Selasa, 23 Mei 2017

Memanfaatkan Long Weekand Dengan Liburan Di Jogjakarta



BULAN Mei ini ada tiga kali long weekand, sayang sekali rasanya jika dilewatkan begitu saja. Setelah melihat skedul dan ngobrol-ngobrol dengan Bunyang sama anak-anak, akhirnya kita putuskan untuk memanfaatkannya dengan liburan ke Jogjakarta.
Karena saya sedang ada beberapa jadwal, saya minta Bunyang bikin itinerary liburan selama kurang lebih 2 hari 3 malam. Setelah  Bunyang merencanakan bareng anak-anak, selain wisata dalam Kota Jogjakarta, juga memilih liburan ke Gua Pindul, Pantai Sadranan, dan Lava Tour.
Supaya liburan lebih menyenangkan, kami memutuskan berangkat dari Bandung ke Jogjakarta dengan menggunakan pesawat dan pulang dengan kereta api. Kalau pakai mobil bisa capek di jalan.
Tanpa sepengetahuan saya, Bunyang cari-cari info tiket pesawat, hotel, dan kereta lewat teman-temannya. Malah ada yang menawarkan buat bantu belikan tiketlah, titip di agen travel tetangganyalah. Ujung-ujungnya Bunyang bingung sendiri, hehehe.
Sambil nunggu wangsit dan hidayah, Bunyang cari tiket melalui beberapa aplikasi. Ada yang harga tiketnya murah, tetapi harus booking sendiri-sendiri pada aplikasi berbeda. Ada yang bisa booking tiket sekalian hotel, tetapi harga tetap mahal. Ujung-ujungnya Bunyang galau lagi, hehehe.
Karena waktu mepet dan Bunyang belum memutuskan beli tiket, akhirnya sambil meeting dengan teman-teman kantor saya buka situs booking tiket online. Bisa saja sih, lewat aplikasinya di smartphone, tapi sekalian meeting nggak apa-apalah lewat webnya, toh sama saja. Saya sampai buka beberapa situs supaya bisa membandingkan, mana yang paling mudah dan paling murah, soalnya bawa 5 kepala, jadi lumayan kan biayanya.
Dari beberapa situs booking online akhirnya jari saya berhenti pada Traveloka. Ternyata di sana ada paket khusus yang tidak ada di situs booking online lain. Ada paket Tiket Pesawat dan Hotel jadi satu, jadi sekali pesan langsung dapat dua sekaligus. Lebih mudah dan hemat waktu. Setelah itu baru booking Tiket kereta untuk pulang.


Setelah booking saya langsung meluncur untuk melakukan pembayaran. Ealah, lagi-lagi dimudahkan karena kita bisa bayar dengan berbagai macam cara. Bisa pakai kartu kredit, atm, atau meluncur ke mini market. Saya pilih bayar melalui ATM.
Setelah bayar saya cek stuk pembayaran, beneran deh, beli paket tiket pesawat dan hotel harganya lebih murah dibandingkan dengan memesan tiket dan hotel secara terpisah. Hihihi, sisa uangnya bisa digunakan untuk beli oleh-oleh.
Produk Paket Tiket dan Hotel ini sangat mudah digunakan sehingga tidak perlu lagi memesan tiket dan hotel secara terpisah, jadi benar-benar saving time. Harganya juga pasti lebih murah dibandingkan pesan terpisah. 

Gua Pindul dan Pantai Sadranan
Hari yang dinanti-nantikan akhirnya datang juga, pagi-pagi sekali kami sudah sibuk di Bandara Husaen Sastranegara Bandung untuk terbang pagi menuju Jogjakarta. Tiba di Jogjakarta kami langsung menuju hotel dan menitipkan barang bawaan supaya tidak terlalu berat. Maklum, waktu cek in masih beberapa jam lagi.
Kami kemudian menyewa kendaraan untuk berwisata di Gua Pindul. Objek wisata gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul.
Gua Pindul dikenal karena salah satu obyek wisata susur gua yang bisa dilakukan oleh semua usia. Cara menyusurinya dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai di dalam gua.
Aliran sungai dimulai dari mulut gua hingga bagian akhir gua. Di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini.

Panjang Gua Pindul mencapai 350 Meter dengan lebar 5 Meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 Meter. Penelusuran Gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah Dam. Aliran sungai sendiri berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.
Gua Pindul terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona terang, remang, dan gelap. Salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam dan terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk. Celah ini juga dapat dilalui sebagai jalur masuk dengan cara memasuki gua secara vertikal.
Setelah selesai menelusuri Gua Pindul kami langsung menuju Pantai Sadranan. Pantai dengan pasir putih ini sangat cocok untuk liburan keluarga. Selain sebagai pelepas penat, di sini wisatawan bisa snorkling.

Snorkling di pantai Sadranan tidak berbahaya karena ombaknya landai dan  tidak terlalu besar. Akan tetapi, tetap harus waspada karena banyak batu karang yang runcing yang bisa melukai kaki.
Kami kemudian menyewa alat-alat snorkeling dan menghabiskan sore dengan bersnorkling serta cengkerama bersama penghuni bawah laut, seperti terumbu karang, ikan-ikan yang cantik dan berwarna-warni.
Sadranan berasal dari kata ‘Nyadran’ yaitu ritual sedekah laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena telah memberikan rezeki yang melimpah dari laut.
Saking serunya bersnorkling sampai lupa waktu. Sebelum hari benar-benar gelap kami bebersih dan menuju Jogjakarta untuk menginap di hotel yang telah kami pesan.

Lava Tour di Gunung Merapi
Hari berikutnya, usai sarapan kami sudah siap-siap menuju kaki Gunung Merapi untuk mengikuti Lava Tour. Sebelum tiba di tempat tujuan, kami mampir dahulu di tempat oleh-oleh karena setelah dari Lava Tour langsung kembali ke Bandung menggunakan kereta api.
Lava Tour di kaki Gunung Merapi itu ngeri-ngeri sedap, apalagi anak-anak baru pertama kali offroad menggunakan mobil Jeep dengan cap terbuka, jadi makin ngeri-ngeri sedap.
Lava Tour di kaki Gunung Merapi menjadi salah satu destinasi wisata setelah beberapa tahun silam Gunung Merapi erupsi memuntahkan material vulkanik yang meluluhlantakkan desa-desa di sekitarnya. 

Tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihan, warga pun mengubah petaka menjadi berkah dengan membuat paket wisata bertajuk Lava Tour Merapi. Belajar dari warga Bromo yang mampu mendapatkan penghasilan dari mengantarkan tamu-tamu menyusuri kawasan Pasir Berbisik, warga Kaliurang pun menawarkan paket wisata menyusuri lautan pasir dan bebatuan sisa erupsi.
Wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi akan diajak menyusuri kaki Merapi menggunakan Jeep Willys buatan Amerika. Selain willys, ada juga kendaraan adventure lainnya yang tak kalah gagah.
Rute yang ditempuh bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang. Semakin jauh rute yang dipilih, semakin banyak tempat yang bisa dilihat.
Misalnya saja melihat Museum Mini Sisa Hartaku. Di tempat ini ada saksi bisu letusan Gunung Merapi seperti botol kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang rusak dan berselimut abu, mesin jahit, tabung televisi hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya saja. Ada sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya erupsi.

Kemudian melihat batu alien dan mengunjungi Bunker Kaliadem. Bunker Kaliadem menjadi pemberhentian utama dari Lava Tour. Sebelum terjadi erupsi, kawasan ini merupakan hutan yang cukup asri namun kini semua sudah rata dengan pasir. Di Kaliadem kamu bisa menyaksikan Merapi yang berdiri dengan gagah serta masuk ke sebuah bunker yang dibangun untuk menyelamatkan diri tatkala terjadi erupsi.
Hampir setengah hari kami mengikuti perjalanan Lava Tour Merapi, saya yakin anak-anak akan mengenang perjalanan liburan ke Jogjakarta kali ini, berkat paket tiket dan hotel dari Traveloka. Mau liburan ke Jogjakarta? Coba aja paketnya, supaya bisa tetap liburan hemat dan pulang banyak bawa oleh-oleh.
@KreatorBuku

Kamis, 11 Mei 2017

Kuliner Padang Tidak Hanya Rendang, Lho. Yuk, Rasakan Kuliner Lainnya

Soto Garuda (Foto dari sizzlingsuzai.com)


MAKANAN apa  yang pertama kali terlintas di benak kita saat mendengar kata Padang? Kalau boleh saya tebak pasti jawabannya rendang, hehehe. Ngaku aja deh. Nggak salah, Kota Padang memang identik dengan rendang. Padahal sebenarnya masih banyak makanan khas Padang lainnya yang bisa dicoba saat berkunjung ke Padang.
Jika teman-teman berkunjung ke Padang, tidak ada salahnya mendatangi beberapa tempat wisata kuliner dan mencicipi hidangannya yang khas. Saya Cuma mau kasih bocoran dikit aja, beberapa tempat wisata kuliner di Padang yang bikin kita rindu ingin kembali lagi ke Padang.
1.  Pondok Baselo Lubuk Idai
Restoran yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, No.81 Padang ini menyuguhkan berbagai hidangan dengan cita rasa yang khas. Menu makanan yang disajikan pun bervariasi. Mulai dari seafood, ayam bakar, dan hidangan lain yang bercita rasa tinggi. Kita tidak perlu khawatir soal harga karena setiap menu dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau.
2.  Martabak Kubang Hayuda
Jika sedang ingin menyantap martabak, cobalah berkunjung ke Martabak Kubang Hayuda. Lokasinya di Jalan Prof. M. Yamin SH No. 138B, Olo, Padang. Nama martabaknya sendiri terbilang unik karena berasal dari singkatan nama sang Pendiri, yaitu Haji Yusri Darwis.
Martabak Hayuda memiliki ukuran lebih tebal jika dibandingkan dengan ukuran martabak pada umumnya. Pilihan martabak yang tersedia pun cukup beragam dan kita bisa pilih sesuai selera. 
Martabak Hayuda (Foto dari masakandapurku.com)

3.  Soto Garuda
Ini adalah salah satu restoran andalan di Kota Padang. Restoran yang menyuguhkan soto sebagai menu utamanya ini berlokasi di Jalan By Pass, Lubuk Begalung, Padang.
 Soto Garuda sudah berdiri sejak tahun 1976 silam. Meskipun demikian, cita rasa dan kualitas dari tempat makan ini tetap terjaga hingga saat ini.
Kuah sotonya sangat kental dan bercita rasa tinggi sehingga begitu memanjakan lidah. Harganya pun cukup terjangkau. Pastinya membuat kita ingin kembali lagi dan lagi.
4.  Ongkrongan Turagari
Ongkrongan Turagari yang berada di Jalan Veteran, Purus, Padang ini mirip dengan angkringan atau tempat yang biasa digunakan untuk menikmati suasana pada malam hari. Jika kita datang ke sini, cobalah makanan khasnya, yaitu lontong yang dicampur dengan sayur pakis serta camilan sala ikan. 
Lontong Sayur Pakis (Foto dari blog.travelio.com)
5.  Sate Danguang-Danguang
Sate Danguang-Danguang lokasinya berada di samping Batu Hambar Payakumbuh. Dari namanya saja sudah jelas kalau tempat makan ini menawarkan menu andalan berupa Sate Padang. Cita rasa khas Padang di dalam seporsi sate dijamin akan membuat kita tidak mau beranjak dari tempat duduk.
Kuah berwarna kuning dengan potongan daging sapi berkualitas dan empuk sangat menggugah selera. Harga satu porsi satenya pun terbilang murah dan pastinya tidak akan membuat kantong jebol. 
Sate Danguang-Danguang (Foto dari damniloveindonesia.com)
6.  Ayam Rica-Rica Mas Bagus
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Padang jika tidak mampir ke Ayam Rica-Rica Mas Bagus. Sesuai dengan namanya, sajian khas andalan yang harus dicoba adalah ayam rica-rica.
Tempat ini wajib didatangi para pencinta pedas. Selain ayam rica-rica, ada juga menu makanan yang tidak kalah enak, seperti fu yung hai, ayam tepung, kwetiaw dan masih banyak lagi. 
Ayam Rica-Rica (Foto dari sukosukoambo.blogspot.com)
Nah, demikianlah wisata kuliner yang bisa dicoba saat berkunjung ke Padang. Jika teman-teman ingin ke Padang jangan cuma sehari karena nggak bakal cukup menikmati seluruh kulinernya.
Jika berencana bermalam di Padang, jangan lupa untuk booking penginapan di Airy Rooms, ya! Kita akan menemukan berbagai pilihan hotel murah di Padang dengan harga dan fasilitas terbaik.
 Tidak hanya bisa menginap di hotel dengan harga yang murah, tapi juga bisa menikmati fasilitas lengkap. Ada pancuran air hangat, perlengkapan mandi, air minum gratis, serta bed yang luas dan bersih. Selain itu, untuk hiburan juga tersedia fasilitas Televisi flat screen yang akan menemani selama menginap.
Sistem booking penginapan pun sangat mudah, yaitu melalui web Airy rooms atau aplikasi Android dan iOS. Tunggu apa lagi? Dapatkan pengalaman berkuliner ria terbaik di Kota Padang.

Selasa, 25 April 2017

[Sponsored Review] Japan Rail Pass atau Tiket JR Pass Bisa Dibeli Online di Bobobobo




JAPAN Rail Pass atau JR Pass sekarang bisa dibeli online melalui Bobobobo. Jadi, kalau kita mau wisata atau traveling ke Jepang dan ingin merasakan nyamannya naik kereta api di Jepang bisa beli tiket JR Pass diBobobobo sebelum pergi.
JR Pass itu semacam tiket terusan untuk naik kereta api di Jepang. Dengan JR Pass kita bisa mengelilingi berbagai kota di Jepang dengan menggunakan kereta api selama beberapa hari, tergantung paket yang dibeli. Mulai dari 7 hari hingga 14 hari.
Jadi ingat waktu jalan-jalan ke Jepang beberapa waktu lalu, selain ingin merasakan nuansa jamuan minum teh ala Jepang, bersandar di kastil tertua, juga ingin sekali menikmati Shinkansen, kereta api cepat di Jepang.
Beruntung sekali, tiga hal yang saya inginkan ternyata masuk dalam daftar itinerary selama satu minggu mengeksplorasi Jepang, khususnya Wilayah Fukuoka, Pulau Kyusu Jepang.
Shofuen Fukuoka (Foto Ali)

Jamuan Teh (Foto Ali)

Jamuan Teh
Usai istirahat semalam di Fukuoka Washington Hotel saya dan teman-teman diajak ke sebuah bangunan tua berusia puluhan tahun untuk mengikuti jamuan teh yang dikenal dengan Shofuen Fukuoka.
Shofuen Fukuoka sebuah rumah tua yang dibangun awal tahun 1950-an dengan taman asri yang dilengkapi ruang upacara minum teh tersebut sempat direnovasi dan dibuka kembali tahun 2009 sebagai Taman Shofuen.
Taman terletak di daerah Josui, sebuah distrik perumahan elit yang membentang ke selatan dari Tenjin, pusat kota Fukuoka. Shofuen sangat populer sebagai tempat berbagai acara termasuk upacara minum teh dan tempat untuk menikmati wisata taman.
Saat memasuki Shofuen Fukuoka saya merasa sedang memasuki rumah di daerah tebing karena setelah pintu gerbang, pengunjung langsung menaiki tangga batu yang cukup tinggi.
Tiba di ujung tangga, di sebelah kanan tampak sebuah taman Jepang yang sangat indah. Taman tersebut konon mencerminkan citra Suruga Bay dan Mt. Fuji. Hamparan pohon-pohon maple Jepang berusia lebih dari 100 tahun, lentera taman, dan deretan kursi panjang cantik ditata rapi.
Selama hampir dua jam mengikuti upacara minum teh yang diatur sedemikian rupa. Mulai dari cuci kaki, masuk pintu, unggah-ungguh saat berada di ruang minum teh hingga cara minum teh. Semua dilakukan dengan sangat rapi. Benar-benar sangat mengesankan.
Salah Satu Kereta Api di Jepang (Foto Ali)

Bagian dalam Shinkansen yang Sangat Nyaman (Foto Ali)
Shinkansen dan Kastil Kumamoto
Hari berikutnya keinginan naik Shinkansen dan nyender di kastil tertua pun terwujud. Hari kedua saya dan teman-teman diajak mengunjungi Kastil Kumamoto di Kumamoto, salah satu daerah dingin di Pulau Kyusu.
Kami naik Shinkansen dari Shintosu Station menuju Kumamoto. Kurang lebih 15 menit kemudian tiba di  Stasiun Kumamoto. Tahu nggak gaes, jarak tempuh dari Fukuoka menuju Kumamoto itu kurang lebih 113,7 KM atau 1 jam, 45 menit jika ditempuh dengan mobil, tetapi dengan Shinkansen cukup 15 menit saja.
Tiket Shinkansen atau kereta-kereta lain dijual di seluruh stasiun di Jepang. Supaya memudahkan sekarang bisa dijual online, jadi kita bisa beli dari Indonesia. Beli tiket akan lebih murah jika belinya JR Pass, jadi bisa naik kereta apa pun dan kapan pun selama masih dalam waktu paket.
Kami melanjutkan perjalanan dari Shintosu Stasiun menuju Kumamoto dengan mobil. Sebelum masuk kastil kami menggunakan Yukata, pakaian adat jepang. Ah, jadi benar-benar seperti orang Jepang.
Setelah berkeliling sejenak di area cindera mata, saya dan rombongan menapaki jalan menuju gerbang Kastil Kumamoto yang ditumbuhi bunga sakura. Sayang sekali bukan musim semi, jadi tidak bisa melihat keindahan Kastil Kumamoto berselimut Bunga Sakura.
Kastil Kumamoto dibangun dari tahun 1600 hingga tahun 1607 di bawah pengawasan komandan militer yang sangat terkenal, Kiyomasa Kato. Satu zaman dengan periode Toyotomi Hideyoshi. Karena desainnya yang inovatif, Kastil Kumamoto sangat terkenal di Jepang.
Kastil terdiri dari beberapa lantai dan sekarang berfungsi sebagai museum yang memamerkan senjata perang zaman dahulu terutama samurai, peta wilayah kekuasaan jepang, foto-foto dokumentasi, desain konstruksi, silsilah keluarga kerajaan, dan para donatur dalam pembangunan kastil.
Menara utama kastil sempat direkonstruksi pada tahun 1970 karena pernah diserang pada pemberontakan Satsuma pada masa Shogunan. Kastil dikepung selama 53 hari hingga terdapat beberapa bagian yang rusak dan terbakar.
Pada bagian lantai kastil paling atas, wisatawan bisa melihat banyak pemandangan sekeliling kastil yang luar biasa asri. Wisatawan juga bisa melihat sistematika perlindungan kastil yang luar biasa. Mulai dari parit yang dalam, tembok yang tinggi dan curam, tempat pemanah, hingga tempat untuk menjatuhkan batu-batu jika ada pennyusup yang masuk, terlihat jelas dari lantai atas. Konstruksi perlindungan yang luar biasa dan dirancang sangat sistematis.
Setelah puas menyaksikan bangunan saksi sejarah bangsa Jepang tersebut melanjutkan perjalanan menuju Aso menggunakan bus. Tiba di Aso menjelang makan malam.
Aso, salah satu dataran tinggi di Kyusu yang banyak menyimpan wisata air hangat alias onsen. Menjelang tidur, saya sempat merasakan onsennya. Jangan bayangin seperti orang-orang Jepang saat menikmati onsen, ya, saya masih tetap menggunakan celana pendek karena masuk di onsen khusus. Ah, bersyukur sekali rasanya akhirnya bisa menikmati tiga hal yang saya inginkan di Jepang termasuk naik kereta cepat.
Bagi teman-teman yang merasakan naik kereta cepat bahkan putar-putar Jepang naik kereta, buruan saja pesan tiket JR Pass online di Bobobobo. Supaya pesannya sampai tuntas jangan lupa pakai XL internet lancar dan cepat, jadi kita yakin. Dijamin kalau pesannya tuntas makin seru wisata ke Jepang.
@KreatorBuku

Kamis, 13 April 2017

Polusi Udara Ada di Mana-Mana, Pengendara Sepeda Motor Perlu Masker



MESKIPUN Bandung sejuk, kalau naik motor mau nggak mau harus tetap pakai masker. Bukan apa-apa, selain motor di Bandung semakin bejibun, knalpot angkot lebih sering ngeluarin asap tebal hingga bikin mata perih dan sesak napas. Saya pakai masker bukan apa-apa, lebih karena menjaga kesehatan saja.
Paparan polusi udara dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan manusia. Efek awal terpapar polusi udara adalah pusing, sesak napas hingga menimbulkan depresi.
Depresi sendiri bisa terjadi pada siapa pun. Hal ini menyebabkan kerusakan mental dan mempengaruhi kemampuan orang untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Sebab, pengidap depresi ditandai dengan perasaan yang menurun seperti muram, sedih sampai perasaan tertekan. Dan untungnya, depresi dapat dicegah.
Untuk mencegah meluasnya depresi ke tengah masyarakat, Portal Otomotif No. 1 di Indonesia, Mobil123.com dan media online lifestyle Otospirit.com mengadakan kegiatan sosial "mask for bikers". 

Kegiatan mask for bikers melibatkan 15 bikers dari lima komunitas sepeda motor (Journalist N-Max Club, Suzuki GSX Club Indonesia, Ninja Injection Owners, Jakarta Max Owner Club, Vario Owner Medias) di persimpangan Buaran, Jakarta Timur, dimulai pukul 16.00 – 17.00 WIB.  Selanjutnya mereka turut membagikan seribu masker kepada para pengguna jalan.
Kondisi ini praktis menimbulkan daya tarik para pemotor dengan menghampiri dan mengambil masker-masker untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam berkendaran sepeda motor.
Regia Glamouria selaku Direktur Mobil123.com dan Otospirit.com mengatakan, kegiatan ini untuk menyambut Hari Kesehatan Dunia yang setiap tahunnya pada 7 April diperingati oleh seluruh penduduk bumi. Untuk tahun ini, tema global Hari Kesehatan Dunia adalah “Depression: Let’s Talk”.

“Kami merasa masalah depresi ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami telah memutuskan untuk fokus Hari Kesehatan Dunia 2017 dengan menggelar kegiatan yang mengarah pada kesehatan lebih baik dengan membagikan masker kepada pengguna sepedamotor," kata Regia Glamouria di Jakarta, Rabu (12/4/2017).
Menurut Regia, kegiatan ini dilakukan untuk menghindari pengguna sepedamotor terpapar polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, di mana dampaknya akan sangat mengganggu kesehatan di kemudian hari.
"Satu hal yang perlu diingat, polusi udara berpotensi mengacaukan pikiran dan merusak kesehatan manusia. Masker sangat bermanfaat bagi pemotor agar terhindar dari polusi saat berangkar ke sekolah, kampus atau tempat kerja," ucap Regia.
Pada bulan Oktober 2016, World Health Organization (WHO) meluncurkan kampanye satu tahun untuk memastikan banyak orang yang terkena depresi di semua negara harus mendapatkan bantuan. Dengan kegiatan bagi-bagi masker ini tentunya bisa mewujudkan program WHO.
Di 2015, WHO mencatat lebih dari 300 juta orang menderita depresi atau setara dengan 4,4 persen dari populasi dunia. Hampir setengah dari orang-orang ini hidup di wilayah Asia Tenggara dan Kawasan Pasifik Barat. Dan 3 juta kematian per tahun akibat terpapar polusi udara, di mana 90 persen kematian banyak terjadi di negara berkembang.
Di Indonesia, sebanyak 9,1 juta orang menderita depresi atau sekitar 3,7 persen dari populasi. [Mobil123.com & Otospirit.com].
@kreatorBuku

Bercengkrama dengan Ubur-Ubur Cantik di Pulau Kakaban




MENJELAJAH Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur kurang lengkap jika tidak mengunjungi Pulau Kakaban. Salah satu pulau terbesar dari beberapa pulau yang tersebar di sekitar Pulau Derawan. Luas Pulau Kakaban mencapai 774,2 hektar.
Pulau Kakaban menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara karena sebagian besar wilayahnya berupa danau berair payau. Jadi seolah-olah bagai kolam alam yang sangat besar.
Karena airnya payau, maka sangat cocok untuk tumbuh kembang ubur-ubur yang tidak menyengat. Ubur-ubur, diperkirakan hidup di sana sejak ribuan tahun yang lalu. Ubur-ubur terperangkap dan berevolusi menjadi ubur-ubur yang kita lihat sekarang.
Karena saya dan teman-teman blogger yang kebetulan jalan-jalan bareng ke derawan sudah tak sabar bermain-main dengan ubur-ubur, usai berenang di Gua Halo Tabung Pulau Maratua langsung meluncur menuju Pulau Kakaban. 
Baca: Gua Halo Tabung Pulau Maratua

Speedboat melucur kencang seperti berinternet menggunakan XL karena mendung sudah menggantung di atas awan. Akan tetapi, di tengah jalan speedboat melambatkan lajunya. Seekor ikan Pari Manta melintas di bawah speedboat.
Pari manta adalah spesies ikan pari berukuran paling besar di dunia. Jenis paling besar bisa tumbuh hingga mencapai 7 meter dengan berat lebih dari 2 ton. Tanpa berlama-lama semua mengabadikan pari yang berenang-renang nakal di antara deburan ombak.
Setelah puas, speedboat kembali meluncur dengan kecepatan penuh. Sempat kehujanan di tengah perjalanan, jadi speedboat ditutup terpal. Kurang lebih 30 menit kemudian speedboat merapat di pintu dermaga Pulau Kakaban.
Sebelum berjumpa dengan ubur-ubur saya dan teman-teman sempat makan siang terlebih dahulu di warung depak pintu masuk sambil menunggu gerimis berhenti dan pengunjung sepi.
Baca: Penyu Raksasa dan Taman Laut Derawan


Amazing Kakaban
Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, semua masuk gerbang Pulau Kakaban setelah membeli karcis masing-masing Rp.20.000. Murah sekali, bukan? Hati-hati menginjak tangga masuk menuju Danau Kakaban karena licin.
Entah berapa puluh meter jalanan kayu yang melintang di atas tanah menuju Danau Kakaban, yang jelas, jalan itu dibuat dengan membelah hutan untuk memudahkan wisatawan.
Mata langsung terbuka lebar begitu tiba di dermaga Danau Kakaban. Danau berwarna hijau safir membentang luas itu benar-bener bikin tarik napas dalam-dalam. Beberapa jenak, dada saya sesak saking takjubnya dengan kuasa Allah yang satu ini.
Setelah memakai pelampung saya dan teman-teman blogger terjun ke Danau Kakaban dan benar-benar bercanda sepuasnya dengan binatang berkontur bening bagai agar-agar itu.
Ya Allah, ada rasa bahagia, haru, dan sebagainya bercampur aduk berkecamuk dalam dada. Kuasa Allah benar-benar tak ada kiranya. Merasakan bagaimana sepi sekaligus riuhnya hidup di dalam danau. Rasanya ingin selamanya tinggal di sana andai saja tak diajak pulang Bang Hasan yang mengantar kami selama di Derawan.
Baca: Diserbu Ikan Cantik Derawan




Ada berbagai macam ubur-ubur dapat ditemukan di Danau Kakaban. Tidak seperti ubur-ubur lainnya, ubur-ubur di sana tidak beracun dan menyengat. Tanpa perlu alat menyelam seperti snorkling pun kita bisa melihat ubur-ubur berenang cantik di tepian Danau Kakaban.
Ada beberapa jenis ubur-ubur yang hidup di sana. Sebut saja misalnya ubur-ubur bulan atau Aurelia Aurita yang memiliki garis tengah antara 5 sampai 50 cm dan bentuknya seperti piring transparan.
Kemudian ada Cassiopeia Ornata, ubur-ubur yang banyak terlihat di dasar danau dalam posisi terbalik. Tentakel ubur-ubur ini diarahkan menghadap sinar matahari supaya alga simbiotik yang berada di tentakelanya dapat berfotosintesis. Ukurannya antara 15 sampai 20 cm.
Selain itu, ada Mastigias Papua atau ubur-ubur totol, ubur-ubur yang paling banyak terlihat di danau. Ubur-ubur ini memiliki garis tengah lingkaran antara 1 sampai 20 cm.
Terakhir Tripedalia Cystophera, jenis ubur-ubur yang ukurannya lebih kecil. Jenis ini agak sulit ditemukan karena bentuknya yang lebih kecil dari pada tiga jenis ubur-ubur lainnya. Ukurannya agak kotak dan besarnya seluas jari telunjuk, antara 7 sampai 10 mm.
Karena keragaman dan adanya biota laut yang unik ini, Pulau Kakaban pada tahun 2004 lalu ditetapkan sebagai sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah melalui Keputusan Bupati Berau Nomor 70 Tahun 2004. Mau bercengkerama dengan ubur-ubur? Datang saja ke Danau Kakaban. Jangan lupa bawa kartu dari operator yang internetnya murah dan kencang seperti XL, supaya bisa update status dan unggah video dari sana.
@KreatorBuku

Jumat, 07 April 2017

Cheria Halal Holiday Ngadain Lomba Berhadiah Wisata Gratis ke Pulau Weh Aceh



PERASAAN baru kemarin saya ikutan lomba yang diadakan Cheria Wisata Tour Travel dan alhamdulillah, bisa jalan-jalan gratis ke Pulau Derawan. Eh, sekarang sudah ada lomba lagi. Sebelumnya, hadiah yang diberikan jalan-jalan gratis ke China, Raja Ampat, terus Pulau Derawan. Kali ini hadiah utamanya Paket Tour Halal ke Pulau Weh, Provinsi Aceh dan mendapatkan uang saku Rp.500rb untuk 3 orang pemenang. Mau banget kan ke pulau cantik itu! 
Penasaran ingin wisata halal gratis ke Sabang dan Pulau Weh? Coba baca aturan lomba dan ikut lombanya, yesss!

TEMA: “ LIBURAN LEBARAN BERSAMA KELUARGA”

SYARAT :
1.  Peserta adalah WNI (Warga Negara Indonesia) asli berusia minimal 15 tahun dan berdomisili di Indonesia maupun luar negeri.
2.  Peserta bukan karyawan maupun anggota keluarga karyawan Cheria Halal Holiday (Peserta Umum)
3.  Blog yang boleh mengikuti lomba harus sudah memiliki minimal 5 postingan di blognya.
4.  Peserta boleh menggunakan semua jenis platform (kompasiana, blogdetik, wordpress, blogspot, blog pribadi, tumblr.

KETENTUAN:
1. Setiap artikel mengandung minimal 600 kata
2. Artikel yang diikutsertakan menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris dapat menjadi konten pelengkap.
3. Artikel harus menggunakan bahasa yang menarik dan komunikatif dengan alur yang mudah dimengerti.
4. Konten artikel tidak boleh mengandung unsur pornografi, pornoaksi, dan SARA, serta bukan hasil plagiat.
5. Setiap peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari 1 topik tulisan dengan cerita berisi tentang pengalaman pribadi maupun berupa informasi. Namun hanya berhak atas 1 hadiah.
6. Setiap artikel wajib menuliskan tentang topik ini:
   Pentingnya pemilihan travel yang mensupport wisata halal     
   Pentingnya menu halal dalam wisata halal
   Adanya fatwa MUI tentang wisata halal
7. Setiap artikel wajib memberikan kata kunci : liburan lebaran, liburan akhir tahun, cheria halal wisata, dan wisata halal.

PERIODE
7 April-7 Mei 2017.

PENJURIAN
1.  Para pemenang akan dipublikasikan melalui blog dan akun media sosial Cheria Holiday pada tanggal 19 Mei 2017.
2.  Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
3.  Tidak diperkenankan melakukan surat-menyurat baik digital (email) maupun bentuk lainnya dengan juri lomba.

HADIAH
1.  Hadiah untuk 3 orang pemenang utama adalah Paket Tour Halal ke Pulau Weh plus uang saku @Rp. 500.000. Waktu keberangkatan insyAllah setelah lebaran dan menyesuaikan dengan jadwal dari Cheria Halal Wisata.
2.  Pemenang ke-4 berhak mendapatkan uang tunai 1 juta rupiah.
3.  Pemenang ke-5 berhak mendapatkan uang tunai 750 ribu rupiah.
4.  Pemenang ke-6 berhak mendapatkan uang tunai 500 ribu rupiah.
5.  Pemenang ke-7 berhak mendapatkan uang tunai 250 ribu rupiah.
6.  20 Pemenang berikutnya akan berhak mendapatkan 1 buah kaos Cheria Halal Holiday.

KRITERIA PENILAIAN:
1.  Ide, kreatifitas, dan originilitas konten
2.  Kesesuaian dengan tema
3.  Memenuhi syarat dan ketentuan lomba
JURI
Tim Cheria Halal Holiday

NOTE
Peserta diperkenankan mengirimkan komentar dan pertanyaan via Fanpages lomba

Lebih lengkapnya, cek info Lomba Artikel Cheria Halal

Selamat Berlomba

@KreatorBuku

Sabtu, 01 April 2017

Laut Hijau Tosca dan Gua Misterius di Pulau Maratua


SETELAH puas seharian menikmati kekayaan alam bawah laut di sekitar Pulau Derawan, pagi-pagi usai sarapan Bang Hasan sudah menjemput kami untuk menikmati keindahan pulau-pulau lain di sekitar Pulau Derawan, salah satunya adalah Pulau Maratua.
Perjalanan naik speedboat dari Pulau Derawan ke Pulau Maratua memerlukan waktu kurang lebih satu jam, buat traveler yang jarang naik speedboat kayak saya perlu persiapan yang cukup.
Selama dalam perjalanan Bang Hasan cerita, dulu waktu masih pakai kapal, perjalanan menuju Pulau Maratua bisa 1.5 – 2 jam tergantung cuaca. Sekarang cukup  1 jam sampai. Bang Hasan juga pesan kalau bisa traveling ke Pulau Maratua atau pulau-pulau sekitar Pulau Derawan jangan bawa anak di bawah 12 tahun.
Dulu pernah ada wisatawan bawa anak yang masih minum susu, mungkin usianya kurang dari 3 tahun. Begitu kembali ke Pulau Derawan badannya panas. Selain karena cuaca di tengah laut yang kadang tak terduga juga karena ketakutan saat naik speedboat.
Ah, untungnya kami berlima; saya, Khairulleon, Evrina, Oka, dan Setpi sudah lebih dari 17 tahun, jadi aman-aman saja menjelajah Pulau Maratua. Walau sejujurnya deg-degan juga.
Bagaimana tidak deg-degan? Speedboat melaju dengan kecepatan tidak kurang dari 40 km/jam, kita duduk di atas speedboat yang jaraknya dari permukaan laut hanya beberapa senti sambil terpontang-panting saat ombak besar. Bayangkan kalau terjadi sesuatu? Di tengah laut, Bro. Makanya perlu guide yang berpengalaman.

Terpikat Hijau Tosca
Setelah menerjang ombak, akhirnya speedboat merapat ke dermaga Maratua Paradise Resort. Sebuah resort dengan air laut hijau tosca bagai pualam. Ya ampun, saya sampai ternganga.
Sudah lama saya mendengar keindahan Maratua Paradise Resort dan baru kali ini benar-benar melihatnya dengan mata kepala sendiri. Sebuah resort cantik di atas pantai jernih.
Gerbang Maratua Paradise Resort adalah sebuah dermaga kayu dengan kursi-kusri di atasnya, dari sana kita bisa melihat pemandangan laut yang amat luas. Kita bisa bersantai menikmati angin laut yang sepoi-sepoi sambil menunggu sunset atau menyapa ikan-ikan yang berenang bebas di bawah dermaga.
Ada sebuah restoran yang siap melayani pengunjung, kapan pun pengunjung ingin menikmati segelas teh, kopi, camilan atau makan berat. Sebetulnya saya ingin sekali terjun dan bermain bersama ikan-ikan dan kura-kura yang ada di sana, apa daya harus segera meninggalkan resort dan melanjutkan perjalanan berikutnya.
Maratua Paradise Resort sendiri terbagi menjadi dua. Pertama adalah Beach Villa yang berlokasi di darat, tak jauh dari pantai. Kedua adalah Water Villa yang langsung berada di atas laut. Kebayangkan tidur di temani deburan suara ombak?






Gua Biru Safir
Setelah menikmati keindahan pesona Maratua Paradise Resort, saya dan teman-teman blogger meluncur menuju gua misterius yang ada di Pulau Maratua, namanya Gua Halo Tabung.
Speedboat kembali meluncur dan meninggalkan Maratua Paradise Resort. Kurang lebih 10 menit kemudian berhenti di dermaga kecil yang menjadi pintu masuk Gua Halo Tabung.
Setelah membeli tiket, saya dan teman-teman menelusuri jalan setapak menuju Gua Halo Tabung. Saya pikir Gua Halo Tabung itu menyusuri gua yang bentuknya tabung, ternyata bongkahan kolam kira-kira berukuran 10 meter persegi dengan kedalam mencapai 17 meter. Syeremmm!
Saya sempat melongo melihat ke bawah. Saya nggak mungkin terjun langsung tanpa pengaman. Karena belum yakin, saya masuk Gua Halo Tabung melalui mulut gua yang ada di bawah.



Gua Halo Tabung dahulu bernama Gua Haji Mangku karena Haji Mangkulah yang menemukan gua misterius ini. Diberi nama Gua Halo Tabung karena bentuknya seperti tabung.
Satu persatu kemudian melompat masuk Gua Halo Tabung. Tanggung sudah ada di sini, saya pun akhirnya ikut terjun, walau terus terang sangat takut. Bagaimana kalau tiba-tiba ada yang menyeret kaki ke bawah? Bagaimana kalau tiba-tiba kaki kram ... ah, untunglah, pesona warna biru safir air Gua Halo Tabung lebih memikat dibanding pikiran-pikiran nggak jelas itu. Akhirnya ... burrr, saya pun lompat mengikuti teman-teman blogger yang sudah lompat lebih dulu.
@KreatorBuku
Sumber foto:
Dok.pri
Khaerulleon
Evrina

Kamis, 30 Maret 2017

Cara Menerbitkan Buku di Penerbit Buku Kompas Gramedia



SIAPA yang punya naskah buku dan mau diterbitkan di Penerbit Buku Kompas Gramedia? Pasti banyak yang mau neh, kalau saya kasih tahu caranya. Karena, ternyata caranya sangat mudah, hehehe.
Teman-teman tahu, kan, Penerbit Buku Kompas berdiri pada 15 Oktober 1999 dan merupakan bagian dari harian Kompas. Penerbit Buku Kompas menerbitkan genre-genre buku fiksi dan nonfiksi untuk target pembaca dewasa muda dan dewasa.
Nah, jika teman-teman punya karya dengan tema menarik, kekinian, dan orisinal (bukan jiplakan/plagiat), jangan ragu-ragu mengirimkan naskahnya ke Penerbit Buku Kompas! Sebelum kirim, coba perhatikan baik-baik syaratnya, ya.

Ketentuan umum untuk pengumpulan naskah fiksi ataupun nonfiksi:
1.  Ukuran font 12 pt dan spasi 1,5. Tebal naskah 100-200 halaman A4 (untuk fiksi ataupun nonfiksi)—tebal halaman bisa lebih dari jumlah yang telah disebutkan asalkan tak berlebihan.
2.  Tema naskah akan dipertimbangkan selama bukan plagiat; tidak menimbulkan problem SARA; dan/atau menyinggung pornografi.

Apa saja yang perlu dikirimkan?
1). 1 kopi printout naskah utuh/lengkap (bukan naskah yang setengah selesai, bukan hanya cuplikan naskah) yang sudah dijilid agar tidak tercecer.
2). Sinopsis naskah (maksimal 500 kata).
3). Uraian singkat mengenai: keunggulan naskah, target pembaca, dan buku sejenis yang menjadi kompetitor/referensi. Singkat saja, maksimal 500 kata.
4). Data diri penulis (nama lengkap, alamat domisili, nomor telepon/HP, dan alamat e-mail yang aktif/bisa dihubungi) dan judul buku yang pernah diterbitkan (jika ada).
5). Cantumkan jenis naskah Anda (fiksi/nonfiksi, remaja/dewasa, dan sebagainya) di sudut kiri atas.

Setelah diterima redaksi, naskah akan ditimbang selama sekitar 2 bulan. Harap maklum, mengingat banyaknya naskah yang masuk. Naskah yang belum bisa diterbitkan dapat diambil di kantor Penerbit Buku Kompas dalam hari dan jam kerja. Redaksi tidak akan memberikan review khusus/personal untuk naskah yang dikembalikan.
Penerbit tidak memungut bayaran kepada penulis yang ingin menerbitkan naskahnya.

Ayo kirimkan naskah Anda ke:
Redaksi Penerbit Buku Kompas
Jalan Palmerah Selatan 26-28
Jakarta 10270
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline kami di (021)53670882 atau e-mail ke buku@kompas.com. Selamat menerbitkan buku. Semoga dimudahkan!

(sumber: kompas)
@KreatorBuku

Blog Archive

Komentar