Sebagai salah satu kota penyanggah ibu kota, banyak orang yang ingin membeli rumah dijual di Tangerang.
Memiliki harga pasaran rumah yang lebih murah dari Jakarta, namun dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai membuat hunian di kota-kota satelit ini laris-manis diburu warga.
Kendati demikian, tetap saja urusan jual beli rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum kita akhirnya memutuskan membeli sebuah hunian.
Salah satu yang penting, namun acap kali dilupakan oleh para pembeli rumah adalah mempertimbangkan kapan waktu terbaik dalam membeli rumah tersebut.
Padahal, membeli rumah pada saat momen-momen tertentu bisa memberikan keuntungan, ataupun kerugian bagi pembeli rumah, lho.
Agar tidak salah ketika membeli rumah dijual di Tangerang, berikut waktu-waktu penting yang harus diperhatikan para pembeli rumah tapak.

1. Momen Buyer’s Time

(Foto: Freepik)

Apakah Anda pernah mendengar istilah buyer’s time? Buyer’s time adalah situasi di mana para pembeli rumah dapat dengan mudah membeli properti dengan harga yang murah.
Momen-momen seperti ini biasanya timbul pada saat harga pasaran properti berada di titik terendah. Misalnya pada tahun 2014-2016 silam, saat harga properti anjlok karena melemahnya ekonomi Indonesia.
Pada momen tersebut harga rumah dijual di Tangerang dan daerah lainnya di Indonesia jalan di tempat, tidak ada penurunan ataupun kenaikan harga rumah yang terjadi pada rentan waktu tersebut.
Di dunia properti, ketika harga rumah di suatu daerah tidak mengalami kenaikan sama sekali dalam rentan waktu satu tahun, maka bisa dikatakan sektor properti di daerah tersebut sedang mengalami penurunan.
Kita tentu tidak ingin hal ini terulang kembali, namun harus diakui, bahwa pada momen-momen seperti inilah membeli rumah dijual di Tangerang bisa sangat menguntungkan Anda.

2. Terjadi Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Umum yang Masif

(Foto: Freepik)

Jika berbicara soal Kota Tangerang sendiri, infrastruktur dan fasilitas umum di sana telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan 10 tahun ke belakang.
Terdapat banyak sekali fasilitas publik yang dibangun demi menunjang aktivitas keseharian warga Tangerang, misalnya fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hiburan.
Infrastruktur dan fasilitas penyambung Kota Tangerang dan kota-kota lain di sekitarnya juga turut dihadirkan, seperti jalan tol, kereta api, bus terintegrasi antar perbatasan, hingga bus rapid transit (BRT).
Oleh sebab itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli rumah dijual di Tangerang karena pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di sana sedang masif-masifnya.

3. Suku Bunga KPR Turun

(Foto: Freepik)

Poin yang satu ini mungkin sudah menjadi rahasia umum di masyarakat, bahwa akan lebih menguntungkan apabila Anda membeli rumah pada saat suku bunga bank sedang turun.
Apalagi para pembeli rumah yang memanfaatkan skema pembelian KPR, dengan rendahnya nilai suku bunga bank, semakin murah pulalah biaya cicilan rumah yang harus Anda bayarkan kepada bank.
Meskipun penurunan suku bunga bank tidak signifikan, atau hanya sebesar nol koma persen saja, namun dalam jangka waktu panjang, hal tersebut dapat menghemat dana pembelian rumah hingga jutaan rupiah.
Misalnya, apabila Anda membeli rumah dijual di Tangerang seharga Rp220 juta dengan suku bunga KPR 4,2 persen, dari semulanya 4,5 persen.
Maka dalam waktu 30 tahun Anda bisa menghemat biaya cicilan rumah hingga sekitar Rp13 juta.
Selain itu, jangan lupa untuk mencari tahu besaran fluktuasi suku bunga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, agar Anda dapat mengetahui level terendah dari suku bunga yang pernah diberikan bank.

4. Ketahui Musim-Musim yang Tepat

(Foto: Freepik)

Terdengar cukup aneh, namun faktanya para pengembang banyak memasarkan produk huniannya pada saat musim kemarau atau musim panas.
Logikanya sederhana, pada saat musim hujan orang-orang cenderung malas melakukan survei langsung ke lokasi perumahan, sehingga aktivitas jual beli rumah sedikit tersendat pada saat musim tersebut.
Akan tetapi, dengan banyaknya produk perumahan yang dipasarkan pada saat musim panas secara otomatis akan mendatangkan lebih banyak lagi calon pembeli.
Maka dari itu, jika Anda berkeinginan untuk membeli rumah dijual di Tangerang, tidak ada salahnya jika Anda mencari rumah pada saat musim hujan.
Pasalnya, semakin sedikit orang yang mencari rumah, jumlah persaingan antar calon pembeli rumah tentu akan berkurang bukan? Selain itu, harga yang ditawarkan juga tidak melambung terlalu tinggi.
Meski begitu, faktor ini tidak sepenuhnya mutlak, Anda harus tetap memperhatikan kondisi pasar properti yang ada apabila ingin mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan budget Anda.

5. Saat Keuangan Sudah Stabil

(Foto: Freepik)

Siapa sih yang engga pengin punya rumah? Semua orang tentu ingin memiliki sebuah rumah yang dapat ia tempati bersama orang-orang tersayang di dalamnya.
Akan tetapi, motivasi tersebut terkadang membuat orang menjadi tidak realistis. Banyak sekali orang-orang yang akhirnya membeli sebuah rumah tanpa memperhitungkan dulu kondisi keuangan pribadinya.
Itulah salah satu penyebab, mengapa banyak orang yang telah mengajukan KPR kemudian gagal untuk melunasinya, sampai-sampai rumah tersebut harus disita oleh pihak bank.
Anda tentu enggak mau dong kejadian yang sama terjadi kepada Anda? Oleh sebab itu, apabila Anda ingin beli rumah dijual di Tangerang, ada baiknya Anda melakukan hal tersebut saat kondisi keuangan stabil.
Bagaimana contoh kondisi keuangan yang stabil? Misalnya, Anda sudah diangkat sebagai karyawan tetap di tempat kerja, gaji pokok Anda cukup untuk mencicil KPR, hingga tidak terikat cicilan-cicilan lainnya.
Perlu diingat, jangan gabungkan uang hasil kerja tambahan (freelance, part-time, dan lain-lain) sebagai sumber pendanaan Anda dalam membayar cicilan KPR.
Pasalnya, dana-dana tersebut biasanya tidak stabil, baik dari sisi besaran ataupun jangka waktunya. Bisa saja bulan ini Anda mendapat gaji Rp10 juta dari hasil freelance saja, tapi di bulan berikutnya justru tidak.
Selain itu, jangka waktu kerja freelance dan part-time juga kurang pasti, Anda mungkin masih bekerja bulan ini, namun di bulan depan kontrak Anda sebagai pekerja lepas bisa saja diputus oleh klien.
***
Itu tadi beberapa waktu yang harus diperhatikan ketika ingin membeli rumah dijua di Tangerang. Bukan hanya di Tangerang saja lho, ulasan di atas sebenarnya juga berlaku bagi wilayah lainnya di Indonesia.
Sedikit tips, kapanpun waktu yang tepat menurut Anda untuk membeli rumah, pastikan bahwa Anda telah menghitung segala anggaran yang ada dengan baik.
Termasuk juga mempersiapkan modal dan dana dalam membeli sebuah. Sebab, meskpiun Anda hendak membeli rumah dijual di Tangerang dengan metode KPR, Anda tetap harus mengeluarkan sejumlah uang.
Pengin mendapatkan rumah dengan harga murah dari seluruh wilayah di Indonesia? Jangan lupa kunjungi situs properti terbesar dan terpercaya 99.co/id (biasa disebut 99.co Indonesia).
Semoga informasi ini bermanfaat, selamat membeli rumah!


Perhatikan 5 Waktu Ini Sebelum Beli Rumah Dijual di Tangerang




Sebagai salah satu kota penyanggah ibu kota, banyak orang yang ingin membeli rumah dijual di Tangerang.
Memiliki harga pasaran rumah yang lebih murah dari Jakarta, namun dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai membuat hunian di kota-kota satelit ini laris-manis diburu warga.
Kendati demikian, tetap saja urusan jual beli rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum kita akhirnya memutuskan membeli sebuah hunian.
Salah satu yang penting, namun acap kali dilupakan oleh para pembeli rumah adalah mempertimbangkan kapan waktu terbaik dalam membeli rumah tersebut.
Padahal, membeli rumah pada saat momen-momen tertentu bisa memberikan keuntungan, ataupun kerugian bagi pembeli rumah, lho.
Agar tidak salah ketika membeli rumah dijual di Tangerang, berikut waktu-waktu penting yang harus diperhatikan para pembeli rumah tapak.

1. Momen Buyer’s Time

(Foto: Freepik)

Apakah Anda pernah mendengar istilah buyer’s time? Buyer’s time adalah situasi di mana para pembeli rumah dapat dengan mudah membeli properti dengan harga yang murah.
Momen-momen seperti ini biasanya timbul pada saat harga pasaran properti berada di titik terendah. Misalnya pada tahun 2014-2016 silam, saat harga properti anjlok karena melemahnya ekonomi Indonesia.
Pada momen tersebut harga rumah dijual di Tangerang dan daerah lainnya di Indonesia jalan di tempat, tidak ada penurunan ataupun kenaikan harga rumah yang terjadi pada rentan waktu tersebut.
Di dunia properti, ketika harga rumah di suatu daerah tidak mengalami kenaikan sama sekali dalam rentan waktu satu tahun, maka bisa dikatakan sektor properti di daerah tersebut sedang mengalami penurunan.
Kita tentu tidak ingin hal ini terulang kembali, namun harus diakui, bahwa pada momen-momen seperti inilah membeli rumah dijual di Tangerang bisa sangat menguntungkan Anda.

2. Terjadi Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Umum yang Masif

(Foto: Freepik)

Jika berbicara soal Kota Tangerang sendiri, infrastruktur dan fasilitas umum di sana telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan 10 tahun ke belakang.
Terdapat banyak sekali fasilitas publik yang dibangun demi menunjang aktivitas keseharian warga Tangerang, misalnya fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hiburan.
Infrastruktur dan fasilitas penyambung Kota Tangerang dan kota-kota lain di sekitarnya juga turut dihadirkan, seperti jalan tol, kereta api, bus terintegrasi antar perbatasan, hingga bus rapid transit (BRT).
Oleh sebab itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli rumah dijual di Tangerang karena pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di sana sedang masif-masifnya.

3. Suku Bunga KPR Turun

(Foto: Freepik)

Poin yang satu ini mungkin sudah menjadi rahasia umum di masyarakat, bahwa akan lebih menguntungkan apabila Anda membeli rumah pada saat suku bunga bank sedang turun.
Apalagi para pembeli rumah yang memanfaatkan skema pembelian KPR, dengan rendahnya nilai suku bunga bank, semakin murah pulalah biaya cicilan rumah yang harus Anda bayarkan kepada bank.
Meskipun penurunan suku bunga bank tidak signifikan, atau hanya sebesar nol koma persen saja, namun dalam jangka waktu panjang, hal tersebut dapat menghemat dana pembelian rumah hingga jutaan rupiah.
Misalnya, apabila Anda membeli rumah dijual di Tangerang seharga Rp220 juta dengan suku bunga KPR 4,2 persen, dari semulanya 4,5 persen.
Maka dalam waktu 30 tahun Anda bisa menghemat biaya cicilan rumah hingga sekitar Rp13 juta.
Selain itu, jangan lupa untuk mencari tahu besaran fluktuasi suku bunga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, agar Anda dapat mengetahui level terendah dari suku bunga yang pernah diberikan bank.

4. Ketahui Musim-Musim yang Tepat

(Foto: Freepik)

Terdengar cukup aneh, namun faktanya para pengembang banyak memasarkan produk huniannya pada saat musim kemarau atau musim panas.
Logikanya sederhana, pada saat musim hujan orang-orang cenderung malas melakukan survei langsung ke lokasi perumahan, sehingga aktivitas jual beli rumah sedikit tersendat pada saat musim tersebut.
Akan tetapi, dengan banyaknya produk perumahan yang dipasarkan pada saat musim panas secara otomatis akan mendatangkan lebih banyak lagi calon pembeli.
Maka dari itu, jika Anda berkeinginan untuk membeli rumah dijual di Tangerang, tidak ada salahnya jika Anda mencari rumah pada saat musim hujan.
Pasalnya, semakin sedikit orang yang mencari rumah, jumlah persaingan antar calon pembeli rumah tentu akan berkurang bukan? Selain itu, harga yang ditawarkan juga tidak melambung terlalu tinggi.
Meski begitu, faktor ini tidak sepenuhnya mutlak, Anda harus tetap memperhatikan kondisi pasar properti yang ada apabila ingin mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan budget Anda.

5. Saat Keuangan Sudah Stabil

(Foto: Freepik)

Siapa sih yang engga pengin punya rumah? Semua orang tentu ingin memiliki sebuah rumah yang dapat ia tempati bersama orang-orang tersayang di dalamnya.
Akan tetapi, motivasi tersebut terkadang membuat orang menjadi tidak realistis. Banyak sekali orang-orang yang akhirnya membeli sebuah rumah tanpa memperhitungkan dulu kondisi keuangan pribadinya.
Itulah salah satu penyebab, mengapa banyak orang yang telah mengajukan KPR kemudian gagal untuk melunasinya, sampai-sampai rumah tersebut harus disita oleh pihak bank.
Anda tentu enggak mau dong kejadian yang sama terjadi kepada Anda? Oleh sebab itu, apabila Anda ingin beli rumah dijual di Tangerang, ada baiknya Anda melakukan hal tersebut saat kondisi keuangan stabil.
Bagaimana contoh kondisi keuangan yang stabil? Misalnya, Anda sudah diangkat sebagai karyawan tetap di tempat kerja, gaji pokok Anda cukup untuk mencicil KPR, hingga tidak terikat cicilan-cicilan lainnya.
Perlu diingat, jangan gabungkan uang hasil kerja tambahan (freelance, part-time, dan lain-lain) sebagai sumber pendanaan Anda dalam membayar cicilan KPR.
Pasalnya, dana-dana tersebut biasanya tidak stabil, baik dari sisi besaran ataupun jangka waktunya. Bisa saja bulan ini Anda mendapat gaji Rp10 juta dari hasil freelance saja, tapi di bulan berikutnya justru tidak.
Selain itu, jangka waktu kerja freelance dan part-time juga kurang pasti, Anda mungkin masih bekerja bulan ini, namun di bulan depan kontrak Anda sebagai pekerja lepas bisa saja diputus oleh klien.
***
Itu tadi beberapa waktu yang harus diperhatikan ketika ingin membeli rumah dijua di Tangerang. Bukan hanya di Tangerang saja lho, ulasan di atas sebenarnya juga berlaku bagi wilayah lainnya di Indonesia.
Sedikit tips, kapanpun waktu yang tepat menurut Anda untuk membeli rumah, pastikan bahwa Anda telah menghitung segala anggaran yang ada dengan baik.
Termasuk juga mempersiapkan modal dan dana dalam membeli sebuah. Sebab, meskpiun Anda hendak membeli rumah dijual di Tangerang dengan metode KPR, Anda tetap harus mengeluarkan sejumlah uang.
Pengin mendapatkan rumah dengan harga murah dari seluruh wilayah di Indonesia? Jangan lupa kunjungi situs properti terbesar dan terpercaya 99.co/id (biasa disebut 99.co Indonesia).
Semoga informasi ini bermanfaat, selamat membeli rumah!


40 komentar:

  1. untuk beberapa waktu kedepan masih asyik untuk kontrak, cs beberapa pertimbangan dan sudah ada tabungan rumah.
    harga perumahan hampir semua dikatakan "mahal", walaupun bersubsidi, karena ada syaratnya.
    jauh di tangerang, tapi kalau masalah investasi mungkin jauh tidak jadi masalah. tapi beberapa hal yang akan dilalui.

    BalasHapus
  2. Nah, PR ini buat mengetahui kapan moment ketika harga rumah bisa turun. Perlu memerhatikan fluktuasi harganya. Pantau terus ya kalo mau dapat rendah.

    BalasHapus
  3. Lagi-lagi memang soal keuangan ya. Milih saat keuangan stabil itu wajib. Kalau mantau harga2, kudu tanya yang lebih tepat ya

    BalasHapus
  4. Setuju poin keuangan harus stabil dulu. Karena punya rumah sendiri kebutuhan pun makin bertambah. Perabot, perawatan, sosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan lain-lain.

    BalasHapus
  5. unik juga ini, aku sebelumnya belum kepikiran untuk beli rumah saat musim hujan. Secara logika masuk akal

    BalasHapus
  6. Hal ini bisa diterapkan di kota-kota lain saat mau beli properti juga ya Kang. Terlebih poin ke-5 itu dulu terpenuhi, selanjutnya cari waktu yg tepat sesuai poin2 sebelumnya ya Kang hjeeeee

    BalasHapus
  7. Tanggerang makin ramai ya
    meski dulu kota penyangga jakarta..tanggerang sudah menjdi daerah pilihan untuk mencari tempat tinggal bagi pasangan muda
    jadi harga rumah di sana udah lumayan ya

    BalasHapus
  8. Oke kak, sudah melihat type rumah yang cucuk, baru akan berencana membeli perumahan tersebut. Pokoknya kudu dekat. Semoga cepat dan tepat serta menemukan

    BalasHapus
  9. Wah, ini adalah post yang cocok untuk aku yang bermimpi pengen punya rumah. Selain di tangerang, aku memperhitungkan depok nih. Doain ya dapat yang cocok

    BalasHapus
  10. karena rumah masuk investasi, jadi tiing emang perlu banget diperhitungin. Terutama KPR, kudu jeli dan ngeerti sejak muda nih aku :)

    BalasHapus
  11. Bener banget aku suka perhatiin bunga KPR bisa mencapai 20% kan lumayan banget buat cicilan.

    BalasHapus
  12. Waw, Saya pikir mesti beli di pagi, siang atau sore hari tadinya :)
    Setuju banget dengan poin kita beli rumah di waktu saat kondisi keuangan stabil, biar ga riweh dengan bertambahnya tagihan setiap bulannya. Maklum kalau saya belinya pasti nyicil, ga akan mampu kalau mesti beli tunai.

    BalasHapus
  13. Saatnya menabung kembali, kali ini untuk bisa DP rumah ��. BISMILLAH SAJA SUDAH

    BalasHapus
  14. Bagus banget tips-nya, apalagi yang terakhir. Saat keuangan stabil. Hehehehe

    BalasHapus
  15. Baru tau ternyata ada waktu-waktu tertentu dimana harga properti bisa jadi lebih murah, apalagi Tanggerang bnyak perusahaan properti dg kualitas yg bagus

    BalasHapus
  16. Dulu pernah ditawari untuk kredit rumah di Tangerang, tapi saya sendiri kurang sreg dengan air dan transportasi umum yang ada. Maka tawaran itu saya tolak. Depok masih the best buat ku hahahaha

    BalasHapus
  17. Ternyata banyak faktor yang memengaruhi penjualan sebuah rumah ya, mas. Dan yang menarik adalah musim ternyata berpengaruh juga ya dan alasannya masuk akal.
    Kayaknya beberapa faktor berlaku tidak hanya di Tangerang, di Bogor juga berpengaruh.

    BalasHapus
  18. Ternyata ada waktu-waktu khusus dalam membeli rumah ya. Saya juga mulai merancang kapan harus membeli rumah, tapi katanya harga properti bakal naik dari hari ke hari

    BalasHapus
  19. Ouwwww *manggut manggut*
    Makasiii banget Kang Ali.
    Ini ilmu baru buat diriku
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  20. Suku bunga beberapa tahun ini gak ada yang turun kang.. hahaha
    naik terus kayak lagu naik ke puncak gunung.
    Trus satu lagi, keuangan lagi pada menurun kang, di komplek kami udah ada 3 rumah yang dijual karena suku bunga naik terus, kebutuhan meningkat tapi gaji stagnan/ppenghasilan malah menurun

    BalasHapus
  21. Tangerang sudah padat bener sekarang ya bang. Eh tapi bener loh emang lebih perlu cari rumah saat musim hujan karena banyak lokasi perumahan yang rentan kena banjir.

    BalasHapus
  22. Jadi beli rumah atau properti pun perlu perhatiin waktunya juga ya Kang. Aku kira begitu uang udah terkumpul baik untuk DP atau setengah maupun full, bisa langsung survei ke pengembangan propertinya hehhee
    Terima kasih sharingnya, Kang

    BalasHapus
  23. Membeli rumah saat musim hujan. Ini tips baru dan keren, Kang Ali. Selain harga lebih murah, juga sekalian cek lokasi apakah bebas banjir atau tidak ya, Kang.
    Dan Tanggerang memang kota yang terus berkembang. Letaknya dekat Jakarta, menjadi pilihan banyak orang.

    BalasHapus
  24. Harga rumah melambung tinggi memang ya di mana-mana..Semoga kita dimudahkan ya punya rumah sendiri, lebih tenang rasanya.

    BalasHapus
  25. OMG infonya mnarik banget soalnya kita tuh awam banget soal jual beli property ternyata ada waktu terbaik dan beberpa hal yang sebelumnya gak kepikiran sebelum beli rumah.

    BalasHapus
  26. Membeli rumah saat musim hujan ada gunanya juga. Kita jadi tau rumahnya dalam kondisi baik apa gak, atapnya bocor apa gak? Daerah banjir apa gak...

    Ya kan.. Hehehehe

    BalasHapus
  27. Tangerang menurutku masih daerah yg jauh dari pusat ibukota Jakarta , akomodasi menuju daerah Tangerang pun masih minim. But tq for sharing nyaa

    BalasHapus
  28. Setuju nih sama tipsnya, harus dilihat situasi dan kondisi barulah kalau keuangan stabil, tinggal gasss

    BalasHapus
  29. Setuju dengan kelima faktornya. Saya dan suami waktu mutasi ke Jakarta tahun 2006 dan cari rumah sengaja pas musim hujan. Jadi keliling ke berbagai komplek perumahan pas hujan atau habis hujan. Jadi tahu mana daerah banjir mana yang enggak. Dan akhirnya benar saja, daerah tempat tinggal kami sekarang beneran memang yang bebas banjir

    BalasHapus
  30. Nah. Nomer lima ini yang paling penting. Karena kalo mau beli rumah ya, harus punya uang

    BalasHapus
  31. Wah aku juga merasakan bagaimana perkembangan Tanggerang kota. Udah banyak perubahan dari pembangunan properti, tapi kalo untuk infrastruktur transportasi menurut aku masih agak kurang. Semoga aja Tanggerang jadi lebih baik dalam semua aspek tata kotanya.

    BalasHapus
  32. Beli rumah saat musim hujan itu unik sekali kurasa. Jarang2 orang tau soal ini. Jadi makin nyatalah ya bahwa hujan itu rahmat.

    BalasHapus
  33. jadi mikir waktu beli rumah saya harinya hujan atau panas ya ?
    hehehe lupa
    saya beli rumah di komplek yang baru dibangun waktu itu
    pengembangnya juga terpecaya
    jadi alhamdulillah ga masalah

    BalasHapus
  34. tangerang sangat amat padat mas. saya sudah beberapa kali kesana, dan makin lama makin makin aja lah padatnya pokoknya. tpi ok juga nih tips nya mas. tfs ya mas.

    BalasHapus
  35. Wah baru tahu nih faktor2 ini, terutama musim hujan, iya jg yaa.. Wah jadi pembelajaran, soalnya adik mau beli rumah

    BalasHapus
  36. Gk.kepikiran beli rmh daerah tanggerang panas gk.kuat dah. Jauh pula

    BalasHapus
  37. No 5 setuju bangeet . Banyaak yang awalnya modal nekat untuk ingin punya rumah tapi setelah nya jadi pontang panting untuk bayar cicilan nya . Makanya lebih suka kalau punya rejeki langsung blek sekiaaan puluh atau ratus juta beli langsung tanpa nyicil. Tapi ya kapan ya punya uang segitu banyak . Yang penting berdoa dlua aja semoga rejeki nya lancar.

    BalasHapus
  38. Musim hujan unik tuh. Jarang2 orang ada tau waktu beli rumah di musim itu biar agak miring harga sikit. Nyatalah berarti bahwa hujan itu adalah rahmat.

    BalasHapus
  39. Suamiku juga pernah bilang sebelum beli rumah, dateng ke daerahnya setelah abis hujan. Untuk lihat di daerah itu banjir atau nggak.
    Btw, makasi tips nya. Bisa diterapkan di daerah luar tangerang juga nih.

    BalasHapus
  40. Ada musimnya juga ya, aku baru tahu lho. Makasih infonya ya kak, Aku juga mau beli rumah tapi gak di tanggerang soalnya kejauhan. Lha, aku tinggal di bintan

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman