Sabtu, 06 Agustus 2016

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor


Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor

MINGGU pagi pada akhir Bulan Juli lalu ada acara yang membuat saya ingin sesegera mungkin beranjak dari peraduan dan melesat mengunjunginya. Acara Pameran dan Seminar Literasi Keuangan yang diadakan di Pariz Van Java Bandung dari tanggal 29 hingga 31 Juli 2016.
Acara yang digagas Sun Life Financial Indonesia dengan mengusung kampanye #IndonesiaLebihBaik tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat untuk lebih mengenal tentang asuransi, investasi, dan kewirausahaan.
Kota Bandung menjadi kota ketiga yang dikunjungi setelah sebelumnya sukses di selenggarakan di Kota Makasar pada tanggal 22-24 April 2016 dan Kota Surabaya pada tanggal 27-29 Mei 2016.
Kebetulan pada Hari Minggu tersebut ada seminar yang sangat menarik bertajuk Wujudkan Liburan Terbaik dengan menghadirkan Joice Tauris Santi, seorang financial planner independen serta Parmadi Budiprasetyo, seorang blogger fotografi dan traveler yang baru-baru ini keliling Sumatra bersama salah satu merek mobil terkemuka di Indonesia.

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor

Matahari Kehidupan itu Bernama Sun Life
Saya tiba di parkiran Paris Van Java sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung mencari lokasi acara seminar yang terletak di Café Halaman Paris Van Java. Setelah melakukan registrasi saya langsung mengisi perut karena memang sudah saatnya jam makan siang.
Sebelum acara dibuka tepat pukul 13.00 WIB saya shalat Dhuhur sejenak di musala PVJ yang indah dan nyaman. Acara dibuka oleh pembawa acara yang cantik, ramah, baik budi, rajin menabung, dan rajin berinvestasi.
Kemudian pembawa acara mengundang salah satu perwakilan Sun Life, Pak Caesar. Pak Caesar memaparkan jika masyarakat Indonesia masih perlu edukasi tentang keuangan karena masih menganggap investasi atau asuransi itu tidak penting, bahkan dari data yang dilansir dari Otoritas Jasa Keuangan  dalam seminar Insurance Outlook 2016, minat masyarakat Indonesia untuk berasuransi masih tergolong rendah. 
“Hingga akhir September 2015, tingkat penetrasi asuransi konvensional baru mencapai 2,51 persen,” jelas Pak Caesar. 
Melihat fakta tersebut, Sun Life berinisiatif  penyelenggaraan rangkaian pameran dan seminar literasi keuangan. Acara ini diharapkan menjadi salah satu langkah yang tepat untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengakses informasi terkait asuransi dan investasi.
Sun Life, memiliki komitmen untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu cara yang dipandang dapat mendukung komitmen tersebut adalah dengan meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat terlebih dahulu agar menumbuhkan minat masyarakat akan asuransi, investasi, dan kewirausahaan.
“Berharap masyarakat sadar akan pentingnya merencanakan keuangan untuk masa depan sejak dini,” pungkas Pak Caesar.

Bright Advisor
Pada seminar yang didatangi awak  media massa dan blogger tersebut, Sun Life mengenalkan platform Bright Advisor. Sebuah portal online yang dikembangkan Sun Life sebagai media penyedia informasi seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi, dan perencanaan keuangan.
Bright Advisor dibuat sebagai platform yang dapat memberikan informasi dan menjawab pertanyaan masyarakat secara cermat dalam bahasa yang mudah dimengerti. Siapa pun bisa memanfaatkannya tanpa dikenakan biaya sepeser pun juga tanpa harus menjadi nasabah Sun Life.
Seperti yang saya lakukan beberapa waktu lalu, saya buka Bright Advisor dan mencoba salah satu fasilitasnya, yaitu kalkulator. Saya mencoba menghitung efektivitas keuangan yang masuk dan kebutuhan selama satu bulan, hasilnya sebagaimana screen shoot berikut ini;

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor


Tips Mewujudkan Liburan Terbaik ala Joice
Pemateri selanjutnya Joice Tauris Santi, seorang financial planner independen. Sebagai salah satu wartawan di salah satu surat kabar terbesar di Indonesia, Joice mustinya sudah sangat mapan secara finansial sehingga tidak perlu lagi berinvestasi atau memiliki asuransi. Akan tetapi, pada kenyataanya dia tetap memiliki investasi dan asuransi.
Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor
Joice Tauris Santi Memberikan Pencerahan (Foto Kang Alee)
 “Karena kita tidak pernah bisa melihat apa yang terjadi di dalam kehidupan kita di depan, makanya perlu berinvestasi dan berasuransi,” alasan Joice.
Tidak hanya investasi untuk masa depan atau asuransi pendidikan untuk anak-anak, Joice juga berinvestasi ketika akan mewujudkan mimpi melakukan perjalanan jauh bersama orang terdekat. Misalnya bersama suami, anak-anak, atau orangtua.
Misalnya saja ketika Joice punya mimpi untuk jalan-jalan bersama ibunya keliling eropa, sejak tiga tahun sebelumnya Joice sudah berinvestasi dengan menabung secara rutin pada salah lembaga keuangan.
“Gunakan tabungan yang hanya bisa diambil pada jangka waktu tertentu atau ngambilnya sulit, jadi kita tidak mudah menariknya,” imbuh Joice.
Joice memberikan gambaran yang menarik antara mewujudkan liburan terbaik dengan  berhutang dan menyisihkan penghasilan alias berinvestasi. Hasilnya jika mewujudkan liburan dengan berinvestasi maka lebih menguntungkan. Gambarannya sebagai berikut:
Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor
Perbandingan Saat Mempertimbangkan Biaya untuk Liburan (Foto Kang Alee)
Kemudian, bagaimana cara menghitung biaya untuk mewujudkan liburan? Joice memberi gambaran. Jika kita akan mewujudkan liburan 2 tahun dari sekarang, maka kita harus melakukan hal sebagai berikut;
1). Hitung biaya yang diperlukan dengan melakukan survei. Misalnya saja sekarang biaya yang diperlukan untuk melakukan perjalanan sekitar Rp.10juta, dengan inflasi 10% pertahun, maka dua tahun lagi nilainya kurang lebih Rp.12.1juta.
2). Perhitungkan nilai tukar jika akan bepergian ke luar negeri
3). Tentukan waktu untuk berlibur
4). Sisa waktu mulai dai perencanaan hingga liburan digunakan untuk menabung.
Joice juga menyarankan, jika kita telah melakukan liburan sebaiknya berdayakan liburan kita dengan menuliskan perjalanan kita untuk dikirim majalah atau koran, ditulis di blog, atau bahkan menjadi buku. Sehingga, paling tidak ada biaya yang kembali setelah tulisan kita dimuat. Asyik, kan?

Tips Mewujudkan Liburan Terbaik ala Parmadi
Setelah acara dijeda dengan cofee break dan standup komedi, giliran Parmadi, seorang fotografer dan juga travel blogger asal Bandung yang menceritakan pengalamannya tahun ini bisa naik pesawat sebanyak 9 kali secara gratis, hehehe.
Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor
Parmadi Budiprasetyo Berbagi Pengalaman (Foto Kang Alee)
Tahun lalu Parmadi hanya naik pesawat 3 kali bolak-balik, makanya dia bersama istri tercintainya berandai-andai dan bermimpi, tahun ini bisa naik pesawat 7 kali bolak-balik secara gratis. Keinginan itu menjadi kenyataan, bahkan melebihi keinginan. Parmadi selama setahun ini sudah naik pesawat 9 kali bolak-balik ke beberapa daerah di Indonesia, antara lain Kalimantan dan Sumatra.
Lantas, sebenarnya kenapa Parmadi atau orang-orang senang bepergian? Menurut Parmadi paling tidak ada 5 alasan mengapa orang-orang senang bepergian;
1). Bepergian supaya mendapatkan perspektif baru
2). Bepergian supaya bisa lebih banyak belajar dan bersosialisasi
3). Bepergian karena memang suka berpetualang
4). Bepergian karena cinta
5). Bepergian karena sedang pada kesendirian
Setelah mengungkapkan alasan orang bepergian, Parmadi memberikan  tips dalam Mewujudkan Liburan Terbaik. Selain menyarankan mewujudkannya dengan berinvestasi, Parmadi juga menyarankan untuk memanfaatkan asuransi. Baik asuransi perjalanan atau pun asuransi kesehatan. Berikut tips yang diberikan Parmadi.

1)     Mau Naik Apa?
Setelah mengetahui alasan perjalanan yang akan kita lakukan, mulai membuat perencanaan, dengan apa kita akan melakukan perjalanan? Naik apa kita ketika akan mewujudkan liburan terbaik?
Merencanakan moda transportasi yang akan digunakan selama mewujudkan liburan terbaik sangat penting karena berkaitan dengan kesiapan selama dalam perjalanan. Transportasi dengan menggunakan kendaraan sendiri tentu saja jauh lebih flaksible dibandingkan dengan kendaraan umum jika mewujudkan liburan masih dalam satu pulau, apalagi jika liburan dengan keluarga.
Menghitung biasa transportasi dengan cermat akan membuat biaya selama liburan menjadi lebih irit dibandingkan tidak melakukan penghitungan dengan cermat. Menggunakan metode transportasi dengan tepat akan menentukan tingkat kerepotan dan mood selama melakukan liburan.
“Jadi memang harus dihitung dengan matang,” tegas Parmadi.
2). Ikuti Budaya Lokal
Ketika kita melakukan sebuah perjalanan atau mewujudkan liburan terbaik, jangan lupa untuk memperhatikan gestur tubuh orang-orang yang berada di daerah yang kita kunjungi. Gestur tubuh penting supaya kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat lokal.
Hindari pakaian yang mencolok serta perhiasan yang berlebihan. Pakaian yang mencolok atau perhiasan yang berlebihan tentu saja mengundang niat tidak baik bagi orang-orang tertentu, jadi sebaiknya genakan pakaian yang biasa saja, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Jika kita berada di daerah yang kita kunjungi selama beberapa hari, coba pelajari bahasa setempat. Sekadar untuk menyapa penduduk setempat, sehingga kita diterima dengan baik. Ketika kita mempelajari bahasa lokal, artinya kita menghargai budaya mereka, bukan?
Kenali batasan-batasan adat dan budaya yang berlaku karena tidak semua daerah memiliki adat dan budaya yang sama. Jika kita salah sedikit saja dengan melanggar adat atau budaya, meski pun tanpa disengaja, akibatnya akan fatal. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita tahu batasan-batasan adat dan budaya yang berlaku.
Cobalah makan dan nongkrong di tempat makan yang didatangi penduduk lokal, bukan sekadar restoran. Dengan makan dan nongkrong di tempat makan yang banyak didatangi penduduk lokal bisa jadi harganya lebih murah, kesempatan untuk bersosialisai dan mempelajari budaya setempat, dan cita rasa tidak kalah dari restoran hotel berbintang.
Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor
Penerima Hadiah Pertanyaan Terbaik (Foto Kang Alee)

Cara Seru Mewujudkan Liburan Terbaik dengan Bright Advisor
Seseruan Blogger Bandung (Foto Kang Alee)
Tanpa terasa, waktu terus bergulir, selama menyimak materi benak saya ke sana kemari seolah tak terbendung ingin segera belajar Mewujudkan Liburan Terbaik untuk keluarga tercinta. Ingin sama-sama ke Mekah, keliling Istambul Turki, atau melesat ke New Zelen untuk menengok rumah-rumah hobbit. Tak perlu takut sulit mewujudkannya karena akan dibantu oleh Bright Advisor. Ada yang mau ikut Mewujudukan Liburan Terbaik bersama saya?
@KreatorBuku

Selasa, 21 Juni 2016

Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan


Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan

SAAT menyebut durian biasanya ada dua reaksi yang diberikan; tidak suka karena baunya terlalu wangi atau menyukainya karena selain wangi daging buahnya rasanya manis dan enak. Saya dan keluarga kecil saya kebetulan sangat menyukainya sehingga kalau ada yang mau kirim buah dunian tak akan menolak, hehehe.
Indonesia termasuk salah satu negara penghasil Buah Durian, walau pun tidak sampai mengekspor atau menjadikan salah satu komoditas seperti Thailand, padahal jika menjadi salah satu komoditas pasti durian dari Indonesia lebih enak.
Ngomong-ngomong tentang durian neh, jadi inget kue durian kiriman Mbak Louise Wulandari, salah seorang pebisnis kue dari Pontianak Kalimantan Barat yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year Pontianak tahun 2014 dari lembaga bergengsi MarkPlus dan Majalah Marketeers.  
Durian Bars, salah satu varian kue yang diproduksi Delicia Cake tersebut beda banget dengan cake durian yang pernah saya makan. Durian Bars seperti kue nastar, berbentuk kotak berukuran kurang lebih 3X3 Cm hanya isinya selai durian. Mungkin karena selai durian yang digunakan durian asli Pontianak Kalimantan Barat, rasanya beneran beda banget. Harum dan lebih legit.
Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan
Kardus Pembungkus Sangat Kuat (Foto Kang Alee)
Durian Bars datang ke rumah kurang lebih sehari setelah pengiriman dari Pontianak. Saya buka kardusnya dengan gunting karena packingnya begitu kuat. Bahkan saya iseng nyoba dijatuhin dari meja ke lantai, tetap tak tergoyahkan. Bukan apa-apa, banyak lho, kue yang dikirim dari luar kota yang tiba di tempat tujuan bentuknya sudah tak beraturan. Jika bukan orang yang berpengalamaan, pasti packing Durian Bars akan mengalami hal yang sama.
Bahkan, saat dibuka dengan gunting pun kardusnya tetap bergeming, sampai-sampai musti mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggunting kardusnya.
Begitu kardus terbuka dan saya mengeluarkan isinya, toples Durian Bars masih dibungkus lagi dengan plastik buble yang direkatkan amat rapih dan rekat pada toples. Ini beneran bukan sembarang mengemas. Pakai teknik dan aturan yang sepertinya sudah diterapkan bertahun.
Setelah plastik buble terbuka, masih ada satu tahap lagi yang harus dilakukan, membuka solasi yang mengamankan penutup toples. Apa yang terjadi begitu penutup dibuka? Aroma kue yang dipanggang berbaur aroma durian langsung menyeruak. Ya ampuuun, kalau lagi nggak puasa sudah langsung ingin menghabiskannya.
Harum Banget Sejak Baru Dibuka (Foto Kang Alee)
Namun, berhubung waktu buka puasa beberapa menit lagi, saya tahan dulu kekalapan saya. Saya minta Bunyang (Bunda Sayang) bikin teh tawar hangat sebagai teman makan Durian Bars.
Tepat saat teh tawar hangat selesai dibuat, azan magrib berkumandang seolah menyuruh saya menghabiskan Durian Bars sebelum shalat magrib. Saya tetap menahan diri untuk berdoa sejenak, hehe. Padahal udah nggak tahan banget, lho.
Saya ambil kurma terlebih dahulu untuk berbuka, lalu minum air putih. Setelah itu baru mengambil potongan Durian Bars. Saya nikmati dulu keharumannya. Ini aromanya ajaib, perpaduan antara keju yang dipanggang dan aroma durian yang matang dari pohon. Coba bayangkan! Bayangkan! Enak banget ….
Saya cicip sedikit demi sedikit untuk menyelediki bahan yang digunakan untuk membuat Durian Bars. Biasanya neh, kalau kue nastar apalagi dikirim dari luar kota, begitu digigit langsung pecah, ini kagak, masih tetep tangguh mencengkeram selai durian di tengahnya. Jangan-jangan sebetulnya dia juga nggak rela selai duriannya dimakan kita, hehehe.
Durian Bars Akan Membuat Lebaran Makin Berkesan
Tiap Gigitan Bikin Nagih (Foto Kang Alee)
Gigitan berikutnya saya coba agak besar. Saat menguyah, saya rasakan kombinasi antara terigu, telur, keju bakar, dan selai durian. Di sini baru terasa banget enaknya Durian Bars. Sebelum menghabiskan sisanya, saya netralkan dahulu dengan minum teh tawar hangat. Ya ampuuun, sampai saya menulis ini, rasanya masih menempel di lidah.
Saya nggak mau setoples kue Durian Bars habis dalam semalam, saya taruh di tempat yang aman dan terlindung dari anak-anak. Kalau anak-anak tahu bisa langsung habis, hehehe.
Malam hari usai Shalat Tarawih dan tadarus, sambil nulis saya coba makan Durian Bars ditemani segelas kopi. Hadoooh, nikmatnya bener-bener berlipat deh, nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. Durian Bars yang rencananya tak akan dihabiskan dalam semalam pun, dalam beberapa jam tandas.
Saya nggak tahu, Mbak Louise saat bikin Durian Bars ini pakai pelet apa hingga rasanya demikian enak, hehehe. Saya ngebayangin, di ruang tamu nanti pada saat lebaran akan ada deretan Durian Bars sebagai suguhan. Bukan apa-apa, supaya lebaran jadi makin berkesan berkat kue Durian Bars.
@KreatorBuku

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung


Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung

SALAH satu hal yang menyenangkan saat Shaum Ramadhan adalah saat berbuka. Setelah seharian  menahan diri dari apa pun yang membatalkan puasa termasuk makan dan minum, maka pantas jika saat berbuka menjadi saat yang paling dinanti-nantikan.
Kebetulan sekali, beberapa hari lalu saya dan teman-teman Blogger Bandung serta teman-teman media buka puasa bersama di Prama Grand Preanger, Jl. Asia Afrika No. 81 Bandung. Seperti orang lain, saya pun sangat senang saat berbuka puasa, apalagi berbuka di salah hotel ternama di Kota Bandung tercinta.
Kurang lebih setengah jam menjelang waktu berbuka, saya tiba di Prama Grand Preanger dan diminta naik eskalator menuju lobby. Ada suasana berbeda begitu tiba di lantai lobby. Sebuah gerbang gapura dari kayu, daun pohon kelapa, dan papan bertuliskan “Kampoeng Preanger” seolah menyambut kedatangan saya dan pengunjung lainnya.
Ada replika rumah petani yang dilengkapi dengan sepeda, cangkul, dan batang-batang pohon, rumput, serta hasil bumi berserak di depannya, warung khas perkampungan yang menjual cemilan tradisional dan sebagainya. Suasana makin terasa berada di kampung selain karena suasana begitu hening juga terdengar gemericik air yang ada di bawah jembatan penyeberangan.
“Ini beneran kayak di kampung,” kata salah satu teman blogger sebelum foto-foto cantik di depan rumah petani.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Warung di Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Rumah Petani Bahagia (Foto Kang Alee)
Jelang waktu berbuka, saya menyusuri Kampoeng Preanger hingga restoran, suasana kampung benar-benar terasa. Tak hanya suasana yang dibangun, makanan-makanan yang disediakan untuk berbuka pun didominasi makanan tradisional yang lezat. Mulai dari gorengan, mie kocok, seblak, nasi liwet, nasi bakar, gulai, rendang, hingga sate tersedia di sini. Semua bikin ngiler, hehehe.
Baru saja memilih tempat duduk, azan magrib berkumandang, segera saja saya mengambil kurma, sirup, dan agar-agar untuk mengawali buka puasa. Tak lupa, ambil camilan kue bolu yang sudah dipotong-potong dan kue coklat. Saya suka sekali dengan kue coklat bulatnya, kue coklat bulatnya begitu dimakan coklatnya seolah langsung menyebar ke sepenjuru mulut. Perfekto!
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Kue-Kue Pembuka Puasa Setelah Kurma (Foto Kang Alee)
Sebelum makan berat, saya shalat terlebih dahulu di lantai bawah. Mushala yang tidak terlalu besar, tetapi cukup bersih sehingga nyaman untuk beribadah.
Karena masih agak kenyang, saya lihat-lihat lagi gerobak makanan tradisional di luar restoran, seblaknya sangat menggoda, tetapi karena saya belum kuat makan makanan yang pedas, saya hanya mencicipi saja dari teman. Seblaknya gurih dan yummy. Rasa kampungnya masih kerasa walau disediakan oleh hotel bintang lima.
Mie kocok, ayah goreng, sate, dan mie gorengnya juga sangat menggoda. Saya tahan dulu untuk mengambilnya karena masih agak kenyang. Saya coba kendurkan perut dengan makan salad sayur, itu pun hasil ngerampok racikan salad tante Efi, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Salad Racikan Neng Efi Thea (Foto Kang Alee)
Rasanya tidak tahan ingin sekali mengambil mie kocok atau sate, tetapi karena belum makan nasi akhirnya saya ambil Nasi Hijau. Saya penasaran dengan Nasi Hijaunya, saya pikir rasanya agak pedas, ternyata gurih lho, mirip seperti nasi uduk hanya tak terlalu banyak santannya. Baunya juga bukan bau santan, melainkan bau kemangi.
“Warna hijau itu memang dari kemangi,” kata Chefnya.
Oh, pantas saja, wangi, gurih, enak, dan sedap. Makin mantap dimakan dengan lauk Fish Picatta, Gulai Telur, Rendang Daging, plus Jagung Sosis Sayuran. Waaah, kombinasi yang tidak perlu sebetulnya, tetapi saya menikmatinya, hehehe.
Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Nasi Hijau Ala Kampoeng Preanger (Foto Kang Alee)

Buka Puasa di Prama Grand Preanger Serasa Buka di Kampung
Sajian Mie Kocoknya Menggoda Iman (Foto Kang Alee)
Usai makan Nasi Hijau, saya ikut mencicipi mie kocok, mie goreng, dan satenya. Porsinya tak banyak, hanya cukup merasakannya saja. Sama seperti seblak, rasa kampungnya masih sangat terasa. Waduh, ini di kampung apa di hotel, sih? Saya yakin, siapa pun yang ikut merasanyakannya akan merasakan hal yang sama. Setelah mencicipi semua sebagai penutup saya ambil segelas es cream.
Berbuka puasa di Prama Grand Hotel Preanger ini benar-benar mantap, semakin mantap karena harga yang ditawarkan untuk berbuka semua makanan ini hanya Rp185.000,- net, tidak nambah apapun. Kita bisa merasakan semua kenikmatan menu-menu yang disediakan dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Lokasi Prama Grand Preanger sangat strategis, berada di titik 0 KM Bandung, di Jalan Asia Afrika, jadi sangat mudah sekali patokannya. Jika dari luar kota pun mudah dijangkau dari Stasiun Kereta Api Bandung dan dari Bandara Husaen Sastranegara Bandung.
Prama Grand Preanger sendiri menyediakan 187 kamar dengan 6 tipe. Fasilitas yang disediakan antara lain Wifi, televisi dengan channel favorit, minibar, dan perlengkapan membuat teh dan kopi. Pelayanan room servis 24 jam, pelayanan binatu, dan juga pelayanan valet. Jadi, kalau pas ke Bandung tengah malam dan belum tahu mau nginep di mana, bisa langsung hubungi costumer servisnya aja. Selain bisa tidur nyaman, bisa menikmati berbuka puasa ala Kampung Preanger.
@KreatorBuku

Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman


Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

SELAMA bergelut di bidang penerbitan, saya banyak sekali mengenal orang-orang kreatif yang berkaitan dengan dunia penerbitan seperti penulis, desainer cover, layouter, ilustrator, penerjemah, dan editor.
Hasil kreativitas mereka sudah tak terhitung jumlahnya yang diterbitkan, tidak hanya diterbitkan penerbit dalam negeri, melainkan juga sudah merambah penerbit luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina,  Vietnam, India, Belanda, dan negara-negara lainnya.
Mereka biasanya mendapatkan klien dari luar negeri melalui rekomendasi teman. Tidak sedikit pula mendapatkan klien melalui media sosial. Mereka bertransaksi langsung tanpa memikirkan resiko yang mungkin terjadi. Resiko tidak dibayar, resiko mendapatkan klien yang tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Akan tetapi, demi berkarya di luar negeri mereka mengambil resiko tersebut.
Sekarang ini saya bergerak di bidang Publishing Servis, usaha membantu penerbit membuat konsep buku atau produk, mencari penulis, ilustrator, desainer cover, layouter, editor, penerjemah, dan suport publishing lainnya yang memudahkan penerbit menerbitkan buku.
Beberapa waktu lalu, seorang klien dari luar negeri menghubungi saya melalui media sosial. Klien mencari penerjemah buku untuk penerbitnya. Klien tersebut sangat meyakinkan karena setelah dicek, klien memang dari salah satu penerbit buku-buku marketing yang diakui di negaranya. Makanya, saya mencarikan penerjemah dan menerima orderan tersebut.
Setelah kontrak ditandatangani, saya dan tim penerjemahnya menyelesaikan order sesuai deadline yang disepakati. Setelah melalui beberapa revisi akhirnya pekerjaan kelar. Dia kemudian mengirimkan invoice.
Apa yang terjadi kemudian? Setelah menunggu waktu pembayaran, ternyata mereka seolah mengulur-ulur waktu dengan banyak alasan. Alhasil, order tersebut baru dibayar setahun kemudian. Kondisi seperti ini selain bikin trauma juga bikin infil kalau mau terima pekerjaan atau cari order ke luar negeri.
Namanya bisnis tidak boleh menyerah, kan? Setelah kejadian tersebut, saya hanya menerima order pekerjaan dari dalam negeri. Kalau pun klien dari luar negeri hanya dari klien yang selama ini telah bekerjasama. Keadaan ini tentu tidak baik bagi perkembangan bisnis say.
Akhirnya, saya mencari-cari informasi bagaimana mencari peluang order dari luar negeri yang gampang dan aman bisnis yang saya geluti. Sehingga tidak perlu lagi nagih-nagih pembayaran hingga malu hati. Setelah cukup lama mencari akhirnya ketemu tridgecom, platform yang menyediakan berbagai jaringan bagi pengusaha di berbagai negara.
Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

Membuka Peluang Order dari Luar Negeri
Tridge, singkatan dari Transaction dan Bridge, layanan online yang menyediakan platform, di mana berbagai talenta bisnis global di seluruh dunia bisa bertemu. Mereka kemudian dengan mudah berbagi peluang dan berbagi jaringan. Pada tahap persiapan peluncuran resminya akhir tahun 2015 lalu, telah terdaftar lebih dari 10,000 finder dan klien dari berbagai negara.
Platform tersebut agak unik dan berbeda dengan platform yang pernah ada karena menjadi jembatan antara klien dengan finder, orang yang memberikan rekomendasi koneksi lokal yang dimiliki.
Siapa pun bisa menjadi finder asalkan berpengalaman pada industri yang ditekuninya, profesional dalam pelayanan, memiliki jaringan pribadi yang luas, dan terus meningkatkan jaringannya supaya jaringannya semakin kuat.
Sebagian besar finder adalah profesional di bidangnya dan memiliki sejumlah koneksi bisnis yang berkualitas. Selain membantu klien dengan ilmu, dan keahlian. Peran finder memperkenalkan klien kepada koneksi yang dimiliki. Oleh karena itu, finder diharuskan mendaftarkan koneksi bisnisnya bersamaan dengan profil yang dibuat di Tridge.
Finder harus pula menetapkan harga yang jelas untuk setiap jenis perkenalan yang akan ditawarkan. Hal ini sangat penting bagi finder untuk memperjelas jumlah kompensasi yang diinginkan agar transaksi berjalan lancar. Setelah mendaftarkan koneksi dan profil diri di Tridge, koneksi tersebut akan ditampilkan di daftar koneksi Tridge, yang dapat diakses oleh klien atau pengguna Tridge lainnya. 
Jika koneksi yang dimiliki finder dilirik klien, maka klien akan mengajukan permintaan “Pembelian Koneksi” ke finder tersebut. Tujuan dari permintaan ini bervariasi, yaitu untuk mengecek pembeli yang berkualitas, menghubungkan ke mitra usaha lokal, dan sebagainya.
Finder dapat memilih untuk menerima atau menolak permintaan, tergantung pada kemampuan dalam memperkenalkan koneksi bisnis kepada klien. Penting bagi finder untuk membangun profil yang baik untuk menunjukkan kemampuan dan meningkatkan peluang menerima orderan dari klien.
Dalam banyak kasus, klien akan lebih memilih finder yang memiliki banyak koneksi bisnis berkualitas dan berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam bidang yang dicari. Jadi kita telah berpengalaman dan punya banyak koneksi, sebaiknya secepatnya mendaftar sebagai finder.
Oh iya, jika track record finder terus meningkat, tridge akan memberi rating lebih tinggi dibandingkan dengan finder lain. Tridge juga akan memberikan apresiasi tambahan berupa pengurangan biaya finder Tridge, tergantung pada tingkat reputasi tertentu.
Selain Finder ada yang disebut Klien. Klien adalah para pengusaha atau orang-orang pada tingkat manajemen senior di perusahaan kecil dan menengah yang ingin memperluas bisnis mereka ke negara lain. Para profesional dengan latar belakang manajemen di perusahaan multinasional, khususnya dalam pengembangan bisnis atau fungsi investasi.
Klien secara aktif akan mencari bantuan finder untuk bisa terhubung dengan partner bisnis yang tepat, sehingga mengurangi waktu dan sumber daya finansial yang perlu mereka keluarkan. Klien bebas mencari koneksi yang diinginkan, terutama koneksi yang berpengalaman yang memungkinkan perusahaannya tumbuh besar.
Sebagai finder, saya juga bisa menjadi Klien, lho, terutama kalau memerluan penerjemah di luar negeri atau ilustrator dari luar negeri. Saya tinggal mencari finder yang mempunyai koneksi sesuai dengan yang kriteria dicarinya. Jadi dia nggak perlu capek-capek cari di tempat lain, cukup di Tridge saja.
Peluang Order dari Luar Negeri Sekarang Gampang dan Aman

Cara Mendapat Order dari Luar Negeri
Karena saya ingin mendapatkan lebih banyak lagi klien dari luar negeri, saya kemudian melakukan beberapa tahapan yang sudah diatur Tridge.
Pertama, mengunjungi halaman utama Tridge lalu mendaftar menjadi finder dengan menggunakan alamat email. Karena ini bisnis, saya isi bagian profil selengkap mungkin supaya klien percaya.
Proses pendaftaran menjadi finder atau klien tidak ada bedanya. Bahkan dengan satu kali pendaftaran dan dengan akun yang sama siapa pun bisa jadi finder sekaligus jadi klien. Membuat akun tidak dikenakan biaya alias gratis, jadi tidak perlu ragu-ragu.
Kedua, menunggu evaluasi dari tim Tridge. Mungkin karena ini bisnis dan berkaitan dengan profesionalisme dan kepercayaan, tim Tridge meminta pendaftar menunggu minimal hingga tiga hari kerja untuk mengevaluasi pendaftar. Tiga hari tak lama, bukan? Setelah dievaluasi dan aplikasi disetujui, pendaftar akan mendapat informasi melalui email.
Oh iya, jika mendaftar sebagai Klien dan aplikasi ditolak bisa jadi karena informasi yang ditulis pada profil tidak jelas atau sulit dipahami. Bisa juga karena banyak kolom yang tidak diisi. Tridge menyarankan ketika mengisi aplikasi sebaiknya menggunakan Bahasa Inggris.
Jika mendaftar sebagai finder dan aplikasi ditolak, mungkin karena pendaftar tidak cukup berpengalaman atau tidak memiliki cukup banyak koneksi yang berkualitas. Finder diwajibkan memiliki minimal 5 tahun pengalaman kerja dan minimal memiliki 3 koneksi.
Ketiga, membaca secara detil semua aturan main yang ada di Tridge supaya ke depan bisa mengoptimalkan akunnya. Sayang kan, jika sudah menjadi member tetapi tidak mengoptimalkannya. Apalagi peluang sangat besar.
Keempat, sering-sering nengok akun, siapa tahu ada klien datang dan menawarkan orderan. Ingat, peluang tidak datang dua kali, bukan? Begitu ada tawaran segera akan melakukan komunikasi dengan klien. Cara berkomunikasi, penawaran, diel dengan klien, pengerjaan order, hingga pembayaran semua sudah diatur oleh Tridge, finder dan klien tinggal mengikuti semua aturannya, jadi tak perlu khawatir.
Mau dapat peluang order banyak dari luar negeri? Kenapa nggak coba aja gabung dengan Tridge? Kharatis, lho.

@KreatorBuku

Selasa, 14 Juni 2016

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Itu Seru Banget

    Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
NGABUBURIT sambil naik Sky Tree atau Camping sekarang bisa dilakukan di Maribaya Lembang, lho. Tepatnya di The Lodge Maribaya Lembang. Jadi, buat teman-teman yang takut ketinggian dan ingin mengatasinya, bisa ngabuburit di sana.
Sabtu lalu, saya bersama beberapa Blogger Bandung ngabuburit di The Lodge Maribaya Escape to Nature yang terletak di Jalan Maribaya No. 149/252 Babakan Gentong, Cibodas Maribaya, Lembang, Jawa Barat.
Banyak tempat asyik dan seru di sana, salah satunya naik Sky Tree, melihat-lihat tenda camping, main panahan, dan tentu saja selfie dan welfie berlatar hamparan pinus Bukit Maribaya.

Tempat Camping dan Sky Tree
Saya berangkat dari Bandung sekitar pukul 14.30 dengan mengendarai sepeda motor. Bukan apa-apa, kalau pakai mobil takut macet dan gagal ngabuburit.
Motor melaju melewati Jalan Cikutra, Makam Pahlawan Cikutra, mengambil arah kiri, lantas melewati Jalan Cigadung, Dago Bengkok, lanjut ke Lembang. Kurang lebih 1.5 Jam kemudian tiba di area The Lodge Maribaya, Lembang.
Beberapa saat sebelum memasuki area, mata saya sempat terpatri beberapa jenak melihat pemandangan hutan pinus hijau yang terhampar begitu indah. Hutan pinus yang sangat subur. Barangkali saya akan terpatri di sana lebih lama lagi jika tidak ditegur untuk segera masuk area.
Sebuah pintu berukuran kurang lebih 1.5 Meter terbuat dari kayu yang diukir dan seolah dicengkeram tumbuhan rambat menyambut kedatangan saya dan pengunjung lain.
Saya kemudian turun melewati beberapa anak tangga yang sedikit memutar. Ada segerombolan remaja yang terlihat ceria usai menikmati alam The Lodge, ada juga yang masih selfie atau welfie di antara anak tangga.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Penanda Arah yang Cukup Informatif (Foto Kang Alee)
Saya berhenti sejenak membaca papan petunjuk arah yang terbuat dari rangkaian kayu pohon pinus. Sebelum ke bawah, saya terlebih dahulu meletakan barang-barang di Dapur Hawu, salah satu restoran masakan sunda yang ada di sana. Restoran berlatar belakang perbukitan yang indah.
Karena penasaran, saya langsung menuruni tangga dan menuju ruang terbuka di bawah Dapur Hawu. Ada sebuah café dan halaman beton berpagar. Dari halaman tersebut, saya melihat seorang pengunjung naik tangga Sky Tree, dari gerak-geriknya dia terlihat sangat ketakutan. Hampir saja dia mengurungkan niat naik Sky Tree, tetapi setelah diberi pengarahan singkat oleh pemandu, kakinya sampai juga di lantai kayu Sky Tree.
Setelah menarik napas sejenak, dia mulai duduk di tepian Sky Tree. Wajahnya masih terlihat tegang. Setelah beberapa kali mencoba menguasai diri dengan menikmati pemandangan di sekelilingnya, akhirnya dia terlihat enjoy, bahkan dia berani berdiri.
Beberapa pengunjung mengalami hal yang sama, bahkan ada yang sengaja naik berdua untuk saling menyemangati supaya mampu menguasai diri dan tidak takut lagi pada ketinggian.
“Alhamdulillah, meski kaki masih gemetaran, paling tidak sudah pernah naik Sky Tree,” kata Ulu, salah satu Blogger Bandung yang baru saja naik Sky Tree. “Rasanya seperti berada di atas awan,” pungkasnya kemudian.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Tenda Camping Permanen yang Anti Bocor (Foto TheFoodXplorer)
Selain Sky Tree, The Lodge Maribaya yang sebelumnya lebih dikenal dengan The Lodge Earthbound and Adventure juga menyediakan tempat untuk camping. Saat ini ada 25 tenda camping permanen yang berada di lembah timur dan lembah barat. Dari lembah timur pengunjung bisa melihat Sunrise dan dari lembah barat pengunjung akan melihat Sunset.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Serunya Bermain Panahan di The Lodge Maribaya (Foto TheFoodXPlorer)

Menyediakan permainan yang bisa dilakukan oleh pengunjung seperti Panahan dan lapangan untuk outbord. Ada beberapa permainan seperti Trakking di hutan pinus, Paint Ball, dan Offroad Landrover, tetapi harus dipesan terlebih dahulu, terutama jika dimainkan secara group.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Salah Satu Sport Foto di Atas Awan (Foto Nchie)
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Sudut Lain di Atas Awan (Foto Kang Alee)

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Tempat untuk Outborn yang Nyaman (Foto Kang Alee)
Kemudian ada Dapur Hawu, restoran yang menyediakan masakan Khas Sunda dan The Pines Café Coffee Shop buat ngopi-ngopi cantik dan ngopi-ngopi ganteng sembari menikmati keindahan alam Maribaya. Restoran dan Café buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB, khusus Bulan Ramadhan buka dari pukul 09.00-19.00 WIB.
Menyambut Ramadhan tahun ini, restoran menyediakan promo buka puasa mulai dari harga Rp35.000 perorang. Harga tersebut sudah termasuk entrance fee, tajil, dan makan malam.
Pada Hari Raya I’dul Fitri akan ada Lebaran Package, di mana pengunjung bisa makan siang sambil melakukan tour keliling sekitar The Lodge untuk memetik buah atau sayuran, belajar cara memerah susu sapi, mengunjungi organic farm dengan menggunakan delman. Lebaran Package khusus tanggal 6-16 Juli 2016.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Suasana Dapur Hawu Saat Lengang (Foto TheFoodXplorer)

Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Pantri Dapur Hawu yang Bersih (Foto Kang Alee)
Saya sendiri sebelum berbuka puasa menyempatkan diri untuk melihat tenda camping, bermain panahan, dan tentu saja ngabuburit di atas awan dengan menaiki Sky Tree. Sama seperti pengunjung lain, awalnya takut, tetapi begitu berada di atas dan melihat pemandangan yang menakjubkan, semua rasa takut langsung musnah, berubah menjadi kekaguman yang luar biasa pada Sang Khalik, yang telah menciptakan alam semesta dengan begitu indah.
Bagi teman-teman yang akan camping, nggak perlu lagi membawa perlengkapan mandi karena The Lodge Maribaya sudah menyediakan lengkap, mulai dari handuk hingga alat mandi. Kopi dan cemilan juga tak perlu bawa karena di antara tenda camping permanen ada The Pines Café, kita bisa ngopi dan ngemil di sana.
Oh iya, bisa bawa laptop juga buat nulis, buat kerja, atau sekadar berinternetan karena di dalam tenda ada colokan. Coba, di mana lagi camping tetapi tetap bisa terkoneksi dengan dunia luar selaian di Camping di The Lodge Maribaya?

Khas Masakan Sunda
Karena beduk magrib sudah bertalu-talu, saya dan temen-temen blogger segera menuju Dapur Hawu untuk berbuka puasa. Segelas kolak pisang dan teh manis yang saya pesan cukup menghilangkan dahaga sebelum makan berat.
Usai takjil dan shalat magrib, saya lanjutkan antre di depan pantri untuk memilih menu buka puasa. Saya mengambil ayam goreng, tumis enceng gondok, sayur tahu, dan daging suwir. Pengunjung mengambil sendiri menu yang diinginkan, jadi porsinya disesuaikan. Tempat untuk lauk pauknya unik lho, sebuah tempat penggorengan kecil, hehehe.
Setelah mengambil seporsi nasi, saya mengambil tempat duduk yang telah disediakan Dapur Hawu. Kita bisa memilih tempat duduk semau kita, selagi masih kosong. Saya memilih beanbag chair supaya lebih nyantai, sementara pengunjung yang lain ada di meja kayu di tepian restoran, sofa, kursi pendek, dan kursi dari tempat tidur kayu.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Ayam Gorengnya Mana Tahan (Foto Kang Alee)
Dapur Hawu sepertinya sengaja tidak menggunakan kursi standar yang modelnya sama supaya pengunjung betah sehingga akan terkesan dan bisa menjadi pelanggan tetap. Jadi, walau pun makanan yang disediakan masakah Khas Sunda, tetapi tetap lebih nikmat rasanya.
Harga makanan dan minuman pun tidak begitu mahal, berkisar antara Rp5000,- hingga Rp25000,- saja. Jadi, tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Jangan lupa, karena ini masakah Khas Sunda harus dilengkapi dengan lalapan dan sambel khas Sunda.
Ngabuburit, Sky Tree, dan Camping di The Lodge Maribaya Lembang Bandung
Berdiam Sejenak Sebelum Meninggalkan The Lodge Maribaya (Foto Kang Alee)
Rute Menuju The Logde Maribaya
Menuju The Lodge Maribaya tidak sulit karena bisa melalui beberapa alternatif;
1). Jika dari dalam Kota Bandung bisa melewati Jalan Cikutra, Cigadung, Dago Bengkok, Lembang, Maribaya. Melewati jalan ini pasti lebih berkesan karena akan melihat sisi lain Bandung yang tak didapatkan di daerah mana pun.
2). Bisa melalui Jalan Cikutra, Cigabung, Punclut, Lembang, Maribaya. Jalur ini lumayan sering dilewati, selain karena jalanan cukup rata juga sering jadi jalur alternatif menuju ke daerah Lembang.
3). Bisa juga lewat jalur biasa, jalur Kota Bandung, Setiabudi, Lembang. Nanti berputar di Jalan Cagak, ambil ke kiri, sebelum D’Ranch belok kanan. Ikuti jalan, nanti akan sampai di The Lodge Maribaya.
Bagi teman-teman luar kota, saya sarankan melewati alternatif jalur yang ketiga supaya tidak nyasar.  Jangan lupa, pakai pakaian sport supaya bisa jaman ketika menikmati keindahan bukit Maribaya. Selamat camping, naik Sky Tree, dan ngabuburit di atas awan The Lodge Maribaya. []
@KreatorBuku

Blog Archive

Komentar