APA yang terlintas di kepala ketika ada seseorang menyebut Kota Garut? Kalau bukan dodolnya, pasti dombanya, hehehe. Padahal, di salah satu kota tujuan wisata Jawa Barat tersebut tidak hanya ada dodol dan domba, lho. 
Garut memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan, salah satunya sektor wisata yang sudah dikenal sejak dulu. Turis-turis dari luar, terutama dari Eropa menyebut Garut sebagai Swiss van Java.
Kemiripan bentang alam pegunungan Garut dengan Swiss –sebelumnya bernama Limbangan, membuat Garut dipublikasikan ke dunia sebagai tempat wisata alam yang tak kalah indahnya dengan Swiss.
Popularitas Garut sebagai Swiss van Java berkat Thilly Weissenborn, seorang fotografer perempuan yang dulu banyak melakukan pemotretan di Pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Salah satu foto lanscape pegunungan Garut yang dihasilkan Thilly mampu memukau para turis dari Eropa.
Selain pegunungan, Garut memiliki pemandian air panas, pantai-pantai yang indah, beberapa kampung adat, Candi Cangkuang, dan berbagai kuliner khas. Garut juga memiliki kawah yang tidak banyak dimiliki daerah lain, kawah yang kemudian dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), namanya PLTP Kamojang.
Selain menjadi PLTP, siapa sangka di Kamojang juga dijadikan tempat wisata. Karena penasaran, saya dan beberapa teman blogger dari beberapa daerah sengaja datang ke Kamojang untuk mengeksplorasi wisatanya.
Kami janjian bertemu di Bandung saat makan siang. Usai makan siang kami menuju Garut menggunakan mobil elef sewaan. Tiba di penginapan kurang lebih pukul 20.00 WIB dengan suhu udara di bawah 10 derajat. Kami istirahat setelah makan malam.

Geotermal Information Center
Tidak lengkap rasanya, jika sudah berada di kawasan PLTP Kamojang, tetapi tidak mengunjungi Geotermal Information Center (GIC). Makanya setelah sarapan, seperti dalam itinerary kami semua menuju GIC yang lokasinya memang tidak jauh dari penginapan.
Begitu tiba di lokasi GIC, semua langsung berlompatan keluar mobil. Halaman GIC yang asri membuat siapa pun nyaman berada di sana. Apalagi ketika sudah masuk gedung GIC.

Halaman GIC yang luas (Foto Ali)
Halaman GIC jadi miniatur pipa PLTP (Foto Ali)



Gedung GIC meski pun dijaga dengan ketat, siapa pun bisa berkunjung untuk wisata edukasi geotermal. Siapa pun yang berkunjung akan masuk ruang audio visual untuk mendapatkan informasi tentang geotermal, baru kemudian menjelajah ruang pamer yang sangat luas.

Ruang Pamer GIC yang bersih dan informatif (Foto Ali)

 Energi Terbarukan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dikelola oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Unit Kamojang. Salah satu anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) dengan PT. Pertamina Dana Ventura yang bergerak di bidang pemanfaatan energi panas bumi. Pertamina sebagai perusahaan panas bumi (geotermal) terbesar di Indonesia tidak ingin sumber alam Indonesia dikuasai oleh asing.
Pemanfaatan energi bumi di Kamojang telah dilakukan sejak  29 Januari 1983 dan digunakan untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang unit 1 dengan kapasitas pembangkit sebesar 30MW.
Setelah unit 1 berhasil kemudian dikembangkan unit 2, unit 3, unit 4, hingga unit 5. Bedanya, jika unit 1-3 dikelola PT. Indonesia Power, unit 4 dan unit 5 dikelola oleh PGE. Energi yang dihasilkan dari unit 4 sebesar 60MW sementara unit 5 sebesar 35MW. Total pembangkit mencapai 235 MW.
Sebagai perusahaan yang konsen pada pemanfaatan energi bumi, perusahaan-perusahaan tersebut berperan penting bagi masyarakat, terutama dalam memberikan sumber energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan.
Mereka mengeksplorasi potensi energi bumi menjadi sumber energi alternatif sekaligus menjaga lingkungan supaya tetap sehat bagi masyarakat sekitar.

Kantor Pusat PLTP (Foto)

 Energi Panas Terbaik di Dunia
Tidak banyak yang tahu jika energi panas bumi yang dihasilkan kawah Kamojang adalah energi panas terbaik di dunia. Uap yang dikeluarkan sangat kering  dan kelembabannya sangat rendah. Keadaan tersebut membuat uap bisa langsung masuk ke turbin dan tidak perlu chemical treatment demi mendapatkan kualitas uap yang bagus.
Energi panas bumi sendiri adalah salah satu sumber energi terbarukan di Indonesia yang bisa diolah selain biofuel, biomassa, air, angin, matahari, gelombang laut, dan pasang surut. Potensi panas bumi di Indonesia mencapai 29.000 MW atau 40% cadangan dunia.
Energi panas bumi sendiri mulai dikenal sejak tahun 1970, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Energi terbarukan senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan, hehehe.

Pipa-pipa PLTP yang menjalar (Foto Ali)

 Kawah Kamojang yang Unik
Setelah puas mengelilingi GIC dan mendapat banyak informasi penting, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi PLTP. Jalan yang dilalui meliuk-liuk karena mengikuti kontur lembah.
Sepanjang jalan terlihat pipa-pipa besar untuk mengalirkan uap kawah yang akan diubah menjadi tenaga listrik. Entah berapa kilo meter panjangnya, enggak sempat ngitung, hehehe.
Lima belas menit kemudian, kendaraan masuk parkiran kawasan Wisata Kawah Kamojang yang cukup luas dan bersih. Ada beberapa warung berderet di tepi parkiran yang menyediakan kopi dan camilan buat wisatawan. Begitu pun saat menaiki tangga menuju kawah.
Begitu tiba di ujung tangga, mata saya terpaku pada pemandangan alam pegunungan yang terlihat indah. Ada halaman cukup luas yang bersih, ada gazebo, dan Kawah Manuk.

Kawah Manuk
Kawah Manuk menjadi kawah pertama yang menjadi bagian dari obyek wisata Kawah Kamojang. Kawah berukuran cukup luas yang terhampar di sisi jalan obyek wisata tersebut mengeluarkan uap yang membumbung ke udara.
Kawah berlatar rimbunan semak belukar tersebut diberi nama Kawah Manuk karena dari beberapa lubang yang tertutup kubangan kawah sering terdengar siulan seperti suara manuk. Manuk dalam Bahasa Sunda berarti burung. Sayangnya saat saya ke sana tidak sempat mendengar siulannya.
Tidak jauh dari Kawah Manuk ada kawah yang paling populer di kawasan wisata, yaitu Kawah Kereta Api. Saking populernya, hampir semua wisatawan yang berwisata ke kawah kamojang pasti akan berlama-lama bermain di kawasan Kawah Kereta Api.

Kawah Kereta Api
Kawah Kereta Api memang sangat unik karena bisa mengeluarkan suara seperti Kereta Api jika tempat keluarnya asap kawah dihubungkan dengan sebuah bambu. Ada seorang penjaga yang siap beratraksi di dalam Kawah Kereta Api.
Sesekali penjaga mengajak wisatawan untuk ikut merasakan keunikan kawah. Baik dengan memasang bambu atau membumbungkan barang-barang seperti plastik atau kain bekas, melalui asap Kawah Kereta Api.
Setelah puas menikmati Kawah Kereta Api, kami menaiki tangga, melewati jembatan yang di bawahnya ada aliran sumber air hangat yang dipenuhi uap. Tak jauh dari jembatan ada sebuah pohon cukup besar, tangga, dan jalan menurun yang menjadi penanda Kawah Hujan.

Kawah Hujan 
Saat tiba di Kawah Hujan, sudah ada beberapa wisatawan yang sedang merasakan kehangatan uap kawah serta telur yang direbus dengan air panas kawah. Saya pun tak mau ketinggalan. Langsung mengambil telur puyuh dan telur ayam untuk direbus di genangan air panas Kawah Hujan.
Kawah tersebut dinamakan Kawah Hujan karena jika wisatawan berada di kawah tersebut otomatis baju akan sedikit basah terkena semburan uap yang lembut seperti hujan gerimis.
Cukup lama kami berada di Kawah Hujan. Selain bermain-main dengan air mancur alami juga menghabiskan stok telur penjaga Kawah Hujan.
Eh, katanya penjual telur di Kawah Hujan itu sudah hampir 40 tahun berada di sana, lho. Bahkan sekarang sudah ada generasi keduanya, salah satu anaknya ikut menjual telur.
Sebetulnya selain Kawah Manuk, Kawah Kereta Api, dan Kawah Hujan masih ada Kawah Beureum, kawah terakhir yang ada di kawasan Wisata Kamojang. Kemudian ada bumi perkemahan kamojang, pemandian air panas terbuka yang letaknya di sekitar bumi perkemahan, air terjun, dan danau, tetapi karena sudah siang dan harus melanjutkan perjalanan berikutnya, kami memutuskan meninggalkan Wisata Kamojang yang tidak hanya indah, tetapi juga cantik.

Penangkaran Elang
Selain kawah-kawah yang dioptimalkan untuk PLTU dan dijadikan objek wisata, ada lokasi wisata lain yang tidak banyak diketahui wisatawan, yaitu penangkaran Elang.
Konon, karena kawasan Kamojang lingkungannya terus dijaga, selain penduduk, binatang yang hidup di sana pun merasakan manfaatnya. Salah satu binatang yang nyaman tinggal di sana adalah Elang Jawa.
Sejak tahun 2014, di Kamojang ada Pusat Konservasi Elang yang didirikan oleh PGE. Pusat konsevasi  dilengkapi dengan fasilitas yang merujuk standar internasional dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), Global Facilities for Animal Sanctuary (GFAS), dan International Wildlife Rehabilitation Council (IWRC).
Sejak konservasi tersebut dibuka, banyak elang yang didatangkan dari berbagai daerah untuk dikembalikan ke alam bebas.

Salah satu Elang di penangkaran (Foto Ali)
Pada saat saya ke sana, di Pusat Konservasi Elang Kamojang ada 16 ekor elang yang sedang menjalani masa karantina, terdiri dari 2 ekor Elang Jawa, 5 ekor Elang Brontok, dan 9 Elang Ular. Setelah melewati masa karantina, mereka akan dilepas dan hidup di alam bebas.
Sebagai upaya lanjutan, dalam waktu dekat Pusat Konservasi Elang Kamojang akan menambahkan fasilitas edukasi untuk masyarakat. Fasilitas tersebut nantinya dibuka untuk umum, tujuannya supaya masyakarat dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan elang dari kepunahan. Program lainnya akan melengkapi rangkaian destinasi Desa Wisata Kamojang.

Lokasi Wisata Kawah Kamojang
Lokasi wisata Kawah Kamojang berada di dalam area Geothermal PLTU Kamojang Garut. Berada di perbatasan antara kecamatan Ibun dan Kabupaten Bandung.

Bagaimana Menuju Kawasan Kamojang?
Menuju kawasan Wisata Kamojang tidak susah, paling tidak ada 2 (dua) rute yang bisa digunakan.
1). Rute Bandung-Majalaya-Ibun-Kamojang
Dulu jalur ini jalanannya sempat rusak di beberapa bagian, sempit, ada beberapa tanjakan yang panjang dan tikungan yang curam. Tanjakan terakhir jelang memasuki area kamojang dikenal dengan nama Tanjakan Monteng, Monteng dalam bahasa Sunda berarti miring. Sesuai namanya, Tanjakan Monten selain panjang juga curam dan tajam alias miring, hehehe.
Seiring dengan perkembangan Wisata Kamojang, kini wisatawan nggak perlu lagi melewati Tanjakan Monteng karena sudah ada jalan baru yang memotong dan langsung masuk kawasan wisata. Bahkan ada bonus Kamojang Hill Bridge, jembatan kuning yang sekarang menjadi salah satu ikon kawasan Wisata Kamojang.
2). Rute Garut-Samarang-Kamojang
Rute ini lebih direkomendasikan bagi wisatawan karena cukup gampang dan mudah bagi wisatawan. Dari Kota Garut, wisatawan cukup menuju arah Samarang lalu belok kanan di pertigaan menuju kamojang atau Kampung Sampireun.
Rute ini memang satu jalur dengan lokasi wisata lain yang terkenal di Garut seperti Kampung Sampireun, Kebun Mawar Situhapa, dan lokasi wisata lainnya.

Fasilitas
Selain kawah-kawah yang disebutkan di atas, ada fasilitas lain yang ada di kawasan Wisata Kawah Kamojang.
-          Tempat Parkir Luas
-          Mushola
-          Toilet Umum
-          Gazebo
-          Kamar Mandi Air Panas
-          Warung Makan
-          Tempat Duduk
-          Tempat Sampah

Harga Tiket
Harga tiket masuk kawasan Wisata Kawah Kamojang termasuk cukup murah;
Wisatawan Lokal Dewasa :
Hari Biasa : Rp. 7.000 + Asuransi Rp. 2.000 / Orang / Hari
Hari Libur : Rp. 9.500 + Asuransi Rp. 2.000 / Orang / Hari

Wisatawan Manca Negara Dewasa :
Hari Biasa : Rp. 105.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari
Hari Libur : Rp. 155.000 + Asuransi Rp. 5.000 / Orang / Hari

Kendaraan di hari biasa dikenakan biaya:
Motor: Rp. 5.000
Mobil: Rp. 10.000
Bus/Truck: Rp. 50.000
Sepeda: Rp. 2.000

Kendaraan di hari Libur dikenakan biaya:
Motor: Rp. 7.500
Mobil: Rp. 15.000
Bus/Truck: Rp. 75.000
Sepeda: Rp. 3.000

Selamat berwisata di Swiss van Java ... eh, Kota Garut, hehehe

Wisata Kawah Kamojang Garut Tak Hanya Indah, Melainkan Juga Unik dan Edukatif




Sebagai salah satu kota penyanggah ibu kota, banyak orang yang ingin membeli rumah dijual di Tangerang.
Memiliki harga pasaran rumah yang lebih murah dari Jakarta, namun dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai membuat hunian di kota-kota satelit ini laris-manis diburu warga.
Kendati demikian, tetap saja urusan jual beli rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum kita akhirnya memutuskan membeli sebuah hunian.
Salah satu yang penting, namun acap kali dilupakan oleh para pembeli rumah adalah mempertimbangkan kapan waktu terbaik dalam membeli rumah tersebut.
Padahal, membeli rumah pada saat momen-momen tertentu bisa memberikan keuntungan, ataupun kerugian bagi pembeli rumah, lho.
Agar tidak salah ketika membeli rumah dijual di Tangerang, berikut waktu-waktu penting yang harus diperhatikan para pembeli rumah tapak.

1. Momen Buyer’s Time

(Foto: Freepik)

Apakah Anda pernah mendengar istilah buyer’s time? Buyer’s time adalah situasi di mana para pembeli rumah dapat dengan mudah membeli properti dengan harga yang murah.
Momen-momen seperti ini biasanya timbul pada saat harga pasaran properti berada di titik terendah. Misalnya pada tahun 2014-2016 silam, saat harga properti anjlok karena melemahnya ekonomi Indonesia.
Pada momen tersebut harga rumah dijual di Tangerang dan daerah lainnya di Indonesia jalan di tempat, tidak ada penurunan ataupun kenaikan harga rumah yang terjadi pada rentan waktu tersebut.
Di dunia properti, ketika harga rumah di suatu daerah tidak mengalami kenaikan sama sekali dalam rentan waktu satu tahun, maka bisa dikatakan sektor properti di daerah tersebut sedang mengalami penurunan.
Kita tentu tidak ingin hal ini terulang kembali, namun harus diakui, bahwa pada momen-momen seperti inilah membeli rumah dijual di Tangerang bisa sangat menguntungkan Anda.

2. Terjadi Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Umum yang Masif

(Foto: Freepik)

Jika berbicara soal Kota Tangerang sendiri, infrastruktur dan fasilitas umum di sana telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan 10 tahun ke belakang.
Terdapat banyak sekali fasilitas publik yang dibangun demi menunjang aktivitas keseharian warga Tangerang, misalnya fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hiburan.
Infrastruktur dan fasilitas penyambung Kota Tangerang dan kota-kota lain di sekitarnya juga turut dihadirkan, seperti jalan tol, kereta api, bus terintegrasi antar perbatasan, hingga bus rapid transit (BRT).
Oleh sebab itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli rumah dijual di Tangerang karena pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di sana sedang masif-masifnya.

3. Suku Bunga KPR Turun

(Foto: Freepik)

Poin yang satu ini mungkin sudah menjadi rahasia umum di masyarakat, bahwa akan lebih menguntungkan apabila Anda membeli rumah pada saat suku bunga bank sedang turun.
Apalagi para pembeli rumah yang memanfaatkan skema pembelian KPR, dengan rendahnya nilai suku bunga bank, semakin murah pulalah biaya cicilan rumah yang harus Anda bayarkan kepada bank.
Meskipun penurunan suku bunga bank tidak signifikan, atau hanya sebesar nol koma persen saja, namun dalam jangka waktu panjang, hal tersebut dapat menghemat dana pembelian rumah hingga jutaan rupiah.
Misalnya, apabila Anda membeli rumah dijual di Tangerang seharga Rp220 juta dengan suku bunga KPR 4,2 persen, dari semulanya 4,5 persen.
Maka dalam waktu 30 tahun Anda bisa menghemat biaya cicilan rumah hingga sekitar Rp13 juta.
Selain itu, jangan lupa untuk mencari tahu besaran fluktuasi suku bunga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, agar Anda dapat mengetahui level terendah dari suku bunga yang pernah diberikan bank.

4. Ketahui Musim-Musim yang Tepat

(Foto: Freepik)

Terdengar cukup aneh, namun faktanya para pengembang banyak memasarkan produk huniannya pada saat musim kemarau atau musim panas.
Logikanya sederhana, pada saat musim hujan orang-orang cenderung malas melakukan survei langsung ke lokasi perumahan, sehingga aktivitas jual beli rumah sedikit tersendat pada saat musim tersebut.
Akan tetapi, dengan banyaknya produk perumahan yang dipasarkan pada saat musim panas secara otomatis akan mendatangkan lebih banyak lagi calon pembeli.
Maka dari itu, jika Anda berkeinginan untuk membeli rumah dijual di Tangerang, tidak ada salahnya jika Anda mencari rumah pada saat musim hujan.
Pasalnya, semakin sedikit orang yang mencari rumah, jumlah persaingan antar calon pembeli rumah tentu akan berkurang bukan? Selain itu, harga yang ditawarkan juga tidak melambung terlalu tinggi.
Meski begitu, faktor ini tidak sepenuhnya mutlak, Anda harus tetap memperhatikan kondisi pasar properti yang ada apabila ingin mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan budget Anda.

5. Saat Keuangan Sudah Stabil

(Foto: Freepik)

Siapa sih yang engga pengin punya rumah? Semua orang tentu ingin memiliki sebuah rumah yang dapat ia tempati bersama orang-orang tersayang di dalamnya.
Akan tetapi, motivasi tersebut terkadang membuat orang menjadi tidak realistis. Banyak sekali orang-orang yang akhirnya membeli sebuah rumah tanpa memperhitungkan dulu kondisi keuangan pribadinya.
Itulah salah satu penyebab, mengapa banyak orang yang telah mengajukan KPR kemudian gagal untuk melunasinya, sampai-sampai rumah tersebut harus disita oleh pihak bank.
Anda tentu enggak mau dong kejadian yang sama terjadi kepada Anda? Oleh sebab itu, apabila Anda ingin beli rumah dijual di Tangerang, ada baiknya Anda melakukan hal tersebut saat kondisi keuangan stabil.
Bagaimana contoh kondisi keuangan yang stabil? Misalnya, Anda sudah diangkat sebagai karyawan tetap di tempat kerja, gaji pokok Anda cukup untuk mencicil KPR, hingga tidak terikat cicilan-cicilan lainnya.
Perlu diingat, jangan gabungkan uang hasil kerja tambahan (freelance, part-time, dan lain-lain) sebagai sumber pendanaan Anda dalam membayar cicilan KPR.
Pasalnya, dana-dana tersebut biasanya tidak stabil, baik dari sisi besaran ataupun jangka waktunya. Bisa saja bulan ini Anda mendapat gaji Rp10 juta dari hasil freelance saja, tapi di bulan berikutnya justru tidak.
Selain itu, jangka waktu kerja freelance dan part-time juga kurang pasti, Anda mungkin masih bekerja bulan ini, namun di bulan depan kontrak Anda sebagai pekerja lepas bisa saja diputus oleh klien.
***
Itu tadi beberapa waktu yang harus diperhatikan ketika ingin membeli rumah dijua di Tangerang. Bukan hanya di Tangerang saja lho, ulasan di atas sebenarnya juga berlaku bagi wilayah lainnya di Indonesia.
Sedikit tips, kapanpun waktu yang tepat menurut Anda untuk membeli rumah, pastikan bahwa Anda telah menghitung segala anggaran yang ada dengan baik.
Termasuk juga mempersiapkan modal dan dana dalam membeli sebuah. Sebab, meskpiun Anda hendak membeli rumah dijual di Tangerang dengan metode KPR, Anda tetap harus mengeluarkan sejumlah uang.
Pengin mendapatkan rumah dengan harga murah dari seluruh wilayah di Indonesia? Jangan lupa kunjungi situs properti terbesar dan terpercaya 99.co/id (biasa disebut 99.co Indonesia).
Semoga informasi ini bermanfaat, selamat membeli rumah!


Perhatikan 5 Waktu Ini Sebelum Beli Rumah Dijual di Tangerang



PERNAH lihat nggak penampilan kolaborasi antaryoutuber dalam satu pangung? Pernah kepikiran nggak, bagaimana rasanya berada di antara youtuber? Meski pun dunia saya dekat dengan dunia youtouber, secara saya selain penulis, ngeblog, juga punya channel di youtube, saya hampir nggak pernah kumpul bareng mereka. Kalau pun kumpul paling di acara-acara tertentu yang tidak semuanya youtuber.
Kebetulan banget Minggu tanggal 22 September 2019 kemarin ada acara Youtuber FanFest (YTFF) 2019 di Bandung, tepatnya di Ballroom Hotel Trans Bandung. Berhubung penasaran banget, saya bareng beberapa temen blogger datang ke acara YTFF 2019.
Saat terima undangan rasanya udah deg-degan karena bakal ketemu para youtuber kondang yang hari itu mengisi acara. Sebut saja seperti Marisha Chacha, Tri Atika, Panji Petualang, Kery Astina, dan Yudist Ardhana.
Bagi anak-anak milenial, mereka sangat dikenal karena konten youtube yang mereka buat mampu memikat hati. Sebut saja misalnya Kery yang memparodikan lagu-lagu yang sedang hits, gara-gara parodi tersebut, jumlah subscribe-nya mencapai 2juta lebih.
Kemudian Yudist Ardhana yang konten youtubenya penuh dengan sulap. Siapa sih, yang nggak suka sulap? Jangan kan anak-anak milenial, kita aja suka, hehehe. Tidak mengherankan, jika subscribnya mencapai 5juta lebih.

Booth IM3 Ooredoo (Foto Dedew)

Nah, kerennya, pada YTFF 2019 kali ini, IM3 Ooredoo mengajak mereka berdua untuk kolaborasi di panggung. Apa jadinya mereka berkolaborasi? Pasti bikin heboh pengunjung. Bikin penasaran, kan?

AMSR Challenge di Both IM3 Ooredoo
Pernah dengar AMSR Challenge? Itu lho, membuat suara-suara dengan benda atau alat apa pun. ASMR atau Autonomous Sensory Meridian Response beberapa tahun belakangan cukup ngehits karena efek suara hasil rekaman yang ditimbulkan mampu memberikan reaksi macam-macam seperti ketenangan, dan sebagainya.
Kemarin, begitu masuk venue acara mata saya langsung tertuju ruang studio AMSR Chalenge yang ada di both IM3 Ooredoo, yang warnanya cukup ngejreng. Karena penasaran, saya bareng Teh Erry dan Kang Dedew langsung ikutan chalange dong.
Awalnya bingung mau ngapain karena kita langsung diminta merekam suara yang kekuatannya tidak lebih dari 8 bar (alat perekam di smartphone). Artinya, kita harus pelan-pelan sekali merekam suara.
Belum lagi, benda dan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi suara itu dari alat-alat makeup, hehehe. Alhasil, kita gagal di rekaman pertama. Walau begitu, kita tetep happy dan jadi tahu apa itu AMSR.

Pengunjung Ikut AMSR Challage (Foto Ali)
Saya, Teh Erry, dan Dedew Ikut AMSR Challange (Foto Ali)

Oh iya, yang tertarik mau ikut AMSR Chalenge ternyata banyak banget, kita kaget dong, waktu keluar dari studio karena antrean udah panjang. Habis unik dan bikin penasaran, sih. Selain itu, hadiahnya cukup menggiurkan, sebuah kamera vlog!
AMSR Chalenge ini sengaja dihadirkan IM3 Ooredoo untuk memfasilitasi teman-teman vlogger yang ingin berkolaborasi membuat suara-suara dari benda atau alat yang disediakan. Coz, Collabonation Freedom to Collaborate gaesss ...

Kolaborasi Kery dan Yudish yang Ciamik
Menjelang sore, acara semakin ramai, terlebih lagi ketika Kery dan Yudish naik panggung. Kery dan Yudish ditantang IM3 Ooredoo untuk berkolaborasi menghibur pengunjung di panggung utama.
Awalnya saya tidak bisa membayangkan, bagaimana dua (2) youtuber berbeda niche penonton itu bisa tampil bersama dalam satu panggung. Akan tetapi, setelah melihat sendiri jadi amazing, hehehe.
Yudish seperti video-video di channel youtubenya mengajak Kery menjadi relawan dalam aksi sulapnya bersama tiga (3) penonton yang diambil secara acak. Mereka kemudian diminta untuk memilih kursi yang mereka inginkan dengan nomer urut. Total ada empat (4) kursi.
Setelah mereka memilih kursi dan duduk di kursi pilihan mereka masing-masing, mereka diminta membuka goodie bag yang ada di kursi masing-masing. Mereka diminta mengecek isinya lalu membaca isi tulisan yang ada di dalam amplop.
Ada tiga (3) babak sulap yang ditampilkan Yudish, ujungnya semua hadiah yang ada di goodie bag manjadi milik Kery, padahal Kery saat diminta memilih kursi, dia tidak memilih. Dia memilih kursi sisa. Seru dan asyik banget, kan?

Kolaborasi Keren Kery dan Yudish (Foto Ali)

Usai berkolaborasi, Kery tampil bareng bandnya dan ditutup dengan foto bersama penggemarnya. Beneran deh, Collabonation Freedom to Collaborate yang digagas IM3 Ooredoo emang keren. Mengajak dan menantang youtuber dan pengunjung untuk berkolaborasi menghasilkan konten baik dan bermanfaat.
Oh iya info saja, YTFF 2019 sendiri merupakan  ajang pertunjukan talent bervariasi dari para konten kreator Youtube. Sejumlah konten kreator dan artis bakal hadir untuk memeriahkan acara. Sebut saja deretan seleb youtube Indonesia seperti  Ria Ricis, Young Lex, dan Atta Halilintar. Artis panggung Ghea Indrawari dan Marion Jola.
Youtube Fanfest 2019 berencana menggelar showcase pembuka di 4 kota, yakni Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Pergelaran dimulai dari Kota Bandung pada 21-22 September 2019, diikuti Yogyakarta 28-29 September, Surabaya 5-6 Oktober, dan Makassar pada 16-17 November. Pagelaran puncak bakal digelar di Jakarta pada 19 Oktober 2019.
So, tunggu saja di kota-kota yang saya sebutkan di atas ya, yang jelas jangan lupa Collabonation Freedom to Collaborate!

Showcase Youtuber FanFest 2019 di Bandung Hadirkan Kolaborasi Keren



SALAH satu aktivitas yang harus dilakukan pasca mempublikasikan tulisan di blog atau website yang tidak boleh dilewatkan adalah menyebarkan tulisan tersebut ke dunia maya untuk meningkatkan traffic blog atau website yang kita miliki. Sayang kan, sudah nulis optimal, tetapi tidak ada yang baca, hehehe.
Saya sendiri kalau sudah mempublikasikan tulisan, saya tidak akan membiarkan tulisan sepi pembaca. Bukan apa-apa, bagaimana pun juga ketika kita yakin tulisan kita bermanfaat, sayang sekali jika tidak dibaca banyak orang.
Seperti baru-baru ini, saya menulis tentang pentingnya literasi keluarga, yang saya angkat adalah salah seorang remaja penulis, pegiat literasi, dan aktivis sosial. Karena tulisan tersebut bermanfaat, sebisa mungkin saya infokan ke siapa pun untuk membaca tulisan tersebut. Efeknya baru beberapa hari pengunjung membludak. apalagi saya pakainya Hosting Indonesia, lho, jadi cukup terdukung. Oh iya, tulisannya bisa dibaca di sini, klik aja.
Menyebarkan link tulisan yang kita publish di blog atau website bagi saya, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pembaca dan juga pengunjung blog atau website kita. Cara ini menjadi salah satu cara yang paling efektif meski pun emang kadang melelahkan, hehehe.
Ada sih, cara yang tidak melelahkan untuk mengundang traffic, caranya dengan memasang iklan. Cara ini biasa dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Saya juga beberapa kali pakai cara ini, terutama ketika benar-benar tidak punya waktu untuk berbagi link tulisan.
Selain dua (2) cara di atas, paling tidak ada lima (5) cara lainnya yang bisa dioptimalkan untuk mendatangkan pengunjung atau traffic pada blog atau website kita.



1). Menyuguhkan Artikel Berkualitas
Artikel berkualitas yang saya maksud adalah artikel yang tidak hanya enak dibaca, melainkan juga artikel yang memenuhi kriteria bagus menurut Mbak Google. Biasanya artikel yang klikable.
Cara mengetahui artikel yang enak dibaca, biasanya artikel tersebut temanya sesuai dengan momentum, edukatif, sesuai dengan pembaca blog/website kita, syukur-syukur artikelnya timeless alias bisa dibaca sepanjang masa.
Sementara cara mengetahui artikel yang bagus menurut kriteria google, kita bisa mencari kata kunci yang banyak dicari pembaca menggunakan bantuan keyword planner yang diberikan oleh Google.
2). Menempatkan Kata Kunci dalam Artikel
Dalam blog saya, ada beberapa artikel yang sampai sekarang visitornya nggak pernah surut, bahkan ada yang sudah lebih dari 3 tahun tetap berada di halaman pertama google alias page one.
Artikel-artikel tersebut memang selain ditulis dengan baik, saya mencoba memasukan kata kunci pada artikel-artikel tersebut. Saya memang bukan ahli Search Engine Optimization (SEO), tapi nggak salah kan, kalau tahu, walau sedikit?
Cara yang saya lakukan sangat sederhana, setelah menulis artikel yang kita inginkan secara optimal, saya masukan kata-kata kunci pada beberapa bagian artikel seperti pada judul, paragraf pertama, paragraf tengah, dan paragraf akhir. Setelah menerapkan cara tersebut, ternyata efektifnya positif. Traffic blog stabil dengan artikel-artikel tersebut.


3). Menyebarkan Artikel di Media Sosial
Menyebarkan artikel melalui media sosial saat ini menjadi salah satu cara paling mudah yang bisa dilakukan blogger atau pemilik website. Paling tidak dengan menyebarkan artikel yang telah kita tulis di media sosial, follower kita tahu kalau ada artikel baru di blog/website kita.
Saya biasanya menyebarkannya di wall facebook dengan mengetag beberapa teman, dengan harapan, teman-teman kemudian menyebarkannya kepada followernya. Kebayangkan, berapa banyak yang tahu artikel kita kalau semua follower kita merepostnya?
Saya juga terkadang membuat kulwit di akun twitter dengan menyertakan link pada setiap kultwit. Tentu saja kultwitnya harus sesuai dengan isi artikel, ya, bukan kultwit kaleng-kaleng, hehehe. Nggak usah malu, walau kita pakainya Hosting Murah.
4). Ikut Group Blog Walking
Dengan semakin menjamurnya akun-akun blog atau website baru, otomatis persaingan semakin menantang, kalau kita tidak pintar-pintar mengelolanya, blog atau website kita akan habis. Supaya tidak terimbas, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah ikut group-group blog walking.
Group-group tersebut saat ini menjamur di group whatsaap, biasanya member group para blogger yang memang aktif ngeblog. Pada hari-hari tertentu atau jam-jam tertentu member membuat list artikel terbaru. Nah, kesempatan baik ini sangat sayang kalau dilewatkan.
Selain member akan membaca artikel kita, member juga meninggalkan jejak dengan memberikan komentar positif. Tidak jarang lho, member karena terkesan dengan artikel kita lantas menyebarkan pula di media sosialnya.


5). Bangun Backlink
Blogger pasti tahu apa itu membangun backlik atau menempatkan link pada blog atau website orang lain yang mengarah pada artikel yang kita tulis atau pada blog atau website kita.  
Cara ini sudah dilakukan para ahli SEO dari jaman dulu kala karena memang terbukti efektif. Syaratnya adalah membangunnya dengan cara yang organik, bukan cara yang non-organik alias membeli backlink.
Cara ini selain meningkatkan traffic pada blog atau website kita, juga akan meningkatkan domain autority blog atau website kita. Domain authority adalah sebuah website metric yang menjadi ukuran kepercayaan dari blog atau website.
Ukuran tersebut berdasar pada rujukan yang berasal dari mesin pencari dan pengguna. Domain authority menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi trafik dan ranking dari sebuah website.
Fhuih ..., begitulah lima (5) cara yang saya lukakan untuk meningkatkan traffic blog atau website yang saya lakukan. Semoga bermanfaat gaesss.


Sumber Foto:
Dokpri dan FreePik

Lima Cara Mudah Meningkatkan Traffic di Blog atau Website