Kamis, 14 Maret 2013

[Tips] 7 Cara Mengawali Tulisan


7 Cara Mengawali Tulisan

Kita sudah punya ide untuk menulis, ide tersebut sudah mengganggu kita hingga kita tidak tenang belajar, bekerja, makan, tidur, seolah benar-bener meneror kita. Akan tetapi, ketika kita sudah benar-benar siap menuliskan ide tersebut semua seolah menguap begitu saja. Kita tidak tahu apa kalimat pertama yang akan kita tulis.
Teman, percayalah, kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada newbi, pada calon penulis saja, kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun termasuk penulis senior yang telah menghasilkan banyak tulisan. So, tidak perlu panik. Ada banyak cara mengatasinya. Paling tidak ada 7 cara yang bisa kita lakukan untuk mengawali sebuah tulisan.

1). Dengan sepotong kalimat
Sepotong kalimat misalnya satu bait puisi, cuplikan berita di koran, sebuah pantun, sebuah lagu, atau kalimat apapun yang menarik. Beberapa penulis yang suka menggunakan cara ini misalnya Mas Gola Gong. Cara ini bisa membuat pembaca tertarik jika dengan kalimat yang membuat penasaran.
2). Dengan bunyi-bunyian
Cara ini biasanya dipakai pada bacaan anak-anak, walau banyak juga untuk bacaan lainnya. Bunyi-bunyian yang dimaksud misalnya bunyi petir menggelegar, bunyi derap langkah kuda, kaki yang berjalan terseret, genting pencah, atau sebuah teriakan. Kita bisa menggunakan bunyi-bunyiaan yang membuat pembukaan dalam tulisan kita membawa pembacanya terpana.
3). Dengan sebuah percakapan
Percakapan banyak digunakan karena sangat mudah. Kita tinggal menuliskan tanda petik dua di atas lantas menulis sebuah percakapan si tokoh utama atau tokoh pembantu atau keduanya. Sangat mudah karena seperti kita sedang berbicara dengan pembaca kita.
4). Dengan sebuah deskripsi (Tokoh, Setting, Kejadian, Perasaan, dan sebagainya)
Deskripsi tokoh utama di awal tulisan kita akan membawa pembaca berdebar dan tak sabar mengenali sosok yang akan diceritakan, tentu saja jika tokohnya ini sangat kuat karakternya. Buat kata-kata pilihan yang mampu menggambarkan tokoh atau setting atau kejadian atau apapun yang pertama kali mau kita deskripsikan pada awal tulisan kita.
5). Dengan tebak-tebakan
Tebak-tebakan lucu, konyol, dan membuat kita terpingkal di awal kalimat pembuka dalam artikel kita akan membawa suasana positif bagi pembaca. Ini bisa jadi alternatif cara mengawali artikel yang kita tulis.
6). Dengan sepotong cerita
Cerita legenda, dongeng, atau kisah yang menawan dan dikenal masyarakat luas bisa dijadikan pembuka dalam artikel kita. Kita tidak perlu menulisnya lengkap, kita cukup membuat ringkasan yang membuat imajinasi pembaca terbang ke belakang dan penasaran dengan artikel yang sedang kita tulis.  Hal ini penting agar pembaca mau membaca tulisan kita hingga titik terakhir.
7). Dengan sebuah aktivitas
Ini bisa jadi pilihan karena pembaca langsung diperkenalkan pada apa yang sedang terjadi. Misal si tokoh utama dengan riang naik sepeda gunung, si tokoh utama sedang diam terpaku di sebuah pemancingan, si tokoh utama sedang chatting di depan laptopnya, dan contoh-contoh lainnya.
Tentu saja, masih banyak cara dalam membuka sebuah artikel, terutama artikel fiksi. Tinggal bagaimana kita mencoba mengeksplorasi dan berinovasi. Semua bisa dilakukan dengan satu syarat, berani. Oke, semoga bermanfaat.
@alimuakhir


Mau Jago Nulis dan Jadi Pemenang di Dunia Tulis Menulis? Ikut Kelas Nulis "WinnerClass" aja.

14 komentar:

  1. wah, saya dapet ilmu baru :D

    BalasHapus
  2. Semoga bermanfaat Aisyah. Kasih tau yang lain kalau ini bermanfaat dan kasih link-nya, hehe.

    BalasHapus
  3. itu yang no.2, mau di cobain ah, minimal nulis cerita anak buat anak sendiri, hehe.
    Nuhun kang :)

    BalasHapus
  4. Ayooo Bu Dey ... nulis ya ... beneran, hehehe

    BalasHapus
  5. makasih Pak Guru buat ilmunya. Saya follow juga blognya :)

    BalasHapus
  6. Siiip Mbak Hairi ... sama-sama belajar yuk!

    BalasHapus
  7. Bener bgt Mas Sobat Bercahaya ...

    BalasHapus
  8. asik, dapet ilmu baru. Terima kasih, ya :)

    BalasHapus
  9. Tipsnya seger kang alee, aku share di iidn semarang yaa, kukasih link ke blog ini nuhuun..

    BalasHapus
  10. subhanaLlah, bagi2 ilmunya to the point...mudah2an berkah, makasih ya :)

    BalasHapus
  11. Oke, Mbak Dedew ... sip lanjutkan ...

    BalasHapus
  12. Bu Vetriani ... makasih, amiiinnn

    BalasHapus
  13. saya sudah coba trik di atas , ceritanya juga sudah jadi , nah saya mau buat cerita saya menjadi sebuah buku . nah caranya gimana ya?

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar