Social Items


SIAPA yang tidak mengenal Bill Gates? Seorang tokoh dunia yang kekayaannya melimpah karena usaha di bidang perangkat lunak? Pria berusia 61 tahun, pemilik perusahaan Microsoft Inc, yang berpusat di Amerika Serikat ini kekayaannya hingga kini hampir mencapai 70 miliar dollar AS.
Apa yang diperoleh Bill Gates tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan. Selain sempat drop out dari universitas terbaik Harvard, focus pada bidang pemrograman yang saat itu tidak banyak diketahui masyarakat, hingga berdarah-darah mendirikan perusahaan dan sukses seperti sekarang.
Lalu apa rahasia sukses pria yang telah berulang kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia tersebut? Selain kerja keras, ternyata karena sejak dahulu hidup tidak boros dengan rajin menabung.
Selain rajin menabung, Bill Gates juga rajin berinvestasi. Bagi pria bernama lengkap William Henry Gates III, investasi penting untuk masa depan karena paling tepat dan bijak.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, sangat wajar jika Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.
***
Berkat Menabung Bisa Sekolah, Beli Motor, dan Pergi Haji
Selain Bill Gates, di belahan nusantara juga banyak orang-orang yang sukses karena rajin menabung. Sebut saja misalnya Eka Duta Prasetya, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya berkat uang yang ditabungnya sejak Sekolah Dasar.
Pelajar asal Magelang Jawa Tengah ini membayar uang pendaftaran sekolahnya  dengan menggunakan uang receh sebesar Rp1juta. Apa yang dilakukan Duta mendapat simpati dari masyarakat. Duta kemudian mendapat beasiswa dari komite sekolah dan membebaskannya dari segala biaya.
Kemudian ada seorang Pria asal Depok yang membeli sebuah motor seharga lebih dari Rp30 juta dengan menggunakan uang receh. Pria tersebut mengaku telah menabung uang receh selama 5 tahun.
Bill Gates (Foto dari wwcftech.com)

Dia menabung dengan cara memasukan uang-uang receh tersebut dalam 2 buah ember cat berukuran 25 kg dan 1 buah kardus. Saat membeli motor, pihak dealer sampai menugaskan 6 orang karyawan untuk menghitung uang tersebut.
Kisah terbaru, sepasang suami istri tukang becak yang menabung selama 20 tahun supaya bisa pergi haji. Suami istri bernama Asmari (60th ) dan Misani (51th) tersebut berasal dari Dusun Kasuruan, Desa Rejoso Utara, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Duta Bersama Ibunya. Suami Istri Asmari (Foto dari Detik.com dan Brilio.com)

Konon, setiap hari Asmari menarik becak dengan perhasilan rata-rata Rp 70 ribu. Karena tekadnya yang kuat untuk pergi haji, Asmawi sangat rajin menabung. Ia menyisihkan penghasilan setiap hari selama 20 tahun.
Bukan hanya mampu pergi haji, berkat kerja kerasnya pula, Asmari mampu menyekolahkan ke-4 anaknya hingga jenjang sekolah menengah atas. Asmari dan Misani akan pergi haji pada tanggal 2 September 2018 nanti dan masuk dalam kloter 61 Kabupaten Pasuruan.
***
Menabung Sebagai Kebutuhan
Apa yang dilakukan Bill Gates, Duta, Asmari, dan banyak orang lain di luar sana harusnya membuat siapa pun yang membaca kemudian terketuk untuk menabung karena mereka telah membuktikan, menabung sangat besar sekali manfaatnya.
Saya jadi teringat kapan pertama kali menabung. Saya menabung sejak kelas 2 SMP, saya menabung di Kantor Pos. Hingga selesai SMP uang yang saya tabung jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat bermanfaat karena bisa untuk membeli seragam dan sepatu saat saya masuk SMA.
Saya anggap, masa-masa itu adalah masa latihan menabung karena memang belum mempunyai penghasilan. Saya menabung dengan cara menyisihkan sebagian kecil uang saku.
Saya benar-benar menabung setelah memasuki masa kuliah karena saya mulai mendapatkan penghasilan dari tulisan-tulisan yang dimuat di media. Saya menabung di salah satu bank swasta yang sangat terkenal. Ajibnya, hingga saat ini nomer rekeningnya tidak berubah. Jika dihitung telah hampir 25 tahun lebih saya menggunakan nomer rekening tersebut.

Mungkin karena pada dasarnya saya sudah menjadikan menabung sebagai kebutuhan, meski tidak pernah dianggarkan, setiap bulan pasti selalu menyisihkan uang berapa pun untuk ditabung. Dan, dengan tabungan tersebut, saya menggantungkan keinginan-keinginan saya.
Keinginan-keinginan saya tersebut pun terwujud berkat rajin menabung. Mulai dari bayar kuliah sendiri, memiliki motor setelah satu tahun bekerja, punya rumah dan menikah setelah 3 tahun bekerja, punya mobil setelah 3 tahun menikah, dan bisa traveling bareng keluarga. Punya tabungan pendidikan, tabungan haji, dan investasi walau kecil-kecilan.
***
Trik Supaya Terus Menabung
Cara menabung zaman dahulu dengan zaman sekarang sangat berbeda. Jika dahulu menabung di rumah dengan celengan yang terbuat dari gerabah, bambu, dan sebagainya, sekarang lebih praktis. Tinggal datang ke Bank terdekat dan buka rekening.
Bahkan, saat ini, di era digital lebih gampang lagi. Tanpa perlu datang ke Bank kita bisa buka rekening secara online. Fasilitas ini semata-mata karena generasi millenial inginnya semua serba simpel. Permasalahannya adalah, bagaimana caranya supaya konsisten mengisi tabungan. Mengingat, konon generasi millenial lebih boros, hehehe.
Dari pengalaman saya selama ini, paling tidak ada tiga (3) trik yang bisa dilakukan supaya bisa terus menabung. Trik tersebut antara lain;


1). Menetapkan Tujuan
Usaha, sekecil apa pun usahakan ada tujuannya. Ini perlu sekali ditanamkan dalam benak kita. Termasuk tujuan kita menabung supaya kita menabungnya serius. Dengan tujuan yang jelas, akan ada pegangan yang pasti setiap kali kita menyisihkan uang. Ada mimpi yang ingin dicapai dari tabungan tersebut.
Tujuan menabung bisa apa pun, sesuai dengan kebutuhan kita. Bisa dengan tujuan untuk membeli motor, mobil, rumah, traveling, gadget baru, umroh, haji, dan sebagainya.
Terbukti, dari contoh orang-orang yang saya rangkum di atas, mereka berhasil mewujudkan keinginanya dengan menetapkan tujuan sejak dini saat menabung. Jadi, memang harus ada tujuan, hehehe.

2). Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan
Ini salah satu trik menabung sederhana, namun terbukti efektif. Menumpuk uang dalam wadah atau toples kaca yang transparan. Bisa toples bekas kue lebaran atau bekas kemasan apa pun sebelum diserahkan ke bank dan dimasukan ke rekening.
Kenapa menggunakan tempat yang transparan? Supaya kita tersugesti untuk terus mengisinya hingga penuh. Karena transparan, uang yang ada dalam toples jadi kelihatan, kan? Kalau belum penuh rasanya gatel, hehehe.
Karena wadahnya yang transparan, uang yang dimasukan pun bukan uang receh, melainkan uang kertas yang nilainya lumayan. Misalnya uang kertas Rp10ribu, Rp20ribu, Rp50ribu, dan Rp100ribu. Kalau yang dimasukan uang receh malu, hehehe.
Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan (Foto DokPri)


3). Menabung Sesuai Tanggal atau Hari
Trik selanjutnya adalah rutin menabung menyesuaikan dengan tanggal atau hari. Cara ini memang perlu komitmen yang tinggi. Jadi, setiap tanggal atau hari yang kita jadwalnya, kita menyisihkan uang untuk ditabung. Besarannya tergantung keinginan kita.
Misalnya, kita menabung setiap hari Rp1000,-, Rp5000,-, atau Rp10.000,-. Menabung setiap tanggal ganjil, tanggal genap. Menabung setiap hari Jumat dengan besaran Rp50.000,-, dan sebagainya sesuai keinginan dan kemampuan kita.
Kebayang nggak? Jika kita konsisten menabung setiap hari Rp10.000,- saja, maka setiap bulan kita bisa menabung Rp10.000,- X 30 hari = Rp300.000,-. Setelah terkumpul ditabung di bank, hehehe.
Alhamdulillah, dengan trik tersebut, saya konsisten untuk menabung hingga kini. Bahkan, sekarang mulai ditularkan kepada anak-anak.
***

Menabung Sebagai Gaya Hidup
Menabung selain sebagai sarana simpanan masa depan juga bisa membentuk kepribadian dan gaya hidup seseorang. Termasuk kepribadin dan gaya hidup keluarga, termasuk anak-anak.
Menabung menjadi salah satu metode mengenalkan cara mengelola keuangan yang baik bagi si kecil. Jika sejak kecil mereka telah diberi pemahaman pentingnya mengelola keuangan, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai uang.
Meski tidak mudah, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengelola keuangan bagi anak-anak sehingga anak-anak benar-benar paham dan menjadikan menabung sebagai gaya hidup. Paling tidak, beberapa hal berikut bisa dipraktikan;

Pertama, Perkenalkan Konsep Uang Sebelum Menabung
Bagaimana cara mengenalkan konsep uang pada anak-anak? Bisa mulai dari mengenalkan pecahan uang. Mulai dari nilai terkecil hingga paling besar. Dari uang pecahan koin hingga pecahan kertas. Dengan begitu anak mengerti nilai uang dan juga bentuk uang.
Setelah mengenal, kita bisa mengajarkan anak untuk menghitung uang sedikit demi sedikit. Jika anak sudah masuk sekolah, baik taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, maka akan lebih mudah untuk mengajarkannya.
Sesekali minta mereka belanja di warung dekat rumah. Tidak usah banyak-banyak, cukup belanja kopi 2 sachet misalnya. Beri dia uang lebih, supaya nanti ada kembalian. Jangan lupa, setelah belanja cek belanjaannya dan cek pula berapa kembaliannya.
Semakin sering kita mengajarkannya berhitung, anak akan semakin paham dan mengerti bagaimana alur kerja uang.
Kedua, Uang Saku yang Pas
Jika anak-anak sudah bisa menghitung dan sudah sekolah, beri mereka uang saku secukupnya saja, jika perlu uang pas. Karena, dengan uang pas dia akan belajar membelajakan uang dengan cerdas.
Sesekali beri saran supaya uang sakunya tidak dihabiskan dan kita kasih anak celengan. Jadi, setiap ada kelebihan uang saku, uang kelebihan tersebut dimasukan ke dalam celengan.
Dengan begitu, anak akan berlatih untuk mengendalikan diri dalam mengeluarkan uang. Anak  juga akan belajar menghargai uang. Anak belajar, ketika menginginkan sesuatu, ternyata dibutuhkan usaha dan kesabaran.

Ketiga, Beri Uang Saku Mingguan atau Bulanan
Jika anak sudah mulai bisa mengelola uang sakunya, beri kepercayaan lebih dengan memberinya uang saku secara mingguan atau bulanan. Saya yakin, awal-awal anak akan tergoda untuk membelanjakannya sekaligus, tetapi seiring berjalannya waktu anak akan makin menghargai uang.
Memberikan uang saku dalam jumlah lebih banyak dengan durasi lebih panjang, akan membuat  anak belajar menahan diri untuk tidak boros dan tetap menggunakannya sesuai dengan porsinya. Lambat laun, anak akan mempunyai selisih uang saku yang banyak dan banyak pula menyisihkannya dalam celengan.
Keempat, Beri Apresiasi
Bagian keempat ini sangat penting, terutama jika anak-anak benar-benar sudah memahami pentingnya menabung bahkan sudah menjadikan menabung sebagai rutinitas.
Kita, sebagai orangtua bisa memberikan pekerjaan-pekerjaan ringan yang jarang dikerjakannya pada saat weekand atau liburan. Misal mencuci sepatu setiap minggu, belanja di warung terdekat, membersihkan seluruh rumah, dan sebagainya. Setelah mereka mengerjakan dengan benar kita beri apresiasi dengan memberikan imbalan. Jumlah imbalannya tak perlu besar-besar, cukup dua ribu atau tiga ribu saja sudah cukup.
Dengan cara seperti itu anak akan belajar lebih lagi untuk menghargai uang karena untuk mendapatkannya perlu usaha dan kerja keras. Tidak hanya itu, cara seperti ini akan membantu mereka bertanggung jawab dengan membantu pekerjaan rumah.
Kelima, Ajak Menabung di Bank
Setelah anak-anak besar dan benar-benar telah memahami bagaimana menghargai uang, bagaimana membelanjakan uang, bagaimana menyisihkannya, baru kemudian kita ajak untuk menabung di Bank.
Uang yang telah disisihkan dalam celengan kita ajak untuk memindahkannya dalam buku tabungan resmi di bank. Jika usia anak belum mencukupi, uangnya bisa dititipkan pada rekening orangtua. Akan tetapi, jika usia anak sudah mencukupi, kita bukakan tabungan sendiri atas nama anak. Dijamin, anak sangat senang dan bangga karena sekarang sudah punya tabungan sendiri.
Anak-anak Senang Diajak Menabung di Bank, Salah Satunya Karena Bisa untuk Jalan-Jalan (Foto DokPri)

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan produk tabungan untuk anak-anak.  Beberapa di antaranya sengaja mencetak kartu dan buku tabungan dengan gambar karakter kartun yang menarik bagi anak-anak.
Setelah punya tabungan sendiri, kita edukasi untuk mempunyai tujuan menabung, rutin menabung, dan jadilah menabung sebagai gaya hidup. Jika sudah seperti itu, sebagai orangtua tentu sangat bangga karena tidak perlu lagi akan masa depan anak. 
***
LPS Membuat Makin Nyaman Menabung
Kenapa saya merasa nyaman menabung? Karena saat ini sudah ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain bertujuan untuk melindungi tabungan masyarakat, LPS juga berjuan untuk menjaga keseimbangan, kemajuan ekonomi nasional, dan stabilnya industri perbankan sehingga perekonomian stabil. Pemerintah kemudian mengesahkan UU OJK tahun 2011.
Terakhir pada tahun 2016, pemerintah mengesahkan UU PPKSK Nomor 9 tahun 2016 yang merupakan mandat baru bagi LPS.
Undang-Undang tentang PPKSK (Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan) yang bertujuan mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kokoh guna menghadapi ancaman. Baik ancaman dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri. Selain itu, banyak lagi yang dilakukan dan menjadi wewenang LPS yang makin membuat kita nyaman menabung.

Semoga bermanfaat!
@alimuakhir

Sumber Tulisan dan Foto
1). Pengalaman dan Dokumen Pribadi
2). DetikCom
2). Kompas.Com
3). Idntimes.Com
4). Rappler.Com
5). Pixabay.Com
6). Freepik.Com


Bill Gates yang Kaya Raya Saja Suka Menabung, Masa Kita Tidak?


SIAPA yang tidak mengenal Bill Gates? Seorang tokoh dunia yang kekayaannya melimpah karena usaha di bidang perangkat lunak? Pria berusia 61 tahun, pemilik perusahaan Microsoft Inc, yang berpusat di Amerika Serikat ini kekayaannya hingga kini hampir mencapai 70 miliar dollar AS.
Apa yang diperoleh Bill Gates tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan. Selain sempat drop out dari universitas terbaik Harvard, focus pada bidang pemrograman yang saat itu tidak banyak diketahui masyarakat, hingga berdarah-darah mendirikan perusahaan dan sukses seperti sekarang.
Lalu apa rahasia sukses pria yang telah berulang kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia tersebut? Selain kerja keras, ternyata karena sejak dahulu hidup tidak boros dengan rajin menabung.
Selain rajin menabung, Bill Gates juga rajin berinvestasi. Bagi pria bernama lengkap William Henry Gates III, investasi penting untuk masa depan karena paling tepat dan bijak.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, sangat wajar jika Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.
***
Berkat Menabung Bisa Sekolah, Beli Motor, dan Pergi Haji
Selain Bill Gates, di belahan nusantara juga banyak orang-orang yang sukses karena rajin menabung. Sebut saja misalnya Eka Duta Prasetya, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya berkat uang yang ditabungnya sejak Sekolah Dasar.
Pelajar asal Magelang Jawa Tengah ini membayar uang pendaftaran sekolahnya  dengan menggunakan uang receh sebesar Rp1juta. Apa yang dilakukan Duta mendapat simpati dari masyarakat. Duta kemudian mendapat beasiswa dari komite sekolah dan membebaskannya dari segala biaya.
Kemudian ada seorang Pria asal Depok yang membeli sebuah motor seharga lebih dari Rp30 juta dengan menggunakan uang receh. Pria tersebut mengaku telah menabung uang receh selama 5 tahun.
Bill Gates (Foto dari wwcftech.com)

Dia menabung dengan cara memasukan uang-uang receh tersebut dalam 2 buah ember cat berukuran 25 kg dan 1 buah kardus. Saat membeli motor, pihak dealer sampai menugaskan 6 orang karyawan untuk menghitung uang tersebut.
Kisah terbaru, sepasang suami istri tukang becak yang menabung selama 20 tahun supaya bisa pergi haji. Suami istri bernama Asmari (60th ) dan Misani (51th) tersebut berasal dari Dusun Kasuruan, Desa Rejoso Utara, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Duta Bersama Ibunya. Suami Istri Asmari (Foto dari Detik.com dan Brilio.com)

Konon, setiap hari Asmari menarik becak dengan perhasilan rata-rata Rp 70 ribu. Karena tekadnya yang kuat untuk pergi haji, Asmawi sangat rajin menabung. Ia menyisihkan penghasilan setiap hari selama 20 tahun.
Bukan hanya mampu pergi haji, berkat kerja kerasnya pula, Asmari mampu menyekolahkan ke-4 anaknya hingga jenjang sekolah menengah atas. Asmari dan Misani akan pergi haji pada tanggal 2 September 2018 nanti dan masuk dalam kloter 61 Kabupaten Pasuruan.
***
Menabung Sebagai Kebutuhan
Apa yang dilakukan Bill Gates, Duta, Asmari, dan banyak orang lain di luar sana harusnya membuat siapa pun yang membaca kemudian terketuk untuk menabung karena mereka telah membuktikan, menabung sangat besar sekali manfaatnya.
Saya jadi teringat kapan pertama kali menabung. Saya menabung sejak kelas 2 SMP, saya menabung di Kantor Pos. Hingga selesai SMP uang yang saya tabung jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat bermanfaat karena bisa untuk membeli seragam dan sepatu saat saya masuk SMA.
Saya anggap, masa-masa itu adalah masa latihan menabung karena memang belum mempunyai penghasilan. Saya menabung dengan cara menyisihkan sebagian kecil uang saku.
Saya benar-benar menabung setelah memasuki masa kuliah karena saya mulai mendapatkan penghasilan dari tulisan-tulisan yang dimuat di media. Saya menabung di salah satu bank swasta yang sangat terkenal. Ajibnya, hingga saat ini nomer rekeningnya tidak berubah. Jika dihitung telah hampir 25 tahun lebih saya menggunakan nomer rekening tersebut.

Mungkin karena pada dasarnya saya sudah menjadikan menabung sebagai kebutuhan, meski tidak pernah dianggarkan, setiap bulan pasti selalu menyisihkan uang berapa pun untuk ditabung. Dan, dengan tabungan tersebut, saya menggantungkan keinginan-keinginan saya.
Keinginan-keinginan saya tersebut pun terwujud berkat rajin menabung. Mulai dari bayar kuliah sendiri, memiliki motor setelah satu tahun bekerja, punya rumah dan menikah setelah 3 tahun bekerja, punya mobil setelah 3 tahun menikah, dan bisa traveling bareng keluarga. Punya tabungan pendidikan, tabungan haji, dan investasi walau kecil-kecilan.
***
Trik Supaya Terus Menabung
Cara menabung zaman dahulu dengan zaman sekarang sangat berbeda. Jika dahulu menabung di rumah dengan celengan yang terbuat dari gerabah, bambu, dan sebagainya, sekarang lebih praktis. Tinggal datang ke Bank terdekat dan buka rekening.
Bahkan, saat ini, di era digital lebih gampang lagi. Tanpa perlu datang ke Bank kita bisa buka rekening secara online. Fasilitas ini semata-mata karena generasi millenial inginnya semua serba simpel. Permasalahannya adalah, bagaimana caranya supaya konsisten mengisi tabungan. Mengingat, konon generasi millenial lebih boros, hehehe.
Dari pengalaman saya selama ini, paling tidak ada tiga (3) trik yang bisa dilakukan supaya bisa terus menabung. Trik tersebut antara lain;


1). Menetapkan Tujuan
Usaha, sekecil apa pun usahakan ada tujuannya. Ini perlu sekali ditanamkan dalam benak kita. Termasuk tujuan kita menabung supaya kita menabungnya serius. Dengan tujuan yang jelas, akan ada pegangan yang pasti setiap kali kita menyisihkan uang. Ada mimpi yang ingin dicapai dari tabungan tersebut.
Tujuan menabung bisa apa pun, sesuai dengan kebutuhan kita. Bisa dengan tujuan untuk membeli motor, mobil, rumah, traveling, gadget baru, umroh, haji, dan sebagainya.
Terbukti, dari contoh orang-orang yang saya rangkum di atas, mereka berhasil mewujudkan keinginanya dengan menetapkan tujuan sejak dini saat menabung. Jadi, memang harus ada tujuan, hehehe.

2). Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan
Ini salah satu trik menabung sederhana, namun terbukti efektif. Menumpuk uang dalam wadah atau toples kaca yang transparan. Bisa toples bekas kue lebaran atau bekas kemasan apa pun sebelum diserahkan ke bank dan dimasukan ke rekening.
Kenapa menggunakan tempat yang transparan? Supaya kita tersugesti untuk terus mengisinya hingga penuh. Karena transparan, uang yang ada dalam toples jadi kelihatan, kan? Kalau belum penuh rasanya gatel, hehehe.
Karena wadahnya yang transparan, uang yang dimasukan pun bukan uang receh, melainkan uang kertas yang nilainya lumayan. Misalnya uang kertas Rp10ribu, Rp20ribu, Rp50ribu, dan Rp100ribu. Kalau yang dimasukan uang receh malu, hehehe.
Menumpuk Uang dalam Wadah Transparan (Foto DokPri)


3). Menabung Sesuai Tanggal atau Hari
Trik selanjutnya adalah rutin menabung menyesuaikan dengan tanggal atau hari. Cara ini memang perlu komitmen yang tinggi. Jadi, setiap tanggal atau hari yang kita jadwalnya, kita menyisihkan uang untuk ditabung. Besarannya tergantung keinginan kita.
Misalnya, kita menabung setiap hari Rp1000,-, Rp5000,-, atau Rp10.000,-. Menabung setiap tanggal ganjil, tanggal genap. Menabung setiap hari Jumat dengan besaran Rp50.000,-, dan sebagainya sesuai keinginan dan kemampuan kita.
Kebayang nggak? Jika kita konsisten menabung setiap hari Rp10.000,- saja, maka setiap bulan kita bisa menabung Rp10.000,- X 30 hari = Rp300.000,-. Setelah terkumpul ditabung di bank, hehehe.
Alhamdulillah, dengan trik tersebut, saya konsisten untuk menabung hingga kini. Bahkan, sekarang mulai ditularkan kepada anak-anak.
***

Menabung Sebagai Gaya Hidup
Menabung selain sebagai sarana simpanan masa depan juga bisa membentuk kepribadian dan gaya hidup seseorang. Termasuk kepribadin dan gaya hidup keluarga, termasuk anak-anak.
Menabung menjadi salah satu metode mengenalkan cara mengelola keuangan yang baik bagi si kecil. Jika sejak kecil mereka telah diberi pemahaman pentingnya mengelola keuangan, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai uang.
Meski tidak mudah, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengelola keuangan bagi anak-anak sehingga anak-anak benar-benar paham dan menjadikan menabung sebagai gaya hidup. Paling tidak, beberapa hal berikut bisa dipraktikan;

Pertama, Perkenalkan Konsep Uang Sebelum Menabung
Bagaimana cara mengenalkan konsep uang pada anak-anak? Bisa mulai dari mengenalkan pecahan uang. Mulai dari nilai terkecil hingga paling besar. Dari uang pecahan koin hingga pecahan kertas. Dengan begitu anak mengerti nilai uang dan juga bentuk uang.
Setelah mengenal, kita bisa mengajarkan anak untuk menghitung uang sedikit demi sedikit. Jika anak sudah masuk sekolah, baik taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, maka akan lebih mudah untuk mengajarkannya.
Sesekali minta mereka belanja di warung dekat rumah. Tidak usah banyak-banyak, cukup belanja kopi 2 sachet misalnya. Beri dia uang lebih, supaya nanti ada kembalian. Jangan lupa, setelah belanja cek belanjaannya dan cek pula berapa kembaliannya.
Semakin sering kita mengajarkannya berhitung, anak akan semakin paham dan mengerti bagaimana alur kerja uang.
Kedua, Uang Saku yang Pas
Jika anak-anak sudah bisa menghitung dan sudah sekolah, beri mereka uang saku secukupnya saja, jika perlu uang pas. Karena, dengan uang pas dia akan belajar membelajakan uang dengan cerdas.
Sesekali beri saran supaya uang sakunya tidak dihabiskan dan kita kasih anak celengan. Jadi, setiap ada kelebihan uang saku, uang kelebihan tersebut dimasukan ke dalam celengan.
Dengan begitu, anak akan berlatih untuk mengendalikan diri dalam mengeluarkan uang. Anak  juga akan belajar menghargai uang. Anak belajar, ketika menginginkan sesuatu, ternyata dibutuhkan usaha dan kesabaran.

Ketiga, Beri Uang Saku Mingguan atau Bulanan
Jika anak sudah mulai bisa mengelola uang sakunya, beri kepercayaan lebih dengan memberinya uang saku secara mingguan atau bulanan. Saya yakin, awal-awal anak akan tergoda untuk membelanjakannya sekaligus, tetapi seiring berjalannya waktu anak akan makin menghargai uang.
Memberikan uang saku dalam jumlah lebih banyak dengan durasi lebih panjang, akan membuat  anak belajar menahan diri untuk tidak boros dan tetap menggunakannya sesuai dengan porsinya. Lambat laun, anak akan mempunyai selisih uang saku yang banyak dan banyak pula menyisihkannya dalam celengan.
Keempat, Beri Apresiasi
Bagian keempat ini sangat penting, terutama jika anak-anak benar-benar sudah memahami pentingnya menabung bahkan sudah menjadikan menabung sebagai rutinitas.
Kita, sebagai orangtua bisa memberikan pekerjaan-pekerjaan ringan yang jarang dikerjakannya pada saat weekand atau liburan. Misal mencuci sepatu setiap minggu, belanja di warung terdekat, membersihkan seluruh rumah, dan sebagainya. Setelah mereka mengerjakan dengan benar kita beri apresiasi dengan memberikan imbalan. Jumlah imbalannya tak perlu besar-besar, cukup dua ribu atau tiga ribu saja sudah cukup.
Dengan cara seperti itu anak akan belajar lebih lagi untuk menghargai uang karena untuk mendapatkannya perlu usaha dan kerja keras. Tidak hanya itu, cara seperti ini akan membantu mereka bertanggung jawab dengan membantu pekerjaan rumah.
Kelima, Ajak Menabung di Bank
Setelah anak-anak besar dan benar-benar telah memahami bagaimana menghargai uang, bagaimana membelanjakan uang, bagaimana menyisihkannya, baru kemudian kita ajak untuk menabung di Bank.
Uang yang telah disisihkan dalam celengan kita ajak untuk memindahkannya dalam buku tabungan resmi di bank. Jika usia anak belum mencukupi, uangnya bisa dititipkan pada rekening orangtua. Akan tetapi, jika usia anak sudah mencukupi, kita bukakan tabungan sendiri atas nama anak. Dijamin, anak sangat senang dan bangga karena sekarang sudah punya tabungan sendiri.
Anak-anak Senang Diajak Menabung di Bank, Salah Satunya Karena Bisa untuk Jalan-Jalan (Foto DokPri)

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan produk tabungan untuk anak-anak.  Beberapa di antaranya sengaja mencetak kartu dan buku tabungan dengan gambar karakter kartun yang menarik bagi anak-anak.
Setelah punya tabungan sendiri, kita edukasi untuk mempunyai tujuan menabung, rutin menabung, dan jadilah menabung sebagai gaya hidup. Jika sudah seperti itu, sebagai orangtua tentu sangat bangga karena tidak perlu lagi akan masa depan anak. 
***
LPS Membuat Makin Nyaman Menabung
Kenapa saya merasa nyaman menabung? Karena saat ini sudah ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain bertujuan untuk melindungi tabungan masyarakat, LPS juga berjuan untuk menjaga keseimbangan, kemajuan ekonomi nasional, dan stabilnya industri perbankan sehingga perekonomian stabil. Pemerintah kemudian mengesahkan UU OJK tahun 2011.
Terakhir pada tahun 2016, pemerintah mengesahkan UU PPKSK Nomor 9 tahun 2016 yang merupakan mandat baru bagi LPS.
Undang-Undang tentang PPKSK (Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan) yang bertujuan mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kokoh guna menghadapi ancaman. Baik ancaman dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri. Selain itu, banyak lagi yang dilakukan dan menjadi wewenang LPS yang makin membuat kita nyaman menabung.

Semoga bermanfaat!
@alimuakhir

Sumber Tulisan dan Foto
1). Pengalaman dan Dokumen Pribadi
2). DetikCom
2). Kompas.Com
3). Idntimes.Com
4). Rappler.Com
5). Pixabay.Com
6). Freepik.Com


32 komentar:

  1. Sampe sekarang aku juga selalu nabung duit receh,
    jadi di rumah ada toples kecil bekas lebaran. Dari pada ga kepake mending ditaroin duit 200 sama 500 perak bekas kembalian duit jajan sama mungut di jalan.
    pas dihitung ga nyangka dapet 3 toples dengan total 400rebu.
    kaya mendadak

    BalasHapus
  2. tiap bulan au selalu nabung. cuman suka nggak target karena tergoda online shop huhuhu

    BalasHapus
  3. sepakat dengan menabung sebagai gaya hidup.. anak-anak di sekolah juga harus diwajibkan nabung nih... makasih sharingnya bang ali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru ya, kalau nabung jadi gaya hidup

      Hapus
  4. Tertampar sekali baca ini 🙈 yg duitnya aja bisa dipake Mandi, masih nabung, lah kite?

    BalasHapus
  5. Yup.. menjadikan menabung sebagai gaya hidup. Itu kerennn

    BalasHapus
  6. Wah, keren klo kita bisa menurtinkan menabung. bangyak banget ya manfaatnya. apalagi dapat tmpat menabung yang tepat

    BalasHapus
  7. Wah keren nih tips menabungnya, makasih coach

    BalasHapus
  8. saya juga suka menabung. Tujuan finansial biasanya saya capai dg menabung. Sekarang menabung sdh banyak caranya, tinggal pilih. Apalagi sdh terjamin LPS ya.

    BalasHapus
  9. Wah bergizi banget artikelnya kang, coba saya terapkan ke anak-anak ya nuhun kang

    BalasHapus
  10. Aku juga suka menabung apalagi kalo ditabungin. Mau bangetlah

    BalasHapus
  11. Malah ingat jaman SD suka nabung di kaleng, lalu ditanam 😂😂 kayak di film Joshua dulu

    BalasHapus
  12. waah habis baca tulisan kang Ale aku jadi introspeksi diri. smoga bisa konsisten nabungnyaa, karna msh suka tergoda online hsop.. jadi niat nabung buat belanja dong. hahaha habis deeh

    BalasHapus
  13. kalau istilahnya sedikit lama lama jadi bukit.. memang hobi menabung itu bagus kak

    BalasHapus
  14. Waw menarik sekali pembahasannya Mas Ali. Hanya masih kurang lengkap tulisannya tentang menabung secara online. Masih lebih enak datang langsung ke bank 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah soalnya, baru nyobain aja hehe

      Hapus
  15. Saya juga dari kecil sudah belajar nabung. Dulu nabungnya di tabungan plastik gitu. Hihi. Sekarang juga masih berusaha nabung dengan cara ikut arisan di kantor. Pernah nyoba beberapa tips nabung yang ngehits nyatanya uangnya sering dipakai lagi.Heu

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah anak-anakku udah mulai dibiasakan menabung, terutama kalo pas dapat angpau lebaran. Biasanya ditabung di bank. Suamiku juga tiap bulan selalu rutin menyisihkan buat tabungan pendidikan anak-anak

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman