SEJAK Samsung mengeluarkan type A, saya beneran tergoda untuk memiliki salah satu typenya, terutama Samsung A50. Samsung Galaxy  A50 selain menjadi handphone triple kamera dengan harga termurah juga menawarkan beberapa fitur unggulan yang biasa terpasang di perangkat flagship.
Sebut saja misalnya sensor sidik jari optik yang berada di bawah layar, kemudian layar Super AMOLED, dan yang paling menggoda saya ada tiga kamera belakang. Tak kalah menggoda, dalamannya disokong chipset Exynos 9610.
Keunggulan chipset Exynos 9610, antara lain membuat kamera yang terpasang mampu merekam dalam gerakan lambat hingga 480 fps (frame per detik), Full HD (1080p) dan 120 fps pada resolusi 4K yang mumpuni. Kebayang kan, bagaimana hasil foto dan video yang kita buat?
Apa lagi keunggulan Samsung Galaxy A50? Lebih lengkapnya, berikut ulasan lengkap yang saya buat setelah menggunakannya.

Desain dan Layar
Desan dan layar Galaxy A50 sangat mirip dengan A30, yaitu menggunakan layar Full HD+ (2340 x 1080) Super AMOLED Infinity-U 6,4 inci. Jadi terasa sedikit besar, terutama ketika meraih keseluruhan area. Tetapi, jangan khawatir, saat menggenggam A50 tidak perlu repot mengatur tangan untuk menggunakan sensor sidik jari karena sensor sidik jari optik terpasang di layar.
Pada layar ada lekukan kecil di bagian atas, Samsung menyebutnya layar Infinity-U atau waterdrop notch. Pada bagian inilah ditempatkan kamera selfie bersama dengan sensor lainnya.


Desain Galaxy A50 sendiri menurut saya cukup ramping, cuma 7,7mm, dengan jack headphone 3.5mm dan USB-C di bagian bawah. Kemudian ada tombol power dan volume di samping.
Meskipun bingkainya terlihat seperti aluminium dan bagian belakangnya menyerupai kaca, ternyata bukan alumunium atau kaca, melainkan masih menggunakan bahan Polimer. Supaya layarnya awet, layar dilapisi Gorilla Glass 5 di bagian depan. Galaxy A50 menyediakan empat pilihan warna, yakni warna black, white, blue dan coral.

Hardware dan Performa
Seperti yang saya ceritakan di atas, Samsung Galaxy A50, tenaganya disokong dengan chipset Exynos 9610. Exynos 9610 mempunyai konfigurasi Octa-core, kombinasi empat inti Cortex-A73clock dengan speed 2,3 GHz serta empat inti Cortex-A53 dengan clock speed 1,6 GHz.
Empat core efisiensi Cortex A53 yang memiliki clock 1.7GHz, membuat Galaxy A50 tidak menyedot daya saat tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Kemudian ada GPU MP3 Mali G72 yang menangani grafis.
Dengan Exynos 9610, kita bisa melakukan banyak kegiatan dengan mudah. Seperti main game, bersosmed, edit video, dan sebagainya.
Galaxy A50 menyediakan varian yang memiliki RAM 4GB untuk ROM 64GB dan varian RAM 6GB untuk ROM 128.


Performa baterai Galaxy A50 sesuai dengan apa yang saya harapkan. Dengan menggunakan baterai 4.000 mAh, baterai Galaxy A50 mampu bertahan sehari penuh dengan berbagai aktifitas. Aktivitas bermain game, media sosial, streaming musik, dan streaming film.
Untuk pengisian baterai, Galaxy A50 sudah menggunakan fitur Fast Charging 15 watt. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai 1% – 100% sekitar 2 jam 31 menit.

Kamera
Galaxy A50 sebagai handphone triple kamera dengan harga termurah hadir dengan pengaturan tiga kamera belakang yang mencakup lensa utama 25MP,[2]  lensa ultra wide 8MP (sudat pandang 123 derajat), dan sensor Bokeh 5MP. Ini mirip dengan Galaxy A7, hanya saja kamera utamanya memiliki sensor 25MP, bukan sensor 24MP. Kualitas hasil gambar atau foto yang dihasilan dari keduanya sama saja.
Jadi ingat Xiomi Redmi 4a yang sebelumnya saya pakai, kamera yang tertanam hanya 13MP saja hasil jepretan dan rekaman videonya saja sudah sangat bagus, apalagi kalau sampai 25MP coba?
Balik ke Galaxy A50, aplikasi kamera pada Galaxy A50 mengemas sejumlah fitur, seperti Live Fokus (mode bokeh), mode Pro, slow motion, opsi perekaman video hyperlapse, dan beberapa fitur yang sering ada di aplikasi kamera khas samsung type lainnya.
Kamera utama mengambil foto yang bagus dalam cahaya alami yang cukup, tetapi ada noice dalam pengambilan cahaya rendah. Detail menjadi buram dalam kondisi cahaya rendah, dan jika ada terlalu banyak lampu di sekitar objek, hasil foto menjadi sedikit berlebihan.
Lensa ultra-wide sangat membantu pada saat mengambil lebih banyak objek dalam satu gambar. Lensa ultra-wide menggunakan aperture F2.2 (kamera utama adalah F1.7).
Lensa kamera belakang ketiga adalah sensor bokeh 5MP yang memungkinkan kita bisa langsung mengambil gambar bokeh. Oh iya, saat mengunakan Live Focus yang diambil di dalam ruangan dengan pencahayaan yang baik, kameranya mampu menghasilkan foto keren.
Kamera depan dengan resolusi 25MP dengan aperture f2.0 mampu mengambil foto dengan mode Live Fokus. Dalam cahaya yang cukup dan kondisi yang tidak terlalu terang, hasilnya cukup bagus.
Samsung Galaxy A50 mendukung perekaman video hingga resolusi 1080p (Full-HD) dari kamera depan dan belakang. Akan tetapi, tidak menyediakan rekaman video 4K dan tidak memiliki opsi 60fps. Jadi, masih cukuplah untuk mengambil video dengan kualitas bagus.

Interface
Galaxy A50 (bersama dengan Galaxy A30 dan Galaxy A10) adalah perangkat di segmen menengah pertama Samsung yang hadir dengan Android Pie dan Samsung One UI dengan versi terbaru One UI 1.1, sama seperti yang ditemukan di Galaxy S10.
One UI 1.1 menghadirkan dukungan untuk fitur Digital Wellbeing, yang berfungsi untuk memberikan informasi seberapa banyak kita menggunakan ponsel setiap harinya, mengidupkan alarm, timer, dan aplikasi tertentu lainnya.

Galaxy A50 mendukung Bixby Voice meskipun tidak memiliki tombol Bixby khusus, kita bisa menggunakan tombol power untuk meluncurkan Bixby Voice.
Setelah tombol power dipetakan ke Bixby, opsi power untuk restart atau mematikan telepon dipindahkan ke tombol pengaturan (untuk melihat geser layar dari atas kebawah) dan ini eksklusif untuk Android Pie.
Fitur lain pada Galaxy A50 termasuk mode One UI Night, Always On Display, Secure Folder, Dual Messenger, mode One-handed, Game Launcher, Blue light Filter, dan navigation bar gestures.

Kesimpulan
Samsung Galaxy A50 buat saya cukup mumpuni, sesuai dengan kebutuhan dan kantong, hehehe. Selain memiliki fitur yang baik seperti layar Super AMOLED, kamera belakang ultra widenya membuat saya puas mengambil objek untuk foto atau video. Daya tahan batere Galaxy A50 sangat baik, apalagi  dilengkapi dengan Android Pie, dan fitur One UI terbaru dari Samsung, jadi makin menggoda.
Sayangnya, sensor sidik jari dalam layarnya terkadar kurang akurat. Akan tetapi, jika kita  menginginkan handphone triple kamera dengan harga termurah, maka Galaxy A50 adalah opsi yang tepat. []

Samsung Galaxy A50, Handphone Triple Kamera dengan Harga Termurah


Menurut survey, 60% Generasi Milineal tidak tertarik dengan koperasi.
Padahal, sejatinya konsep koperasilah yang paling tepat untuk mendorong Generasi Milenial menjadi milyader di era digital seperti sekarang ini.
Gusbud (koperasi.net. 14/5/ 2018)


DAHULU, ketika pertama kali koperasi digulirkan Mohammad Hatta atau Bung Hatta, tujuannya tidak lain untuk kemerdekaan perekonomian di bumi pertiwi tercinta ini.
Bung Hatta bercerita dalam buku otobiografinya yang berjudul Bukittingi-Rotterdam Lewat Betawi, beliau dengan Samsi –sang kawan yang juga ahli perkoperasian, pada pertengahan tahun 1925 pergi ke Negara Skandinavia; Denmark, Swedia, dan Norwegia untuk belajar koperasi pertanian, koperasi konsumsi, dan koperasi perikanan.
Dari perjalanan tersebut Bung Hatta yakin, ekonomi rakyat Indonesia harus bertumpu pada koperasi karena koperasi membuat rakyat belajar berdiri sendiri berdasarkan self-help dan oto-aktivita.
Ide dasar koperasi yang dikemukakan Bung Hatta sangat jelas, koperasi adalah usaha bersama yang berdasar kekeluargaan. Karena dasarnya kekeluargaan maka dalam koperasi tidak ada dikotomi antaranggota.
Kini, hampir satu abad koperasi menjadi tiang penyangga perekonomian di Indonesia. Meski terus melakukan perbaikan, upaya tersebut sangat pantas untuk diapresi. Terlebih lagi selain pemerintah, banyak pihak swasta yang mendukung.
Masalahnya, saat ini ada beberapa pihak yang tidak yakin jika Generasi Milenial tidak tertarik dengan koperasi. Mereka menganggap koperasi jadul, out of date, dan alasan-alasan lainnya. Padahal masa depan koperasi Indonesia ditentukan oleh Generasi Milenial.
Lantas pertanyaannya, apakah benar generasi Milenial tidak tertarik dengan koperasi?

Generasi Milenial dan Gaya Hidup
Generasi Milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000an. Mereka  spesial karena sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka lahir pada saat televisi sudah berwarna, handphone sudah ada digenggaman setiap orang, dan internet sudah mudah diakses. Tidak heran, mereka sangat mahir dalam teknologi.
Informasi yang saya dapat dari buku Profil Generasi Milenial Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Badan Pusat Statistik, dari 255 juta penduduk Indonesia, tercatat 81 juta merupakan Generasi Milenial.
Ciri lain dari Generasi Milenial, gaya hidup mereka identik dengan kehidupan modern dan serba praktis, termasuk dalam kehidupan ekonominya. Mereka lebih suka menggunakan kartu debit, kartu kredit, dan uang digital dibanding tunai.

Potret Generasi Milenial (foto Ali)
Menurut survei yang dilakukan Visa Worldwide, 70% Generasi Milenial sudah meninggalkan pembayaran tunai. Survei ini dilakukan terhadap 5000 remaja gen Y yang berusia 18-28 tahun di 11 negara Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Indonesia. Kartu kredit dan debit menjadi alat pembayaran favorit di Afrika Selatan dan Korea.
Karena meninggalkan uang tunai, kehidupan mereka bergantung dengan gedget dan internet. Mereka lebih resah ketika handphone ketinggalan di rumah daripada ketinggalan dompet.

Koperasi dan Generasi Milenial
Dalam kurun waktu kurang lebih sepuluh tahun ke belakang, seiring dengan mudahnya akses internet dan semakin murahnya gedget, semakin menjamur pula Olshop atau online shop.
Mereka berlomba-lomba menarik penjual (sebagian besar UKM) yang tersebar di seluruh nusantara. Mereka berlomba-lomba pula menarik pembeli yang sebagian besar Generasi Milenial dengan berbagai produk dan promo-promo yang menarik.
Tidak heran, sejak online shop booming, banyak Generasi Milenial yang dalam waktu singkat menjadi pengusaha sukses. Sebut saja misalnya di Bandung ada Kripik Singkong Pedas Maicih yang sangat fenomenal, Kripik Pisang Zanana yang sudah mendunia, dan makanan lainnya.
Kemudian di bidang fashion ada Batik Trusmi dari Cirebon, hijup, dan brand-brand fashion lainnya yang semuanya dimiliki Generasi Milenial.

Generasi Milenial Akrab dengan Toko Online (Foto Ali)
Menjamurnya Olshop kemudian diikuti oleh Ojol atau ojek online yang tidak kalah fenomenalnya. Bayangkan, hanya dengan sebuah aplikasi pengguna dimudahkan dalam urusan transportasi. Kita cukup buka aplikasi, memastikan lokasi jemput dan lokasi tujuan, driver langsung datang.
Hebatnya lagi, hanya berbekal aplikasi ojek online, ratusan ribu drivel di kota-kota besar di Indonesia kini menggantungkan hidup. Tidak hanya sebagai driver, mereka juga membelikan dan mengantar makanan yang dipesan pelanggan. Mereka juga sekaligus menjadi marketing bagi aplikasi tersebut dengan suka rela.
Seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan, aplikasi ojek online pun terus menambah servisnya. Servis yang memang dibutuhkan Generasi Milenial.
Saat ini orangtua sangat mafhum jika tiba-tiba anak kesayangannya minta dipesankan ojek online untuk pulang dari sekolah, tiba-tiba minta beli baju lewat olshop, atau ketika lapar, memilih makanan yang ditawarkan dalam aplikasi, lalu pesan.
Sekilas apa yang dilakukan Olshop dengan UKM-UKM di belakangnya, begitu pun yang dilakukan Ojol dengan driver-drivernya dan para konsumennya biasa saja, padahal jika melihat ciri-ciri koperasi, mereka telah melakukan praktik koperasi yang sesungguhnya. Bedanya, mereka tidak menyebut sebagai koperasi.
Kok bisa mereka disebut sebagai koperasi? Coba tengok apa yang mereka lakukan. Mereka dengan sadar bergabung dan bergotong royong membangun perekonomian. Mereka secara sadar ingin saling mensejaterahkan dan saling menguntungkan. Jika sudah seperti itu, apa bedanya dengan koperasi?

Pilih Menu Makanan Lewat Penyedia Layanan (foto Ali)
Saya jadi teringat salah satu tulisan Bung Hatta dalam buku otobiografinya, beliau menekankan, ketika membangun sebuah usaha berbasis koperasi, tidak selalu harus berbadan hukum atau mengatasnamakan koperasi.
Dalam hal ini kedudukan koperasi tidak hanya sebagai sebuah entitas badan hukum semata, melainkan lebih dari itu berperan sebagai sub sistem ekonomi bahkan sebagai idiologi ekonomi. Barangkali kalau sekarang lebih dikenal dengan nama Ekonomi Kolaboratif.

Koperasi Jaman Now
Pernah dengar Tokopedia, Gojek, dan Traveloka? Tiga  unicorn Indonesia yang sangat dekat dengan Generasi Milenial Indonesia? Ketiga perusahaan tersebut adalah contoh paling sederhana bentuk koperasi jaman now, yaitu koperasi digital.
Mungkin ada yang protes dan menyebut mereka bukan koperasi, melainkan perusahaan Perseroan Terbatas. Bagaimana kalau kita tengok ciri-ciri usaha dalam bentuk koperasi?
1). Bersifat Sukarela
Ciri koperasi yang paling utama adalah sifat keanggotaan yang sukarela. Anggota juga boleh mengundurkan diri kapan pun sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati.
2). Berasas Kekeluargaan
Koperasi berasas kekeluargaan, sesuai dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 pasal 2, di mana koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan.
3). Non-Kapitalis
Koperasi bersifat non-kapitalis, artinya pembagian sisa hasil usaha (SHU) tidak didasarkan dari besarnya modal yang ditanamkan oleh anggota melainkan berdasarkan jasa yang diberikan anggota kepada pihak koperasi.
4). Berprinsip Swadaya, Swakerta, dan Swasembada
Koperasi berprinsip Swadaya, Swakerta, dan Swasembada, maksudnya adalah koperasi berdasarkan pada prinsip usaha sendiri (swadaya), prinsip buatan sendiri (swakerta), dan prinsip kemampuan sendiri (swasembada).
5). Kekuasaan Tertinggi Pada Rapat Anggota
Karakteristik koperasi yang berikutnya adalah rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi yang ada dalam struktur koperasi. Rapat anggota biasanya dilaksanakan sekali tiap tahunnya dan menjadi kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Lima ciri yang saya ulas di atas, semua dilakukan oleh unicorn yang saat ini berkembang di Indonesia. Unicorn yang dekat dengan Generasi Milenial. Jika sudah seperti ini, masih layakkah bertanya benarkah generasi Milenial tidak tertarik dengan koperasi?

Penutup
Sebagai penutup tulisan ini, saya hanya ingin menegaskan bahwa sebenarnya Generasi Milenial sudah menerapkan usaha bahkan menjalankan gaya hidup berbasis koperasi, hanya saja mereka tidak menyadarinya.
Mereka hanya tahu, apa yang mereka lakukan dan terapkan selama ini saling memudahkan dan menguntungkan. Mereka hanya tahu ketika bertransaksi menggunakan aplikasi A maka akan ada keuntungan berupa diskon atau cashback. Ketika menggunakan aplikasi B harganya lebih murah dan ketika menggunakan aplikasi C servisnya memuaskan.
Sekarang, pekerjaan rumah bagi pemerintah dan kita sebagai pelaku koperasi, bagaimana membuat Generasi Milenial sadar jika selama ini mereka hidup dan menjalankan kehidupan dengan nilai-nilai koperasi. Sehingga, ke depan mereka tidak lagi menganggap koperasi jadul, out of date, dan tidak keren.[]


Siapa Bilang Generasi Milenial Tidak Tertarik dengan Koperasi?



SIAPA yang suka jalan-jalan? Apa yang dilakukan ketika jalan-jalan? Apa pula yang dilakukan setelah jalan-jalan? Kalau saya, sebagai traveler ketika jalan-jalan pasti akan mengeksplor sebanyak mungkin destinasi yang saya datangi, bukan apa-apa, supaya dapat banyak manfaat.
Karena saat ini semua orang pegang gedget dan punya media sosial, sebisa mungkin setiap menemukan sesuatu yang menarik, pasti saya informasikan melalui media sosial supaya semua orang tahu, hehehe.
Kemudian setelah jalan-jalan, apa yang saya lihat dan rasakan akan saya tulis di blog, koran atau majalah, kalau dapat honor kan lumayan, bisa buat beli tiket lagi buat jalan-jalan.
Selain dengan cara yang saya ceritakan di atas ada cara lain yang bisa dilakukan, seperti yang dilakukan travelblog.id, mereka membuat game atau permainan berbasis kartu, namanya Jalan Jalin.


Tips Traveling dan Wisata dalam Game Kartu Jalan Jalin (foto Ali)

Game Kartu Jalan Jalin
Saat menerima game kartu Jalan Jalin, saya cukup surprise, warna boxnya sangat menyolok jadi cukup menarik perhatian, hehehe. Setelah saya buka plastiknya dan buka boxnya, ada beberapa kartu bersemanyam di sana.
Ada satu  (1) kartu berukuran 14X11Cm yang menjelaskan tentang travelbog.id dan HolaHalo, satu (1) kartu berukuran 14X11Cm yang menjelaskan Jalan jalin dan Cara Bermain.


Kartu Besar (foto Ali)
Kartu Kecil (foto Ali)

Kemudian ada 40 kartu kecil yang berukuran 10.5X7Cm, pada kedua sisinya berisi tulisan dan gambar. Kartu besar berukuran 14X11CM berjumlah 15 yang berisi kumpulan tulisan dan kumpulan gambar yang ada di kartu kecil. Lalu, bagaimana Cara Mainnya?
1). Setiap pemain mendapat 5 kartu kecil dan sisanya ditumpuk tertutup.
2). Kartu besar ditumpuk di tengah dalam keadaan tertutup.
3). Seorang pemain membuka satu kartu besar dan meletakan di tengah.
4). Setiap kali kartu besar dibuka, pemain harus dengan cepat melihat, apakah gambar yang ada pada kartu miliknya juga terdapat pada kartu besar?
5). Jika ada gambar yang sama, pemain segera meletakkan kartu kecilnya di atas kartu besar yang terbuka. Pemain yang pertama berhasil meletakkan kartu kecilnya di atas kartu besar itulah yang boleh mengurangi kartu kecilnya.
6). Pemain lain yang juga ikut menaruh kartunya, tetapi bukan yang pertama, harus mengambil kembali kartunya.
7). Jika pemain meletakkan kartu kecilnya, tetapi ternyata gambar kartunya tidak ada di dalam kartu besar, maka pemain mendapat denda, ditambah 2 kartu kecil
8). Pemain bergantian membuka kartu besar dan berlomba lebih cepat menghabiskan kartu kecilnya. Jika kartu besar habis dibuka, boleh diulang kembali.
9). Pemain yang menang adalah pemain yang paling cepat menghabiskan kartu kecilnya.
10). Kartu dapat dipakai bolak-balik. Satu sisi bermain dengan figur wisata Indonesia. Satu sisi bermain dengan kata-kata tips wisata. Pemain dapat memilih tema yang dikehendaki.



Kalau dilihat dari cara bermainnya, game Kartu Jalan Jalin ini termasuk dalam kategori game Deexterity (ketangkasan, kecepatan, dan kejelian). Jika dilihat dari jenisnya, game kartu ini masuk dalam kategori party game karena jumlah pemainnya bisa lebih dari 5 pemain. Bagaimana? Penasaran nggak?


Seru Dimainkan Ramai-Ramai (foto Ali)
Manfaat Game Kartu Jalan Jalin
Salah satu ciri game yang baik adalah memberi manfaat baik kepada para pemainnya. Nah, Game Kartu Jalan Jalin ini paling tidak memberikan lima (5) manfaat buat pemainnya;
1). Memperkenalkan HolaHalo “Travel Marketplace” sebagai terobosan besar bagi pariwisata Indonesia.
2). Memperkenalkan berbagai daerah wisata Indonesia yang kaya akan keajaiban wisata yang menarik dan indah.
3). Membangun persahabatan yang penuh tawa dan kegembiraan.
4). Melatih kecepatan, konsentrasi, dan ketepatan.
5). Memberikan berbagai tips perjalanan yang menarik dan penting untuk dilakukan oleh para pecinta wisata.

Oh iya, kartu game Jalan Jalin diterbitkan travelblog.id, sebuah sarana blog travel dan wisata yang menyediakan tempat bagi para traveller dan wisatawan untuk saling berbagi jurnal dan pengalaman. Selamat bermain Game Kartu Jalan Jalin!


Kartu game Jalan Jalin sudah bisa diperoleh di beberapa online store tokopedia, bukalapak, dan store.travelblog.id, juga bisa didapatkan secara offline, toko   "Grow gift shop" di beberapa tempat ini:
1. Jl. Pager Gunung No. 13 Bandung
2. Istana Plaza, Bandung
3. Point Samudera. Lt. 2, Bandung

Mengenal Destinasi Wisata Sambil Main Game Kartu Jalan Jalin



APA yang terlintas di kepala ketika ada seseorang menyebut Kota Garut? Kalau bukan dodolnya, pasti dombanya, hehehe. Padahal, di salah satu kota tujuan wisata Jawa Barat tersebut tidak hanya ada dodol dan domba, lho. 
Garut memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan, salah satunya sektor wisata yang sudah dikenal sejak dulu. Turis-turis dari luar, terutama dari Eropa menyebut Garut sebagai Swiss van Java.
Kemiripan bentang alam pegunungan Garut dengan Swiss –sebelumnya bernama Limbangan, membuat Garut dipublikasikan ke dunia sebagai tempat wisata alam yang tak kalah indahnya dengan Swiss.
Popularitas Garut sebagai Swiss van Java berkat Thilly Weissenborn, seorang fotografer perempuan yang dulu banyak melakukan pemotretan di Pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Salah satu foto lanscape pegunungan Garut yang dihasilkan Thilly mampu memukau para turis dari Eropa.
Selain pegunungan, Garut memiliki pemandian air panas, pantai-pantai yang indah, beberapa kampung adat, Candi Cangkuang, dan berbagai kuliner khas. Garut juga memiliki kawah yang tidak banyak dimiliki daerah lain, kawah yang kemudian dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), namanya PLTP Kamojang.
Selain menjadi PLTP, siapa sangka di Kamojang juga dijadikan tempat wisata. Karena penasaran, saya dan beberapa teman blogger dari beberapa daerah sengaja datang ke Kamojang untuk mengeksplorasi wisatanya.
Kami janjian bertemu di Bandung saat makan siang. Usai makan siang kami menuju Garut menggunakan mobil elef sewaan. Tiba di penginapan kurang lebih pukul 20.00 WIB dengan suhu udara di bawah 10 derajat. Kami istirahat setelah makan malam.

Geotermal Information Center
Tidak lengkap rasanya, jika sudah berada di kawasan PLTP Kamojang, tetapi tidak mengunjungi Geotermal Information Center (GIC). Makanya setelah sarapan, seperti dalam itinerary kami semua menuju GIC yang lokasinya memang tidak jauh dari penginapan.
Begitu tiba di lokasi GIC, semua langsung berlompatan keluar mobil. Halaman GIC yang asri membuat siapa pun nyaman berada di sana. Apalagi ketika sudah masuk gedung GIC.

Halaman GIC yang luas (Foto Ali)
Halaman GIC jadi miniatur pipa PLTP (Foto Ali)



Gedung GIC meski pun dijaga dengan ketat, siapa pun bisa berkunjung untuk wisata edukasi geotermal. Siapa pun yang berkunjung akan masuk ruang audio visual untuk mendapatkan informasi tentang geotermal, baru kemudian menjelajah ruang pamer yang sangat luas.

Ruang Pamer GIC yang bersih dan informatif (Foto Ali)

 Energi Terbarukan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dikelola oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Unit Kamojang. Salah satu anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Dana Ventura yang bergerak di bidang pemanfaatan energi panas bumi. Pertamina sebagai perusahaan panas bumi (geotermal) terbesar di Indonesia tidak ingin sumber alam Indonesia dikuasai oleh asing.
Pemanfaatan energi bumi di Kamojang telah dilakukan sejak  29 Januari 1983 dan digunakan untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1 dengan kapasitas pembangkit sebesar 30MW.
Setelah unit 1 berhasil kemudian dikembangkan unit 2, unit 3, unit 4, hingga unit 5. Bedanya, jika unit 1-3 dikelola PT. Indonesia Power, unit 4 dan unit 5 dikelola oleh PGE. Energi yang dihasilkan dari unit 4 sebesar 60MW sementara unit 5 sebesar 35MW. Total pembangkit mencapai 235 MW.
Sebagai perusahaan yang konsen pada pemanfaatan energi bumi, perusahaan-perusahaan tersebut berperan penting bagi masyarakat, terutama dalam memberikan sumber energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan.
Mereka mengeksplorasi potensi energi bumi menjadi sumber energi alternatif sekaligus menjaga lingkungan supaya tetap sehat bagi masyarakat sekitar.

Kantor Pusat PLTP (Foto)

 Energi Panas Terbaik di Dunia
Tidak banyak yang tahu jika energi panas bumi yang dihasilkan kawah Kamojang adalah energi panas terbaik di dunia. Uap yang dikeluarkan sangat kering  dan kelembabannya sangat rendah. Keadaan tersebut membuat uap bisa langsung masuk ke turbin dan tidak perlu chemical treatment demi mendapatkan kualitas uap yang bagus.
Energi panas bumi sendiri adalah salah satu sumber energi terbarukan di Indonesia yang bisa diolah selain biofuel, biomassa, air, angin, matahari, gelombang laut, dan pasang surut. Potensi panas bumi di Indonesia mencapai 29.000 MW atau 40% cadangan dunia.
Energi panas bumi sendiri mulai dikenal sejak tahun 1970, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Energi terbarukan senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan, hehehe.

Pipa-pipa PLTP yang menjalar (Foto Ali)

 Kawah Kamojang yang Unik
Setelah puas mengelilingi GIC dan mendapat banyak informasi penting, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi PLTP. Jalan yang dilalui meliuk-liuk karena mengikuti kontur lembah.
Sepanjang jalan terlihat pipa-pipa besar untuk mengalirkan uap kawah yang akan diubah menjadi tenaga listrik. Entah berapa kilo meter panjangnya, enggak sempat ngitung, hehehe.
Lima belas menit kemudian, kendaraan masuk parkiran kawasan Wisata Kawah Kamojang yang cukup luas dan bersih. Ada beberapa warung berderet di tepi parkiran yang menyediakan kopi dan camilan buat wisatawan. Begitu pun saat menaiki tangga menuju kawah.
Begitu tiba di ujung tangga, mata saya terpaku pada pemandangan alam pegunungan yang terlihat indah. Ada halaman cukup luas yang bersih, ada gazebo, dan Kawah Manuk.

Kawah Manuk
Kawah Manuk menjadi kawah pertama yang menjadi bagian dari obyek wisata Kawah Kamojang. Kawah berukuran cukup luas yang terhampar di sisi jalan obyek wisata tersebut mengeluarkan uap yang membumbung ke udara.
Kawah berlatar rimbunan semak belukar tersebut diberi nama Kawah Manuk karena dari beberapa lubang yang tertutup kubangan kawah sering terdengar siulan seperti suara manuk. Manuk dalam Bahasa Sunda berarti burung. Sayangnya saat saya ke sana tidak sempat mendengar siulannya.
Tidak jauh dari Kawah Manuk ada kawah yang paling populer di kawasan wisata, yaitu Kawah Kereta Api. Saking populernya, hampir semua wisatawan yang berwisata ke kawah kamojang pasti akan berlama-lama bermain di kawasan Kawah Kereta Api.

Kawah Kereta Api
Kawah Kereta Api memang sangat unik karena bisa mengeluarkan suara seperti Kereta Api jika tempat keluarnya asap kawah dihubungkan dengan sebuah bambu. Ada seorang penjaga yang siap beratraksi di dalam Kawah Kereta Api.
Sesekali penjaga mengajak wisatawan untuk ikut merasakan keunikan kawah. Baik dengan memasang bambu atau membumbungkan barang-barang seperti plastik atau kain bekas, melalui asap Kawah Kereta Api.
Setelah puas menikmati Kawah Kereta Api, kami menaiki tangga, melewati jembatan yang di bawahnya ada aliran sumber air hangat yang dipenuhi uap. Tak jauh dari jembatan ada sebuah pohon cukup besar, tangga, dan jalan menurun yang menjadi penanda Kawah Hujan.

Kawah Hujan 
Saat tiba di Kawah Hujan, sudah ada beberapa wisatawan yang sedang merasakan kehangatan uap kawah serta telur yang direbus dengan air panas kawah. Saya pun tak mau ketinggalan. Langsung mengambil telur puyuh dan telur ayam untuk direbus di genangan air panas Kawah Hujan.
Kawah tersebut dinamakan Kawah Hujan karena jika wisatawan berada di kawah tersebut otomatis baju akan sedikit basah terkena semburan uap yang lembut seperti hujan gerimis.
Cukup lama kami berada di Kawah Hujan. Selain bermain-main dengan air mancur alami juga menghabiskan stok telur penjaga Kawah Hujan.
Eh, katanya penjual telur di Kawah Hujan itu sudah hampir 40 tahun berada di sana, lho. Bahkan sekarang sudah ada generasi keduanya, salah satu anaknya ikut menjual telur.
Sebetulnya selain Kawah Manuk, Kawah Kereta Api, dan Kawah Hujan masih ada Kawah Beureum, kawah terakhir yang ada di kawasan Wisata Kamojang. Kemudian ada bumi perkemahan kamojang, pemandian air panas terbuka yang letaknya di sekitar bumi perkemahan, air terjun, dan danau, tetapi karena sudah siang dan harus melanjutkan perjalanan berikutnya, kami memutuskan meninggalkan Wisata Kamojang yang tidak hanya indah, tetapi juga cantik.

Penangkaran Elang
Selain kawah-kawah yang dioptimalkan untuk PLTU dan dijadikan objek wisata, ada lokasi wisata lain yang tidak banyak diketahui wisatawan, yaitu penangkaran Elang.
Konon, karena kawasan Kamojang lingkungannya terus dijaga, selain penduduk, binatang yang hidup di sana pun merasakan manfaatnya. Salah satu binatang yang nyaman tinggal di sana adalah Elang Jawa.
Sejak tahun 2014, di Kamojang ada Pusat Konservasi Elang yang didirikan oleh PGE. Pusat konsevasi  dilengkapi dengan fasilitas yang merujuk standar internasional dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), Global Facilities for Animal Sanctuary (GFAS), dan International Wildlife Rehabilitation Council (IWRC).
Sejak konservasi tersebut dibuka, banyak elang yang didatangkan dari berbagai daerah untuk dikembalikan ke alam bebas.

Salah satu Elang di penangkaran (Foto Ali)
Pada saat saya ke sana, di Pusat Konservasi Elang Kamojang ada 16 ekor elang yang sedang menjalani masa karantina, terdiri dari 2 ekor Elang Jawa, 5 ekor Elang Brontok, dan 9 Elang Ular. Setelah melewati masa karantina, mereka akan dilepas dan hidup di alam bebas.
Sebagai upaya lanjutan, dalam waktu dekat Pusat Konservasi Elang Kamojang akan menambahkan fasilitas edukasi untuk masyarakat. Fasilitas tersebut nantinya dibuka untuk umum, tujuannya supaya masyakarat dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan elang dari kepunahan. Program lainnya akan melengkapi rangkaian destinasi Desa Wisata Kamojang.

Lokasi Wisata Kawah Kamojang
Lokasi wisata Kawah Kamojang berada di dalam area Geothermal PLTU Kamojang Garut. Berada di perbatasan antara kecamatan Ibun dan Kabupaten Bandung.

Bagaimana Menuju Kawasan Kamojang?
Menuju kawasan Wisata Kamojang tidak susah, paling tidak ada 2 (dua) rute yang bisa digunakan.
1). Rute Bandung-Majalaya-Ibun-Kamojang
Dulu jalur ini jalanannya sempat rusak di beberapa bagian, sempit, ada beberapa tanjakan yang panjang dan tikungan yang curam. Tanjakan terakhir jelang memasuki area kamojang dikenal dengan nama Tanjakan Monteng, Monteng dalam bahasa Sunda berarti miring. Sesuai namanya, Tanjakan Monten selain panjang juga curam dan tajam alias miring, hehehe.
Seiring dengan perkembangan Wisata Kamojang, kini wisatawan nggak perlu lagi melewati Tanjakan Monteng karena sudah ada jalan baru yang memotong dan langsung masuk kawasan wisata. Bahkan ada bonus Kamojang Hill Bridge, jembatan kuning yang sekarang menjadi salah satu ikon kawasan Wisata Kamojang.
2). Rute Garut-Samarang-Kamojang
Rute ini lebih direkomendasikan bagi wisatawan karena cukup gampang dan mudah bagi wisatawan. Dari Kota Garut, wisatawan cukup menuju arah Samarang lalu belok kanan di pertigaan menuju kamojang atau Kampung Sampireun.
Rute ini memang satu jalur dengan lokasi wisata lain yang terkenal di Garut seperti Kampung Sampireun, Kebun Mawar Situhapa, dan lokasi wisata lainnya.

Fasilitas
Selain kawah-kawah yang disebutkan di atas, ada fasilitas lain yang ada di kawasan Wisata Kawah Kamojang.
-          Tempat Parkir Luas
-          Mushola
-          Toilet Umum
-          Gazebo
-          Kamar Mandi Air Panas
-          Warung Makan
-          Tempat Duduk
-          Tempat Sampah

Harga Tiket
Harga tiket masuk kawasan Wisata Kawah Kamojang termasuk cukup murah;
Wisatawan Lokal Dewasa :
Hari Biasa : Rp. 7.000 + Asuransi Rp. 2.000 / Orang / Hari
Hari Libur : Rp. 9.500 + Asuransi Rp. 2.000 / Orang / Hari

Wisatawan Manca Negara Dewasa :
Hari Biasa : Rp. 105.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari
Hari Libur : Rp. 155.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari

Kendaraan di hari biasa dikenakan biaya:
Motor: Rp. 5.000
Mobil: Rp. 10.000
Bus/Truck: Rp. 50.000
Sepeda: Rp. 2.000

Kendaraan di hari Libur dikenakan biaya:
Motor: Rp. 7.500
Mobil: Rp. 15.000
Bus/Truck: Rp. 75.000
Sepeda: Rp. 3.000

Selamat berwisata di Swiss van Java ... eh, Kota Garut, hehehe

Wisata Kawah Kamojang Garut Tak Hanya Indah, Melainkan Juga Unik dan Edukatif