Social Items



HINGGA saat ini, saya masih teringat pesan Ibu saat akan berumah tangga dahulu. Pesan beliau awalnya tidak terlalu saya hiraukan. Akan tetapi, setelah anak-anak lahir, pesan tersebut benar-benar saya rasakan.
Pesan beliau cukup singkat, seperti ini kira-kira redaksinya, “Anak kamu lahir beda zaman dengan kamu. Sama seperti kamu yang lahir berbeda dengan zaman Ibu. Kamu harus mendidiknya sesuai dengan zamannya. Karena, kalau kamu mendidik seperti Ibu mendidik kamu, kasihan anak-anak kamu.”
Dengan nasihat tersebut, saat istri mengandung anak pertama, saya bersama istri mengoleksi buku tentang mendidik anak, langganan beberapa majalah dan tabloid parenting, dan rajin mengikuti seminar-seminar parenting.
Dari semua referensi yang saya baca, kemudian saya dan istri sepakat memilih frame besar dalam mendidik anak dengan cara yang dilakukan salah seorang sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Beliau membagi tiga kelompok usia dalam mendidik anak;

1). Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun) Perlakukan Anak Sebagaimana Raja.
Maksud memperlakukan anak sebagaimana raja, bukan berarti kita sebagai orangtua menuruti semua keinginan anak, melainkan memberikan perhatian penuh kepada anak.
Pada usia 0-7 tahun anak-anak sedang mengalami masa-masa emas. Pada saat itu pembentukan sel otaknya mencapai 70%. Kemampuan mereka dalam menyerap informasi masih sangat kuat. Asuh mereka dengan tangan kita. Perhatian kecil yang sederhana dan tulus dari lubuk hati pasti akan membekas pada mereka.
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian, dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka anak juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.
2). Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), Perlakukan Anak Sebagai Tawanan.
Pada tahap ini logika anak tumbuh dan berkembang secara cepat karena rasa keingintahuan yang tinggi. Pada fase kedua ini pula anak akan mengalami pubertas. Anak lebih disiplin sebelum menginjak pubertas.
Oleh karena itulah, orang tua harus bisa mendidik anak dengan keteladanan serta menekankan kedisplinan yang tinggi supaya mereka mampu memahami mana hal yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Menekankan perbedaan hal yang baik dan tidak baik, dan sebagainya. Sebagaimana orang yang sedang ditawan, setiap saat dipantau.

3). Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), Perlakukan Anak Sebagai Sahabat.
Hingga kini, cara ini saya terapkan. Kebetulan, anak pertama saat ini sudah masuk kelompok ke-3 karena telah berusia 15 tahun dan sudah masa pra remaja. Sudah saya perlakukan sebagaimana seorang sahabat. Paling tidak ada 4 hal yang lakukan:
1). Berbicara dari Hati ke Hati
Berusaha menjelaskan jika dia sudah remaja dan beranjak dewasa. Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, anak akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya.
Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, anak sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akan ditayangkan dan diminta pertanggung jawabannya di hadapan yang Maha Kuasa.
2). Memberi Ruang Lebih dalam Pengawasan
Meski kita perlakukan sebagaimana sahabat, pengawasan tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo'a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
3). Memberi Tanggung Jawab Lebih
Beri anak tanggung jawab yang lebih berat dan lebih besar dari sebelumnya, dengan begitu kelak anak akan memiliki pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Contoh pemberian tanggung jawab pada usia ini misalnya dengan memintanya membimbing adik-adiknya mengerjakan beberapa pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola keuangannya sendiri.
4). Membekali dengan Keahlian
Bagaimana pun juga anak kelak akan hidup sendiri, tidak salah jika pelan-pelan kita bekali dengan keahlian supaya kelak bisa survive menjalani kehidupan. Keahlian yang kecil-kecil seperti mencuci, memasak, dan sebagainya.
Jika perlu keahlian seperti berdagang dan keahlian lain yang kelak akan menjadi salah satu keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk survive.
Sementara anak ke-2 dan ke-3 masih dalam kelompok ke-2 jadi masih jadi tawanan karena masih berusia 10 dan 12 tahun. Mereka masih dalam tahap mendisplinkan diri.

Serangan Gawai
Sejak anak pertama lahir hingga sekarang komitmen untuk mendidik anak dengan frame tersebut tetap dipertahankan, efeknya cukup signifikan, anak-anak mudah disiplin, tanggung jawab, dan mudah diarahkan hingga serangan gawai melanda.
Tepatnya ketika anak pertama sudah masuk kelas 6 Sekolah Dasar sekitar 3 tahun lalu. Saat dia harus ikut bimbingan belajar. Karena perlu alat komunikasi, mau tidak mau perlu gawai. Dengan mempertimbangkan banyak hal seperti dalam salah satu artikel ini, akhirnya kami mengalah membelikannya gawai.
Sebelum beli, saya kumpulkan anak-anak untuk membicarakan gawai yang akan dibeli untuk dipinjamkan kepada si Kakak. Saya tegaskan, jika gawai itu bukan milik si Kakak, melainkan hanya dipinjamkan saja dan digunakan seperlunya saja. Selain itu, saya coba melakukan beberapa hal berikut ini;

1). Beli Gedget Sesuai Kebutuhan
2). Buat Perjanjian
3). Buatkan Email
4). Downlod Aplikasi yang Dibutuhkan
5). Blok Akun-Akun Medsos yang Berbau Pornografi
6). Setting Aplikasi Youtube
7). Buatkan Akun Medsos
8). Atur Penggunaan
9). Pantau Setiap Saat

Antara Pesan Ibu, Tiga Kelompok Usia Mendidik Anak, dan Serangan Gawai


SIAPA yang tidak mengenal Bill Gates? Seorang tokoh dunia yang kekayaannya melimpah karena usaha di bidang perangkat lunak? Pria berusia 61 tahun, pemilik perusahaan Microsoft Inc, yang berpusat di Amerika Serikat ini kekayaannya hingga kini hampir mencapai 70 miliar dollar AS.
Apa yang diperoleh Bill Gates tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan. Selain sempat drop out dari universitas terbaik Harvard, focus pada bidang pemrograman yang saat itu tidak banyak diketahui masyarakat, hingga berdarah-darah mendirikan perusahaan dan sukses seperti sekarang.
Lalu apa rahasia sukses pria yang telah berulang kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia tersebut? Selain kerja keras, ternyata karena sejak dahulu hidup tidak boros dengan rajin menabung.
Selain rajin menabung, Bill Gates juga rajin berinvestasi. Bagi pria bernama lengkap William Henry Gates III, investasi penting untuk masa depan karena paling tepat dan bijak.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, sangat wajar jika Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.
***
Berkat Menabung Bisa Sekolah, Beli Motor, dan Pergi Haji
Selain Bill Gates, di belahan nusantara juga banyak orang-orang yang sukses karena rajin menabung. Sebut saja misalnya Eka Duta Prasetya, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya berkat uang yang ditabungnya sejak Sekolah Dasar.
Pelajar asal Magelang Jawa Tengah ini membayar uang pendaftaran sekolahnya  dengan menggunakan uang receh sebesar Rp1juta. Apa yang dilakukan Duta mendapat simpati dari masyarakat. Duta kemudian mendapat beasiswa dari komite sekolah dan membebaskannya dari segala biaya.
Kemudian ada seorang Pria asal Depok yang membeli sebuah motor seharga lebih dari Rp30 juta dengan menggunakan uang receh. Pria tersebut mengaku telah menabung uang receh selama 5 tahun.
Bill Gates (Foto dari wwcftech.com)

Dia menabung dengan cara memasukan uang-uang receh tersebut dalam 2 buah ember cat berukuran 25 kg dan 1 buah kardus. Saat membeli motor, pihak dealer sampai menugaskan 6 orang karyawan untuk menghitung uang tersebut.
Kisah terbaru, sepasang suami istri tukang becak yang menabung selama 20 tahun supaya bisa pergi haji. Suami istri bernama Asmari (60th ) dan Misani (51th) tersebut berasal dari Dusun Kasuruan, Desa Rejoso Utara, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Duta Bersama Ibunya. Suami Istri Asmari (Foto dari Detik.com dan Brilio.com)

Konon, setiap hari Asmari menarik becak dengan perhasilan rata-rata Rp 70 ribu. Karena tekadnya yang kuat untuk pergi haji, Asmawi sangat rajin menabung. Ia menyisihkan penghasilan setiap hari selama 20 tahun.
Bukan hanya mampu pergi haji, berkat kerja kerasnya pula, Asmari mampu menyekolahkan ke-4 anaknya hingga jenjang sekolah menengah atas. Asmari dan Misani akan pergi haji pada tanggal 2 September 2018 nanti dan masuk dalam kloter 61 Kabupaten Pasuruan.
***
Menabung Sebagai Kebutuhan
Apa yang dilakukan Bill Gates, Duta, Asmari, dan banyak orang lain di luar sana harusnya membuat siapa pun yang membaca kemudian terketuk untuk menabung karena mereka telah membuktikan, menabung sangat besar sekali manfaatnya.
Saya jadi teringat kapan pertama kali menabung. Saya menabung sejak kelas 2 SMP, saya menabung di Kantor Pos. Hingga selesai SMP uang yang saya tabung jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat bermanfaat karena bisa untuk membeli seragam dan sepatu saat saya masuk SMA.
Saya anggap, masa-masa itu adalah masa latihan menabung karena memang belum mempunyai penghasilan. Saya menabung dengan cara menyisihkan sebagian kecil uang saku.
Saya benar-benar menabung setelah memasuki masa kuliah karena saya mulai mendapatkan penghasilan dari tulisan-tulisan yang dimuat di media. Saya menabung di salah satu bank swasta yang sangat terkenal. Ajibnya, hingga saat ini nomer rekeningnya tidak berubah. Jika dihitung telah hampir 25 tahun lebih saya menggunakan nomer rekening tersebut.

Mungkin karena pada dasarnya saya sudah menjadikan menabung sebagai kebutuhan, meski tidak pernah dianggarkan, setiap bulan pasti selalu menyisihkan uang berapa pun untuk ditabung. Dan, dengan tabungan tersebut, saya menggantungkan keinginan-keinginan saya.
Keinginan-keinginan saya tersebut pun terwujud berkat rajin menabung. Mulai dari bayar kuliah sendiri, memiliki motor setelah satu tahun bekerja, punya rumah dan menikah setelah 3 tahun bekerja, punya mobil setelah 3 tahun menikah, dan bisa traveling bareng keluarga. Punya tabungan pendidikan, tabungan haji, dan investasi walau kecil-kecilan.
***
Trik Supaya Terus Menabung
Cara menabung zaman dahulu dengan zaman sekarang sangat berbeda. Jika dahulu menabung di rumah dengan celengan yang terbuat dari gerabah, bambu, dan sebagainya, sekarang lebih praktis. Tinggal datang ke Bank terdekat dan buka rekening.
Bahkan, saat ini, di era digital lebih gampang lagi. Tanpa perlu datang ke Bank kita bisa buka rekening secara online. Fasilitas ini semata-mata karena generasi millenial inginnya semua serba simpel. Permasalahannya adalah, bagaimana caranya supaya konsisten mengisi tabungan. Mengingat, konon generasi millenial lebih boros, hehehe.
Dari pengalaman saya selama ini, paling tidak ada tiga (3) trik yang bisa dilakukan supaya bisa terus menabung. Trik tersebut antara lain;


1). Menetapkan Tujuan
Usaha, sekecil apa pun usahakan ada tujuannya. Ini perlu sekali ditanamkan dalam benak kita. Termasuk tujuan kita menabung supaya kita menabungnya serius. Dengan tujuan yang jelas, akan ada pegangan yang pasti setiap kali kita menyisihkan uang. Ada mimpi yang ingin dicapai dari tabungan tersebut.
Tujuan menabung bisa apa pun, sesuai dengan kebutuhan kita. Bisa dengan tujuan untuk membeli motor, mobil, rumah, traveling, gadget baru, umroh, haji, dan sebagainya.
Terbukti, dari contoh orang-orang yang saya rangkum di atas, mereka berhasil mewujudkan keinginanya dengan menetapkan tujuan sejak dini saat menabung. Jadi, memang harus ada tujuan, hehehe.

2). Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan
Ini salah satu trik menabung sederhana, namun terbukti efektif. Menumpuk uang dalam wadah atau toples kaca yang transparan. Bisa toples bekas kue lebaran atau bekas kemasan apa pun sebelum diserahkan ke bank dan dimasukan ke rekening.
Kenapa menggunakan tempat yang transparan? Supaya kita tersugesti untuk terus mengisinya hingga penuh. Karena transparan, uang yang ada dalam toples jadi kelihatan, kan? Kalau belum penuh rasanya gatel, hehehe.
Karena wadahnya yang transparan, uang yang dimasukan pun bukan uang receh, melainkan uang kertas yang nilainya lumayan. Misalnya uang kertas Rp10ribu, Rp20ribu, Rp50ribu, dan Rp100ribu. Kalau yang dimasukan uang receh malu, hehehe.
Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan (Foto DokPri)


3). Menabung Sesuai Tanggal atau Hari
Trik selanjutnya adalah rutin menabung menyesuaikan dengan tanggal atau hari. Cara ini memang perlu komitmen yang tinggi. Jadi, setiap tanggal atau hari yang kita jadwalnya, kita menyisihkan uang untuk ditabung. Besarannya tergantung keinginan kita.
Misalnya, kita menabung setiap hari Rp1000,-, Rp5000,-, atau Rp10.000,-. Menabung setiap tanggal ganjil, tanggal genap. Menabung setiap hari Jumat dengan besaran Rp50.000,-, dan sebagainya sesuai keinginan dan kemampuan kita.
Kebayang nggak? Jika kita konsisten menabung setiap hari Rp10.000,- saja, maka setiap bulan kita bisa menabung Rp10.000,- X 30 hari = Rp300.000,-. Setelah terkumpul ditabung di bank, hehehe.
Alhamdulillah, dengan trik tersebut, saya konsisten untuk menabung hingga kini. Bahkan, sekarang mulai ditularkan kepada anak-anak.
***

Menabung Sebagai Gaya Hidup
Menabung selain sebagai sarana simpanan masa depan juga bisa membentuk kepribadian dan gaya hidup seseorang. Termasuk kepribadin dan gaya hidup keluarga, termasuk anak-anak.
Menabung menjadi salah satu metode mengenalkan cara mengelola keuangan yang baik bagi si kecil. Jika sejak kecil mereka telah diberi pemahaman pentingnya mengelola keuangan, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai uang.
Meski tidak mudah, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengelola keuangan bagi anak-anak sehingga anak-anak benar-benar paham dan menjadikan menabung sebagai gaya hidup. Paling tidak, beberapa hal berikut bisa dipraktikan;

Pertama, Perkenalkan Konsep Uang Sebelum Menabung
Bagaimana cara mengenalkan konsep uang pada anak-anak? Bisa mulai dari mengenalkan pecahan uang. Mulai dari nilai terkecil hingga paling besar. Dari uang pecahan koin hingga pecahan kertas. Dengan begitu anak mengerti nilai uang dan juga bentuk uang.
Setelah mengenal, kita bisa mengajarkan anak untuk menghitung uang sedikit demi sedikit. Jika anak sudah masuk sekolah, baik taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, maka akan lebih mudah untuk mengajarkannya.
Sesekali minta mereka belanja di warung dekat rumah. Tidak usah banyak-banyak, cukup belanja kopi 2 sachet misalnya. Beri dia uang lebih, supaya nanti ada kembalian. Jangan lupa, setelah belanja cek belanjaannya dan cek pula berapa kembaliannya.
Semakin sering kita mengajarkannya berhitung, anak akan semakin paham dan mengerti bagaimana alur kerja uang.
Kedua, Uang Saku yang Pas
Jika anak-anak sudah bisa menghitung dan sudah sekolah, beri mereka uang saku secukupnya saja, jika perlu uang pas. Karena, dengan uang pas dia akan belajar membelajakan uang dengan cerdas.
Sesekali beri saran supaya uang sakunya tidak dihabiskan dan kita kasih anak celengan. Jadi, setiap ada kelebihan uang saku, uang kelebihan tersebut dimasukan ke dalam celengan.
Dengan begitu, anak akan berlatih untuk mengendalikan diri dalam mengeluarkan uang. Anak  juga akan belajar menghargai uang. Anak belajar, ketika menginginkan sesuatu, ternyata dibutuhkan usaha dan kesabaran.

Ketiga, Beri Uang Saku Mingguan atau Bulanan
Jika anak sudah mulai bisa mengelola uang sakunya, beri kepercayaan lebih dengan memberinya uang saku secara mingguan atau bulanan. Saya yakin, awal-awal anak akan tergoda untuk membelanjakannya sekaligus, tetapi seiring berjalannya waktu anak akan makin menghargai uang.
Memberikan uang saku dalam jumlah lebih banyak dengan durasi lebih panjang, akan membuat  anak belajar menahan diri untuk tidak boros dan tetap menggunakannya sesuai dengan porsinya. Lambat laun, anak akan mempunyai selisih uang saku yang banyak dan banyak pula menyisihkannya dalam celengan.
Keempat, Beri Apresiasi
Bagian keempat ini sangat penting, terutama jika anak-anak benar-benar sudah memahami pentingnya menabung bahkan sudah menjadikan menabung sebagai rutinitas.
Kita, sebagai orangtua bisa memberikan pekerjaan-pekerjaan ringan yang jarang dikerjakannya pada saat weekand atau liburan. Misal mencuci sepatu setiap minggu, belanja di warung terdekat, membersihkan seluruh rumah, dan sebagainya. Setelah mereka mengerjakan dengan benar kita beri apresiasi dengan memberikan imbalan. Jumlah imbalannya tak perlu besar-besar, cukup dua ribu atau tiga ribu saja sudah cukup.
Dengan cara seperti itu anak akan belajar lebih lagi untuk menghargai uang karena untuk mendapatkannya perlu usaha dan kerja keras. Tidak hanya itu, cara seperti ini akan membantu mereka bertanggung jawab dengan membantu pekerjaan rumah.
Kelima, Ajak Menabung di Bank
Setelah anak-anak besar dan benar-benar telah memahami bagaimana menghargai uang, bagaimana membelanjakan uang, bagaimana menyisihkannya, baru kemudian kita ajak untuk menabung di Bank.
Uang yang telah disisihkan dalam celengan kita ajak untuk memindahkannya dalam buku tabungan resmi di bank. Jika usia anak belum mencukupi, uangnya bisa dititipkan pada rekening orangtua. Akan tetapi, jika usia anak sudah mencukupi, kita bukakan tabungan sendiri atas nama anak. Dijamin, anak sangat senang dan bangga karena sekarang sudah punya tabungan sendiri.
Anak-anak Senang Diajak Menabung di Bank, Salah Satunya Karena Bisa untuk Jalan-Jalan (Foto DokPri)

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan produk tabungan untuk anak-anak.  Beberapa di antaranya sengaja mencetak kartu dan buku tabungan dengan gambar karakter kartun yang menarik bagi anak-anak.
Setelah punya tabungan sendiri, kita edukasi untuk mempunyai tujuan menabung, rutin menabung, dan jadilah menabung sebagai gaya hidup. Jika sudah seperti itu, sebagai orangtua tentu sangat bangga karena tidak perlu lagi akan masa depan anak. 
***
LPS Membuat Makin Nyaman Menabung
Kenapa saya merasa nyaman menabung? Karena saat ini sudah ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain bertujuan untuk melindungi tabungan masyarakat, LPS juga berjuan untuk menjaga keseimbangan, kemajuan ekonomi nasional, dan stabilnya industri perbankan sehingga perekonomian stabil. Pemerintah kemudian mengesahkan UU OJK tahun 2011.
Terakhir pada tahun 2016, pemerintah mengesahkan UU PPKSK Nomor 9 tahun 2016 yang merupakan mandat baru bagi LPS.
Undang-Undang tentang PPKSK (Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan) yang bertujuan mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kokoh guna menghadapi ancaman. Baik ancaman dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri. Selain itu, banyak lagi yang dilakukan dan menjadi wewenang LPS yang makin membuat kita nyaman menabung.

Semoga bermanfaat!
@alimuakhir

Sumber Tulisan dan Foto
1). Pengalaman dan Dokumen Pribadi
2). DetikCom
2). Kompas.Com
3). Idntimes.Com
4). Rappler.Com
5). Pixabay.Com
6). Freepik.Com


Bill Gates yang Kaya Raya Saja Suka Menabung, Masa Kita Tidak?


Acer Day 2018 Bandung

ACER membuat gebrakan lagi. Selain ada beberapa produk baru yang diluncurkan, juga akan digelar kembali  ajang brand experience, Acer Day 2018 di Bandung dan beberapa kota lainnya yang hadir dengan memberikan penawaran lebih.
Khusus Acer Day 2018 kali ini menghadirkan produk baru, produk dengan desain elegan Swift 3 Acer Day Special Edition, laptop tipis ringan serta Predator Gaming series & Nitro 5 Intel® Core™ Generasi ke-8 .
Lebih meriahnya lagi, Acer Day 2018 digelar secara serentak di 12 negara di Asia Pasifik dengan mengusung “Musik” sebagai tema utama. Melalui kampanye ini, Acer mengajak siapa pun untuk menjelajahi dunia Acer yang fun, trendy, dan innovative dengan berbagai kegiatan seru secara online dan offline.
Acer Day tahun ini juga menghadirkan program Acer Day Lucky Draw (points collection) dan beragam penawaran terbaik di pasaran. Di Indonesia sendiri, Acer Day dimeriahkan dengan exhibition roadshow yang akan digelar di 8 kota besar di Indonesia.
“Kami akan memanjakan seluruh pelanggan dengan beragam penawaran sensasional,” kata Nino Wirawan, General Manager Sales Acer Indonesia di hadapan wartawan dan blogger saat peluncuran acara di Miss Bee Providore Cafe, Jalan Rancabentang No.11A, Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung.



Penawaran terbaik dari Acer di tahun ini khusus untuk Swift 3 Acer Day Edition yang didesain eksklusif dengan spesifikasi terbaik, ditawarkan dengan harga mulai Rp. 6 jutaan. Sementara Predator Gaming series & Nitro 5 Intel® Core™ Generasi ke-8 dengan harga mulai dari Rp. 11 jutaan.
“Hal semacam ini gak ada lawannya di pasar. Semuanya hanya bisa didapatkan di Acer Day,” tegas Nino.

FUN Friends dan FUN Fesitvals
Acer Day 2018 hadir dengan program “FUN Friends” yaitu pengumpulan poin dengan undian hadiah utama perangkat dari Acer berprosesor Intel® Core™ Generasi Ke-8. Siapa pun dapat berpartisipasi dengan mengikuti berbagai tantangan online bertema music setiap hari pada situs [www]acer-day.com. Tantangan menggunakan akun sosial media mulai dari tanggal 21 Juli hingga 31 Agustus 2018.
Khusus untuk di Indonesia, Acer Indonesia menyemarakkan Acer Day dengan menggelar program lokal “FUN Festivals”. Dalam ajan ini,  setiap orang dimungkinkan untuk mengumpulkan poin.


Caranya  dengan melakukan pembelian laptop selama periode campaign Acer Day berlangsung dan mendaftarkan pembelian produknya di www.acerid.com/acer-day. Pelanggan dengan poin terbanyak berkesempatan untuk mengikuti lucky draw dengan hadiah utama tiket nonton konser musik internasional di Singapura. Program ini berlangsung sejak 16 Juli - 30 September 2018.
So? Kapan lagi mendapat kesempatan seperti ini kalau tidak dalam Acer Day 2018?
@alimuakhir

Acer Day 2018 Gebrak Pasar Bandung



SEBAGAI seorang ayah dari 3 orang anak yang sudah cukup besar, bukan sesuatu yang mudah saat akan liburan bersama. Selain harus menyesuaikan jadwal, menyepakati tempat liburan, durasi waktu liburan yang diinginkan hingga memilih tas sesuai pilihan masing-masing pun tetap diperhatikan.
Si Sulung yang udah mulai mandiri dan agak slengean pasti akan memilih tas ransel berbahan parasut karena lebih praktis dan muatnya banyak atau jenis-jenis tas dari tas brand mavis. Dia mau liburan ke mana pun, pasti lebih suka pakai tas ransel.
Putri kedua lebih memilih koper dengan warna-warna girly, maklum doi emang girly banget. Apalagi sekarang udah mulai akil balig. Penginnya semua dimaching-machingin, mulai dari baju atasan, bawahan, sepatu, hingga aksesoris maunya senada dan seirama, hehehe.
Beda sekali dengan putri ketiga yang rada-rada tomboy, mau pakai tas apa pun tidak masalah. Asalkan tasnya muat untuk bawa mainannya dia okeh-okeh saja. Mirip sama saya, tidak terlalu fanatif dengan jenis tas, asalkan, sesuai dengan tempat tujuan sudah cukup.
Nah, supaya saya dan bundanya anak-anak tidak pusing tujuh keliling saat akan bepergian dan anak-anak tidak ribut mau pakai tas model apa, ada beberapa 5 tips yang bisa diintip.

Pilih Tempat Liburan (Foto by freepik.com)
1). Menyesuaikan Tempat Tujuan Liburan
Tips yang pertama dan paling utama, saya sarankan kepada anak-anak pakai tas sesuai dengan tempat tujuan liburan. Jika mau liburan ala-ala urban alias liburan ke daerah perkotaan atau mengunjungi tempat-tempat yang tidak jauh-jauh dari kota. Maka, saya akan menyarankan anak-anak membawa tas koper beroda. Jadi, tasnya bisa dibawa ke mana-mana, hehehe.
Dengan catatan, liburannya singkat dan tas kopernya kecil, bukan tas koper besar yang untuk bepergian beberapa hari. Jika perginya beberapa hari koper disimpan di penginapan dan ke mana-mana cukup bawa tas tangan.
Nah, kalau tujuan liburan ala-ala petualang, misalnya menjelajah pantai, naik-naik ke perbukitan atau malah mendaki gunung, maka tas yang paling cocok ya, tas ransel kayak beberapa tas dari tas brand mavis. Kenapa tas ransel? Karena  bisa dibawa kemana-mana meski jalanan tidak rata.

Tas Koper untuk Bepergian Lama (Foto by freepik.com)
2). Menyesuikan Durasi Waktu Liburan
Seperti yang saya singgung di atas, durasi waktu libur juga harus dipertimbangkan pada saat memilih tas supaya tidak salah bawa tas. Kalau durasi liburannya agak panjang, misal 5 hari, satu minggu atau dua minggu saya pastiin anak-anak wajib pakai tas koper. Jenis tas seperti ini bisa muat banyak, jadi bisa bawa pakaian dan perlengkapan menginap yang lebih banyak pula.
Sementara kalau liburannya hanya 2 atau 3 hari, menggunakan tas ransel sudah cukup. Ransel lebih fleksibel dan bisa langsung dibawa ke mana-mana. Lagipula pergi 2 atau 3 hari nggak mungkin bawa baju banyak-banyak, kan? Paling beberapa pasang baju saja.
3). Perhatikan Ukuran Tas
Tips berikutnya adalah memilih ukuran tas. Memilih ukuran tas perlu banget supaya tidak kekecilan atau kebesaran. mempertimbangkan lamanya kamu bepergian. Jadi kamu juga bisa memperkirakan berapa ba. Saya biasanya menyarankan membawa ukuran tas, mau itu tas koper atau tas ransel pasti ukurannya disesuaikan dengan durasi waktu liburan.
Jika durasi waktu liburan hanya 1 hingga 3 hari, tas berukuran sedang atau yang kurang lebih muat 20-50 liter sudah cukup. Akan tetapi, jika durasi waktu liburan hingga 5 hari, bisa memilih ukuran tas yang sedikit lebih besar. Kurang lebih yang muat 60-80 liter.
Nah, kalau durasi liburannya ternyata memakan waktu lebih lama alias lebih dari satu minggu misalnya, saya selalu sarankan pilih tas yang berukuran 80 liter lebih karena barang keperluan pasti lebih banyak.

Tas Ransel (Foto by freepik.com)
4. Cek Bahan Tas Ransel
Buat teman-teman yang lebih senang pakai tas ransel kayak sulungku, wajib banget untuk mempertimbangkan bahan yang dipakai tas ransel tersebut. Perhatikan pula setiap detail jahitannya supaya benar-benar yakin memakainya. Kita tidak mau kan, barang-barang yang kita bawa berjatuhan gara-gara jahitan tas yang tidak kuat?
Bagian pundak dan punggung tas juga perlu diperhatikan karena bagian ini yang paling mempengaruhi kenyamanan saat kita membawa tas tipe ransel kayak beberapa tas brand mavis. Ransel yang baik biasanya memiliki frame di bagian pundak hingga bahu sehingga tas tidak terasa terlalu berat waktu dipakai di bahu. Penyangga juga membuat tas ransel makin nyaman dipakai karena bebannya terbagi rata di pundak.

Menyesuaikan Punggung (Foto by freepik.com)
5. Sesuaikan dengan Ukuran Punggung
Masih bahas tas ransel neh ... kalau kita memilih tas ransel untuk liburan, traveling, atau jalan-jalan, jangan lupa sesuaikan ukuran tas dengan panjang punggung kita. Patokannya, panjang tas harus sama dengan panjang tulang pangkal leher hingga tulang pinggul.
Dengan patokan tersebut, kita bisa mendapatkan tas yang sesuai dengan ukuran tubuh. Jadi saat membawa tas ransel tersebut kita nggak akan kelebihan beban hingga membuat susah jalan, gara-gara ukuran tas terlalu panjang.
Selain itu, akan lebih baik jika tas ransel punya kantong tersendiri di bagian luar yang bisa kamu pakai untuk menyimpan alat-alat yang selalu diperlukan seperti botol minum, senter dan lain sebagainya.
 Kira-kira itu 5 Tips Praktis Memilih Tas Sesuai dengan Tempat Liburan yang biasanya saya gunakan saat akan liburan. Kalau ini sudah terpecahkan, kita tinggal memilih baju dan barang-barang lain yang akan kita bawa untuk liburan. Bukan apa-apa, supaya liburan kita menyenangkan, hehehe.

5 Tips Praktis Memilih Tas Sesuai dengan Tempat Liburan




SETELAH melakukan renovasi selama beberapa waktu, METRO Dept. Store TSM Bandung akhirnya resmi reopening tepat pada tanggal 1 Juni 2018 lalu. Nah, menyambut tampilan barunya tersebut, METRO bagi-bagi hadiah hingga jutaan rupiah.
Dibandingkan dengan sebelumnya, tampilan METRO memang banyak yang berubah. Desainnya semakin cantik dan modern hingga terlihat semakin lapang, luas, dan nyaman, lapang, dan luas. Dijamin, siapa pun yang belanja ke sana bakal betah berlama-lama.
Sebagai rasa syukur, METRO Dept. Store Trans Studio Mall Bandung membuat banyak program yang sangat menarik bertabur hadiah berupa voucher belanja ratusan juta rupiah, jadi kita bisa belanja gratis barang-barang keren di sana.



Voucher Belanja untuk 150.000 dan 100.000
Program pertama yang diberikan METRO Dept. Store TSM Bandung, pada saat reopening, tanggal 1 Juni 2018 lalu. METRO bagi-bagi voucher sebesar Rp150.000,- unttuk 50 pelanggan pertama. Kemudian bagi-bagi voucher Rp100.000,- bagi 50 pelanggan berikutnya.
Tahu nggak gaes ... dalam hitungan menit, ketika pintu METRO baru saja dibuka, pelanggan sudah antre. Alhasil, voucher yang disediakan pada hari pertama langsung ludes.
Tidak dipungkiri memang, siapa pun pasti tidak akan nolak diberi voucher, apalagi voucher boleh dipakai kapan pun dan tanpa harus melakukan pembelanjaan dengan limit tertentu.
Program hari pertama sudah berlalu, tapi program-program lain masih ada, jadi jangan berkecil hati, hehehe. Teman-teman masih punya banyak kesempatan untuk dapat hadiah juga.




Purchase With Purchase
Teman-teman tahu produk TEFAL? Produk peralatan masak memasak peralatan untuk makan dan minum serta peralatan rumah tangga lainnya yang sangat terkenal itu.
Nah, teman-teman masih berksempatan mendapatkan produk-produk TEFAL dengan harga yang menarik dalam program reopening METRO Dept. Store Trans Studio Mall Bandung.
Bagaimana harganya tidak menarik, jika TEFAL Prep Cook Fry Pan ukuran 26 cm hanya dibandrol seharga Rp149.000, - dan TEFAL Prep Cook Fry Pan ukuran 30 cm hanya dibandrol seharga Rp199.000,- saja.
Syaratnya tidak sulit, teman-teman hanya perlu belanja di METRO senilai Rp500.000,- (netsale) terlebih dahulu. Meskipun persediaannya banyak, semakin cepat belanja, semakin baik. Bayangin, bisa beli produk seharga 350 ribu dengan hanya mengeluarkan uang senilai 149 ribu dan produk seharga 500 ribu dengan mengeluarkan uang senilai 199 ribu saja. Lumayan banget, kan?





Hadiah Jutaan Rupiah dengan Cara Download Aplikasinya Sajah
Program berikutnya hadiah untuk 10 orang yang mendownlod aplikasi METRO. Caranya sangat mudah, teman-teman hanya perlu download aplikasi  METRO Mobile App di App Store & Playstore dengan keyword : metro dept. Kemudian, teman-teman Register/Login eMYC (Electronic METRO Yours Card).
Jika sudah downlod, cari petunjuk/clue Wobbler, lalu scan QR Code dengan aplikasi METRO Mobile App. Setelah itu akan tampil Formulir pada Landing Page. Dengan mengisi data diri pada Formulir Landing Page tersebut, maka teman-teman sudah berkesempatan mendapatkan voucher belanja Rp250.000.
Total hadiah yang diberikan untuk program ini adalah voucher belanja senilai Rp2.500.000,-. Pada akhir periode, pemenang akan dihubungi pihak METRO Dept. Store melalui email yang didaftarkan pada formulir isian. Periode programnya sendiri berlangsung hingga tanggal 30 Juni 2018.
Tidak hanya itu, selain berkesempatan dapat voucher belanja, dengan register eMYC (Electronic METRO Yours Card), teman-teman juga berkesempatan dapat METRO Yours Card (MYC) Weekend Voucher sebesar Rp100.000,-.

Instagram Photo Contest
Teman-teman pasti suka selfie, kan? Kenapa nggak ikut lomba Instagram Photo Contest yang diadain METRO Dept. Store TSM Bandung saja? Dengan mengikuti program ini, teman-teman berkesempatan dapat hadiah voucher belanja yang nilai totalnya hingga Rp4.000.000,-
Syaratnya teman-teman cuma perlu belanja minimal Rp250.000,- (netsale) pada periode 1-30 Juni 2018. Kemudian, struk belanjanya disimpan untuk bukti pengambilan hadiah jika teman-teman menang.
Foto yang dilombakannya sendiri, teman-teman bisa berfoto di sudut mana pun, selama berlokasi di METRO Dept. Store TSM Bandung. Selfie juga boleh, tapi tetep, bekgron METRO Dept. Store TSM Bandungnya harus kelihatan.
Supaya bisa menarik hati juri, jangan lupa kasih caption yang keren. Dan jangan lupa tambahkan hestek #NewMETROBandung dan mention @METROdept serta tag minimal 3 teman.
Akan dicari 8 pemenang dengan hadiah masing-masing voucher belanja senilai Rp500.000,-. Pemenang ditentukan setelah periode opening berakhir, pada tanggal 30 Juni 2018.
So, jika sudah seperti ini masa harus dilewatin sih, kesempatannya? Yuk ah, serbu METRO Dept. Store TSM Bandung supaya dapat voucer jutaan rupiah. Selain voucher belanja, hadiah lainnya voucher mengnap di The Trans Luxury Hotel Bandung. Mauuu???
@alimuakhir

METRO Dept. Store TSM Bandung Bagi-Bagi Hadiah Jutaan Rupiah



SEBETULNYA sejak saya masih kecil dahulu, orangtua sudah mengajari saya untuk menabung. Saya ingat sekali, tabungan pertama saya disimpan dalam celengan berbentuk ayam jago yang terbuat dari gerabah.
Celengan tersebut jika sudah penuh dipecah lalu uangnya (yang sebagian besar recehan) dibawa ke Kantor Pos untuk disimpan. Meski nilainya tidak besar, saat melihat angka yang tertera di buku tabungan bungahnya luar biasa, hehehe.
Buku tabungan pertama saya tersebut bagi saya menjadi sebuah lecutan untuk terus menabung dengan menyisihkan sedikit uang jajan yang saya punya. Hingga, seiring dengan perkembangan zaman, tabungan yang saya miliki berpindah ke bank.
Pengalaman tersebut mau tidak mau membuat saya pun menyediakan celengan untuk anak-anak di rumah. Bedanya, sekarang celengannya bukan lagi celengan ayam jago, melainkan celengan yang lebih kekinian. Sama seperti pengalaman saya waktu kecil, begitu celengan penuh langsung disimpan di bank.
Kenapa disimpan di Bank? Karena pasti lebih aman daripada disimpan di rumah. Kan, sekarang sudah ada Lembaga Penjamin Simpanan alias LPS. LPS ini akan menjamin tabungan kita di bank, jadi ketika terjadi sesuatu pada bank tempat kita menabung, tabungan kita tetap aman.
Seperti yang diungkap Bapak Haris dari LPS pada acara Digital Campaign LPS yang dilaksanakan di Morning Glory At Rooftop Mitra Hotel Bandung Jl. W.R. Supratman No.98, Bandung oleh AyoBandung.com pada hari Kamis, 31 Mei 2018.
Dalam acara yang dibangun penuh keakraban tersebut, Bapak Haris mengungkap banyak hal tentang mahluk bernama LPS tersebut. Beliau meyakinkan peserta camp, supaya tidak lagi takut untuk menabung.

Bapak Haris dan Kang Yaseer (Foto Ali)
Bapak Haris Menjabarakan Tentang LPS (Foto Ali)

Kang Yaseer Sedang Berbagi Pengalaman Mengoptimalkan Media Sosial Sebagai Influencer (Foto Ali)
Selain Bapak Haris, pembicara lain adalah Kang Yaseer, seorang pengusaha muda, influencer yang juga founder Mataharikecil Indonesia (MI). MI adalah wadah para generasi muda Indonesia untuk menyebarkan kebaikan.
Kang Yaseer selama ini mengoptimalkan media sosial untuk mengajak generasi muda supaya bergerak dalam menyebarkan kebaikan. Upayanya pun tidak sia-sia, tahun 2017 lalu dia mendapat penghargaan dari Walikota Bandung sebagai salah satu Pemuda Pelopor dan Berprestasi Kota Bandung 2017.
Salah satu yang dilakukan Kang Yaseer adalah sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu. Pengajarnya anak-anak muda yang masih kuliah. Berkat kegigihannya, salah satu anak didiknya ada yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah Jepang.  

Lembaga Penjamin Simpanan
Kembali ke Lembaga Penjamin Simpanan. Saya kebetulan termasuk generasi angkatan sebelum terjadi krisis besar di dunia perbankan, sekitar tahun 1998. Meski dari dulu senang menabung namun hati tidak tenang.
Bukan apa-apa, meski uang tabungan tidak seberapa, tetapi uang yang kita tabung tidak dijamin aman. Jika terjadi apa-apa pada bank tempat kita menabung, maka uang akan hilang.
Beruntung, sejak krisis moneter yang berimbas pada likuidasinya 16 bank yang ada di Indonesia pada tahun 1998 yang membuat kepercayaan masyarakat pada perbankan menurun, pemerintah dengan sigap mengeluarkan kebijakan untuk memberikan jaminan kepada semua kewajiban bank terhadap para nasabahnya.
Pemerintah mendirikan BPPN melalui Keppres Nomor 27/1998 dan PP17/1999 yang nantinya menjadi cikal bakal pendirian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui UU perbankan Nomor 10/1998. Pada saat itu pemerintah menjamim simpanan masyarakat secara blanket guarantee (Jaminan tanpa batas).


Alhamdulillah, kebijakan tersebut pelan-pelan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Akan tetapi karena terlalu luas ruang lingkupnya, kebijakan tersebut malah membebani keuangan negara.
Seiring dengan kondisi keuangan negara yang mulai membaik, kebijakan tersebut kemudian dihentikan. Sebagai gantinya, pemerintah kemudian membentuk sebuah lembaga bernama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sebuah lembaga independen yang dibentuk sesuai UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) yang diubah menjadi UU Nomor 7 Tahun 2009. LPS resmi beroperasi tanggal 22 September 2005.
Lantas apa bedanya dengan kebijakan sebelumnya? Bedanya, pada LPS ini sistem blanket guarantee; penjaminan tanpa batas telah dihapus dan diubah menjadi limited guarantee; penjaminan secara terbatas.
Lembaga Penjamin Simpanan selain untuk melindungi tabungan masyarakat juga untuk menjaga keseimbangan, kemajuan ekonomi nasional, dan stabilnya industri perbankan sehingga perekonomian stabil. Pemerintah kemudian mengesahkan UU OJK tahun 2011.
Terakhir pada tahun 2016, pemerintah mengesahkan UU PPKSK Nomor 9 tahun 2016 yang merupakan mandat baru bagi LPS.
Undang-Undang tentang PPKSK (Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan) yang bertujuan mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kokoh guna menghadapi ancaman. Baik ancaman dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri.


Apa yang Dilakukan LPS?
Sebagai Lembaga Penjamin Simpanan, LPS tentu saja memiliki fungsi dan tugas yang tidak main-main. Sesuai dengan kewenangannya, paling tidak berikut ini beberapa tugas dan fungsi LPS. Antara lain;
1). Merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan
2). Melaksanakan penjaminan simpanan
3). Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan
4). Merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian bank gagal yang tidak berdampak sistemik
5). Melaksanakan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik

Peserta LPS Digital Camp Cukup Antusias Meski Sedang Puasa (Foto Ali)
Apa Wewenang LPS?
Nah, supaya tugas dan fungsi yang saya sebutkan di atas berjalan, LPS diberi kewenangan oleh pemerintah. Kewenangan tersebut antara lain;
1). Menetapkan dan memungut premi penjaminan dan kontribusi ketika bank pertama kali menjadi peserta sekaligus melakukan pengelolaan kekayaan dan kewajiban LPS
2). Mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan bank, laporan keuangan bank, dan laporan hasil pemeriksaan bank sepanjang tidak melanggar kerahasiaan bank sekaligus melakukan rekonsiliasi, verifikasi, dan konfirmasi atas data tersebut
3). Menetapkan syarat, tata cara, dan ketentuan pembayaran klaim
4). Menunjuk, menguasakan, dan menugaskan pihak lain bertindak atas nama LPS, untuk melaksanakan sebagian tugas tertentu
5). Melakukan penyuluhan kepada bank dan masyarakat tentang penjaminan simpanan termasuk menjatuhkan sanksi administratif bagi yang melanggar ketentuan
Oh iya, sebagai lembaga penjamin, LPS hanya menjamin tabungan kita hingga mencapai angka Rp. 2 miliar saja. Jika melebihi limit akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi berdasarkan likuidasi kekayaan bank.

Cara Klaim Tabungan Bermasalah
Ini kalau terjadi sesuatu pada bank tempat kita menabung, ya ... kalau semisal tidak terjadi apa pun ya, nggak usah klaim, hehehe. Saya memberikan ini supaya kita tahu saja bagaimana cara klaim tabungan pada LPS.
1). LPS akan menentukan simpanan kita yang layak bayar, setelah rekonsiliasi dan verifikasi data simpanan nasabah yang dicabut izin usahanya dalam waktu 90 hari kerja sejak izin bank dicabut.
2). Paling lambat 5 hari kerja sejak verifikasi dimulai pihak LPS akan mulai membayar simpanan yang layak bayar.
3). Waktu pengajuan klaim penjaminan adalah selama 5 tahun setelah izin dicabut.
4). Bila kita masih merasa dirugikan, kita bisa melakukan pengajuan keberatan pada LPS yang didasarkan bukti nyata dan jelas, kita juga dapat melakukan upaya hukum melalui pengadilan.

Sumber (web LPS)


Penutup
Sebagai penutup, supaya tabungan kita masuk dalam jaminan LPS kita harus memenuhi syarat juga lho, jadi tidak serta merta LPS menjamin tabungan kita. Syaratnya antara lain;
1). Tercatat dalam perbukuan bank
2). Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga jaminan
3). Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank

Kalau sudah seperti ini, apa kita masih ragu-ragu untuk nabung di bank? Saat ini banyak bank memudahkan kita untuk buka tabungan, bahkan seiring dengan perkembangan zaman, lebih dimudahkan lagi.
Kita bisa lho, buka tabungan secara online, menabung pun sama bisa secara online. Jadi kita bisa menabung kapan saja dan di mana saja. Cukup melalui smartphone yang kita punya, semua beres. 
Acara Digital Campaign Camp berakhir pada saat azan magrib berkumandang. Acara kemudian ditutup dengan buka bersama, tanya jawab yang tertunda, dan bagi-bagi hadiah. Selamat menabung!

Jangan Takut Menabung, Ada LPS yang Menjamin Tabungan Kita