PAGI-PAGI sebelum jalanan Kota Bandung macet saya menyusuri jalan protokol, Jl. Soekarno-Hatta Bandung. Hari ini saya akan menuju destinasi wisata Quran satu-satunya di dunia yang ternyata ada di Bandung. Tepatnya di Syaamil Quran Jl. Babakan Sari I No.71 Kiaracondong Bandung. Dari rumah saya yang terletak di daerah Riung Bandung, kurang lebih hanya memerlukan waktu 30-45 menit.
Setelah kendaraan yang saya kendarai berbelok menyusuri Jl. Kiaracondong, 15 menit kemudian tiba di sebuah bangunan perkantoran yang sedang direnovasi. Gedung Syaamil Quran. Di sinilah, destinasi Wisata Quran berada.
Kebetulan dalam rangka meramaikan Pesona Ramadan 2018, banyak program yang diadakah Syaamil Quran, salah satunya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Quran dengan berwisata Quran.
Saat saya ke sana kebetulan berbarengan dengan rombongan anak-anak sekolah dasar dan rombongan dari Komunitas Bobotoh Takwa alias BOTAK yang sedang mengantar salah satu pemain Persib Bandung, Eka Ramdhani untuk Wisata Quran, jadi makin ramai.

Pemain Persib Eka Ramdhani Berwisata Quran (Foto Ali)
Sejarah Quran
Setelah registrasi di pos satpam, saya mengikuti rombongan menuju aula yang ada di lantai 2 gedung baru Syaamil Quran. Aula yang mampu memuat kurang lebih 200 orang tersebut terlihat masih bau cat.
Menurut pemandu, aula tersebut memang baru dioperasikan. Sebelumnya menerima wisatawan di aula dalam. Kenapa semua wisatawan dikumpulkan dahulu di aula? Karena di sinilah perjalanan awal Wisata Quran dimulai. Para wisatawan akan dijelaskan tentang sejarah turunnya Quran.
Cara host menjelaskan sejarah turunnya Quran sangat menarik, seperti sedang mendongeng, jadi wisatawan terpaku. Apalagi dilengkapi dengan video perjalanan, membuat wisatawan mudah memahami.

Membuat Mushaf
Setelah dibawa menyelusuri sejarah turunnya Quran hingga Quran berbentuk seperti sekarang, yaitu berupa mushaf, para wisatawan dibawa ke sebuah ruangan cukup luas. Di sana, para pembuat mushaf sudah menunggu.
Sama seperti ruang aula, ruangan ini juga baru dioperasikan. Sebelumnya bertempat di ruang redaksi Syaamil Quran yang ada di gedung lama.

Anak-anak Antusias Melihat Quran Anak bisa Berbunyi (Foto Ali)
Nah, di sini para wisatawan diperlihatkan bagaimana proses pembuatan mushaf Quran yang ternyata tidak mudah. Proses pembuatan mushaf jika dihitung mulai dari pembuatan khat, asistensi ke Departemen Agama, proses redaksional, hingga cetak bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan karena memang diperlukan ketelitian.
Beruntung sekali, Syaamil Quran sudah banyak memiliki master khat yang sudah melalui asistensi dari Departemen Agama, jadi tinggal focus pada terjemah dan unsur-unsur grafis yang akan dijadikan nilai tambah pada mushaf yang akan dibuat.
Saya sempat melihat anak-anak yang terpukau saat melihat ilustrator yang sedang menggambar dengan komputernya. Terpukau melihat Quran bisa bersuara lewat pena ajaib atau e_pen.

Proses Percetakan
Saya pikir Wisata Quran akan berhenti di redaksi, ternyata masih berlanjut. Para wisatawan dibawa ke percetakan Quran yang ada di belakang gedung. Saat memasuki percetakan ekspektasi saya biasa-biasa saja. Saya pikir sama dengan percetakan lain, ternyata di sini sangat berbeda.
Pemandu menjelaskan mulai dari tumpukan kertas sebagai bahan cetak yang wajib berlabel halal. Kenapa? Karena Syaamil Quran ingin dari awal mushaf yang dicetaknya berkah, jadi tidak sembarangan memilih kertas.
Kemudian para wisatawan diperlihatkan bagaimana mushaf Quran dicetak. Ada 3 mesin besar yang selama ini digunakan Syaamil Quran untuk mencetak mushaf-mushafnya.
Eka Ramdhani yang ikut rombongan sampai terpukau melihat lembar-lembar kertas yang telah dicetak dan ternyata cetaknya tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali hingga menghasilkan kualitas cetak yang solid.

Anak-anak Antusias Melihat Proses Cetak (Foto Ali)
Setelah lembaran-lembaran mushaf tercetak, kemudian masuk tahap lipat dan penyusunan mushaf. Proses berikutnya adalah proses binding (jahit). Begitu keluar mesin binding, lembaran-lembaran mushaf yang awalnya hanya lembaran-lembaran mulai berbentuk mushaf yang siap disusun menjadi mushaf.
Setelah mushaf telah terbentuk, proses berikutnya adalah tahap potong. Pemotongan dilakukan dengan mesin semi manual. Tahap ini sangat penting karena akan membuat mushaf lebih rapi.

Eka Ramdhani Melihat Hasil Cetak Lembaran Mushaf (Foto Ali)

Eka Ramdhani Melihat Proses Cek Akhir Lembaran Mushaf (Foto Ali)

Eka Ramdhani Melihat Proses Binding (Foto Ali)
Mesin Potong Mushaf (Foto Ali)
Sampai sini saya sudah ngos-ngosan mengikutinya. Ternyata memang tidak gampang membuat mushaf yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, ya. Sambil menunggu proses berikutnya, saya abadikan Eka Ramdhani yang dikerubutin fans-nya. Maklum orang Bandung, jadi rata-rata yang bekerja ya, para bobotoh Persib.
Lanjut ... setelah proses penyusunan baru masuk tahap akhir yaitu pemasangan pita dan cover. Proses ini pun dilakukan secara manual karena memerlukan ketelitian dan kerapihan. Tak heran, pada bagian ini kebanyakan yang bekerja kaum hawa yang memang lebih tekun saat mengerjakan apa pun, hehehe.
Mushaf-mushaf yang telah melalui tahap pengemelan pita dan cover kemudian diangkut untuk dilakukan pengecekan akhir atau biasa dikenal dengan QC (Quality Control). Pada tahap ini pengontrol wajib menyelipkan potongan kertas yang berisi tanda kalau Mushaf telah melakukan proses QC.
Tahap berikutnya adalah sring atau membungkus menggunakan plastik. Proses ini dilakuan secara mekanik. Operator hanya memasukan mushaf ke dalam plastik lalu memasukannya ke dalam mesin. Dalam sekejap, mushaf pun siap dijual dan diterima konsumen.


Dikunjungi Artis
Sejak berdiri, Syaamil Quran ternyata telah dikunjungi banyak artis dan tokoh masyarakat, terutama yang sering mengadakan Safari Ramadan. Bahkan, setiap bulan Ramadan pasti menjadi salah satu tempat shooting program teve Laptop si Unyil.
Selama beberapa tahun belakangan ini pula, Syaamil Quran mendukung program teve Hafiz Cilik Indonesia yang setiap tahun ditayangkan di salah satu stasiun teve nasional.
Dukungan-dukungan tersebut tentu semakin menambah nilai lebih dan mendongkrak keberadaan Wisata Quran tersebut.

Firda Mansyur Berwisata Quran (Dok Pri)

Ustad Zaki Mirza dan Rombongan Safari Ramadhan (Foto Dokpri)

Tujuan Wisata Quran Dunia
Saya rasa tidak berlebihan jika ke depan Syaamil Quran bakal menjadi salah satu destinasi Wisata Quran tingkat dunia, mengingat hingga saat ini Wisata Quran hanya ada di Syaamil Quran.
Sebagaimana dilansir syaamilquran.com (8/10/2013), yang diharapkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, saat meresmikan Syaamil Quran sebagai Pusat Destinasi Wisata Quran di Kota Bandung, pada Pameran Buku Bandung pada tanggal 5 Oktober 2013 di Landmark Convention Hall, Jalan Braga, Bandung.
Kang Emil sangat mendukung dan menyambut baik adanya Wisata Quran tersebut karena bisa membangkitkan peluang ekonomi masyarakat dan wisata tematik di Kota Bandung.
Dengan digagasnya Syaamil sebagai Pusat Destinasi Wisata Quran, sejalan dengan program dan konsep Pemkot Bandung untuk menjadikan Kota Bandung sebagai pusat tujuan wisata yang beragam dan tematik.

Aula yang Cukup Luas (Foto Ali)

Musala yang Bersih (Foto Ali)

Ruang yang Nyaman (Foto Ali)

Mushaf Tulis, Salah Satu Mushaf Terbaru Syaamil Quran (Foto Ali)
Selain sebagai salah satu destinasi wisata, Syaamil Quran juga mengenalkan nuansa agamis kepada masyarakat supaya berwawasan Al-Quran sehingga masyarakat termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Alquran.
Wisata Quran diakhiri dengan melihat-lihat mushaf quran yang dikeluarkan oleh Syaamil Quran. Ternyata tidak hanya mushaf lho, melainkan juga ada Quran untuk anak yang dibaca dengan e_pen, game edukasi al-Quran, juga smartphone Syaamil Quran.
Ah, Pesona Ramadan 2018 dengan berwisata Quran ini benar-benar membuat saya mendapat banyak arti dalam memaknai shaum Ramadan. Bukan kah, bulan Ramadan juga dinamakan bulan Al-Quran?


Cara Menuju Lokasi
1). Jika dari Bandung
Bisa langsung mencari Jl. Babakan Sari I No. 71 Kiaracondong Bandung. Jalan tersebut berada di bawah flayover Kiaracondong. Jadi kalau dari arah Jalan Soekarno-Hatta tidak perlu naik ke Flayover.
Jika dari Jl. Ahmad Yani, tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Sebelum Griya ada Jl. Babakan Sari I tinggal mencari nomer 71. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
2). Jika dari Jakarta (Tol Buah Batu)
Begitu keluar tol langsung ambil arah kiri Jl. Terusan Buah Batu. Nanti akan bertemu dengan perempatan Jl. Soekarno-Hatta, ambil arah kanan. Nanti akan bertemu dengan perempatan Jl. Kiaracondong (Ibrahim Aji), ambil arah kiri. Lurus tidak usah naik flayover. Nanti akan bertemu dengan rel kereta api dan kolong flayover. Nanti akan bertemu dengan belokan di bawah flayover, tepatnya di dekat Griya Dep.Store, yaitu Jl. Babakan Sari I, tinggal cari nomer 71. tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
3). Jika dari Jakarta (Tol Paster)
Begitu keluar tol lurus hingga perempatan depan Lapangan Gasibu di Gedung Sate. Ambil arah kanan Jl. Sentot Ali Basah. Nanti ada pertigaan ambil arah kiri, Jl. Diponegoro, lurus Jl. Supratman hingga bertemu perempatan Jl. Ahmad Yani ambil arah kiri. Nanti akan bertemu dengan pertinggaan Jl. Kiaracondong ambil arah kiri. tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Sebelum Griya ada Jl. Babakan Sari I tinggal mencari nomer 71. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
@alimuakhir  

Lokasi
Syaamil Quran
Jl. Babakan Sari I/ No.71
Kiaracondong Bandung

Buka
Setiap Hari Selasa dan Kamis
Pukul 09.00-17.00 WIB

Tiket
Gratis

Pesona Ramadan 2018 Lebih Bermakna Setelah Melakukan Wisata Quran



PAGI-PAGI sebelum jalanan Kota Bandung macet saya menyusuri jalan protokol, Jl. Soekarno-Hatta Bandung. Hari ini saya akan menuju destinasi wisata Quran satu-satunya di dunia yang ternyata ada di Bandung. Tepatnya di Syaamil Quran Jl. Babakan Sari I No.71 Kiaracondong Bandung. Dari rumah saya yang terletak di daerah Riung Bandung, kurang lebih hanya memerlukan waktu 30-45 menit.
Setelah kendaraan yang saya kendarai berbelok menyusuri Jl. Kiaracondong, 15 menit kemudian tiba di sebuah bangunan perkantoran yang sedang direnovasi. Gedung Syaamil Quran. Di sinilah, destinasi Wisata Quran berada.
Kebetulan dalam rangka meramaikan Pesona Ramadan 2018, banyak program yang diadakah Syaamil Quran, salah satunya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Quran dengan berwisata Quran.
Saat saya ke sana kebetulan berbarengan dengan rombongan anak-anak sekolah dasar dan rombongan dari Komunitas Bobotoh Takwa alias BOTAK yang sedang mengantar salah satu pemain Persib Bandung, Eka Ramdhani untuk Wisata Quran, jadi makin ramai.

Pemain Persib Eka Ramdhani Berwisata Quran (Foto Ali)
Sejarah Quran
Setelah registrasi di pos satpam, saya mengikuti rombongan menuju aula yang ada di lantai 2 gedung baru Syaamil Quran. Aula yang mampu memuat kurang lebih 200 orang tersebut terlihat masih bau cat.
Menurut pemandu, aula tersebut memang baru dioperasikan. Sebelumnya menerima wisatawan di aula dalam. Kenapa semua wisatawan dikumpulkan dahulu di aula? Karena di sinilah perjalanan awal Wisata Quran dimulai. Para wisatawan akan dijelaskan tentang sejarah turunnya Quran.
Cara host menjelaskan sejarah turunnya Quran sangat menarik, seperti sedang mendongeng, jadi wisatawan terpaku. Apalagi dilengkapi dengan video perjalanan, membuat wisatawan mudah memahami.

Membuat Mushaf
Setelah dibawa menyelusuri sejarah turunnya Quran hingga Quran berbentuk seperti sekarang, yaitu berupa mushaf, para wisatawan dibawa ke sebuah ruangan cukup luas. Di sana, para pembuat mushaf sudah menunggu.
Sama seperti ruang aula, ruangan ini juga baru dioperasikan. Sebelumnya bertempat di ruang redaksi Syaamil Quran yang ada di gedung lama.

Anak-anak Antusias Melihat Quran Anak bisa Berbunyi (Foto Ali)
Nah, di sini para wisatawan diperlihatkan bagaimana proses pembuatan mushaf Quran yang ternyata tidak mudah. Proses pembuatan mushaf jika dihitung mulai dari pembuatan khat, asistensi ke Departemen Agama, proses redaksional, hingga cetak bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan karena memang diperlukan ketelitian.
Beruntung sekali, Syaamil Quran sudah banyak memiliki master khat yang sudah melalui asistensi dari Departemen Agama, jadi tinggal focus pada terjemah dan unsur-unsur grafis yang akan dijadikan nilai tambah pada mushaf yang akan dibuat.
Saya sempat melihat anak-anak yang terpukau saat melihat ilustrator yang sedang menggambar dengan komputernya. Terpukau melihat Quran bisa bersuara lewat pena ajaib atau e_pen.

Proses Percetakan
Saya pikir Wisata Quran akan berhenti di redaksi, ternyata masih berlanjut. Para wisatawan dibawa ke percetakan Quran yang ada di belakang gedung. Saat memasuki percetakan ekspektasi saya biasa-biasa saja. Saya pikir sama dengan percetakan lain, ternyata di sini sangat berbeda.
Pemandu menjelaskan mulai dari tumpukan kertas sebagai bahan cetak yang wajib berlabel halal. Kenapa? Karena Syaamil Quran ingin dari awal mushaf yang dicetaknya berkah, jadi tidak sembarangan memilih kertas.
Kemudian para wisatawan diperlihatkan bagaimana mushaf Quran dicetak. Ada 3 mesin besar yang selama ini digunakan Syaamil Quran untuk mencetak mushaf-mushafnya.
Eka Ramdhani yang ikut rombongan sampai terpukau melihat lembar-lembar kertas yang telah dicetak dan ternyata cetaknya tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali hingga menghasilkan kualitas cetak yang solid.

Anak-anak Antusias Melihat Proses Cetak (Foto Ali)
Setelah lembaran-lembaran mushaf tercetak, kemudian masuk tahap lipat dan penyusunan mushaf. Proses berikutnya adalah proses binding (jahit). Begitu keluar mesin binding, lembaran-lembaran mushaf yang awalnya hanya lembaran-lembaran mulai berbentuk mushaf yang siap disusun menjadi mushaf.
Setelah mushaf telah terbentuk, proses berikutnya adalah tahap potong. Pemotongan dilakukan dengan mesin semi manual. Tahap ini sangat penting karena akan membuat mushaf lebih rapi.

Eka Ramdhani Melihat Hasil Cetak Lembaran Mushaf (Foto Ali)

Eka Ramdhani Melihat Proses Cek Akhir Lembaran Mushaf (Foto Ali)

Eka Ramdhani Melihat Proses Binding (Foto Ali)
Mesin Potong Mushaf (Foto Ali)
Sampai sini saya sudah ngos-ngosan mengikutinya. Ternyata memang tidak gampang membuat mushaf yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, ya. Sambil menunggu proses berikutnya, saya abadikan Eka Ramdhani yang dikerubutin fans-nya. Maklum orang Bandung, jadi rata-rata yang bekerja ya, para bobotoh Persib.
Lanjut ... setelah proses penyusunan baru masuk tahap akhir yaitu pemasangan pita dan cover. Proses ini pun dilakukan secara manual karena memerlukan ketelitian dan kerapihan. Tak heran, pada bagian ini kebanyakan yang bekerja kaum hawa yang memang lebih tekun saat mengerjakan apa pun, hehehe.
Mushaf-mushaf yang telah melalui tahap pengemelan pita dan cover kemudian diangkut untuk dilakukan pengecekan akhir atau biasa dikenal dengan QC (Quality Control). Pada tahap ini pengontrol wajib menyelipkan potongan kertas yang berisi tanda kalau Mushaf telah melakukan proses QC.
Tahap berikutnya adalah sring atau membungkus menggunakan plastik. Proses ini dilakuan secara mekanik. Operator hanya memasukan mushaf ke dalam plastik lalu memasukannya ke dalam mesin. Dalam sekejap, mushaf pun siap dijual dan diterima konsumen.


Dikunjungi Artis
Sejak berdiri, Syaamil Quran ternyata telah dikunjungi banyak artis dan tokoh masyarakat, terutama yang sering mengadakan Safari Ramadan. Bahkan, setiap bulan Ramadan pasti menjadi salah satu tempat shooting program teve Laptop si Unyil.
Selama beberapa tahun belakangan ini pula, Syaamil Quran mendukung program teve Hafiz Cilik Indonesia yang setiap tahun ditayangkan di salah satu stasiun teve nasional.
Dukungan-dukungan tersebut tentu semakin menambah nilai lebih dan mendongkrak keberadaan Wisata Quran tersebut.

Firda Mansyur Berwisata Quran (Dok Pri)

Ustad Zaki Mirza dan Rombongan Safari Ramadhan (Foto Dokpri)

Tujuan Wisata Quran Dunia
Saya rasa tidak berlebihan jika ke depan Syaamil Quran bakal menjadi salah satu destinasi Wisata Quran tingkat dunia, mengingat hingga saat ini Wisata Quran hanya ada di Syaamil Quran.
Sebagaimana dilansir syaamilquran.com (8/10/2013), yang diharapkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, saat meresmikan Syaamil Quran sebagai Pusat Destinasi Wisata Quran di Kota Bandung, pada Pameran Buku Bandung pada tanggal 5 Oktober 2013 di Landmark Convention Hall, Jalan Braga, Bandung.
Kang Emil sangat mendukung dan menyambut baik adanya Wisata Quran tersebut karena bisa membangkitkan peluang ekonomi masyarakat dan wisata tematik di Kota Bandung.
Dengan digagasnya Syaamil sebagai Pusat Destinasi Wisata Quran, sejalan dengan program dan konsep Pemkot Bandung untuk menjadikan Kota Bandung sebagai pusat tujuan wisata yang beragam dan tematik.

Aula yang Cukup Luas (Foto Ali)

Musala yang Bersih (Foto Ali)

Ruang yang Nyaman (Foto Ali)

Mushaf Tulis, Salah Satu Mushaf Terbaru Syaamil Quran (Foto Ali)
Selain sebagai salah satu destinasi wisata, Syaamil Quran juga mengenalkan nuansa agamis kepada masyarakat supaya berwawasan Al-Quran sehingga masyarakat termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Alquran.
Wisata Quran diakhiri dengan melihat-lihat mushaf quran yang dikeluarkan oleh Syaamil Quran. Ternyata tidak hanya mushaf lho, melainkan juga ada Quran untuk anak yang dibaca dengan e_pen, game edukasi al-Quran, juga smartphone Syaamil Quran.
Ah, Pesona Ramadan 2018 dengan berwisata Quran ini benar-benar membuat saya mendapat banyak arti dalam memaknai shaum Ramadan. Bukan kah, bulan Ramadan juga dinamakan bulan Al-Quran?


Cara Menuju Lokasi
1). Jika dari Bandung
Bisa langsung mencari Jl. Babakan Sari I No. 71 Kiaracondong Bandung. Jalan tersebut berada di bawah flayover Kiaracondong. Jadi kalau dari arah Jalan Soekarno-Hatta tidak perlu naik ke Flayover.
Jika dari Jl. Ahmad Yani, tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Sebelum Griya ada Jl. Babakan Sari I tinggal mencari nomer 71. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
2). Jika dari Jakarta (Tol Buah Batu)
Begitu keluar tol langsung ambil arah kiri Jl. Terusan Buah Batu. Nanti akan bertemu dengan perempatan Jl. Soekarno-Hatta, ambil arah kanan. Nanti akan bertemu dengan perempatan Jl. Kiaracondong (Ibrahim Aji), ambil arah kiri. Lurus tidak usah naik flayover. Nanti akan bertemu dengan rel kereta api dan kolong flayover. Nanti akan bertemu dengan belokan di bawah flayover, tepatnya di dekat Griya Dep.Store, yaitu Jl. Babakan Sari I, tinggal cari nomer 71. tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
3). Jika dari Jakarta (Tol Paster)
Begitu keluar tol lurus hingga perempatan depan Lapangan Gasibu di Gedung Sate. Ambil arah kanan Jl. Sentot Ali Basah. Nanti ada pertigaan ambil arah kiri, Jl. Diponegoro, lurus Jl. Supratman hingga bertemu perempatan Jl. Ahmad Yani ambil arah kiri. Nanti akan bertemu dengan pertinggaan Jl. Kiaracondong ambil arah kiri. tinggal lurus menyusuri Jl. Kiaracondong, ambil kiri jalan dan jangan naik flayover. Sebelum Griya ada Jl. Babakan Sari I tinggal mencari nomer 71. Letaknya persis di sebelah Bank BRI.
@alimuakhir  

Lokasi
Syaamil Quran
Jl. Babakan Sari I/ No.71
Kiaracondong Bandung

Buka
Setiap Hari Selasa dan Kamis
Pukul 09.00-17.00 WIB

Tiket
Gratis

19 komentar:

  1. Itu si anak-anak pada minta foto bareng ga tuh sama Eka Ramdani? Lumayan senang tuh aku sama dia saat main di Timnas. Keren dia!

    Salut juga sih sama proses percetakan Qur'an yang benar-benar mempertahankan nilai Islami di sana, apalagi dengan presentasi yang bagus sampai dibikin gaya a la mendongeng. Gokil!

    BalasHapus
  2. wah keren tempatnya, anak-anak jadi belajar dengan cara menyenangkan nih... semoga terujud, bisa menjadi wisata Quran tingkat dunia...

    BalasHapus
  3. Eh itu maksudnya anak ustadz yusuf mansur ya? Setau saya namanya Wirda mansur. Bukan Firda. Hehehe

    BalasHapus
  4. Al Quran Syamil itu di lingkungan perempuan paling disuka krn mushafnya covernya unyu2 hehe. Wah senengnya jd tahu cara Al Quran dicetak. Ooo Eka Ramdani itu pemain bola? Btw yg bikin penasaran kalau misal ada cetakan yang gagal, misal tinta mbleber, ada kesalahan, diapain ya? Dibakar atau gmn?

    BalasHapus
  5. Syaamil Quran cetakannya bagus dan menurutku mudah dibaca. Nyetak dan nerjemah kitab suci kudu hati2 dan mereka hrs punya lisensi yg jelas

    BalasHapus
  6. Musholanya bagus banget, besar, rapi, bersih. Sayang sepi. Semoga ramai yaaaa

    BalasHapus
  7. Menarik ya...
    Boleh nih kalo ke Bandung mampir sana. Eh, btw apakah non muslim boleh masuk?

    BalasHapus
  8. Wah Wisata Quran! Menarik nih, dan saya harus ke sana nanti. Suka penasaran bagaimana menjaga agar tidak terjadi salah cetak di Quran. Buku biasa kan sering tuh ada typonya pas dicetak. Kalau Quran kan ngerik kalau ternyata ada typo

    BalasHapus
  9. Masya Allah.. menarik dan bermanfaat banget ya pastinya kalau berwisata ke kantor Syaamil Quran ini. Semoga dengan berwisata ke sana, kecintaan kita pada Al-Quran juga bertambah :)

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah, sekarang pilihan wisata semakin banyak. Wisata quran ini tentu menjadi pilihan yg sangat baik terutama di bulan ramadan seperti ini. Aku jadi pengen ke Bandung, biar bisa ikut berwisata quran juga.

    BalasHapus
  11. Membaca tulisan ini, jadi pengen banget bisa ke sana juga. Luar biasa mengetahui dedikasi, komitmen dan ketelitian seperti ini.
    Semoga bisa segera ke sana

    BalasHapus
  12. Waah, alhamdulillah di Kota Bandung ada tempat Wisata Qur'an. Bisa menambah wawasan tentang Al-Qur'an ya...
    Anak-anak saya, harus diajak ke sana agar tahu tentang Al Quran

    BalasHapus
  13. Gratisssss astaga minat banget aku ke sini semoga bener2 kesampaian, dan semoga swlalu ramai ini tempat yah membawa nuansa positif

    BalasHapus
  14. Seru juga ya ada wisata Al Qur'an, kalau ke Bandung kudu diagendakan sama anak-anak biar makin mencintai Al Qur'an

    BalasHapus
  15. Pernah ke sini...
    Dan sekarang, makin dekat jarak Syaamil Qur'an dengan rumah.

    Saat anak-anak TK, pihak TK mengadakan kerjasama safari Qur'an sehingga mereka bisa melihat proses pembuatannya hingga siap dipasarkan.

    MashaAllah...
    kalau emaknya, belum pernah.
    Jadi penasaran...bagaimana prosesnya?
    Dan bagian QC ini, apakah memeriksa kelengkapan satu demi satu tiap halaman?

    BalasHapus
  16. Sangat luar biasa nih kota bandung. Selain memiliki banyak tempat yang asik, Bandung juga memperhatikan masalah akidah masyarakatnya. Semoga dengan adanya wisata quran in generasi muda makin rajin baca alquran yaa

    BalasHapus
  17. Menarik ya, bisa melihat sendiri pembuatan kitab suci, spt Quran, gitu dari awal :)

    BalasHapus
  18. Wah,seru ya wisata qur'annya.

    Semoga aku siatu saat bs main sana.

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman