Selasa, 21 Juni 2016

Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan


Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan

SAAT menyebut durian biasanya ada dua reaksi yang diberikan; tidak suka karena baunya terlalu wangi atau menyukainya karena selain wangi daging buahnya rasanya manis dan enak. Saya dan keluarga kecil saya kebetulan sangat menyukainya sehingga kalau ada yang mau kirim buah dunian tak akan menolak, hehehe.
Indonesia termasuk salah satu negara penghasil Buah Durian, walau pun tidak sampai mengekspor atau menjadikan salah satu komoditas seperti Thailand, padahal jika menjadi salah satu komoditas pasti durian dari Indonesia lebih enak.
Ngomong-ngomong tentang durian neh, jadi inget kue durian kiriman Mbak Louise Wulandari, salah seorang pebisnis kue dari Pontianak Kalimantan Barat yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year Pontianak tahun 2014 dari lembaga bergengsi MarkPlus dan Majalah Marketeers.  
Durian Bars, salah satu varian kue yang diproduksi Delicia Cake tersebut beda banget dengan cake durian yang pernah saya makan. Durian Bars seperti kue nastar, berbentuk kotak berukuran kurang lebih 3X3 Cm hanya isinya selai durian. Mungkin karena selai durian yang digunakan durian asli Pontianak Kalimantan Barat, rasanya beneran beda banget. Harum dan lebih legit.
Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan
Kardus Pembungkus Sangat Kuat (Foto Kang Alee)
Durian Bars datang ke rumah kurang lebih sehari setelah pengiriman dari Pontianak. Saya buka kardusnya dengan gunting karena packingnya begitu kuat. Bahkan saya iseng nyoba dijatuhin dari meja ke lantai, tetap tak tergoyahkan. Bukan apa-apa, banyak lho, kue yang dikirim dari luar kota yang tiba di tempat tujuan bentuknya sudah tak beraturan. Jika bukan orang yang berpengalamaan, pasti packing Durian Bars akan mengalami hal yang sama.
Bahkan, saat dibuka dengan gunting pun kardusnya tetap bergeming, sampai-sampai musti mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggunting kardusnya.
Begitu kardus terbuka dan saya mengeluarkan isinya, toples Durian Bars masih dibungkus lagi dengan plastik buble yang direkatkan amat rapih dan rekat pada toples. Ini beneran bukan sembarang mengemas. Pakai teknik dan aturan yang sepertinya sudah diterapkan bertahun.
Setelah plastik buble terbuka, masih ada satu tahap lagi yang harus dilakukan, membuka solasi yang mengamankan penutup toples. Apa yang terjadi begitu penutup dibuka? Aroma kue yang dipanggang berbaur aroma durian langsung menyeruak. Ya ampuuun, kalau lagi nggak puasa sudah langsung ingin menghabiskannya.
Harum Banget Sejak Baru Dibuka (Foto Kang Alee)
Namun, berhubung waktu buka puasa beberapa menit lagi, saya tahan dulu kekalapan saya. Saya minta Bunyang (Bunda Sayang) bikin teh tawar hangat sebagai teman makan Durian Bars.
Tepat saat teh tawar hangat selesai dibuat, azan magrib berkumandang seolah menyuruh saya menghabiskan Durian Bars sebelum shalat magrib. Saya tetap menahan diri untuk berdoa sejenak, hehe. Padahal udah nggak tahan banget, lho.
Saya ambil kurma terlebih dahulu untuk berbuka, lalu minum air putih. Setelah itu baru mengambil potongan Durian Bars. Saya nikmati dulu keharumannya. Ini aromanya ajaib, perpaduan antara keju yang dipanggang dan aroma durian yang matang dari pohon. Coba bayangkan! Bayangkan! Enak banget ….
Saya cicip sedikit demi sedikit untuk menyelediki bahan yang digunakan untuk membuat Durian Bars. Biasanya neh, kalau kue nastar apalagi dikirim dari luar kota, begitu digigit langsung pecah, ini kagak, masih tetep tangguh mencengkeram selai durian di tengahnya. Jangan-jangan sebetulnya dia juga nggak rela selai duriannya dimakan kita, hehehe.
Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan
Tiap Gigitan Bikin Nagih (Foto Kang Alee)
Gigitan berikutnya saya coba agak besar. Saat menguyah, saya rasakan kombinasi antara terigu, telur, keju bakar, dan selai durian. Di sini baru terasa banget enaknya Durian Bars. Sebelum menghabiskan sisanya, saya netralkan dahulu dengan minum teh tawar hangat. Ya ampuuun, sampai saya menulis ini, rasanya masih menempel di lidah.
Saya nggak mau setoples kue Durian Bars habis dalam semalam, saya taruh di tempat yang aman dan terlindung dari anak-anak. Kalau anak-anak tahu bisa langsung habis, hehehe.
Malam hari usai Shalat Tarawih dan tadarus, sambil nulis saya coba makan Durian Bars ditemani segelas kopi. Hadoooh, nikmatnya bener-bener berlipat deh, nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. Durian Bars yang rencananya tak akan dihabiskan dalam semalam pun, dalam beberapa jam tandas.
Saya nggak tahu, Mbak Louise saat bikin Durian Bars ini pakai pelet apa hingga rasanya demikian enak, hehehe. Saya ngebayangin, di ruang tamu nanti pada saat lebaran akan ada deretan Durian Bars sebagai suguhan. Bukan apa-apa, supaya lebaran jadi makin berkesan berkat kue Durian Bars.
@KreatorBuku

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung


Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung

SALAH satu hal yang menyenangkan saat Shaum Ramadhan adalah saat berbuka. Setelah seharian  menahan diri dari apa pun yang membatalkan puasa termasuk makan dan minum, maka pantas jika saat berbuka menjadi saat yang paling dinanti-nantikan.
Kebetulan sekali, beberapa hari lalu saya dan teman-teman Blogger Bandung serta teman-teman media buka puasa bersama di Prama Grand Preanger, Jl. Asia Afrika No. 81 Bandung. Seperti orang lain, saya pun sangat senang saat berbuka puasa, apalagi berbuka di salah hotel ternama di Kota Bandung tercinta.
Kurang lebih setengah jam menjelang waktu berbuka, saya tiba di Prama Grand Preanger dan diminta naik eskalator menuju lobby. Ada suasana berbeda begitu tiba di lantai lobby. Sebuah gerbang gapura dari kayu, daun pohon kelapa, dan papan bertuliskan “Kampoeng Preanger” seolah menyambut kedatangan saya dan pengunjung lainnya.
Ada replika rumah petani yang dilengkapi dengan sepeda, cangkul, dan batang-batang pohon, rumput, serta hasil bumi berserak di depannya, warung khas perkampungan yang menjual cemilan tradisional dan sebagainya. Suasana makin terasa berada di kampung selain karena suasana begitu hening juga terdengar gemericik air yang ada di bawah jembatan penyeberangan.
“Ini beneran kayak di kampung,” kata salah satu teman blogger sebelum foto-foto cantik di depan rumah petani.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Warung di Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Rumah Petani Bahagia (Foto Kang Alee)
Jelang waktu berbuka, saya menyusuri Kampoeng Preanger hingga restoran, suasana kampung benar-benar terasa. Tak hanya suasana yang dibangun, makanan-makanan yang disediakan untuk berbuka pun didominasi makanan tradisional yang lezat. Mulai dari gorengan, mie kocok, seblak, nasi liwet, nasi bakar, gulai, rendang, hingga sate tersedia di sini. Semua bikin ngiler, hehehe.
Baru saja memilih tempat duduk, azan magrib berkumandang, segera saja saya mengambil kurma, sirup, dan agar-agar untuk mengawali buka puasa. Tak lupa, ambil camilan kue bolu yang sudah dipotong-potong dan kue coklat. Saya suka sekali dengan kue coklat bulatnya, kue coklat bulatnya begitu dimakan coklatnya seolah langsung menyebar ke sepenjuru mulut. Perfekto!
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Kue-Kue Pembuka Puasa Setelah Kurma (Foto Kang Alee)
Sebelum makan berat, saya shalat terlebih dahulu di lantai bawah. Mushala yang tidak terlalu besar, tetapi cukup bersih sehingga nyaman untuk beribadah.
Karena masih agak kenyang, saya lihat-lihat lagi gerobak makanan tradisional di luar restoran, seblaknya sangat menggoda, tetapi karena saya belum kuat makan makanan yang pedas, saya hanya mencicipi saja dari teman. Seblaknya gurih dan yummy. Rasa kampungnya masih kerasa walau disediakan oleh hotel bintang lima.
Mie kocok, ayah goreng, sate, dan mie gorengnya juga sangat menggoda. Saya tahan dulu untuk mengambilnya karena masih agak kenyang. Saya coba kendurkan perut dengan makan salad sayur, itu pun hasil ngerampok racikan salad tante Efi, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Salad Racikan Neng Efi Thea (Foto Kang Alee)
Rasanya tidak tahan ingin sekali mengambil mie kocok atau sate, tetapi karena belum makan nasi akhirnya saya ambil Nasi Hijau. Saya penasaran dengan Nasi Hijaunya, saya pikir rasanya agak pedas, ternyata gurih lho, mirip seperti nasi uduk hanya tak terlalu banyak santannya. Baunya juga bukan bau santan, melainkan bau kemangi.
“Warna hijau itu memang dari kemangi,” kata Chefnya.
Oh, pantas saja, wangi, gurih, enak, dan sedap. Makin mantap dimakan dengan lauk Fish Picatta, Gulai Telur, Rendang Daging, plus Jagung Sosis Sayuran. Waaah, kombinasi yang tidak perlu sebetulnya, tetapi saya menikmatinya, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Nasi Hijau Ala Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Sajian Mie Kocoknya Menggoda Iman (Foto Kang Alee)
Usai makan Nasi Hijau, saya ikut mencicipi mie kocok, mie goreng, dan satenya. Porsinya tak banyak, hanya cukup merasakannya saja. Sama seperti seblak, rasa kampungnya masih sangat terasa. Waduh, ini di kampung apa di hotel, sih? Saya yakin, siapa pun yang ikut merasanyakannya akan merasakan hal yang sama. Setelah mencicipi semua sebagai penutup saya ambil segelas es cream.
Berbuka puasa di Prama Grand Hotel Preanger ini benar-benar mantap, semakin mantap karena harga yang ditawarkan untuk berbuka semua makanan ini hanya Rp185.000,- net, tidak nambah apapun. Kita bisa merasakan semua kenikmatan menu-menu yang disediakan dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Lokasi Prama Grand Preanger sangat strategis, berada di titik 0 KM Bandung, di Jalan Asia Afrika, jadi sangat mudah sekali patokannya. Jika dari luar kota pun mudah dijangkau dari Stasiun Kereta Api Bandung dan dari Bandara Husaen Sastranegara Bandung.
Prama Grand Preanger sendiri menyediakan 187 kamar dengan 6 tipe. Fasilitas yang disediakan antara lain Wifi, televisi dengan channel favorit, minibar, dan perlengkapan membuat teh dan kopi. Pelayanan room servis 24 jam, pelayanan binatu, dan juga pelayanan valet. Jadi, kalau pas ke Bandung tengah malam dan belum tahu mau nginep di mana, bisa langsung hubungi costumer servisnya aja. Selain bisa tidur nyaman, bisa menikmati berbuka puasa ala Kampung Preanger.
@KreatorBuku

Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman


Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

SELAMA bergelut di bidang penerbitan, saya banyak sekali mengenal orang-orang kreatif yang berkaitan dengan dunia penerbitan seperti penulis, desainer cover, layouter, ilustrator, penerjemah, dan editor.
Hasil kreativitas mereka sudah tak terhitung jumlahnya yang diterbitkan, tidak hanya diterbitkan penerbit dalam negeri, melainkan juga sudah merambah penerbit luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina,  Vietnam, India, Belanda, dan negara-negara lainnya.
Mereka biasanya mendapatkan klien dari luar negeri melalui rekomendasi teman. Tidak sedikit pula mendapatkan klien melalui media sosial. Mereka bertransaksi langsung tanpa memikirkan resiko yang mungkin terjadi. Resiko tidak dibayar, resiko mendapatkan klien yang tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Akan tetapi, demi berkarya di luar negeri mereka mengambil resiko tersebut.
Sekarang ini saya bergerak di bidang Publishing Servis, usaha membantu penerbit membuat konsep buku atau produk, mencari penulis, ilustrator, desainer cover, layouter, editor, penerjemah, dan suport publishing lainnya yang memudahkan penerbit menerbitkan buku.
Beberapa waktu lalu, seorang klien dari luar negeri menghubungi saya melalui media sosial. Klien mencari penerjemah buku untuk penerbitnya. Klien tersebut sangat meyakinkan karena setelah dicek, klien memang dari salah satu penerbit buku-buku marketing yang diakui di negaranya. Makanya, saya mencarikan penerjemah dan menerima orderan tersebut.
Setelah kontrak ditandatangani, saya dan tim penerjemahnya menyelesaikan order sesuai deadline yang disepakati. Setelah melalui beberapa revisi akhirnya pekerjaan kelar. Dia kemudian mengirimkan invoice.
Apa yang terjadi kemudian? Setelah menunggu waktu pembayaran, ternyata mereka seolah mengulur-ulur waktu dengan banyak alasan. Alhasil, order tersebut baru dibayar setahun kemudian. Kondisi seperti ini selain bikin trauma juga bikin infil kalau mau terima pekerjaan atau cari order ke luar negeri.
Namanya bisnis tidak boleh menyerah, kan? Setelah kejadian tersebut, saya hanya menerima order pekerjaan dari dalam negeri. Kalau pun klien dari luar negeri hanya dari klien yang selama ini telah bekerjasama. Keadaan ini tentu tidak baik bagi perkembangan bisnis say.
Akhirnya, saya mencari-cari informasi bagaimana mencari peluang order dari luar negeri yang gampang dan aman bisnis yang saya geluti. Sehingga tidak perlu lagi nagih-nagih pembayaran hingga malu hati. Setelah cukup lama mencari akhirnya ketemu tridgecom, platform yang menyediakan berbagai jaringan bagi pengusaha di berbagai negara.
Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

Membuka Peluang Order dari Luar Negeri
Tridge, singkatan dari Transaction dan Bridge, layanan online yang menyediakan platform, di mana berbagai talenta bisnis global di seluruh dunia bisa bertemu. Mereka kemudian dengan mudah berbagi peluang dan berbagi jaringan. Pada tahap persiapan peluncuran resminya akhir tahun 2015 lalu, telah terdaftar lebih dari 10,000 finder dan klien dari berbagai negara.
Platform tersebut agak unik dan berbeda dengan platform yang pernah ada karena menjadi jembatan antara klien dengan finder, orang yang memberikan rekomendasi koneksi lokal yang dimiliki.
Siapa pun bisa menjadi finder asalkan berpengalaman pada industri yang ditekuninya, profesional dalam pelayanan, memiliki jaringan pribadi yang luas, dan terus meningkatkan jaringannya supaya jaringannya semakin kuat.
Sebagian besar finder adalah profesional di bidangnya dan memiliki sejumlah koneksi bisnis yang berkualitas. Selain membantu klien dengan ilmu, dan keahlian. Peran finder memperkenalkan klien kepada koneksi yang dimiliki. Oleh karena itu, finder diharuskan mendaftarkan koneksi bisnisnya bersamaan dengan profil yang dibuat di Tridge.
Finder harus pula menetapkan harga yang jelas untuk setiap jenis perkenalan yang akan ditawarkan. Hal ini sangat penting bagi finder untuk memperjelas jumlah kompensasi yang diinginkan agar transaksi berjalan lancar. Setelah mendaftarkan koneksi dan profil diri di Tridge, koneksi tersebut akan ditampilkan di daftar koneksi Tridge, yang dapat diakses oleh klien atau pengguna Tridge lainnya. 
Jika koneksi yang dimiliki finder dilirik klien, maka klien akan mengajukan permintaan “Pembelian Koneksi” ke finder tersebut. Tujuan dari permintaan ini bervariasi, yaitu untuk mengecek pembeli yang berkualitas, menghubungkan ke mitra usaha lokal, dan sebagainya.
Finder dapat memilih untuk menerima atau menolak permintaan, tergantung pada kemampuan dalam memperkenalkan koneksi bisnis kepada klien. Penting bagi finder untuk membangun profil yang baik untuk menunjukkan kemampuan dan meningkatkan peluang menerima orderan dari klien.
Dalam banyak kasus, klien akan lebih memilih finder yang memiliki banyak koneksi bisnis berkualitas dan berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam bidang yang dicari. Jadi kita telah berpengalaman dan punya banyak koneksi, sebaiknya secepatnya mendaftar sebagai finder.
Oh iya, jika track record finder terus meningkat, tridge akan memberi rating lebih tinggi dibandingkan dengan finder lain. Tridge juga akan memberikan apresiasi tambahan berupa pengurangan biaya finder Tridge, tergantung pada tingkat reputasi tertentu.
Selain Finder ada yang disebut Klien. Klien adalah para pengusaha atau orang-orang pada tingkat manajemen senior di perusahaan kecil dan menengah yang ingin memperluas bisnis mereka ke negara lain. Para profesional dengan latar belakang manajemen di perusahaan multinasional, khususnya dalam pengembangan bisnis atau fungsi investasi.
Klien secara aktif akan mencari bantuan finder untuk bisa terhubung dengan partner bisnis yang tepat, sehingga mengurangi waktu dan sumber daya finansial yang perlu mereka keluarkan. Klien bebas mencari koneksi yang diinginkan, terutama koneksi yang berpengalaman yang memungkinkan perusahaannya tumbuh besar.
Sebagai finder, saya juga bisa menjadi Klien, lho, terutama kalau memerluan penerjemah di luar negeri atau ilustrator dari luar negeri. Saya tinggal mencari finder yang mempunyai koneksi sesuai dengan yang kriteria dicarinya. Jadi dia nggak perlu capek-capek cari di tempat lain, cukup di Tridge saja.
Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

Cara Mendapat Order dari Luar Negeri
Karena saya ingin mendapatkan lebih banyak lagi klien dari luar negeri, saya kemudian melakukan beberapa tahapan yang sudah diatur Tridge.
Pertama, mengunjungi halaman utama Tridge lalu mendaftar menjadi finder dengan menggunakan alamat email. Karena ini bisnis, saya isi bagian profil selengkap mungkin supaya klien percaya.
Proses pendaftaran menjadi finder atau klien tidak ada bedanya. Bahkan dengan satu kali pendaftaran dan dengan akun yang sama siapa pun bisa jadi finder sekaligus jadi klien. Membuat akun tidak dikenakan biaya alias gratis, jadi tidak perlu ragu-ragu.
Kedua, menunggu evaluasi dari tim Tridge. Mungkin karena ini bisnis dan berkaitan dengan profesionalisme dan kepercayaan, tim Tridge meminta pendaftar menunggu minimal hingga tiga hari kerja untuk mengevaluasi pendaftar. Tiga hari tak lama, bukan? Setelah dievaluasi dan aplikasi disetujui, pendaftar akan mendapat informasi melalui email.
Oh iya, jika mendaftar sebagai Klien dan aplikasi ditolak bisa jadi karena informasi yang ditulis pada profil tidak jelas atau sulit dipahami. Bisa juga karena banyak kolom yang tidak diisi. Tridge menyarankan ketika mengisi aplikasi sebaiknya menggunakan Bahasa Inggris.
Jika mendaftar sebagai finder dan aplikasi ditolak, mungkin karena pendaftar tidak cukup berpengalaman atau tidak memiliki cukup banyak koneksi yang berkualitas. Finder diwajibkan memiliki minimal 5 tahun pengalaman kerja dan minimal memiliki 3 koneksi.
Ketiga, membaca secara detil semua aturan main yang ada di Tridge supaya ke depan bisa mengoptimalkan akunnya. Sayang kan, jika sudah menjadi member tetapi tidak mengoptimalkannya. Apalagi peluang sangat besar.
Keempat, sering-sering nengok akun, siapa tahu ada klien datang dan menawarkan orderan. Ingat, peluang tidak datang dua kali, bukan? Begitu ada tawaran segera akan melakukan komunikasi dengan klien. Cara berkomunikasi, penawaran, diel dengan klien, pengerjaan order, hingga pembayaran semua sudah diatur oleh Tridge, finder dan klien tinggal mengikuti semua aturannya, jadi tak perlu khawatir.
Mau dapat peluang order banyak dari luar negeri? Kenapa nggak coba aja gabung dengan Tridge? Kharatis, lho.

@KreatorBuku

Selasa, 14 Juni 2016

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Itu Seru Banget

    Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
NGABUBURIT sambil naik Sky Tree atau Camping sekarang bisa dilakukan di Maribaya Lembang, lho. Tepatnya di The Lodge Maribaya Lembang. Jadi, buat teman-teman yang takut ketinggian dan ingin mengatasinya, bisa ngabuburit di sana.
Sabtu lalu, saya bersama beberapa Blogger Bandung ngabuburit di The Lodge Maribaya Escape to Nature yang terletak di Jalan Maribaya No. 149/252 Babakan Gentong, Cibodas Maribaya, Lembang, Jawa Barat.
Banyak tempat asyik dan seru di sana, salah satunya naik Sky Tree, melihat-lihat tenda camping, main panahan, dan tentu saja selfie dan welfie berlatar hamparan pinus Bukit Maribaya.

Tempat Camping dan Sky Tree
Saya berangkat dari Bandung sekitar pukul 14.30 dengan mengendarai sepeda motor. Bukan apa-apa, kalau pakai mobil takut macet dan gagal ngabuburit.
Motor melaju melewati Jalan Cikutra, Makam Pahlawan Cikutra, mengambil arah kiri, lantas melewati Jalan Cigadung, Dago Bengkok, lanjut ke Lembang. Kurang lebih 1.5 Jam kemudian tiba di area The Lodge Maribaya, Lembang.
Beberapa saat sebelum memasuki area, mata saya sempat terpatri beberapa jenak melihat pemandangan hutan pinus hijau yang terhampar begitu indah. Hutan pinus yang sangat subur. Barangkali saya akan terpatri di sana lebih lama lagi jika tidak ditegur untuk segera masuk area.
Sebuah pintu berukuran kurang lebih 1.5 Meter terbuat dari kayu yang diukir dan seolah dicengkeram tumbuhan rambat menyambut kedatangan saya dan pengunjung lain.
Saya kemudian turun melewati beberapa anak tangga yang sedikit memutar. Ada segerombolan remaja yang terlihat ceria usai menikmati alam The Lodge, ada juga yang masih selfie atau welfie di antara anak tangga.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Penanda Arah yang Cukup Informatif (Foto Kang Alee)
Saya berhenti sejenak membaca papan petunjuk arah yang terbuat dari rangkaian kayu pohon pinus. Sebelum ke bawah, saya terlebih dahulu meletakan barang-barang di Dapur Hawu, salah satu restoran masakan sunda yang ada di sana. Restoran berlatar belakang perbukitan yang indah.
Karena penasaran, saya langsung menuruni tangga dan menuju ruang terbuka di bawah Dapur Hawu. Ada sebuah café dan halaman beton berpagar. Dari halaman tersebut, saya melihat seorang pengunjung naik tangga Sky Tree, dari gerak-geriknya dia terlihat sangat ketakutan. Hampir saja dia mengurungkan niat naik Sky Tree, tetapi setelah diberi pengarahan singkat oleh pemandu, kakinya sampai juga di lantai kayu Sky Tree.
Setelah menarik napas sejenak, dia mulai duduk di tepian Sky Tree. Wajahnya masih terlihat tegang. Setelah beberapa kali mencoba menguasai diri dengan menikmati pemandangan di sekelilingnya, akhirnya dia terlihat enjoy, bahkan dia berani berdiri.
Beberapa pengunjung mengalami hal yang sama, bahkan ada yang sengaja naik berdua untuk saling menyemangati supaya mampu menguasai diri dan tidak takut lagi pada ketinggian.
“Alhamdulillah, meski kaki masih gemetaran, paling tidak sudah pernah naik Sky Tree,” kata Ulu, salah satu Blogger Bandung yang baru saja naik Sky Tree. “Rasanya seperti berada di atas awan,” pungkasnya kemudian.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Tenda Camping Permanen yang Anti Bocor (Foto TheFoodXplorer)
Selain Sky Tree, The Lodge Maribaya yang sebelumnya lebih dikenal dengan The Lodge Earthbound and Adventure juga menyediakan tempat untuk camping. Saat ini ada 25 tenda camping permanen yang berada di lembah timur dan lembah barat. Dari lembah timur pengunjung bisa melihat Sunrise dan dari lembah barat pengunjung akan melihat Sunset.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Serunya Bermain Panahan di The Lodge Maribaya (Foto TheFoodXPlorer)

Menyediakan permainan yang bisa dilakukan oleh pengunjung seperti Panahan dan lapangan untuk outbord. Ada beberapa permainan seperti Trakking di hutan pinus, Paint Ball, dan Offroad Landrover, tetapi harus dipesan terlebih dahulu, terutama jika dimainkan secara group.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Salah Satu Sport Foto di Atas Awan (Foto Nchie)
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Sudut Lain di Atas Awan (Foto Kang Alee)

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Tempat untuk Outborn yang Nyaman (Foto Kang Alee)
Kemudian ada Dapur Hawu, restoran yang menyediakan masakan Khas Sunda dan The Pines Café Coffee Shop buat ngopi-ngopi cantik dan ngopi-ngopi ganteng sembari menikmati keindahan alam Maribaya. Restoran dan Café buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB, khusus Bulan Ramadhan buka dari pukul 09.00-19.00 WIB.
Menyambut Ramadhan tahun ini, restoran menyediakan promo buka puasa mulai dari harga Rp35.000 perorang. Harga tersebut sudah termasuk entrance fee, tajil, dan makan malam.
Pada Hari Raya I’dul Fitri akan ada Lebaran Package, di mana pengunjung bisa makan siang sambil melakukan tour keliling sekitar The Lodge untuk memetik buah atau sayuran, belajar cara memerah susu sapi, mengunjungi organic farm dengan menggunakan delman. Lebaran Package khusus tanggal 6-16 Juli 2016.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Suasana Dapur Hawu Saat Lengang (Foto TheFoodXplorer)

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Pantri Dapur Hawu yang Bersih (Foto Kang Alee)
Saya sendiri sebelum berbuka puasa menyempatkan diri untuk melihat tenda camping, bermain panahan, dan tentu saja ngabuburit di atas awan dengan menaiki Sky Tree. Sama seperti pengunjung lain, awalnya takut, tetapi begitu berada di atas dan melihat pemandangan yang menakjubkan, semua rasa takut langsung musnah, berubah menjadi kekaguman yang luar biasa pada Sang Khalik, yang telah menciptakan alam semesta dengan begitu indah.
Bagi teman-teman yang akan camping, nggak perlu lagi membawa perlengkapan mandi karena The Lodge Maribaya sudah menyediakan lengkap, mulai dari handuk hingga alat mandi. Kopi dan cemilan juga tak perlu bawa karena di antara tenda camping permanen ada The Pines Café, kita bisa ngopi dan ngemil di sana.
Oh iya, bisa bawa laptop juga buat nulis, buat kerja, atau sekadar berinternetan karena di dalam tenda ada colokan. Coba, di mana lagi camping tetapi tetap bisa terkoneksi dengan dunia luar selaian di Camping di The Lodge Maribaya?

Khas Masakan Sunda
Karena beduk magrib sudah bertalu-talu, saya dan temen-temen blogger segera menuju Dapur Hawu untuk berbuka puasa. Segelas kolak pisang dan teh manis yang saya pesan cukup menghilangkan dahaga sebelum makan berat.
Usai takjil dan shalat magrib, saya lanjutkan antre di depan pantri untuk memilih menu buka puasa. Saya mengambil ayam goreng, tumis enceng gondok, sayur tahu, dan daging suwir. Pengunjung mengambil sendiri menu yang diinginkan, jadi porsinya disesuaikan. Tempat untuk lauk pauknya unik lho, sebuah tempat penggorengan kecil, hehehe.
Setelah mengambil seporsi nasi, saya mengambil tempat duduk yang telah disediakan Dapur Hawu. Kita bisa memilih tempat duduk semau kita, selagi masih kosong. Saya memilih beanbag chair supaya lebih nyantai, sementara pengunjung yang lain ada di meja kayu di tepian restoran, sofa, kursi pendek, dan kursi dari tempat tidur kayu.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Ayam Gorengnya Mana Tahan (Foto Kang Alee)
Dapur Hawu sepertinya sengaja tidak menggunakan kursi standar yang modelnya sama supaya pengunjung betah sehingga akan terkesan dan bisa menjadi pelanggan tetap. Jadi, walau pun makanan yang disediakan masakah Khas Sunda, tetapi tetap lebih nikmat rasanya.
Harga makanan dan minuman pun tidak begitu mahal, berkisar antara Rp5000,- hingga Rp25000,- saja. Jadi, tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Jangan lupa, karena ini masakah Khas Sunda harus dilengkapi dengan lalapan dan sambel khas Sunda.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Berdiam Sejenak Sebelum Meninggalkan The Lodge Maribaya (Foto Kang Alee)
Rute Menuju The Logde Maribaya
Menuju The Lodge Maribaya tidak sulit karena bisa melalui beberapa alternatif;
1). Jika dari dalam Kota Bandung bisa melewati Jalan Cikutra, Cigadung, Dago Bengkok, Lembang, Maribaya. Melewati jalan ini pasti lebih berkesan karena akan melihat sisi lain Bandung yang tak didapatkan di daerah mana pun.
2). Bisa melalui Jalan Cikutra, Cigabung, Punclut, Lembang, Maribaya. Jalur ini lumayan sering dilewati, selain karena jalanan cukup rata juga sering jadi jalur alternatif menuju ke daerah Lembang.
3). Bisa juga lewat jalur biasa, jalur Kota Bandung, Setiabudi, Lembang. Nanti berputar di Jalan Cagak, ambil ke kiri, sebelum D’Ranch belok kanan. Ikuti jalan, nanti akan sampai di The Lodge Maribaya.
Bagi teman-teman luar kota, saya sarankan melewati alternatif jalur yang ketiga supaya tidak nyasar.  Jangan lupa, pakai pakaian sport supaya bisa jaman ketika menikmati keindahan bukit Maribaya. Selamat camping, naik Sky Tree, dan ngabuburit di atas awan The Lodge Maribaya. []
@KreatorBuku

Rabu, 08 Juni 2016

Membidik Legenda Ciung Wanara dengan OPPO F1 Plus Sambil Senyum Manis


OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia

          Alkisah, dahulu di Jawa barat berdiri Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh dipimpin seorang Raja bijaksana bernama Raden Barma Wijaya Kusuma. Raja memiliki dua Permaisuri, Nyimas Dewi Naganingrum dan Nyimas Dewi Pangrenyep. Dalam waktu bersamaan kedua Permaisuri tersebut mengandung.
Setelah kandungan berusia 9 bulan, Nyimas Dewi Pangrenyep melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Bayi tersebut diberi nama Pangeran Hariangbanga. Tidak lama kemudian Dewi Naganingrum pun melahirkan. Dewi Pangrenyep bergegas membantunya. Dewi Naganingrum melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang tidak kalah lucu dan tampan dari Pangeran Hariangbanga.
Melihat putra Dewi Naganingrum yang tampan, tesebesit niat jahat di dalam dada Dewi Pangrenyep. Dia ingin menguasai Kerajaan dan menjadikan putranya sebagai Raja kelak. Dia segera melakukan sesuatu.
Tanpa sepengetahuan siapa-siapa Dewi Pangrenyep menukar bayi laki-laki Dewi Naganingrum dengan seekor anak Anjing. Bayi laki-laki kemudian dimasukkan ke dalam keranjang bersama sebutir telur dan dihanyutkan ke sungai.
Tak lama kemudian, di kerajaan terjadi kehebohan. Kabar yang sangat mengejutkan menggemparkan seluruh Istana. Raja merasa harga dirinya hancur melihat kenyataan Permaisuri yang selama ini dicintainya melahirkan seekor anak Anjing.
Apa yang terjadi kemudian dengan Dewi Naganingrum? Dewi Naganingrum dihukum dengan dihilangkan nyawanya. Raja meminta penasehatnya yaitu Ki Lengser untuk menghukumnya.
Ki Lengser yakin, Dewi Naganingrum tidak bersalah karena dia tahu persis, Dewi Naganingrum melahirkan seorang anak yang tampan, bukan seekor anjing. Ki Lengser akhirnya meninggalkan Dewi Naganingrum di sebuah gubug di tengah hutan. Dia membasahi pedangnya dengan darah binatang untuk membuktikan dia telah menghilangkan nyawa Dewi Naganingrum.

Lantas, bagaimana keadaan Dewi Naganingrum? Apa dia bisa bertahan hidup? Bagaimana pula dengan putranya? Apa mereka kemudian bertemu? Karena sangat penasaran beberapa waktu lalu saya benar-benar mengunjungi Situs Ciung Wanara di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat
Dari Bandung berangkat sekitar pukul 07.00 dengan beberapa teman dari komunitas mobil. Tiba di sana sekitar pukul 13.30. Cukup lama perjalanan, tetapi karena niatnya juga jalan-jalan, jadi santai. Sepanjang jalan selalu tersenyum ceria demi wisata Indonesia. 

Pohon Bungur Ajaib (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 27 Mei 2016) Foto Kang Alee
Pintu Masuk Situs Ciung Wanara (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee
Selfie Maksimal di Depan Gong Perdamaian
Situs Ciung Wanara yang ada di Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Budha. Begitu tiba di parkiran yang cukup luas, semua merasa lega.
Terlebih lagi sebelum pintu masuk ada Gong Perdamaian yang sangat besar. Meski pun tidak semua orang bisa seenaknya masuk, tetapi banyak yang selfie atau wefie di luar pagar. Mereka kelihatan enjoy selfie atau wefie karena kamera yang digunakan OPPO F1 Plus. Mereka pun selfie sambil senyum untuk Indonesia.
Sebagai selfie expert, OPPO F1 Plus memang telah dilengkapi dengan sensor yang canggih pada teknologi hi-light camera. Teknologi ini menerapkan kustomisasi pada kamera depan 16MP. Camera depan didukung dengan teknologi sensor ISOCELL 1/3.1 inci dan hi-light camera, sehingga dapat memberikan sensitivitas cahaya lebih tinggi dibandingkan kamera smartphone lainnya.
Hi-light camera membuat OPPO F1 Plus memiliki 2X dynamic range dan gambar yang dihasilkan 4X lebih minim noise. Gambar yang dihasilkan pun lebih terang, tajam, dan berwarna di hampir seluruh kondisi cahaya.
OPPO F1 Plus juga dipersenjatai dengan berbagai fitur fotografi terbaru seperti Beautify 4.0 sehingga gambar selfie tampak lebih alami. Wefie Panorama yang memungkinkan pengguna mengambil gambar grup dengan sudut lebar 120 derajat. Hasil makin sempurna dengan fitur Screen Flash yang memanfaatkan cahaya layar perangkat sebagai lampu tambahan.

Banyak Tempat Ajaib
Setelah puas selfie dan wefie di depan Gong Perdamaian, saya dan temen-temen membeli tiket masuk situs yang harganya sangat murah. Padahal situs purbakala ini usianya sudah puluhan tahun dan perlu perawatan lebih. Saya lihat sekeliling tampak terlihat seperti layaknya hutan lindung yang lembab dan basah. Meski pun bersih, tetapi tampak menyeramkan.
Sangat berbeda dengan penampakan OPPO F1 Plus. Sebagai selfie expert, tampilan desain OPPO F1 Plus sangat stylish. Eksterior all-metal unibody serta bezel ultra tipis OPPO F1 Plus menambah kesan elegan dan premium. Lebih dari itu, OPPO F1 Plus dirancang untuk memberikan kenyamanan saat digenggam. Dimensi ukuran hanya 151.9X74.3X6.6 MM dan berat hanya sekitar 145 gram sehingga ringan. Lengkungan eksteriornya dibuat khusus untuk menyesuaikan kontur tangan pengguna.  
Meski kondisi Situs Ciung Wanara apa adanya, bukan berarti saya tidak bisa menikmati. Meski penampakannya berbeda 180 derajat dengan OPPO F1 Plus bukan berarti saya tak menghargai, sebagai warisan budaya saya tetap menghargai dan menghormati. Sekali lagi saya terenyum manis untuk Indonesia.

Bantu Pancalikan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 27 Mei 2016) Foto Kang Alee
Jalan Setapak di Situ Ciung Wanara (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee
Batu Pangcalikan 
Setelah menyusuri jalan tanah yang basah sambil selfie-selfi, ambil foto di sepanjang perjalanan yang dikelilingi pohon bambu, san mendengarkan pemandu kurang lebih sepuluh menit kemudian sampai juga di situs pertama, yaitu Batu Pangcalikan.
Batu Pangcalikan bentuknya berupa lahan berpagar besi, terdiri dari tiga halaman. Tiap halaman dibatasi susunan batu dengan ketinggian sekitar 1 meter dan lebar hampir 0,5 meter. Berdasarkan keterangan pemandu, pangcalikan merupakan situs singgasana Kerajaan Galuh.
Saya sempat merenung, apa spesifikasi singgasana jaman dahulu, ya? Dalam bayangan saya singgasana Raja itu tinggi, besar, dan terbuat dari emas permata, ini hanya tumpukan batu.
Kalau spesifikasi OPPO F1 Plus kan sangat jelas. OPPO F1 Plus memiliki spesifikasi yang mumpuni dan system operasi yang fungsional. OPPO F1 Plus menyematkan sistem operasi yang telah diperbaharui dengan desain yang lebih minimalis dan efisien, yaitu ColorOS 3.0 supaya memudahkan multitasking bagi pengguna.
Sistem operasi baru dalam OPPO F1 Plus ini memiliki kecepatan 35% lebih cepat dibandingkan ColorOS 2.1, kecepatan loading home screen naik hingga 35%, dan kecepatan instalasi aplikasi meningkat 41%. OPPO F1 Plus juga dilengkapi dengan prosesor delapan inti Mediatek Helio P10 2.0 Ghz dan 4GB RAM untuk mengurangi lagging saat membuka banyak aplikasi.
Setelah mencoba melihat kembali, ternyata singgasana Kerajaan Galuh itu sebuah batu putih tufaan berukuran hampir 1 meter x 1 meter dengan tinggi sekitar 0.5 meter yang berada di ujung petak.
Batu itulah yang disebut masyarakat sekitar sebagai pangcalikan. Pangcalikan dalam bahasa Sunda berarti tempat duduk. Singgasana kerajaan Galuh dulu sesederhana itu. Sayang hanya bisa melihat pangcalikan dari luar pagar. Ada sekumpulan orang yang entah sedang apa duduk bersila di dekat pangcalikan. 

OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Bantu Pancalikan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Sanghyang Bedil
Saya dan teman-teman meneruskan perjalanan mengunjungi situs lainnya. Tiba di persimpangan ada papan penunjuk yang menginformasikan keberadaan situs Sanghyang Bedil.  Berdasarkan namanya, saya menebak Sanghyang Bedil mungkin ada hubungannya dengan senjata bedil.
Situs Sanghyang Bedil berupa  susunan batu berbentuk segi empat. Ada 2 batu panjang yang patah. Satu batu posisinya tegak dan satu batu lainnya roboh. Nah, batu roboh itulah yang disebut Sanghyang Bedil karena bentuknya yang mirip bedil atau senapan. Konon situs  itu merupakan tempat untuk menyimpan senjata.
Mendengar cerita pemandu, lagi-lagi saya tersenyum, ternyata seru juga kalau mendengar legenda dari pemandu wisata, hehehe.
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Sahyang Bedil (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Panyabungan Hayam
Beberapa meter dari Situs Sanghyang Bedil terdapat lapangan kecil dengan pohon bungur menjulang di tengahnya. Lapangan kecil inilah tempat Ciung Wanara mengadu ayamnya dengan ayam milik sang raja. Saya membayangkan orang-orang zaman dahulu kala melingkar dan melihat aduan ayam di lapangan itu. Pasti ramai sekali. Coba sudah ada OPPO F1 Plus saat itu, media sosial dengan sangat cepat ramai oleh foto-foto orang yang melihat sabung ayam dan foto selfie dengan Raja.

Membidik Legenda Ciung Wanara dengan OPPO F1 Plus Sambil Senyum Manis
Panyabungan Hayam (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

OPPO F1 Plus kan telah didukung dengan jaringan 4G dan memiliki dua slot Nano SIM. Slot kedua dapat digunakan untuk menambah memori internal yang hanya 64 GB menjadi 128 GB dengan menggunakan kartu MicroSD.
OPPO F1 Plus juga memiliki kapasitas baterai 2,850 mAh dengan jenis lithium polymer yang mampu menghasilkan daya tahan hingga 14 jam. Teknologi pengisian batere daya cepat dengan voltase rendah VOOC Flash Charge membuat perangkat akan terjaga suhunya saat pengisian ulang. VOOC Flash Charge juga melindungi tingkat keawetan baterai. Iya, seandainya saat itu sudah ada OPPO F1 Plus … lagi-lagi saya tersenyum membayangkan semua itu.
Satu hal yang paling menarik di Panyambungan Hayam adalah pohon bungur yang memiliki tonjolan pada salah satu sisinya. Konon, jika seseorang dapat berjalan dari tepi lapangan hingga berhasil menyentuh tonjolan itu sambil menutup mata, maka keinginannya akan tercapai.
Jika belum tercapai, bisa melingkarkan tangan memeluk pohon. Semakin dekat jarak tangan kiri dan tangan kanan saat memeluk, semakin dekatlah dengan tujuan. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Pohon Bungur Ajaib (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Lambang Peribadatan
Situs berikutnya yang dikunjungi adalah batu Lambang Peribadatan. Mungkin ada hubungan dengan cara ibadah zaman kerajan hindu dahulu. Batu Lambang Peribadatan berupa batu berbentuk bujur sangkar. Ada pahatan bulat di atas bujur sangkar, mirip puncak candi. Pantas disebut lambang peribadatan. Batu itu diduga bagian dari puncak candi agama Hindu. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Lambang Peribadatan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Cikahuripan 
Beberapa meter dari Lambang Peribadatan, kami menuruni tangga dan menemukan bangunan seperti tempat pemandian umum. Tempat tersebut yang dinamakan Cikahuripan, yaitu pertemuan Sungai Citanduy dan Sungai Cimuntur. Ada sumur yang konon tidak pernah kering sepanjang tahun. Beberapa teman mencoba mencicipi kesegaran air sumur yang sudah tersedia di bak. Rasanya, tentu saja tidak jauh berbeda dengan air pada umumnya. 
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Cikahuripan (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Batu Panyandaan dan Pamangkonan 
Saya dan teman-teman berjalan ke arah timur dari Cikahuripan menuju Batu Panyandaran. Pada Situs Batu Panyandaran, ada susunan batu berbentuk segi empat yang memagari beberapa batu besar di tengahnya. Batu di tengah itu mirip tempat duduk yang bersandar. Situs itulah yang dinamakan Batu Panyandaan.
Menurut pemandu, di tempat inilah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum, kemudian dibuang ke sungai Citanduy. Dewi Naganingrum konon bersandar di sana selama 40 hari untuk memulihkan tenaga. Maka dari itulah tempat itu dinamakan Panyandaan yang artinya tempat bersandar.
Tidak jauh dari situs Panyandaan, terdapat Situs Pamangkonan. Terdapat batu yang disebut Sanghyang Indit-inditan. Batu itu ditemukan di Sungai Citanduy. Konon batu Sanghyang Indit-inditan itu dapat berpindah tempat sendiri, makanya diberi nama batu Indit-inditan.
Selain itu, batu tersebut juga memiliki kekuatan gaib sehingga dipergunakan untuk seleksi prajurit. Hanya orang terpilih saja yang bisa mengangkat batu tersebut. Ada beberapa temen yang mengangkat, katanya sih, agak berat.
OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Batu Panyandaran (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Makam Adipati Panaekan
Makam Adipati Panaekan menjadi tujuan saya dan teman-teman berikutnya. Makan seorang Adipati harusnya megah, tapi ini hanya susunan batu dengan dua nisan sejajar, menghadap ke arah kiblat. Sangat sederhana.
Adipati Panaekan adalah Raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam. Adipati merupakan gelar yang diberikan oleh Sultan Agung Raja Mataram. Adipati Panaekan dibunuh oleh adik iparnya sendiri karena masalah perebutan kekuasaan. Jenazahnya dihanyutkan ke Sungai Cimuntur. Orang-orang yang menemukan jenazahnya kemudian menguburkannya di dekat Sungai Cimuntur. Konon, bupati pertama Ciamis berasal dari garis keturunan Adipati Panaekan.

OPPO F1 Plus Senyum untuk Indonesia
Makam Adipati (Diambil di Situ Ciung Wanara, Pada Hari Sabtu 28 Mei 2016) Foto Kang Alee

Fhiuh, hampir satu jam mengelilingi Situs Ciung Wanara, ada banyak hal yang bisa digali dari kekayaan sejarah salah satu kebudayaan Indonesia di sini. Seandainya situs-situs ini kemudian dibuat aplikasinya untuk promosi wisata pasti memudahkan wisatawan mengaksesnya.
Apalagi kalau mengaksesnya menggunakan OPPO F1 Plus. Selain sebagai selfie expert, teknologi OPPO F1 Plus dilengkapi dengan Touch Access Fingerprint Recognition. Teknologi  ini menjadikan OPPO F1 Plus menjadi produk pertama OPPO yang menggunakan fingerprint recognition pada bagian penampang depan. Pengguna hanya membutuhkan waktu 0,2 detik untuk membuka perangkat. 
Selain Touch Access Fingerprint Recognition, masih banyak lagi kelebihan OPPO F1 Plus untuk memanjakan penggunanya, terutama untuk selfie dengan hasil maksimal. Selfie dan welfie lagi yuk, sambil senyum untuk Indonesia tercinta.

Sebelum tiba di pintu keluar, pemandu melanjutkan cerita rakyat Ciung Wanara … tanpa disangka, bayi yang dihanyutkan itu kemudian dipelihara oleh sepasang petani hingga bayi itu tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan, pintar, cerdas, dan instagramble. Mungkin maksudnya enak kalau difoto pakai OPPO F1 Plus kali, ya, hehehe.


Sepasang petani itu pula yang menyimpan telur yang disertakan pada keranjang saat bayi dihanyutkan. Telur itu kemudian ditetaskan di sarang naga hingga menetas dan menjadi seekor ayam jantan yang gagah. Petani tersebut memberi nama bayi yang ditemukannya dengan nama Ciung Wanara.

Setelah besar, Ciung Wanara merantau di Kerajaan Galuh. Dengan gagah berani dia menantang Raja untuk mengadu ayam. Jika ayamnya kalah, dia rela memberikan nyawanya, tetapi jika ayam Raja kalah, dia minta hadiah sebagaian Kerajaan Galuh.

Apa yang terjadi kemudian? Ayam Raja kalah dan Ciung Wanara mendapatkan sebagain kerajaan. Dia kemudian menemukan ibudannya, yaitu Dewi Naganingrum dan menghukum Dewi Pangreyep yang telah memisahkannya dengan ayah bundanya. Ciung Wanara kemudian berkumpul dengan orangtuanya dan menjadi Raja yang bijaksana. []
 







Blog Archive

Komentar