi yang luas terutama karena kebutuhan wisatawan atau traveler untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Terlebih saat ini kebutuhan untuk mengunggah aktivitas di medsos sangat tinggi, jadi jaringan telekomunikasi tidak bisa diabaikan.
d). Sistem pembuangan kotoran /pembuangan air yang mamadai karena kebutuhan air untuk pembuangan kotoran memerlukan kira-kira 90% dari kebutuhan air itu sendiri, jadi memang tidak bisa main-main.
e). Tersedianya Jasa kesehatan agar memudahkan wisatawan atau traveler saat tiba-tiba sakit saat dalam perjalanan.
f). Jalan raya yang menarik buat wisatawan. Ini sudah dilakukan di Labuan Bajo, pada saat akan menuju dermaga, sepanjang jalan wisatawan disuguhi pemandangan yang indah.
4). Transportasi yang cukup
Termasuk informasi transportasi yang lengkap tentang lokasi, tarif, jadwal, rute, dan pelayanan pengangkutan lokal. Sistem informasi harus menyediakan data tentang informasi pelayanan pengangkutan lain yang dapat dihubungi diterminal termasuk jadwal dan tarif.
Informasi terbaru dan sedang berlaku, baik jadwal keberangkatan atau kedatangan harus tersedia di papan pengumuman, lisan atau telepon. Tenaga kerja untuk membantu para penumpang, peta, dan  rambu-rambu jalan yang memudahkan pengunjung. Ini super duper penting.
5). Keramahtamahan
Dalam melakukan pengembangan pariwisata, tentu tidak lepas dari peran organisasi kepariwisataan, terutama Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) daerah yang mempunyai tugas dan wewenang mengembangkan dan memanfaatkan aset daerah yang berupa obyek-obyek wisata.
Disparbud harus menjalankan kebijakan yang paling menguntungkan bagi daerah dan wilayahnya dan berusaha memberikan kepuasan kepada wisatawan yang berkunjung ke daerahannya.
Melakukan koordinasi dengan berbagai macam lembaga termasuk kepada masyarakat agar semua saling mendukung. Salah satunya adalah menyambut wisatawan dengan keramah-tamahan.
Ini mungkin hal sepele, tetapi bagi wisatawan atau traveler sangat penting karena membuat kita nyaman saat berkunjung ke suatu daerah.

Kesimpulan
Dari pengalaman saya dan teman-teman yang telah menjelajah Labuan Bajo, semua merasa senang dan tertarik untuk datang kembali karena menjelajah dalam waktu 3 atau 4 hari tidak cukup.
Ini membuktikan jika Labuan Bajo memang sudah bisa mampu memikat wisatawan atau traveler untuk ke sana. Selain karena mamang alamnya yang sangat indah, Labuan Bajo memenuhi syarat sebagai Destinasi Wisata yang memadai dan layak dikunjungi seperti syarat-syarat yang dikemukakan di atas.
Belum lagi hingga kini pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus menerus melakukan perbaikan di sana-sini. Pemerintah pusat bahkan menempatkan Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas dari lima (5) destinasi lainnya sehingga akan diutamakan.
Saya sebagai salah satu traveler sangat berharap, semoga upaya yang dilakukan pemerintah ini didukung oleh semua lapisan masyarakat dan destinasi wisata Indonesia makin harum di kancah dunia pariwisata international. []

Siapa Pun Akan Susah Move On Setelah Menjelajah Labuan Bajo




SAYA ngeblog sudah cukup lama, sejak zaman platform berinsial “M” berdiri dan menjadi platform blog paling banyak peminatnya. Waktu itu ngeblog benar-benar ingin berbagi pengalaman, sayang sekali platform tersebut gulung tikar.
Padahal saat itu, platform blog tersebut paling user frendly karena kita tinggal daftar, bikin akun, pilih templet yang kita sukai, ganti visual, lalu nulis, jadilah blog kita. Kita bisa menulis apa pun di sana tanpa takut dikritisi.
Saat bikin akun di sana, saya sama sekali tidak memikirkan apa pun kecuali akun  dengan nama sendiri karena memang itu yang saya inginkan. Ingin membranding diri sendiri, hehehe.
Seiring dengan perkembangan dunia bloging yang semakin cerah, saya akhirnya beli domain sendiri. Karena memang tujuannya untuk berbagi, saya menggunakan domain dengan nama sendiri. Bahkan, hingga sekarang, domain utama dan sering saya gunakan domain tersebut.
Mengapa saya menggunakan nama saya untuk blog utama saya? Jika dulu saya tidak pernah memikirkan cara memilih nama domain yang menurut saya penting, saat saya menggunakan domain pribadi, paling tidak ada 5 hal penting yang saya pikirkan;
Pertama Mudah Diucapkan
Apa yang pertama kali ada dalam pikiran ketika mau beli domain? Dalam pikiran saya, domain harus mudah diucapkan. Kebetulan nama saya mudah diucapkan, jadi pilih nama sendiri sebagai domain.
Kenapa domain harus mudah diucapkan? Supaya mudah diingat, sehingga orang ketika akan membaca-baca tulisan kita bisa langsung cari lewat Mbah Google. Kalau susah diucapkan, selain susah mencarinya, pembaca juga susah menghapalnya, hehehe.
Sayang banget kan, kalau punya domain, tetapi pembaca tidak mengingat domain kita. Padahal kita punya blog untuk berbagi dengan pembaca.
Kedua, Tidak Melanggar Hak Cipta
Bagian kedua ini menurut saya sangat penting, domain tidak melanggar hak cipta. Karena saya bergelut di bidang kreatif, saya nggak mau dong, punya karya yang melanggar hak cipta, termasuk nama domain.
Sayang sekali kalau kita punya domain bagus, tetapi di tengah jalan ternyata digugat karena ternyata domain kita melanggar hak cipta orang lain. Selain merepotkan kita nggak enak sama pembaca kita, hehehe


Ketiga, Tidak Panjang
Kebanyang nggak sih, kalau domain blog atau web kita sepanjang kereta api? Selain susah sekali saat cari di mesin pencari, pembaca juga sudah nyerah duluan sebelum cari. Selain itu, pembaca juga pasti akan susah menghapal.
Jadi saran saya, kalau mau cari domain, cari domain dengan maksimal tiga (3) kata saja, jangan banyak-banyak. Tiga (3) kata saja sudah cukup banyak, lho, apalagi lebih dari 3 kata.
Keempat, Brandable
Kita sering mendengar kata Branded kan? Seperti baju branded, tas branded, dan sebagainya.
Branded berasal dari kata brand yang sebenarnya jika diartikan dalam satu (1) kata adalah karakter. Tapi, brand sekarang lebih digunakan sebagai pengganti kata merek. Jadi yang dimaksud baju branded dan sebagainya adalah baju bermerek.
Nah, sebisa mungkin ketika kita memilih domain, domain tersebut akan jadi merek kita sebagai pemiliknya. Kenapa sih, harus bisa jadi merek? Supaya pembaca kita ingat dengan domain kita dan mudah ketika akan mencari tulisan-tulisan kita.
Kelima, Belum Dipakai Orang Lain
Bagian kelima ini gampang-gampang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa cari domain yang belum dipakai orang lain, buktinya banyak yang bisa melakukan, hehehe.
Memang kenapa sih, domain harus belum dipakai sama orang lain? Bukan apa-apa, takutnya domain tersebut telah digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti jual barang yang nggak-nggak, dipakai nyepam, dan sebagainya.


Cara Mudah Cari Domain
Setelah tahu tips cari domain versi saya, lalu bagaimana cara mudah mencari domain? Berikut ini tahapan-tahapan singkatnya;
1). List Daftar Nama Domain
Supaya domain yang kita beli tidak membuat kita menyesal, ada baiknya kita buat list domain yang kita inginkan. List ini manfaatnya sangat banyak, terutama kalau ternyata domain yang kita pilih sudah dibeli orang lain. Nah, dengan adanya list nama-nama domain, kita akan mudah mencarinya.
2). Cek Ketersediaan Domain
Dari list domain yang sudah kita buat, tahapan selanjutnya adalah mengecek ketersediaan setiap domain yang sudah kita list. Kita tidak perlu mengeceknya satu persatu, kita cukup mengeceknya melalui mesin yang sudah disediakan. Akan tetapi, kalau mau cek satu-satu bisa cek melalui perusahaan penyedia domain, terutama penyedia domain murah.
3). Segera Order
Bagian ketiga ini penting banget, begitu domain yang kita incar masih ada, sesegera mungkin order nama domain tersebut. Lho, kok, secepat itu sih, belinya?


Pengalaman saja ya, saya pernah mengincar salah satu domain, sudah mau booking eh, kelupaan, esok hari cek lagi, ternyata domain tersebut sudah dimiliki orang lain. Kalau sudah begini, kita nggak bisa apa-apa, yang ada menyesal.
Sementara neh, kalau kita paksa beli domain tersebut, bisa jadi harganya sangat mahal karena tahu kita butuh domain tersebut. So, begitu dapat domain yang kita incar, segera order sebelum menyesal kemudian.
Itu saja, tips memilih domain ala saya, semoga bermanfaat.

5 Tips Penting Memilih Domain yang Aman Menurut Saya



SIAPA neh yang suka traveling? Saya yakin semua teman-teman saya pada suka traveling karena sudah menjadi kebutuhan bahkan sudah jadi gaya hidup. Kalau belum traveling rasanya belum lengkap, hehehe.
Apa lagi, saat ini yang namanya traveling sangat dimudahkan. Tinggal duduk manis di depan laptop, buka-buka destinasi yang diincar, atur jadwal, cari tiket dan akomodasi secara online, pergi jalan-jalan, deh.
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak teman-teman traveler ketika traveling tidak memperhatikan asuransi perjalanan. Padahal, menurut saya, sebagai bagian dari menjaga diri, asuransi perjalanan penting.
Kita nggak pernah tahu kan, apa yang akan terjadi ketika kita dalam perjalanan? Walau pun tidak berpikir negatif, kita perlu berjaga-jaga. So, bagi traveler, asurasi perjalanan penting.


Eh, tapi kan kita punya BPJS Mas? Memang benar, sekarang semua orang Indonesia sudah punya asuransi BPJS, tetapi BPJS ternyata belum cukup karena tidak semua bisa di-cover, makanya perlu asuransi tambahan.
Saya dan seluruh keluarga kecil saya juga punya BPJS, bahkan hampir tiap minggu minggu digunakan, terutama untuk kontrol gigi dan kesehatan anak-anak yang memang sedang berkembang. Saya berkali-kali menggunakan BPJS juga jika sakit dan semua baik-baik saja.
Akan tetapi, kalau sudah urusan akan melakukan perjalanan saya tetap membutuhkan tambahan asuransi selain BPJS, yaitu asuransi perjalanan.
Saya paham, asuransi perjalanan memang tidak sepopuler asuransi-asuransi lainnya, dibelinya pun pada saat akan melakukan perjalanan saja, jadi sangat wajar jika kurang populer.


Saya pun awalnya tidak begitu peduli dengan asuransi perjalanan, tetapi setelah mengalami kejadian yang cukup mengerikan saat melakukan perjalan ke sebuah pulau, saya jadi kapok.
Bayangin, di atas udara tiba-tiba mesin pesawat ngandat, tabung-tabung oksigen otomatis keluar dari tempatnya. Semua penumpang panik dan mengenakan tabung oksigen. Beneran, saat itu yang terbayang istri dan anak-anak di rumah.
Sejak itu, setiap akan melakukan perjalanan, usahakan selalu pakai asuransi perjalanan. Apalagi saat ini ada cara yang simpel dan mudah cari asuransi perjalanan, bahkan kita bisa beli sesuai kebutuhan, hehehe.



Manfaat Asuransi Perjalanan
Mengapa sih, kalau akan melakukan perjalanan atau traveling perlu asuransi perjalanan? Karena asuransi perjalanan ada banyak manfaatnya. Paling tidak ada 5 manfaat yang bisa kita dapatkan;
1). Menanggung Biaya Medis
Kita memang tidak pernah menginginkan kejadian yang tidak mengenakan saat melakukan perjalanan atau traveling, tetapi namanya sakit tidak pernah lihat waktu kan? Nah, jika dalam perjalanan kita sakit dan perlu perawatan medis, asuransi perjalanan akan menanggung biayanya.
2. Sumbangan Atas Kematian
Kita tidak pernah tahu kapan akan meninggal, entah lagi leyeh-leyeh di rumah, lagi makan enak, atau dalam perjalanan, kematian bisa saja terjadi. Nah, jika dalam perjalanan kita tiba-tiba harus menghadap yang Mahakuasa, maka asuransi perjalanan akan memberikan sumbangan atas kematian kepada ahli waris kita.
3. Kompensasi Keterlambatan atau Pembatalan
Kita tidak pernah tahu saat dalam perjalanan tiba-tiba pesawat atau transportasi yang kita gunakan tiba-tiba membatalkan keberangkatan karea alasan teknis dan sebagainyanya. Hal ini tentu sangat merugikan kita, kan?
Nah, jika hal tersebut terjadi, asuransi perjalanan akan memberikan kompensasi atas keterlambatan atau pembatalan perjalanan kita, lho, jadi kita nggak rugi. Kompensasi biasanya berupa penginapan gratis selama menunggu penundaan.
4. Ganti Rugi Kerusakan Bagasi
Kita tidak pernah tahu ketika dalam perjalanan mengalami bagasi kita mengalami kerusakan atau malah hilang. Nah, asuransi perjalananan akan mengganti semua kerugian yang kita alami atas kerusakan atau kehilangan bagasi kita.
Kompensasi lainnya seperti kerugian akibat bencana alam dan sebagainya, semua tergantung dari pilihan asuransi yang kita beli. Kalau lihat manfaatnya, asuransi perjalanan emang bermanfaat banget, kan? Selain asuransi perjalanan, yang menurut saya penting asuransi jiwa.


Kalau sudah seperti ini, masa sih, kita melakukan perjalanan tanpa asuransi perjalanan? Padahal sudah sangat jelas manfaatnya. So, mau aman dan nyaman saat melakukan perjalan atau traveling? Pastikan punya asuransi perajalanan.

Traveling Perlu Asuransi Juga, Lho


SEJAK si bugsu berusia tujuh (7) tahun, hampir setiap tahun kami sekeluarga mengagendakan untuk melakukan road trip. Selain karena kita bisa sama-sama merasakan susah senangnya selama dalam perjalanan, saat ini jalan raya sudah enak.
Kami pernah melakukan perjalanan dari Bandung hingga Gunung Kidul selama 4 hari 3 malam. Dari Bandung sengaja pergi pagi-pagi karena kota pertama yang dituju Kota Cirebon.
Selama sehari penuh kita eksplor Kota Cirebon, mulai dari menikmati kulinernya yang enak-enak seperti Nasi Jamblang dan Empal Gentong. Mengunjungi Keraton Kesepuhan yang penuh dengan sejarah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa hingga Taman Sari Gua Sunyaragi.
Khusus Keraton Kasepuhan, saya dan anak-anak cukup lama berada di sana karena mengelilingi seluruh isinya. Keraton Kesepuhan dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mohammad Arifin yang juga cicit dari Sunan Gunung Jati.
Keraton yang semula dinamakan Keraton Pakungwati ini dibangun sebagai pusat pemerintahan Cirebon pada masa lalu. Namanya diubah menjadi Keraton Kasepuhan setelah adanya pembagian wilayah keraton pada masa pemerintahan Pangeran Mertawijaya, yang dikenal sebagai Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.
Dalam Keraton Kesepuhan kita bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah seperti kereta kencana, gamelan dari tahun 1426, lukisan antik Prabu Siliwangi, rebana peninggalan Sunan Kalijaga, hingga meriam mini. Anda pun dapat menjelajahi area Keraton untuk mengamati arsitekturnya yang memiliki nilai filosofi tinggi, dan sebagainya.
Usai puas mengunjungi Keraton Kesepuhan, menghabiskan sore Cirebon Waterland Taman Ade Irma Suryani sebelum menginap di salah satu hotel yang sudah saya pesan. Pagi harinya baru melanjutkan perjalanan ke Jogja dan ke Gunung Kidul untuk menikmati pantai-pantai di sana.

Road Trip ke Jogja Mampir ke Candi Ratu Boko (Dok Pri)

Kita  pernah juga road trip tipis-tipis ke Tasikmalaya dan Garut untuk menikmati desa wisata dan pantai-pantainya yang indah.
Nah, tahun ini kami merencanakan untuk road trip ke Ujung Genteng Sukabumi sekitar Bulan November. Kami akan road trip sekitar 3 hari 2 malam, mengingat perjalanan dari Bandung ke Sukabumi perlu waktu seharian makanya perlu Hotel di sekitar pantai Ujung Genteng.
Seperti road trip sebelum-sebelumnya, jauh-jauh hari saya buat itinerary-nya supaya semua target destinasi tercapai. Tidak hanya destinasi tujuan, melainkan juga akomodasi lain seperti penginapan. Ini penting banget, meski bisa tidur di mobil, penginapan buat saya sangat penting.

Salah satu Pantai di Ujung Genteng (Foto Ali)

Salah Satu Penginapan di Ujung Genteng (Foto Ali)


Booking Hotel Last Minute bisa di Traveloka
Meski Itinerary telah dibuat, terkadang ketika telah sampai tujuan, kadang berubah pikiran, misal tiba-tiba ingin pindah penginapan karena ternyata ada penginapan yang lebih unik dan menarik yang layak untuk staycation.
Terkadang juga, sampai tujuan sudah terlalu larut, jadi tidak mungkin mengejar penginapan yang sudah jauh-jauh dipesan. Mau tidak mau harus cari penginapan terdekat dengan cepat.
Beruntung, saat ini Traveloka menghadirkan fitur-fitur yang berguna bagi traveler seperti fitur pay@hotel, easy reschedule, last minute hotel, & hotel near me. Jadi, begitu ingin pindah penginapan tinggal cari saja.
Akomodasi yang disediakan pun bukan hanya hotel, melainkan ada villa, apartement, dan sebagainya. Terus ini salah satu fitur yang paling saya suka pay@hotel, hehehe.
Kan, biasanya kalau sudah booking penginapan kita harus buru-buru bayar, iya kalau koneksi internet lancar atau kita berada di lokasi yang mudah cari ATM, kalau tidak bagaimana? Bisa-bisa penginapan yang kita pesan hangus. Nah, dengan fitur pay@hotel, kita bisa bayar penginapan kita di hotel.
Untuk menggunakan fitur pay@hotel, kita hanya perlu memasukkan rincian kartu kredit sebagai jaminan pesanan. Setelah melakukan pemesanan penginapan, kita akan mendapatkan voucher hotel.
Nanti, pada saat check-in, kita cukup menunjukkan voucher penginapan tersebut pada resepsionis untuk kemudian melakukan pembayaran secara tunai maupun menggunakan kartu kredit.
Selain kemudahan fleksibilitas yang ditawarkan, pelanggan juga akan mendapatkan Traveloka Poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai reward menarik jika melakukan pemesanan penginapan menggunakan fitur pay@hotel.
Oh iya, untuk menikmati fitur tersebut, langkah-langkahnya sangat mudah, lho, bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini;
1). Cari Hotel
Mulai dengan mengisi destinasi, jumlah tamu, dan durasi inap.
2). Pilih Fitur Pay@Hotel
Di halaman hasil pencarian, cari akomodasi dengan fitur pay@hotel atau klik filter pay@hotel yang terletak di bagian atas hasil halaman pencarian untuk menampilkan akomodasi dengan opsi bayar di Hotel.
3). Pesan Hotel
Pada halaman hotel, pilih akomodasi yang ditandai dengan label pay@hotel
4). Isi Rincian Kartu Kredit
Setelah memilih penginapan dan kamar, isi rincian kartu kredit yang digunakan hanya untuk menjamin pesanan. Kartu kredit pelanggan tidak akan dikenai biaya apa pun pada saat pemesanan, kecuali jika pesanan dibatalkan atau pelanggan tidak datang.
5). Dapatkan Voucher Hotel
Dalam waktu maksimal 60 menit setelah pesanan dikonfirmasi, Traveloka akan mengirim voucher hotel ke email pelanggan.
Hingga saat ini, fitur pay@hotel telah didukung oleh ribuan mitra hotel Traveloka yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia maupun Asia Tenggara. Dapat diakses melalui situs web Traveloka dan Traveloka App, fitur tersebut  semakin memudahkan pelanggan dalam merencanakan perjalanan yang mudah dan nyaman.

Tak hanya itu, fitur tersebut sangat membantu para pelanggan untuk mengatur pengeluaran secara lebih fleksibel karena pembayaran dilakukan saat pelanggan tiba di hotel.


Pesan Sekarang Bayar Kemudian
Satu lagi neh, yang asyik dari Traveloka, kita bisa pesan penginapan atau akomodasi apa pun sekarang dan bayarnya kemudian dengan menggunakan PayLater. Fitur pelengkap yang dikembangkan oleh Traveloka ini sangat memungkinkan para penggunanya untuk melakukan travelling “PayLater”.
Fitur ini menjadi bagian dari beberapa cara pembayaran yang sebelumnya sudah difasilitasi juga oleh Traveloka, seperti e-money, kartu kredit dan debit. PayLater sendiri merupakan hasil kerja sama Traveloka dengan strartup P2P lending Danamas yang merupakan mitra dari penyalur pinjaman dana.
Danamas sebagai mitra resmi yang terdaftar dan pertama kali memiliki izin beroperasi dari OJK. Jadi, kita aman menggunakannya, aman pula data pribadi kita. Yuk ah, kita traveling bareng! Mumpung sekarang sangat mudah.

Road Trip ke Ujung Genteng Pesan Akomodasi Lebih Mudah Lewat Traveloka