Selasa, 13 Februari 2018

Selain Murah dan Bisa Beli Banyak, Ternyata Mashmellow Manfaatnya Seabreg



COBA tebak, apa yang saat ini sering dibakar saat acara api unggun? Bener banget, selain jagung, saat ini, kalau ada acara-acara api unggun yang dibakar makanan ringan. Apalagi lagi kalau bukan Marshmallow. Awalnya saya bingung juga, kok Marshmallow dibakar? Akan tetapi, setelah mengalami sendiri saat menginap di Trizara Resort, jadi nggak bingung lagi. Saya malah ketagihan, hehehe.
Marshmallow adalah salah satu makanan ringan yang sudah lama hadir ditengah-tengah masyarakat yang suka menikmati berbagi jenis kuliner. Makanan yang memiliki tekstur empuk dan lembut ini sangat disukai siapa pun.
Marshmallow bisa dijadikan sebagai makanan ringan yang bisa nikmati kapan pun, termasuk saat api unggun di tengah malam yang dingin. Apalagi, saat ini kita bisa beli Marshmallow dengan harga murah meriah dan sekaligus banyak.
Oh iya, Marshmallow itu makanan ringan yang terbuat dari gula dan bahan tambahan lainnya. Kalau kita mau mencicip, bisa membelinya di toko online yang menjual Marshmellow. Kita tidak perlu khawatir meskipun sedang diet karena kita tetap boleh mengkonsumsi makanan satu ini. Jangan salah, Marshmellow ternyata memiliki manfaat lain, lho.

Choco Brownies Marshmellow (Foto dari: coocpad.com)



1). Kecantikan Kulit
Meskipun terdengar aneh karena marshmallow adalah makanan yang lebih sering dikonsumsi ini malah dijadikan sebagai salah atau bahan untuk menghaluskan wajah. Glukosa yang dimiliki oleh Marshmallow akan membuat pori-pori terbuka. Sehingga akan membuat sel kulit mati pada wajah hilang dan wajah akan lebih terlihat cerah alami.
2). Peninggi Badan
Dengan mengkonsumsi Marshmallow yang banyak, membantu mendapatkan tinggi badan yang lebih cepat. Hal ini sudah terbukti jika pada kartologi dan intervertebral disk bagian dari tulang belakang memiliki ukuran yang lebih besar untuk orang yang banyak mengkonsumsi Marshmallow ini. Dengan kandungan kolagen yang berada pada Marshmallow dipercaya adalah penyebab dari pertumbuhan tulang sehingga akan membuat tinggi badan seseorang naik.
3). Memperkuat Rambut dan Kuku
Dengan kandungan kolagen pada marshmallow dapat memperkuat akar rambut dan merangsang untuk tumbuh kembali. Pada bagian kuku, juga lebih kuat dan tidak mudah patah ketika kita lebih banyak mengkonsumsi marshmallow. Oleh karena itu tidak ada salahnya membeli marshmallow murah dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Mashmellow Jadi Hiasan Kue (Sumber Foto: lovepurrscat.blogspot.co.id)

4). Tetap Aman Dikonsumsi Saat Diet
Buat siapa pun yang sedang dalam program diet, biasanya dilarang untuk mengonsumsi makanan yang manis. Nah, kali ini tidak berlaku pada marshmallow. Meskipun manis, Marshmellow sangat aman untuk dikonsumsi. Marshmallow memiliki kandungan kalori yang rendah jika dibandingkan dengan jenis makanan manis lainnya.
Ada beberapa orang yang masih menganggap marshmallow memiliki kalori tinggi, lho. Padahal, komposisinya, setiap 1 buah hanya memiliki 6kcal kalori. Sangat lebih rendah jika dan bandingkan dengan berbagai jenis makanan manis lainnya.
Oleh karena itu tidak salah jika memilih Marshmellow sebagai salah satu alernatif makanan ringan di rumah selain buah.
Oh iya, Marshmallow bisa dicampur dengan yogurt, sehingga buat yang diet akan tetap mudah kenyang tanpa harus memakan makanan yang berat seperti nasi ataupun daging. Cara belinya pun mudah, kita bisa beli Marsmallow Murah yang jadi rujukan pecinta kuliner. Kita bisa beli banyak untuk persediaan, kalau-kalau ingin ngemil Mashmallow kapan pun.
@KreatorBuku

Sabtu, 03 Februari 2018

Ini Lho, Model Baju Batik Pria yang Sering Saya Pilih


SIAPA pun yang jarang melihat keseharian saya pasti berpikir saya orangnya santai banget karena jarang terlihat mengenakan pakaian resmi. Sampai-sampai, pernah suatu kali ada media yang akan mengambil foto saya dan secara terus terang minta saya pakai baju resmi, hehehe.
Padahal ... nggak begitu juga sih, saya tetap berpakaian resmi kalau memang moment-nya tepat. Jadi, meski pun keseharian saya lebih suka mengenakan baju casual, tak jarang pula pakai baju resmi.
Bahkan, beberapa kali saat traveling tetap bawa baju resmi untuk beberapa sesi pemotretan, terutama baju batik. Walau coraknya bukan corak tradisional dan bahannya bahan rayon yang enak dipakai saat di pantai.
Koleksi jas saya di rumah ada beberapa, baik jas yang formal ataupun semi formal. Koleksi batik juga lumayan banyak karena saya selalu sempatkan beli paling tidak satu baju batik khas ketika keluar daerah.
Seperti beberapa waktu lalu, saat keliling Kota Cirebon, sebelum balik ke Bandung mampir ke kawasan batik yang sangat terkenal di Cirebon. Alhasil nggak cuma bawa selembar baju, tetapi sekalian beli satu lusin. Hah? Buat apa? Tentu saja buat dipakai kalau ada acara-acara yang memang mengharuskan pakai baju batik.
Saya kesemsem baju batik karena selain harganya terjangkau, saat ini corak dan modelnya beragam. Jadi bisa dipadupadankan dengan celana apa pun. Memang sih, tidak semua batik cocok dengan saya, tapi paling tidak saya punya tips khusus saat memilih model baju batik pria yang cocok buat saya. Apa saja tipsnya?

Salah satu model baju batik lengan pendek (Foto dari mataharimall.com)

1). Cek Ukuran Baju
Mungkin karen saya poster tubuh saya kecil mungil, jadi saat memilih baju batik prioritas pertama saya adalah ukuran. Dulu, kalau beli baju sering titip, akibatnya terkadang ukurannya kurang pas. Entah kebesaran atau malah kekecilan.
Tak jarang pula, badannya pas, tetapi lengannya kebesaran atau kekecilan. Atau sebaliknya, lengannya pas, ealah, badannya kepanjangan. Ujung-ujungnya harus dibawa ke tukang jahit untuk diperbaiki.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sekarang tidak pernah lagi titip dibelikan batik, kalau bisa beli sendiri pasti akan beli sendiri. Bagaimana pun juga, pakai batik selain enak dipakai juga enak dilihat orang lain, biar orang lain juga ingin pakai batik, hehehe.

2. Cek Bahan Batik
Meski pun saya bukan orang yang alergi dengan bahan baju, tetap saja saya pasti akan cek bahan baju batik yang akan saya beli. Saya suka mencocokan antara corak dengan bahan yang digunakan.
Saya lebih sering pilih batik berbahan katun atau campuran antara katun dengan silk. Kain katun selain memiliki pori yang lebar juga mudah menyerap keringat. Batik berbahan katun juga memiliki kesan yang santai dan model yang sederhana.
Nah, kalau untuk acara-acara pesta, saya biasanya beli batik bermaterial sifon atau silk supaya lebih esklusif. Oh iya, beberapa saya sengaja jahit sendiri dari kain yang saya beli, biasanya kalau untuk acara-acara resmi.

3. Cek Warna Batik
Entah mengapa, hingga saat ini saya selalu mengidolakan warna coklat, jadi saat pilih baju batik, pasti selalu ada unsur warna coklat. Walau tetap juga sih, pasti saya tetap akan memperhatihan warna dominan dasar batik atau biasa disebut background. Warna dasar ini biasanya digunakan sebagai patokan saya saat memilih batik supaya cocok dengan celana yang ada di rumah, hehehe.
Saya akan pilih warna-warna gelap atau monocrom untuk model baju batik yang formal. Sementara untuk acara kasual saya pilih warna-warna cerah, seperti dominan putih, toska, hijau, atau merah.
 
Batik lengan panjang (Foto dari mataharimall.com)
4. Cek Motif Batik
Karena badan saya imut, saya lebih sering pilih batik bermotif geometris dan berukuran sedang supaya proporsi tubuh tetap tampak lebih proporsional, hehehe.
Nah, buat teman-teman yang badannya besar, saya bilang besar lho, ya, saya sarankan pilih batik dengan motif geometris yang berukuran sedang. Bisa juga kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar tetap sesuai dengan proporsi tubuh.

5. Batik Casual atau Formal
Terakhir dan ini yang paling penting banget buat saya. Sebelum beli batik saya akan pilih dulu, batik untuk acara formal, semi formal, atau casual? Memnag sih, sebetulnya tidak ada patokan khusus, tetapi buat saya penting banget. Jangan sampai model batiknya sudah keren, ternyata dipakainya tidak tepat, jadinya saltum, deh.
Batik-batik casual yang saya beli biasaya, selain coraknya simpel, warnanya cerah, model potongannya juga simpel sehingga bisa dipadu dengan celana jeans. Biasanya saya pilih yang lengan pendek.
Sementara untuk batik kerja, saya pilih baju batik dengan kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan terlihat tetap rapi dan formal. Desainnya simpel namun terlihat tegas sehingga tetap terkesan profesional.
Sampai saat ini saya lebih sering beli batik cap baik di toko-toko khusus penjual batik dan sesekali batik tulis, terutama untuk batik yang memang saya suka. Apalagi kalau model baju batik pria-nya keren dan cocok dengan saya, saya akan kejar untuk mendapatkanya asalkan 5 hal di atas terpenuhi. Selamat memakai batik.

@KreatorBuku

Jumat, 29 Desember 2017

Selalu Ada Cinta di Hati Bunda di Mana Pun Kapan Pun Dengan Cara Apa Pun


Bunda,
Kau bagai bintang
yang berkedip menghiasi malam
Bunda,
Kau bagai bulan
yang bersinar di kegelapan malam
Bunda,
Kau bagai matahari
Yang selalu terang di saat siang
Bunda,
Kau adalah cahaya
Yang tak pernah padam

Fairy
22 Des 2017

PUISI mungil itu ditulis anak ketiga saya saat Hari Ibu kemarin. Saya kurang tahu, itu puisi ke berapa yang dia tulis. Di rumah, ada setumpuk kertas lipat miliknya yang berisi puisi dan coretan-coretan tangan mungilnya. Sesekali saya baca, sesekali saya kirim ke media.
Bukan hanya dia yang suka menulis puisi, kedua kakaknya pun suka, bahkan kakak sulungnya sejak kelas 1 SD sudah menulis cerita dan jadi reporter cilik di sebuah koran di Jawa Barat.
Kebiasaan menulis ini barangkali tertular karena surat-surat cinta yang sering sekali saya dan bundanya anak-anak layangkan setiap saat kepada mereka. Surat cinta sebagai ungkapan rasa sayang yang paling dalam dari saya dan istri untuk anak-anak.
Saya ingat betul, sejak dulu pun setiap saya ingin mengungkapkan perasaan, pasti selalu dengan sebuah coretan dalam sobekan kertas. Entah untuk Ibu, Bapak, atau kakak. Kebiasaan itu saya lakukan karena saya agak sulit mengungkapnya secara langsung. Kebiasaan tersebut ternyata berlanjut hingga saya punya istri dan anak.
Agaknya, istri saya pun begitu, lebih suka mengungkapkan perasaan dengan coretan daripada dengan bicara secara langsung, maka kloplah. Bundanya anak-anak kemudian sengaja meletakan setumpuk kertas lipat warna-warni yang bisa diakses siapa pun dan kapan pun untuk mengungkapkan perasaannya.


Oh iya, jangan membayangkan dalam mengungkapkan perasaan dengan berlembar-lembar kertas ya, dengan sebuah kalimat yang mewakili pun sudah lebih dari cukup. Misalnya sepotong kalimat, “Sayang, maafin Bunda, ya. Hari ini Bunda nggak masak ayam kesukaan kamu”. Coretan itu lalu di tempel di pintu kulkas atau di pintu kamar atau loker anak-anak.
Bisa juga kalimat seperti ini, “Dede kesel sama Kakak soalnya udah habisin roti”, “Kakak mau basket, tapi belum dibeliin sepatu lagi. Padahal minggu besok mau tanding”, “Cantik males di rumah sama Kakak. Suka bentak-bentak kalau minta tolong”.
“Di kulkas ada coklat kakak, dede sama cantik boleh makan, tapi satu-satu aja, ya” dan “Maaf ya, Bun, kakak lagi-lagi ngilangin tumbler, hehehe”, dan kalimat pendek lainnya yang jika dibaca kadang bikin senyum, melotot, sedih, atau malah berkaca-kaca.
Biasanya, sore, setelah magrib Bundanya akan baca apa pun yang ditulis anak-anak. Tidak setiap sore, tetapi selalu saja ada Surat Cinta yang nempel di pintu kulkas atau di depan loker anak-anak. Baik surat cinta dari saya, Bunda, atau anak-anak.








Tiga Kata Ajaib
Selain surat-surat cinta yang hampir tiap minggu diberikan kepada anak-anak, tiap malam, sebelum tidur, bundanya anak-anak pasti akan menghampiri mereka satu persatu. Tak peduli, si Sulung sekarang sudah mulai remaja, Bunda tetap menghampiri dan duduk di tepi tempat tidur.
Bukan sekadar menghampiri, melainkan juga mengajak ngobrol barang satu dua menit, memastikan mereka hari ini dalam kondisi sehat. Biasanya saya ikut nimbrung untuk membacakan buku cerita, terutama pada peri terkecil saya.
Kedua kakaknya walau sudah beranjak besar, kadang-kadang juga masih ingin dibacakan buku cerita hingga siap terlelap. Tidak setiap saat, tetapi ritual seperti ini selalu disempatkan.
Selain membacakan cerita, ada tiga kata ajaib yang selalu Bunda katakan kepada anak-anak. Jika saya ada di rumah juga selalu berusaha mengatakan tiga kata ajaib tersebut di telinga anak-anak.
Tiga kata tersebut adalah kata “Terima Kasih” karena sudah menjadi anak yang baik dan bikin Ayah Bunda bangga hari ini. Kata “Tolong” selalu berlaku baik kapan pun dan di mana pun dan kata “Maaf” kalau hari ini ayah dan bunda bikin kamu marah, kesel, atau sebel. Biasanya Bunda bilang kata “Maaf” sambil peluk dan cium anak-anak. Saya pun demikian adanya, hehehe.


Sembilan Surat Cinta
Sebelum Hari Ibu kemarin, saat anak-anak mempersiapkan diri ujian akhir semester kebetulan si Bungsu badannya agak demam, tepatnya tiga (3) hari sebelum ujian. Bukan hanya si Bungsu yang khawatir, saya dan bundanya pun khawatir.
Saya sangat kenal watak si Bungsu yang tak mau meninggalkan sekolah walau sakit sekali pun, saya yakin, meski sedang demam pun pasti tidak mau melewatkan ujiannya, apalagi ini ujian akhir semester. Sebelum bertindak lebih jauh, Bunda melakukan beberapa hal berikut ini:
1). Mengecek suhu badan si Bungsu dengan menggunakan termometer. Bunda tidak pernah mengandalkan tangan yang ditempel di kening anak, soalnya bukan dokter, hehehe. Ternyata suhu badannya di atas 37,5 derajat celcius. Artinya, dia  memang terserang demam.
2). Bunda lalu mengompres si Bungsu dengan kain yang dicelupkan air hangat bukan air dingin. Mengompres dengan air hangat supaya pusat suhu tubuhnya menerima pesan kalau suhu di sekitar tubuhnya sedang hangat, sehingga tubuh akan menurunkan suhunya secara otomatis.
3). Tak lupa, Bunda memperbanyak asupan cairan dan mengenakan baju yang tidak terlalu tebal. Si Bungsu juga di tempatkan pada ruangan yang sirkulasi udaranya lancar.
4). Bunda tetap mengejek suhu badan si Bungsu, khawatir suhunya di atas 39 derajat celcius. Biasanya, kalau suhunya sudah di atas 39 derajat celcius, Bunda segera beri obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Saya lihat di kotak obat sudah tersedia Tempra, jadi saya agak tenang.


Hari pertama si Bungsu sudah menuliskan kegelisahan hatinya lewat kertas warna jingga kesukaannya, “Bun, kalau dede masih sakit, dede tetep boleh ikut ujian, ya? Dede nggak mau ikut ujian susulan”.
Coretan simpel itu asli membuat saya berkaca-kaca apalagi si Bunda. Bunda langsung membalasnya dengan sebuah coretan pula ... “Dede in syaa’ Allah sembuh, jadi tetap boleh ikut ujian”.



“Yah, katanya kalau orang sakit dapat sembilan surat cinta akan sembuh, ya?” tanya Dede setelah saya membacakan sebuah cerita. Saya kaget luar biasa. Itu kan hanya mitos belaka. “Yah,” panggil dia lagi.
Saya mengangguk, “In syaa’ Allah,” jawab saya sambil memeluk. “Dede akan sembuh dengan sembilan surat cinta dengan syarat Dede dikompres dan nanti minum obat, ya,” lanjut saya.

Obat Andalan Keluarga
Sehari setelah dikompres, ternyata panasnya makin tinggi. Bunda langsung memberinya Tempra Syrup. Memang sih, dibanding dengan merk lain harga Tempra di atas rata-rata, tetapi demi kesehatan anak-anak harga tak ada artinya.



Tempra sendiri memiliki kandungan parasetamol yang aman untuk anak-anak. Setiap 5 ml, Tempra mengandung 160 mg paracetamol. Parasetamol berfungsi sebagai pereda demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala serta sakit gigi, termasuk demam setelah imunisasi. Paracetamol bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit.
Tempra memiliki rasa buah yang enak sehingga membuat anak lebih gampang minum obat. Orangtua tak perlu memaksa anak buka mulut ketika anak harus meminumnya.
Hal yang lebih penting lagi Tempra aman di lambung, tidak perlu dikocok saat meminumnya karena sudah larut 100%, dan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Selain itu  Tempra cepat menurunkan demam.


Obat penurun panas produksi PT. Thaiso Pharmaceutical Indonesia Tbk ini kemasannya sangat aman, menggunakan tutup botol CRC (Child Resistant Cap). Dengan kemasan tersebut, tutup botol tidak mudah dibuka oleh anak-anak.
Ada tiga (3) varian obat berbeda yang dikeluarkan Tempra, yang  disesuaikan dengan usia anak. Varian tersebut sangat mudah diingat sehingga orangtua tidak bingung saat akan membeli Tempra untuk meredakan demam pada anak.
Ada Tempra Drop dengan rasa Anggur (untuk usia 0-1 tahun), Tempra Syrup dengan rasa Anggur (untuk usia 1-6 tahun), dan Tempra Forte dengan rasa Jeruk (untuk usia 6 tahun ke atas).  
Alhamdulillah, selama menggunakan Tempra hingga saat ini aman-aman saja. Apalagi Tempra bekerja langsung pada pusat panas dan tidak membuat iritasi lambung, jadi aman sekali dikonsumsi anak-anak.
Pantas jika Tempra jadi andalan dan dipercaya oleh banyak keluarga di Indonesia secara turun temurun sebagai obat penurun demam pada anak-anak. 
Tidak pakai lama, setelah minum Tempra, secara berangsur-angsur demam yang dialami Dede mereda. Akan tetapi, saya dan bundanya anak-anak tetap saja khawatir.
Si Sulung menyodorkan surat cintanya untuk Dede, isinya simpel banget, khas anak laki-laki yang menginjak remaja, “Dede cepet sembuh, ya. Nanti kakak gendong”. Adiknya nggak mau kalah, nyodorin surat cinta juga, “De, maafin cantik ya, gara-gara kemarin buatin es jeruk Dede jadi sakit. Dede pasti cepet sembuh”.
Dede senang sekali menerima dua (2) surat dari kakak-kakaknya. Dia cuma senyum saat membacanya lalu berbisik kepada bundanya, “Baru dua surat Bun, kurang tujuh lagi,” katanya.
Saya yang mendengar bisikannya langsung keluar kamar lalu meminta si Sulung dan adiknya bikin lagi surat cinta demi kesembuhan adiknya. Agak konyol juga sih, tetapi tak apa. Bukankah ada yang bilang jika The Power Of Love Can Change Everythink? (Kekuatan cinta akan mengubah segalanya).





Malam hari setelah belajar, kedua kakaknya pun masuk kamar adiknya dan menyodorkan surat-surat cinta untuk adiknya. Tahu nggak, setelah dibaca satu persatu dan dihitung, ternyata jumlahnya bukan sembilan, tetapi sepuluh.
“Kelebihan, harusnya sembilan aja,” kata Dede sambil memeluk bundanya.
“Sembilan surat cinta saja sembuh, apalagi kalau sepuluh,” balas bundanya sambil tersenyum simpul. Saya yang melihatnya hanya mengangguk.
Esok hari setelah sehari minum Tempra, pagi-pagi sekali saat azan subuh Dede bangun. Usai subuh, seperti biasa dia nonton film kartun kegemarannya. Saya langsung duduk di sebelahnya dan mengecek suhu badannya. Alhamdulillah, sudah tidak panas.
Padahal rencananya, jika hari ini masih demam Dede akan dibawa ke dokter karena jika demam telah lewat 2 hari anak harus segera dibawa ke dokter, bahkan jika perlu tes darah supaya bisa dicek dan ditangani lebih dini.
Oh iya, kadang karena kita kasihan melihat kondisi anak, saat suhu tubuh anak berada di atas 39 derajat celcius kita mencoba menenangkannya dengan memberi pijatan-pijatan kecil. Ternyata ini tidak boleh karena bisa menyebabkan terjadinya pecah pada pembuluh darah.
Akhirnya, Dede pun tetap bisa mengikuti ujian akhir semester dengan baik, berkat Tempra dan sepuluh surat cinta yang dikirimkan kedua kakaknya.

Yuk, Jaga Kesehatan
Demam pada anak-anak bisa terjadi kapan pun dan di mana pun dengan alasan apa pun. Cara mencegahnya, sebisa mungkin kita membekali mereka cara menjaga kesehatan.
1). Ingatkan anak supaya selalu cuci tangan pakai sabun saat mau makan dan setelah dari toilet atau selesai bermain.
2). Ingatkan supaya anak banyak minum air putih terutama saat cuaca panas menyengat.
3). Berikan makan bergizi dan memperbanyak porsi buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh.
4). Ajak olah raga secara rutin, yang ringan saja seperti jalan-jalan pagi
5). Kasih jadwal waktu untuk tidur supaya tidurnya cukup
Selain lima hal di atas, tidak lupa sediakan vitamin yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak supaya tubuhnya makin kuat dan pertumbuhannya tak terkendala. Ingat, mereka sedang tumbuh baik jasamani mau pun rohaninya.


Oh iya, meski sekarang sudah ada aplikasi pesan di smartphone, kebiasaan kirim surat cinta yang dilakukan saya, bundanya anak-anak, dan anak-anak di rumah tak hilang. Rasanya berbeda sekali antara menulis surat cinta melalui sobekan kertas dengan aplikasi pesan di smartphone. Hambar.
Maka semua sepakat, surat cinta tak akan pernah digantikan apa pun. Surat cinta yang selalu ditunggu anak-anak. Surat cinta dari ayah dan bundanya. Semoga bermanfaat!
@KreatorBuku

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog
yang diselenggarakan oleh BloggerPerempuan Network

dan Tempra.

Rabu, 27 Desember 2017

Inspirasi Menulis Terus Menerus Berkat Enaknya Kopi Kapal Api


SAYA lupa ..., entah sejak kapan ditemani enaknya seduhan Kopi Kapal Api. Barangkali sejak pertama kali menulis puisi anak-anak untuk majalah belasan tahun lalu, saat masih memakai seragam biru putih.
Barangkali saat saya terkantuk-kantuk karena ngotot mengetik cerpen yang ingin segera saya tuntaskan dan kirim ke majalah. Padahal sudah larut malam. Saat itu, almarhum Ibu sering sekali membuatkan kopi yang aromanya hingga kini melekat di benak.
Hingga saya harus melanjutkan sekolah dan memakai seragam putih abu-abu di asrama yang jauh dari Ibu. Kebiasaan menulis semakin menggelora. Terlebih lagi jika tengah berada di depan mesin tik dan ditemani secangkir kopi kapal api, enaknya mampu menginspirasi saya dalam setiap tulisan.
Tak sedikit tulisan yang kemudian dimuat media, baik media daerah atau pun media nasional sejak saya masih berseragam abu-abu putih. Pengalaman indah tersebut membuat saya makin menyenangi dunia tulis menulis. (Zaman sebelum internet merajalela, media massa menjadi satu-satunya media kebanggan penulis seperti saya).

Pengalaman Tak Terlupa
Kebiasaan menulis yang saya lakukan, ternyata tidak bisa dihentikan. Sebaliknya, malah makin menjadi-jadi hingga saya melanjutkan kuliah di Bandung. Bedanya, jika dahulu saya banyak menulis cerita anak, seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman, saya pun menulis cerita remaja.
Saya ingat sekali salah satu moment paling penting yang kemudian membuat saya menceburkan diri menulis cerita remaja dan berani bersaing dengan penulis-penulis favorite saya yang ceritanya sering dimuat di majalah remaja (dahulu banyak majalah remaja yang khusus membuat cerita remaja/ fiksi remaja).
Saat itu saya baru saja mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), karena tidak ada aktivitas lain, saya meluncur ke ruang komputer fakultas yang masih baru. Hari itu saya memang ingin menulis cerita untuk sebuah lomba yang deadline penerimaan naskahnya sudah di depan mata.
Seperti biasa, sebelum menulis, saya menyeruput terlebih dahulu enaknya secangkir kopi kapal api yang saya pesan di kantin fakultas. Berharap, setelah menyeruputnya, ide tulisan yang sudah ada di kepala bisa dituangkan dengan mudah.
Benar saja, tanpa menunggu lama, setelah menikmati enaknya Kopi Kapal Api, ide-ide pun berlompatan ke sana-kemari. Tidak lebih dari dua jam, cerita yang tadinya tertancap di kepala bisa dituangkan dalam komputer dengan sangat mudah.
Setelah saya edit, cerita tersebut kemudian saya print dan kirim ke majalah remaja untuk diikutkan dalam lomba. (Dahulu masih pakai komputer desktop dan belum ada email, semua artikel untuk media dikirim melalui pos, hehehe).
Kurang lebih satu bulan kemudian, saya mendapat telepon dari awak redaktur majalah tersebut. Saya diminta untuk mengikuti malam penganugerahan pemenang Lomba Cipta Cerpen Remaja karena saya menjadi salah satu pemenangnya.



Sungguh antara percaya dan tidak. Saat pengumuman, nama saya dipanggil paling terakhir, saya dinobatkan sebagai pemenang utama. Bagai mimpi di siang bolong, dengan grogi saya menerima Tropy yang selama ini diperebutkan para penulis senior.
Cerpen anak yang saya sertakan dalam lomba di majalah anak-anak nomer wahid di Indonesia pun, tak lama setelah penganugerahan di atas, dinobatkan sebagai salah satu pemenang.
Sejak peristiwa tersebut, saya semakin yakin, enaknya Kopi Kapal Api itu emang benar-benar mampu menginspirasi siapa pun, termasuk penulis seperti saya. Sejak itu, tanpa sehari pun saya lewatkan tanpa ditemani enaknya Kopi Kapal Api.

Dari Cerita Menulis Buku
Selain menulis cerita remaja, selama kuliah saya tetap nulis cerita anak. Di sela-sela kuliah, saya menjadi kontributor tetap rubrik musik, artis, dan hiburan di salah satu koran terbesar di Jawa Barat. Entah telah berapa ratus cerita dan artikel yang saya tulis. Entah telah berapa cangkir Kopi Kapal Api menemani hari-hari saya. Yang jelas, setiap saya menulis, secangkir Kopi Kapal Api dengan setia menjadi teman sejati.



Hingga saya selesai kuliah dan bekerja di sebuah Penerbit Buku di Bandung sebagai editor. Jika dahulu bergelut dengan cerita dan artikel, kali ini saya bergelut dengan manuskrip calon buku. Beruntungnya saya, saya kembali bergelut dengan naskah buku anak dan remaja.
Tidak hanya mengedit, saya pun diberi kesempatan untuk menulis buku, terutama buku anak-anak. Kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan. Satu persatu buku yang saya tulis terbit. Awalnya memang tidak mudah, tetapi setelah mencoba malah ketagihan.



Tepat, setelah delapan tahun menulis buku, tepatnya tahun 2009, nama saya tercatat dalam Museum Rekor Muri, sebagai Pengarang Buku Anak Terbanyak dengan 300 Judul Buku Dalam Kurun Waktu 8 Tahun.



Bayangkan, menulis yang awalnya hanya sebuah kesenangan, sekarang menjadi profesi yang menghasilkan. Tidak hanya menghasilkan, tetapi juga sangat menyenangkan. Saya yakin sekali, semua tak akan terjadi tanpa enaknya kopi kapal api yang memang mampu menginspirasi.
Sama seperti Kopi Kapal Api, saya menulis buku anak pun karena ingin menginspirasi anak-anak Indonesia supaya kehidupannya jauh lebih baik, lebih bahagia, dan lebih inspiratif.

Travel Blogger
Inspirasi dari enaknya Kopi Kapal Api ternyata tidak berhenti sampai di sana. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini saya tidak hanya menulis untuk media dan buku, tetapi juga blog alias ngeblog.
Blog saya lebih banyak berisi dunia perbukuan dan traveling yang saya lakukan ke beberapa daerah. Baik yang saya lakukan sendiri, diajak traveling gratis oleh agent travel ataupun memenangkan sebuah lomba blog.
Lomba terakhir yang saya ikuti berhadiah jalan-jalan ke Labuan Bajo. Lagi-lagi saya harus berterima kasih dengan enaknya Kopi Kapal Kapi yang terus menginspirasi tulisan-tulisan traveling saya sehingga saya pun punya cerita tentang #KapalApiPunyaCerita.




Sama seperti saat menulis artikel untuk media atau buku, saat ngeblog pun saya tetap menyeruput Kopi Kapal Api. Bahkan, saat traveling seperti ke Labuan Bajo kemarin pun, tak pernah lepas dari Kopi Kapal Api, padahal di atas Kapal Feri sudah disediakan Kopi Flores.







Jauh sebelum eksplor Labuan Bajo pun, berkat blog saya sempat melakukan tes drive salah satu merk mobil terkenal bareng beberapa travel blogger dari Kota Palu Sulawesi Barat hingga Kota Makasar Sulawesi Selatan. Mengeksplor wisata di Pulau Kyusu Jepang selama satu minggu dan beberapa tempat wisata lain di dalam atau pun di luar negeri. Hampir semuanya gratis.











Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak
Hingga saya menulis ini, saya tetap ditemani secangkir Kopi Kapal Api. Entah, sejak pertama kali menyeruput dahulu hingga kini enaknya tetap tak berubah, tetap menginspirasi. Tak bisa dipungkiri lagi, Kopi Kapal Api memang Jelas Lebih Enak. Paling tidak ada 4 hal yang membuat Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak:
1). Hanya Biji Pilihan
Sejak dahulu Kapal Api selalu menggunakan biji kopi Arabika dan Robusta terbaik untuk bahan kopi yang akan dikemas. Biji kopi juga telah melalui proses seleksi yang ketat.
Meski pun harga kopi di pasaran sedang melonjak, Kapal Api tetap menggunakan biji kopi pilihan untuk menghasilkan kopi dengan aroma yang harum dan rasa yang jelas lebih enak. Hal ini membuktikan bahwa Kapal Api benar-benar konsisten dalam memberikan produk berkualitas terbaik untuk penikmat kopi di Indonesia.
2). Tahap Mix and Roasting
Setelah mendapatkan biji kopi pilihan yang siap untuk diolah, berikutnya biji kopi melalui tahap berikutnya, yaitu mix and roasting. Proses ini yang akan menentukan karakter, aroma, dan cita rasa Kopi Kapal Api.
Prosesnya, biji kopi yang telah benar-benar dipilih dimasukkan ke dalam mesin khusus roasting, lalu disangrai pada suhu sekitar 200 derajat Celcius selama kurang lebih 15 menit.
Tahap mix and roasting ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam biji kopi. Semakin rendah kadar air dalam biji kopi, maka akan semakin kuat aroma dan cita rasa kopi yang dihasilkan.




3). Tahap Grinding and Quality Control
Supaya menghasilkan kopi yang jelas lebih enak aroma dan rasanya, tahap selanjutnya biji kopi didinginkan di dalam mesin khusus bersuhu sekitar 50 derajat Celcius. Setelah suhu pada biji kopi menurun lantas dimasukkan dalam mesin penggiling hingga halus. Proses ini dinamakan dengan grinding.
Oh iya, mesin grinder secara otomatis akan memisahkan hasil gilingan yang halus dan kasar. Gilingan yang kasar akan kembali diproses hingga benar-benar halus. Sedangkan, gilingan yang sudah halus akan langsung diambil dan diproses hingga tahap pengemasan.
4). Inovasi Tiada Henti
Bukan Kapal Api jika tidak melakukan inovasi tiada henti. Temen-temen mungkin sudah sangat familiar dengan Kopi Kapal Api Special Mix yang sehari-hari diseduh untuk teman beraktivitas.
Apa semua sudah pada tahu, kalau Kapal Api juga mengeluarkan inovasi varian produk bernama Kapal Api Easy Drip? Easy Drip ini dikemas dalam wadah drip bag. Varian produk ini cocok buat yang ingin menikmati sensasi nikmatnya minum kopi layaknya seduhan pourover di kafe favorit.
Ada tiga varian yang bisa dipilih, Kapal Api Easy Drip Flores Manggarai Blend, Kapal Api Easy Drip Luwak Blend, dan Kapal Api Easy Drip Brazilian Blend. Nikmatnya minum Kapal Api Easy Drip, kita bisa menikmati kopi tanpa ampas dengan aroma dan cita rasa yang jelas lebih enak.

Info Tambahan
Tahun 2017, Kapal Api mengeluarkan 3 varian kopi terbaru yang siap memanjakan Teman Ngopi. Kapal Api Special Kemasan Sachet, Kapal Api Special Kemasan Ekonomis, dan Kapal Api White Coffee Premium.
Khusus untuk Kopi Kapal Api Special Kemasan Sachet, saya selalu membawanya ke mana pun, termasuk saat traveling karena memang praktis. Nyeduhnya juga sangat mudah, cukup menyiapkan air panas (90°C-95°C) kurang lebih 200ml untuk mendapatkan segelas kopi yang siap minum.
Memang, sampai saat ini tak bisa saya pungkiri kalau enaknya kopi Kapal Api itu sangat menginspirasi. Siapa pun pasti mengamini dan mengakui jika Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak!

@KreatorBuku

Selasa, 19 Desember 2017

Tips Memilih Apartement Bagi Anak Muda Zaman Sekarang


TIDAK dipungkiri, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di kota-kota besar di Indonesia, kebutuhan hunian pun semakin bertambah. Sayangnya, lahan untuk mendirikan perumahan semakin sempit. Kalau pun kemudian ada developer yang mengembangkan perumahan di tengah kota, bisa dipastikan harganya selangit.
Jalan keluar bagi anak muda yang ingin memiliki hunian sendiri adalah bekerja sangat keras hingga mampu mengeluarkan kocek lebih banyak untuk membeli hunian idamannya atau memilih apartement.
Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan beberapa teman yang tinggal di kota besar seperti Bandung dan Jakarta, nyatanya, mereka lebih memilih apartement sebagai pilihan tempat tinggal bagi keluarga kecil mereka karena lebih praktis.
“Selain praktis, tinggal di apartement pun keamanannya terjamin selama dua puluh empat (24) jam,” kata salah seorang teman, “sehingga nyaman ketika harus pergi ke luar kota meninggalkan anak istri untuk sebuah pekerjaan,” pungkasnya.
Saya mengangguk dan mengiyakan. Sayangnya, pada kenyataannya tidak semua apartement punya komitment untuk memberi kenyamanan pada penghuninya, apalagi jika usia apartement sudah puluhan tahun.


Nah, supaya anak muda zaman sekarang tidak terjebak dengan janji-janji pengembang, ada baiknya sebelum memilih dan membeli apartement mengetahui beberapa tips berikut ini;
1). Cari yang Lokasinya Stratergis
Salah satu alasan membeli apartement biasanya supaya memudahkan kita beraktivitas di tengah kota. Apa jadinya membeli apartement, tetapi lokasinya malah menyulitkan kita?
Oleh karena itu, carilah apartement yang lokasinya strategis seperti Apartement Green Pramuka City.  Green Pramuka City dikembangkan oleh PT. Duta Paramindo Sejahtera dicatas lahan seluas 12,9Ha yang berlokasi di Jl. Jend. Ahmad Yani, Kav. 49, Jakarta Pusat 10570.
Jangan lupa juga pikirkan, apakah lokasinya aman? Bagaimana dengan akses kendaraan atau transportasi publik? Apa lokasinya mudah diakses lewat jalan Tol? Apakah lokasi tersebut rawan banjir? Jika lokasi aman, masukin dalam daftar list.
Kita bisa tanya pada beberapa penghuni apartemen tersebut perihal keberadaan apartemen dan juga kenyamanan serta ketertiban dari para penghuni apartemen. Buat data setiap apartemen yang menjadi target incaran.
2). Apa Harga Sebanding?
Biasanya, kita malas tanya harga apartemen kepada seles atau pengembang. Padahal ini sangat penting, siapa tahu ketika tanya harga, ternyata jauh lebih murah dari harga yang tertera pada brosur?
Alangkah baiknya jika tanya detil mengenai harga dan fasilitas yang didapatkan  sebagai penghuni apartemen. Ada baiknya, tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang didapat dapat seles atau pengembang. Kita bisa tanya juga pada penghuni.
Dari beberapa info yang saya dapat, rata-rata penghuni apartemen Green Pramuka City merasakan manfaat dari biaya yang mereka keluarkan. Mereka mendapatkan apartemen yang sebanding dengan harga yang dibayarkan.
3). Cek Fasilitas
Setelah keliling dan membanding-bandingkan apartemen yang akan dibeli, sebisa mungkin persempit pilihan apartemen yang diincar. Cek kembali setiap fasilitas yang diberikan pengembang.
Misalnya cek supermarket, akses kendaraan umum, tempat parkir, rumah sakit terdekat, sekolah, jarak dengan tempat kerja, fasilitas gym atau ruang kebugaran, ruang hijau,  dan lain sebagainya.
Apartemen Green Pramuka City fasilitasnya cukup lengkap, bahkan konsep yang diusung dari awal adalah apartemen hijau. Artinya, banyak lahan yang didedikasikan untuk ruang hijau bagi penghuninya.

4). Aman dan Nyaman
Datang langsung ke lokasi apartemen jauh lebih baik daripada hanya melihat brosur atau web apartemen yang kita incar. Jika perlu lihat sekeliling apartemen dan lingkungannya.
Apakah apartemen tersebut dekat dengan bar atau café atau bahkan tempat-tempat prostitusi yang belum terjamah oleh pihak pemerintah setempat? Jika dekat, segera jauhi.
Membeli apartemen itu kan supaya kita memiliki tempat hunian yang aman, tidak ada orang yang mabuk-mabukan, apalagi terganggu dengan kebisingan dunia malam. Pertimbangkan pengaruh hal-hal tersebut terhadap keamanan keluarga, terutama anak-anak kita.
Green Pramuka City salah satu apartemen yang tidak bisa mentolerir hal-hal negatif tersebut, bahkan, baru-baru ini pengelola bekerjasama dengan aparat keamanan membantu menggeledah apartemen, kalau-kalau ada kejahatan di dalamnya, termasuk kejahatan narkoba.
5). Fasilitas Keamanan
Jangan lupa, meski pun kita sudah merasa aman, ada baiknya amati pula setiap fasilitas keamanan yang disediakan oleh pihak apartemen. Cek, apa pos satpam selalu terisi dan petugas keamanan melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab?
Apa di sana pernah terjadi beberapa kasus perampokan atau pencurian dalam waktu beberapa bulan atau tahun terakhir dengan intensitas yang cukup tinggi? Apakah kamera CCTV tersedia dan berfungsi dengan sangat baik? Pastikan semua ada serta berfungsi sebagaimana mestinya.
Jika kelima (5) hal di atas terpenuhi, pilih apartemen yang masih ready untuk dibeli. Jika memilih Green Pramuka City pertimbangannya jangan lama-lama, ya, soalnya rebutan, hehehe.
Okelah, selamat membeli apartemen yang membuat nyaman, aman, dan menyenangkan keluarga!

@KreatorBuku

Blog Archive