Jumat, 13 April 2018

Cara Mudah Menjadi Konsumen yang Cerdas di Era Digital



KURANG lebih sekitar 5 tahun lalu, sebelum belanja online menjadi salah satu cara belanja paling gampang seperti sekarang ini, teman saya pernah tertipu. Dia membeli smartphone branded yang dibandrol dengan harga sangat murah di sebuah situs.
Saat itu saya juga sempat tergoda ingin beli, selain harganya murah, situsnya sangat meyakinkan karena dilengkapi dengan gambar tumpukan barang di gudang, saat pegawai melakukan shipping, dan testimoni pembeli. Lokasi jualnya mengaku ada di Batam dengan alamat dan nomer telepon lengkap, jadi saya hampir percaya.
Benar saja, setelah teman saya nekad untuk memilih barang yang diinginkannya dan melakukan pembayaran, hingga saya menulis ini barang yang diincarnya tidak pernah datang. Situs tersebut pun lenyap dari peredaran setelah sebulan.
Situs-situs jualan online bodong atau biasa disebut kloningan seperti itu bukan sekali dua kali hadir di dunia maya. Mungkin sudah ratusan, bahkan ribuan. Baru-baru ini bahkan ada yang sengaja menggunakan nama yang mirip dengan toko online resmi, hanya saja ditambah dengan satu kata (misalnya saja lazadadiskon.com, samsungmurah.com, dan sebagainya).



Mereka pun terang-terangan mempromosikan toko online kloningan tersebut melalui media sosial secara profesional alias berbayar. Sangat wajar jika kemudian pembeli yakin dan akhirnya terkecoh. 
Beberapa kali ketika saya melihat berseliweran di media sosial, saya langsung melaporkannya melalui media sosial toko online resminya sekaligus mengecek kebenaran toko online kloningannya.
Saya yakin, jika hal tersebut dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan pelanggan kepada toko online resmi akan tergerogoti. Padahal sangat tidak mudah membangun kepercayaan. Padahal dalam jualan online, asas saling percaya menjadi hal paling utama.
Jangankan jualan online, jualan offline saja wajib menjaga kepercayaan supaya antara penjual dan pembeli sama-sama nyaman, sama-sama senang, dan sama-sama diuntungkan. Penjual mengedukasi pembeli dengan barang-barang berkualitas, pembeli mengeluarkan biaya sesuai dengan kualitas barang yang dibeli.
Penjual menjadi penjual yang cerdas, pembeli pun sama, menjadi konsumen yang cerdas. Konsumen Cerdas di Era Digital.


Hari Konsumen Nasional
Dahulu saya berpikir, jika konsumen dirugikan tidak perlu mengadu. Cukup ditelan sendiri karena itu buah kesalahan kita yang kurang teliti saat membeli barang. Di samping itu, tidak tahu harus mengadu ke mana. Jika pun mengadu, apa untungnya? Buang-buang waktu saja. Padahal, pola pikir seperti itu salah besar.
Beruntung, sejak tahun 1999 pemerintah telah menetapkan undang-undang perlindungan terhadap konsumen. Tepatnya Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang kemudian ditetapkan pada tanggal 20 April 1999.
Tujuan undang-undang tersebut adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata secara materil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Nah, berdasarkan pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen tersebut, kemudian ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional atau disingkat HARKONAS.



Kenapa perlu adanya HARKONAS? Tentu saja supaya konsumen seperti saya jadi tahu hak dan kewajiban sebagai konsumen. Sejak Tahun 2012 pemerintah memperingati Hari Konsumen Nasional setiap tanggal 20 April.
Pencanangan Hari Konsumen Nasional awalnya diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tanggal 20 April 2012. Selanjutnya, diselenggarakan oleh Pemerintah dengan koordinasi Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan. Jadi makin mantab, kan?
Secara lengkap, tujuan ditetapkannya Hari Konsumen Nasional sebagaimana dikutip dari harkonas.id antara lain:
1). Sebagai upaya penguatan kesadaran pada pentingnya memahami dan menjalankan hak dan kewajiban konsumen serta sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri.
2) Menempatkan konsumen pada subyek penentu kegiatan ekonomi sehingga pelaku usaha terdorong untuk dapat memproduksi dan memperdagangkan barang atau jasa yang berkualitas serta berdaya saing di era global.
3). Menempatkan konsumen untuk menjadi agen perubahan dalam posisinya sebagai subyek penentu kegiatan Ekonomi Indonesia.
4). Mendorong pemerintah dalam melaksanakan tugas mengembangkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia.
5). Mendorong terbentuknya jejaring komunitas perlindungan konsumen.

si Koncer Maskot Konsumen Cerdas



Konsumen Cerdas di Era Digital
Lantas, bagimana cara menjadi konsumen yang cerdas di era digital? Paling tidak ada tujuh (7) cara yang bisa dilakukan konsumen. Cara tersebut sangat mudah dilakukan dan sangat membantu siapa pun. Tujuh cara tersebut antara lain:

Pertama Tegakkan Hak dan Kewajiban sebagai Konsumen
Konsumen harus bisa menegakkan hak dan kewajibannya sebagai konsumen tanpa pandang bulu. Jangan mentang-mentang yang jualan pengusaha besar misalnya, terus kita sebagai konsumen memaklumi ketika hak dan kewajiban kita sebagai konsumen diabaikan. Hak konsumen antara lain:



1). Mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.
2). Memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
3). Memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.
4). Didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.
5). Mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa secara patut.
6). Mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen.
7). Diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
8). Mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.
9). Selalu mempunyai kebiasaan untuk teliti atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan/tersedia di pasar, minimal secara kasat mata dapat digunakan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dari barang dan/atau jasa tersebut, dan bila kurang jelas atau kurang paham, dapat bertanya atau memperoleh informasi atas barang dan/atau jasa tersebut. Berdasarkan hal ini, dapat diperoleh gambaran umum atas barang dan/ atau jasa yang ditawarkan di pasar.


Selain Hak, konsumen juga wajib untuk menegakkan kewajiban supaya sebelum menggunakan jasa atau barang yang telah kita beli sesuai dengan apa yang dijanjikan penjual. Kewajiban konsumen antara lain:
1). Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian barang dan/atau jasa.
2). Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa.
3). Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati.
4). Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa secara patut.

Kedua Teliti Sebelum Membeli
Sebagai konsumen, biasakan untuk teliti atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan/tersedia di pasar. Minimal mengetahui keadaan barang dan/atau jasa yang ditawarkan. Jika kurang jelas jangan lupa bertanya dan minta informasi detil dari barang dan/atau jasa tersebut. 
Ketiga Perhatikan Label dan Manual Garansi Berbahasa Indonesia
Konsumen harus lebih kritis pada kondisi barang dan/atau jasa, khususnya pada barang yang berupa makanan, minuman, obat dan kosmetik. Barang harus dalam keadaan terbungkus yang disertai label. 
Pastikan pada label tercantum komposisi, manfaat, aturan pakai, dan masa berlaku. Bila membeli produk telematika dan elektronika, maka harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia.
Keempat Pastikan Produk Bertanda SNI
Konsumen harus mulai akrab dengan produk bertanda SNI. Sudah saatnya konsumen memperhatikan produk yang sudah wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Produk bertanda SNI lebih memberikan jaminan kepastian atas kesehatan, kemanan, dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L).



Kelima Jangan Abaikan Masa Kadaluarsa Produk
Perhatikan masa kadaluarsa agar berhati-hati terhadap barang yang masuk ke dalam tubuh atau yang digunakan di luar/atas tubuh karena barang tersebut sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan, keamanan, dan keselamatan (K3L) konsumen.
Keenam Beli Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan
Budayakan perilaku tidak konsumtif. Artinya bukan barang dan/atau jasa yang menguasai atau mempengaruhi konsumen, melainkan konsumenlah yang menguasai keinginannya untuk membeli barang dan/atau jasa.
Ketujuh Cintailah Produk Indonesia
Produk buatan Indonesia saat ini sudah tidak kalah dengan produk impor, bahkan sudah banyak produk Indonesia yang go International. Dengan membeli produk asli Indonesia, ekonomi akan berputar di dalam negeri sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.



Point ketujuh benar-benar nendang banget bagi generasi sekarang yang lebih bangga menggunakan produk luar. Padahal, produk luar belum tentu kualitasnya terjamin dan cocok dengan kondisi kita yang hidup di alam tropis. Semoga saja dengan 7 cara di atas, ke depan lebih banyak lagi Konsumen Cerdas di Era Digital dan generasi mendatang lebih cinta produk dalam negeri.Saya membayangkan jika sejak dari sekarang banyak Konsumen yang Cerdas di Era Digital dan generasi mendatang lebih mencintai produk dalam negeri, tidak menutup kemungkinan negeri ini masyarakatnya makin sejahtera.


Tempat Mengadu
Sebagai bagian terakhir dari tulisan ini. Sekali lagi saya menghibau supaya kita semua belajar komitmen untuk menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital. Selain mempraktikkan 7 cara di atas, jangan lupa jika kita mendapati hal yang tidak mengenakan sebagai konsumen, jangan segan-segan mengadukannya. Kita bisa mengadukan ketidaknyamanan tersebut melalui beberapa cara berikut ini:
1. Langsung pada pelaku usaha
2. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat
3. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat
4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen di Kabupaten/Kota
5. Pos layanan informasi dan pengaduan konsumen
    - Hotline : (021)3441839
    - Website : http://siswaspk.kemendag.go.id
    - E-mail : pengaduan.konsumen@kemendag.go.id
    - Whatsapp : 0853 1111 1010
    - Google Play Store : Pengaduan Konsumen

Semoga tulisan ini bermanfaat, mudah dipraktikan, dan bisa ditebarkan di sekeliling kita. Semoga kita semua menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital. 

Sumber:
1). Pengalaman pribadi
2). Situs harkonas.id
3). Twitter @harkonas
4). Instagram @harkonas



Selasa, 10 April 2018

Siapa Pun Akan Susah Move On Setelah Menjelajah Labuan Bajo



Bagi sebagian traveler, menjelajah Indonesia timur, terutama Labuan Bajo sepertinya mainstream sekali. Akan tetapi, karena ini untuk pertama kalinya saya ke sana, saya tetap saja exited. Terlebih lagi Tiket Pesawat sudah ada di tangan.
Bagaimana saya tidak exited? Selama 3 hari 2 malam saya akan tinggal di kapal dan berada di lautan lepas untuk menjelajah dan menikmati keindahan pesona Labuan Bajo!

PAGI-PAGI sekali, usai shalat subuh saya sudah berada dalam Bus Primajasa jurusan Bandung – Bandara Soekarno-Hatta Banten karena dapat jadwal penerbangan dengan Pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo tepat pukul 10.50 WIB.
Sesuai perkiraan, setelah 3 jam bus yang saya tumpangi menembus jalanan, bus merapat di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Saya langsung bergabung dengan teman-teman lain yang sama-sama akan menjelajah Labuan Bajo.
Setelah cek-in dan mengurus bagasi, sesuai waktu yang tertera pada Tiket Pesawat Garuda Indonesia  yang akan membawa kami mengarungi angkasa, pesawat melesat menuju Bandara Komodo Labuan Bajo. Ini yang saya suka dari Garuda Indonesia, selalu tepat waktu, hehehe.
Tiket Pesawat Garuda Indonesia (Foto Ali)

Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Banten menuju Bandara Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur hanya memerlukan waktu kurang lebih 3.5 jam. Saya habiskan dengan tiduran karena semalam tidurnya kurang pulas.
Saya baru terbangun setelah teman sebelah membangunkan, “Sudah sampai Labuan Bajo,” katanya, mirip bisikan komodo yang kegirangan ketemu daging segar.
Karena Bandara Komodo tidak terlalu besar, setiap penumpang tidak boleh berlama-lama berada di area lintasan pesawat. Padahal semua penumpang ingin mengabadikan moment terindahnya di sana. Jadilah, semua terburu-buru masuk ke dalam ruangan Bandara untuk mengambil bagasi dan selekas mungkin menuju pelabuhan dengan bus atau taksi yang sudah dipesan.
Sebelum benar-benar tiba di pelabuhan Labuan Bajo, wisatawan atau traveler biasanya berhenti sejenak di salah satu sudut jalan yang menanjak. Melihat semenanjung pulau-pulau yang akan didatangi selama berada di Labuan Bajo. Namanya Bukit Waringin.

Pulau Kelor Labuan Bajo
Meski badan masih agak capek karena menempuh perjalanan yang cukup padat dan panjang, namun karena rasa kepenasaran yang demikian pekat, begitu naik kapal langsung ingin buru-buru menuju destinasi pertama selama di Labuan Bajo; Pulau Kelor. 
Konon, Pulau Kelor salah satu pulau indah yang ada di semenanjung Labuan Bajo, yang wajib didatangi. Makanya, meski sebelumnya saya tidak pernah mencari tahu, saya ikut penasaran juga.
“Itu pulaunya,” kata Kapten Kapal menunjuk pulau kecil yang menjulang cukup tinggi, begitu kapal ditambatkan di tengah lautan. Kapal tidak bisa merapat di pantainya karena pantainya sangat dangkal.
Satu persatu penumpang diantar menggunakan boat menuju Pulau Kelor. Eh, ini beda banget lho, dengan Pulau Kelor yang ada di Kepulauan Seribu. Meski sama-sama kecil, tetapi tidak ada benteng. Hanya ada bukit, pantai yang dipenuhi tumbuhan, pasir putih, dan taman bawah laut.
Sebagian memilih main dipantai dan pose-pose cantik, sebagian lagi naik ke atas bukit untuk mengabadikan keindahan pamandangan dilihat dari atas bukit, dan sebagian lagi snorkeling.
Pulau Kelor dari kejauhan (Foto Ali)

Pantai Indah Pulau Kelor (Foto Ali)
Karena waktu yang sangat terbatas, saya manfaatkan untuk mengelilingi Pantai Pulau Kelor. Setelah itu ikut gabung melihat keindahan taman bawah lautnya. Awal-awal saya agak menyesal karena terumbu karang di tepi pantai sudah rusak. Mungkin karena sudah banyak yang menjejak.
Saya kemudian mencoba berenang lebih jauh lagi hingga menemukan terumbu karang dan ikan-ikan cantik yang ada di sana. Menemukan indahnya taman laut Pulau Kelor.
Beruntung sekali, ombak laut di sana hampir tidak ada, kalau pun ada sangat kecil, jadi nyaman sekali untuk snorkeling. Ingin sekali rasanya berlama-lama di sana, tetapi karena matahari sudah mulai tenggelam, saya dan teman-teman buru-buru kembali ke kapal untuk istirahat.

Bermalam di Kapal
Destinasi berikutnya adalah Pulau Padar. Bukit yang terkenal dengan Bukit Purba karena jika dilihat dari atas bukit, gugusan bukit dan lautnya seolah tersesat di zaman purba. Letaknya cukup jauh dari Pulau Kelor.
Supaya bisa tiba di sana pagi-pagi, kapal yang membawa kami melanjutkan perjalanan dan akan bermalam di dekat Pulau Padar.
Kapal Pinisi yang Sangat Nyaman (Foto Ali)
“Kita cari tempat yang ombaknya tidak besar,” kata Kapten Kapal sebelum menjalankan kapal.
Karena baru kali ini menginap di kapal, rasanya nggak karuan. Antara senang dan takut bercampur menjadi satu. Beruntung saya sudah benar-benar lelah. Begitu usai makan malam dan shalat, saya langsung tertidur ditemani deru ombak dan angin sepoi-sepoi.

Pulau Padar Labuan Bajo
Pagi-pagi sekali, sebelum matahari terbit, mesin kapal sudah kembali menyala. Saya dan kawan-kawan yang terlelap seketika terbangun. Kapal akan merapat di Pulau Padar.
Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di Labuan Bajo atau Kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Selain itu ada Pulau Bidadari, Kenawa Beach, Loh Buaya, Pink Beach, dan sebagainya.
Pagi-pagi sekali menuju Pulau Padar sebetulnya demi apa? Tak lain dan tak bukan demi mengejar trekking pagi-pagi supaya tidak kepanasaran. Benar saja, sesuai jadwal, kapal merapat di Pulau Padar saat matahari belum tinggi, jadi belum begitu panas.
Trekking Pulau Padar Dimulai dari Pantai Ini (Foto Ali)
Undakan untuk Membantu Trekking (Foto Ali)
Saya pikir trekking di Pulau Padar hanya sebentar, ternyata untuk mencapai bukit perlu waktu kurang lebih 45 menit hingga 1 jam. Tergantung kecepatan kita menaiki bukit.
Beruntung sekali, sekarang sudah dibangun undakan dari kayu dan batu, jadi cukup membantu siapa pun yang akan naik Bukit Padar. Karena sedang tidak musim hujan, sepanjang bukit rerumputan kering karena terpanggang matahari.
Lebih beruntung lagi, meski baru sepuluh menit menaiki bukit, tanda-tanda keindahan lanscape alam sekitar Bukit Padar sudah terlihat. Bahkan sudah dibangun tempat untuk istirahat sekaligus mengabadikan moment indah di sana.
Puncaknya saat benar-benar berada di atas bukit. Masya Allah ... alam ciptaan Sang Kuasa benar-benar terlihat luar biasa indah. Saya sampai tertegun cukup lama saat menikmatinya.
Sebuah pulau besar berdiri tegak dan memanjang bagaikan ular. Di sekelilingnya terlihat pantai dan laut lepas. Bernaung di bawah langit biru yang teramat cerah. Sungguh, nikmat mana lagi yang kau dustakan?
Bukit Padar yang Memesona (Foto Leon)
Indonesia benar-benar luar biasa! Tidak perlu jauh-jauh melihat keindahan ciptakan Sang Khalik. Cukup ke Labuan Bajo, kita akan menemukan salah satu pesona keindahannya.
Menjelang matahari memanas di atas kepala, kita turun dan kembali ke kapal. Menjelang sore, saatnya menikmati keindahan taman bawah laut Pink Beach atau Pantai Pink. Letak Pink Beach kurang lebih 1 jam perjalanan dari Pulau Padar.

Pink Beach Labuan Bajo
Sore-sore traveling ke Labuan Bajo, paling enak tentu menikmati keindahan salah satu pantainya. Makanya, usai berlelah-lelah trekking di Pulau Padar, kapal langsung menuju Pink Beach.
Supaya energi tetap penuh, tak lupa selama dalam perjalan menuju Pink Beach makan siang terlebih dahulu. Bukan apa-apa, biar puas bermain-main dan berenang-renang manja di Pink Beach, hehehe.
Pink Beach bikin penasaran karena warna pasir pantainya berwarna pink. Konon, warna pink atau merah muda yang ada di sana merupakan komposisi dari koral, pecahan kerang, dan kalsium karbonat dari biota laut.
Mungkin karena gemas dan penasaran, banyak wisatawan yang mengambil dan membawanya pulang. Pantas saja, sekarang warna pinknya mulai memudar. Duh, padahal yang dibawa cukup foto dan kenangannya saja, nggak perlu bawa pasirnya segala.
Bukan hanya pantainya yang bisa dinikmati dengan berjemur atau duduk-duduk di bawah pohon yang ada di sekitar pantai, taman bawah laut Pink Beach pun bisa dinikmati dengan snorkeling. Lagi-lagi saya dibuat takjub.
Pesona Pink Beach (Foto Ali)

Pink Beach Dilihat dari Bukit (Foto Ali)

Snorkeling di Pink Beach tidak perlu jauh-jauh, hanya berenang dalam jarang beberapa meter saja sudah disuguhi keindahannya. Taman bawah lautnya juga tidak terlalu dalam, jadi buat yang takut berenang tak perlu khawatir tenggelam atau terseret ombak.
Rasanya ingin sekali berlama-lama di sana jika tidak ingat waktu karena selain terumbu karangnya masih terjaga dengan baik, biota lautnya pun beraneka macam. Rasanya tak cukup jika hanya sebentar.
Karena sudah sore, saya dan teman-teman akhirnya mengalah untuk kembali ke kapal. Malam ini kembali menginap di kapal. Kapal pun kembali berlayar. Kali ini mendekati Pulau Komodo.
Malam kedua berbeda sekali dengan malam pertama. Suasana sudah lebih santai dan bisa menikmati malam di kapal. Suasana kapal malam itu sangat meriah di bawah bintang gemintang yang bergelantungan di atas langit.
Selama makan malam semua bercanda dan cerita pengalaman perjalanan yang pernah ditempuh selama ini. Selain itu menggerakan badan dengan Goyang Maumere. Semua baru terlelap setelah malam benar-benar larut.

Pulau Komodo Labuah Bajo
Pagi-pagi sekali, lagi-lagi saya dan teman-teman dibangunkan suara mesin kapal yang mulai bergerak saat fajar mulai menyingkap alam Labuan Bajo. Kapal berlayar menuju Pulau Komodo.
Setelah fajar menyingsing dan matahari mulai bersinar semua membersihkan diri dan sarapan pagi. Menu pagi ini cukup beragam, tetapi saya hanya ambil pisang coklat keju yang lezat.
Menikmati Pagi dari Atas Kapal (Foto Leon)
Hari ini waktu kita sangat terbatas karena sebelum pukul 14.00 harus sudah kembali ke pelabuhan dan bandara. Saya cek Tiket Pesawat. Jadwal penerbangan Pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Komodo – Bandara Soekarno-Hatta Banteng tepat pukul 15.05 WITA.
Menurut perkiraan Kapten Kapal, dari Pulau Komodo menuju Pelabuhan Labuan Bajo kurang lebih 4-5 Jam, jadi ambil short trek alias hanya diberi waktu 1.5 jam saja untuk mengeksplor Pulau Komodo.
Dermaga Pulau Komodo (Foto Ali)

Gerbang Pulau Komodo (Foto Ali)

Jembatan di Pulau Komodo (Foto Ali)

Rusa di Pulau Komodo (Foto Ali)
Karena waktunya sangat singkat, begitu kapal merapat di dermaga, semua berlompatan, seolah berlomba-lomba menuju gerbang Pulau Komodo. Setelah diberi pengaran sebentar, semua berjalan beriringan di belakang pemandu.
Saya agak kaget saat seorang teman menunjuk Komodo sedang tiduran cantik di bawah gazebo. Usut punya usut, komodo tersebut baru saja menghabiskan seekor rusa.
Perjalanan selanjutnya makin mengagetkan dan mendebarkan. Pagi-pagi ternyata Komodo banyak yang berjemur di pantai dan sebagian tiduran manja di tengah rerimbunan hutan. Kurang lebih ada 3 komodo yang menyebar di beberapa tempat. Supaya keamanan tetap terjaga, semua berjalan di belakang pemandu.
Meski keamanan dijaga ketat, tetap saja ada kejadian yang mengerikan. Tiba-tiba seekor Komodo berdiri dan berlari mengejar salah satu teman. Usut punya usut ternyata teman tersebut sedang datang bulan.
Orang yang sedang datang bulan atau sedang terluka sebaiknya tidak masuk ke Pulau Komodo karena jarak penciuman Komodo hingga mencapai 7 Km. Pantas saja dia tahu teman yang sedang datang bulan.
Gagahnya Komodo di Pulau Komodo (Foto Ali)
Pemandu kemudian mengalihkan perhatian Komodo hingga suasana kembali tenang. Teman pun buru-buru kembali ke kapal tanpa terluka sedikit pun. Duuuh, benar-benar pengalaman yang sangat menegangkan.
Walau hanya sebentar, semua tetap bisa menikmati Pulau Komodo dengan bahagia. Salah satunya bisa foto-foto ganteng dan foto-foto cantik bersama tuan rumah alias Sang Komodo.
Tepat pukul 09.00 WITA, semua say goodbye pada pemandu dan Komodo untuk kembali ke dunia nyata. Sambil berharap, suatu kali bisa kembali ke sini, menjelajah nusantara yang indahnya tiara. Supaya bisa kembali ke sana, musti sering-sering mengunjungi Skyscanner.

Mencari Perjalanan di Skyscanner
Saya tahu Skyscanner dari beberapa teman traveler yang lebih sering mencari informasi kebutuhan travel di sana. Skyscanner adalah perusahaan pencarian travel global yang menawarkan jasa pencarian penerbangan, hotel, dan penyewaan kendaraan secara gratis di seluruh dunia.
Skyscanner dirintis pada tahun 2003 dan hadir dalam 30 ragam bahasa. Setiap bulan Skyscanner membantu lebih dari 70 juta orang yang mencari tujuan perjalanan dan tujuan wisata terbaik.
Info dari Skyscanner, dalam tiga belas tahun terakhir Skyscanner telah menyebar di belahan dunia seperti Inggris, Singapura, Beijing, Miami, Barcelona, Indonesia, India, dan sebagainya.

Skyscanner (Foto Web Skyscanner)

Setiap bulan Skyscanner dikunjungi lebih dari 30 juta pengunjung unik. Mereka menggunakan lebih dari 30 bahasa. Wajar sekali jika Skyscanner menjadi tempat paling tepat saat merencanakan perjalanan dengan harga terbaik.  
Sangat wajar sekali jika kita ketik kata kunci Tiket Pesawat, Tiket Murah, dan beberapa kata kunci lain di mesin pencari maka situs Skyscanner langsung muncul di halaman pertama.

Kenapa banyak yang menggunakan Skyscanner? Paling tidak karena ada tiga alasan; Gratis, Hemat waktu dan uang, dan Situs travel terpercaya di seluruh dunia.

Aplikasi Mobile Skyscanner
Supaya memudahkan pengguna, selain web, Skyscanner juga menydiakan aplikasi mobile Skyscanner yang bisa diunduh di playstore. Banyak fitur yang bisa digunakan di sana. Sebut saja misalnya:
1). Fitur Bagan untuk melihat hari atau bulan dengan harga tiket pesawat termurah
2). Fitur Info Harga untuk mendapatkan pemberitahuan bila harga tiket pesawat yang kita cari berubah
3). Fitur Ke Mana Saja untuk mendapatkan penawaran dan inspirasi terbaik
4). Fitur Penelusuran Terkini untuk menelusuri penawaran terkini. (Fitur Penelusuran Terkini bisa diakses dari ponsel, tablet, dan komputer, lho)
5). Fitur Bagikan untuk berbagi informasi berbagai penawaran menarik dengan mudah kepada teman dan keluarga.



Fitur Baru Lainnya
Selain fitur-fitur di atas, ada juga fitur-fitur baru lainnya yang tidak ada pada aplikasi lain. Fitur-fitur yang sangat berguna dan sangat memudahkan pengguna. Fitur tersebut antara lain;
1). Fitur Perjalanan Akhir Pekan yang berguna untuk menemukan harga tiket pesawat murah untuk liburan akhir pekan.
2). Fitur Top Deals yang berguna untuk menjelajahi penawaran tiket pesawat murah dengan tujuan domestik dan internasional.
3). Fitur Pantau Penerbangan yang berguna untuk memantau penerbangan sehingga kita mudah saat mencari penerbangan.
4). Fitur Hotel & Mobil yang berguna untuk mencari tiket sekaligus hotel dan mobil secara bersamaan.
5). Fitur Rating penerbangan yang berguna untuk mendapatkan penerbangan terbaik dengan sistem penilaian dan menggunakan kode warna untuk membedakan faktor harga, jumlah pemberhentian, dan durasi penerbangan.
6). Fitur Tips Perjalanan yang berguna bagi siapa pun yang akan melakukan perjalanan.


Penghargaan
Sebagai alat pencari informasi perjalanan terbaik, Aplikasi Mobile Skyscanner telah diakui keberadaannya. Bahkan mendapat beberapa penghagaan. Berikut ini penghargaan yang telah diraih;
1). New York Times, Review Aplikasi Perencanaan Perjalanan.
2). Webby Awards, nominasi Aplikasi Perjalanan Terbaik.
3). Penghargaan Appy, Aplikasi Perjalanan Terbaik.
4). Refinery29, Hacks Terbaik untuk Mendapatkan Penerbangan Murah.

5). TimeOut, Aplikasi Perjalanan Terbaik.

Kalender Libur 2018
Pada awal tahun 2018, seperti dilansir liputan6.com (19/1/2018), supaya wisatawan Indonesia tidak kesulitan merencanakan liburan, Skyscanner merilis fitur Kalender Hari Libur 2018 yang berguna bagi wisatawan Indonesia saat libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan.
Kalender interaktif ini memberikan usulan jumlah hari cuti yang bisa diambil, rekomendasi tujuan wisata  baik domestik maupun  internasional, berikut informasi harga tiket penerbangan yang paling murah.
Fitur ini menjadi cara termudah dalam merencanakan liburan bagi wisatawan Indonesia di tahun 2018 dengan menampilkan tempat-tempat wisata terpopuler yang kemudian diurutkan berdasarkan harga tiket penerbangan yang paling ekonomis sepanjang tahun.
Skyscanner sendiri bagian dari Ctrip Group. Sebuah perusahaan yang telah memiliki lebih dari 800 anggota tim yang tersebar di penjuru dunia, termasuk Barcelona, Beijing, Budapest, Edinburgh, Glasgow, London, Miami, Shenzhen, Singapura, dan Sofia.
So, sekarang tidak perlu galau lagi saat mencari informasi keperluan wisata karena bisa  mencari melalui Skyscanner. Termasuk saat ingin mencari informasi keperluan wisata ke Labuan Bajo.
 (IG: alimuakhir)



 Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog 
yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner

Rabu, 04 April 2018

ASUS ZENPOWER SLIM 6000 Teman Paling Pas untuk Jalan Seharian



KEMARIN diajak jalan keliling Bandung, oleh teman-teman dari salah satu komunitas motor di Bandung. Supaya tidak kehabisan baterai smatphone, saya bawa Power Bank Asus ZenPower 6000.
Rute dimulai dari salah satu dealer di Jalan Merdeka menuju Kampung Warna Cibunut. Kemudian dilanjutkan menuju kawasan hutan kota Babakan Siliwangi, Punclut, D’Dieuland, dan berakhir di Wikki Koffi Jalan Braga Bandung.
Seperti biasa, sebelum jalan, saya siapkan terlebih dahulu alat tempur supaya tidak kelabakan saat di jalan. Selain kamera, tongsis, microphone, smartphone, saya juga bawa barang yang boleh ketinggalan saat jalan, apalagi kalau bukan power bank.
Sebelum pergi, Power Bank saya charge. Saya pikir bakal lama ini Power Bank Asus ZenPower 6000, ternyata hanya perlu waktu sekitar 120 menit alias 2 jam saja. Padahal power bank lain bisa seharian.

120 Menit Terisi Penuh (Foto Ali)
Cibunut Berwarna
Tepat pukul 09.00, semua siap dan memulai perjalanan. Tujuan awal adalah Kampung Warna Cibunut yang terletak di Jalan Sunda Bandung. Dari Jalan Merdeka kendaraan berbelok ke arah kiri di Jalan Veteran, kemudian ketika bertemu perempatan berbelok ke kiri, ke Jalan Sunda.
Kurang lebih 200 meter setelah perempatan akan bertemu dengan gerbang Kampung Warna Cibunut. Perjalanan menggunakan motor dari Jalan Merdeka menuju Kampung Warna Cibunut kurang lebih hanya 10 menit.
Kampung Cibunut terletak di RW. 7 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Kampung ini menjadi salah satu kampung paling berwarna di Kota Bandung.
Kampung Warna Cibunut digagas sejak Tahun 2015. Para  warga secara swadaya membangun kampung supaya lebih ramah lingkungan. Semangat warga semakin tinggi setelah sebuah pabrik cat memberikan ratusan kaleng untuk mengecat ratusan rumah yang ada di kampung tersebut.
Setelah dua tahun berselang, kampung yang awalnya sangat kumuh, kini mendapat julukan baru sebagai Kampung Warna alias Cibunut Berwarna. Nama tersebut disematkan setelah diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akhir tahun 2017 lalu.

Gerbang Cibunut Berwarna (Foto Ali)
     
Tempat Pengolahan Sampah (Foto Ali)

Cibunut Berwarna bisa terwujud selain karena inisiatif warga juga berkat  kolaborasi dari berbagai pihak. Seperti sumbangan dari Ikatan Alumni (IA) ITB Jawa Barat, Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, dan bantuan CSR dari AzkoNobel Decorative Paints Indonesia. 
Supaya lebih artistik, dekorasi Cibunut yang menempati lahan seluas 5 hektar dengan bangunan rumah kurang lebih 300 unit mendapat sentuhan dari Komunitas Mural Bandung.
Secara administratif, Cibunut berada di bantaran sungai kecil yang melintas di tengah Kota Bandung. Kampung ini minim ruang terbuka hijau (RTH) sehingga tak banyak yang bisa dikembangkan kecuali dengan mempercantik diri.
Warga membuat kreasi seperti biodigester, bank sampah, dan vertical garden. Kemudian sarana sosial seperti zona ramah anak guna menciptakan lingkungan yang nyaman pun dibangun.
Selain melihat keindahan kampung, saya dan teman-teman juga belajar bagaimana mengelola sampah supaya lebih bermanfaat untuk kehidupan.

Forest Walk dan Punclut
Usai mengunjungi Cibunut Berwarna, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan menuju Hutan Kota Babakan Siliwangi atau Baksil yang terletak di Jalan Babakan Siliwangi.
Sejak awal Januari 2018 lalu, di Baksil telah dibangun Forest Walk, fasilitas bagi pejalan kaki untuk menikmati suasana hutan kota yang terbentang sepanjang dua kilometer.
Wahana yang terdiri dari jalur khusus pejalan kaki dengan lantai kayu ini mengelilingi Taman Babakan Siliwangi yang asri. Dengan adanya Forest Walk ini, masyarakat Kota Bandung tidak perlu bersusah payah lagi menikmati suasana segar area hutan. Masyarakat  bisa berjalan-jalan, olahraga maupun menjadi area swafoto tanpa harus menembus lebatnya hutan.
Forest Walk Baksil (Foto Ali)
Letak Forest Walk sangat strategis karena masih dalam area jantung kota. Selain itu lokasinya dekat ke berbagai tempat wisata yang ada di kawasan Jalan Cihampelas dan kawasan Cimbeuluit Bandung.
Karena hari makin siang, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan menuju daerah Punclut. Saya cek batere smartphone sudah lowbat, segera saya charge dengan Asus ZenPower Slim 6000.

Isi Baterai Nggak Pakai Lama (Foto Ali)
Perjalanan dari Baksil menuju kawasan punclut kurang lebih hanya memakan waktu 20 menit mengunakan sepeda motor. Tiba di sana, azan Zuhur berkumandang. Rasanya nikmat sekali melihat keindahan Kota Bandung dari atas bukit sambil mendengarkan azan.
Selesai shalat dan menikmati hidangan makan siang khas Punclut yang membuat perut kenyang langsung menuju salah satu tempat wisata kekinian di seputar Lereng Anteng, apalagi kalau bukan D’Dieu Land. Saya cek smartphone yang saya charge dengan Asus ZenPower Slim 6000. Dalam waktu kurang lebih 1 jam, baterai telah terisi hingga 80%. Dan terisi hingga 100% setengah jam kemudian.
Artinya, dalam waktu kurang lebih 1.5 jam, Asus ZenPower Slim 6000 mampu mengisi penuh baterai smartphone. Luar biasa!

Salah Stu Spot D'Dieu Land (Foto Ali)

Salah Satu Spot Foto di D'Dieu Land (Foto Ali)


Asus ZenPower Slim 6000
Buat saya, Asus ZenPower Slim 6000 ini jadi power bank merek Asus kedua yang saya pakai. Sebelumnya saya pakai jenis lain yang kapasitasnya 10.000 mAH. Kenapa saya kali ini saya tidak membawa power bank tersebut? Karena berat. Beda sekali dengan Asus ZenPower Slim 6000 ini.
Sesuai dengan namanya, Asus ZenPower 6000 hadir dalam desain body yang Slim. Cukup tipis untuk ukuran power bank. Saking slimnya, ukurannya pocket, hanya 11 cm X 16 cm x 6 cm dengan ketebalannya kurang dari 15 mm. Jadi nyaman banget dibawa ke mana pun, apalagi kalau dibawa jalan seharian.

Body Asus ZenPower Slim 6000 (Foto Heru)
Apalagi beratnya hanya 170 gram. Bisa masuk ke dalam kantong baju, celana, jaket, atau tas tangan. Kalau jatuh bagaimana? Eit, nggak usah takut. Bahan body Asus ZenPower 6000 walau Slim, tetapi sangat kokoh karena dibuat dari Aluminium Anodized.
Aluminium Anodized atau Anodizing alumunium itu  proses pelapisan Aluminium dengan zat warna. Secara kimia, proses elektrolisa menggunakan larutan elektrolit sebagai penghubung antara katoda dan anoda.
Secara alami, anodizing mampu mengubah permukaan aluminium menjadi aluminium oksida dan menjadi sebuah selaput tipis yang disebut pori-pori. Proses Anodizing dilakukan berulang-ulang hingga membuat aluminium menjadi lapisan oksida kokoh dan dapat meningkatkan daya tahan abrasi.  Wajar sekali jika body Asus ZenPower Slim 6000 sangat kokoh.
Body Kokoh (Foto Heru)
Menurut informasi yang saya dapat, sebelum dilempar ke pasar, Asus ZenPower Slim 6000 telah diuji kekokohan dan ketangguhannya berulang kali pada suhu antara 40-70 derajat. Juga diuji dengan dijatuhkan berulang kali dari ketinggian kurang lebih 80 cm. Mantab banget, kan?
Seperti yang saya ceritakan di atas, selain bodynya slim dan kokoh, kelebihan Asus ZenPower Slim 6000 berikutnya adalah Fast Charging.  

Fast Charging (Foto Ali)
Asus ZenPower Slim 6000 sudah dilengkapi fitur canggih pengisian cepat dengan output 2.4A. Pantas sekali saat nge-charge nggak perlu waktu lama-lama. Sebentar saja sudah penuh. 
Supaya fasilitas fast charging berfungsi optimal, pastikan smartphone juga mendukung  system fast charging ini, ya. Selain saat ngecharge, saat mengisi daya juga tidak perlu menunggu waktu yang lama. Kurang lebih 2 jam, Asus ZenPower Slim 6000 langsung full tank.
Pas Digenggaman Tangan (Foto Heru)
Powerbank berkapasitas 6000 mAh ini juga bisa digunakan untuk nge-charge smartphone hingga 2 kali, terutama smartphone yang kapasitas baterainya 3100 mAh. Artinya, jika kapasitas batere smartphonetapi dibawah 3100 mAh bisa lebih dari 2 kali.
Saat jalan seharian kemarin, Asus ZenPower Slim 6000 ini malah saya pakai juga untuk nge-charge kamera, hehehe. Jadi, emang beneran jadi teman paling pas untuk jalan seharin.

Dus, Kabel Data, Petunjuk, dan Asus ZenPower Slim 6000 (Foto Ali)


Kelebihan Lain
Supaya keselamatan dan kenyamanan Netizen saat menggunakan ZenPower Slim 6000 terjaga. Power bank ini telah dibekali dengan 11 sertifikat keamanan. Antara lain; perlindungan terhadap panas, arus pendek, daya voltase yang berlebihan, over charging dan lainnya.
Daya tahan perangkatnya sendiri oleh Asus diklaim mampu dipergunakan hingga 5000 kali plug in/out, aman bila jatuh dari ketinggian 80 cm serta tahan di luar ruang dari -40°C hingga 70°C.


Meski begitu, Asus ZenPower Slim 6000 tetap ada kelemahannya. Power bank yang dipasaran dibandrol dengan harga sekitar Rp.250.000 ini tidak akan optimal. Terutama jika saat sedang mengisi baterai smartphone, kita tak berhenti internetan, sosmedan, dan aktivitas lain yang membuat pengisian terganggu.


So, saran saya, kalau sedang isi baterai smartphone menggunakan Asus ZenPower Slim 6000, berhenti internetan! Mau jalan-jalan seharian? Jangan lupa bawa Asus ZenPower Slim 6000. Nggak bakal nyesel.

Instagram: alimuakhir

Blog Archive