Senin, 22 Juni 2015

Islamic Center Samarinda Masjid Terbesar Kedua di Asia


Islamic Center Samarinda menjadi salah satu Masjid yang ingin saya kunjungi. Makanya, beberapa waktu lalu, saat berkunjung ke sana, setelah istirahat sekitar 3 jam, melepas lelah usai perjalanan udara dari Jakarta-Balikpapan dan perjalanan darat dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju Samarinda yang memakan waktu kurang lebih 2.5 jam, saya segera menuju Masjid Islamic Center Samarinda. Kebetulan dari tempat saya menginap hanya perlu waktu sekitar 15 menit menggunakan taksi.
 Bayangan Islamic Center yang saya lihat waktu melewati Jembatan Mahakam membuat saya tidak sabar untuk segera shalat di sana. Islamic Center jika dilihat dari Jembatan Mahakan, terasa sekali romantisnya. Saya tidak mau melewatkan Shalat Jumat di masjid ini.
Masjid Islamic Center dari Depan (Foto: Alee)

Terbesar kedua di Asia
Kota Samarinda pantas bangga dengan Masjid Islamic Centernya, yang merupakan masjid terbesar kedua di Asia setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid terlihat menawan.
Sebelum jumatan, saya sempatkan mengelilingi area parkir depan masjid yang luas dan lapang. Konon area parkir bisa menampung 200 mobil dan 138 buah sepeda motor. Area parkir juga disediakan disamping kiri, kanan dan sisi belakang masjid yang mampu menampung 391 mobil dan 430 sepeda motor.
Di area parkir itu pula, disediakan toilet pria dan wanita untuk para jamaah. Di lantai tersebut pula terdapat Ground water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu.
Dari area parkir bagian kanan pintu gerbang, berdiri menara utama setinggi 99 Meter dengan kubahnya yang besar. Menara utama memiliki bangunan 15 lantai. Masing-masing lantai memiliki tinggi rata-rata 6 meter.
Yang menakjubkan, dinding luar menara dikelilingi lafaz Asmaul Husna yang dilapis batu granit, dengan teknik pembuatan water jet. menaranya diilhami dari Masjid Nabawi Madinah sedangkan Kubahnya diilhami dari Masjid Haghia Sophia Istambul.
Beduk Besar di Depan Pintu Masuk (Foto: Alee)
Selain menara utama, pada keempat sudut bangunan dilengkapi dengan menara yang disebut Menara Sudut Satu, Dua, Tiga dan Empat. Tingginya 66 meter. Bagian atas menara yang disebut makara menggunakan material kuningan ketok. Untuk mencapai lantai paling atas dari menara tersebut harus menggunakan tangga.
Sedangkan di bagian depan dari bangunan berdiri dua menara yang disebut Menara Kembar Satu dan Dua. Menara Kembar ini lebih pendek dari menara-menara yang lain. Namun kesemuanya tetap indah karena dinding luarnya selain lapis cat tekstur, juga dilapisi dinding Granit Juparana Kuning dan Juparana Coklat yang diimport dari Luar Negeri.
Masuk bangunan masjid kita akan mendapati selasar yang mengelilingi masjid. Selasar menghubungkan Gerbang Utama dan Menara Utama menuju bangunan utama masjid. Interior dan material finishing selasar penghubung sangat indah.
Kolomnya yang berjumlah ratusan buah dilapis cat tekstur halus dengan kolomnya dari batu alam oster yellow. Lantainya menggunakan material keramik dengan border granit. Sedangkan plafonnya dari kayu nyatoh lapis cat melamik. Pada dinding sisi dalam menempel lampu-lampu lapis kuningan dengan warna kekuningan sebagai penerang di malam hari yang menimbulkan kesan romantis.

Terlihat Romantis
Setelah melewati pintu gerbang utama, saya mengambil wudhu di tempat wudhu yang berada di tengah-tengah plaza depan masjid. Tempat wudhu ada juga di sisi kiri dan sisi kanan masjid. Konon, Plaza masjid mampu menampung 10.000-an jamaah. Sebuah beduk dengan diameter 1,8 meter seolah menyambut jamaah di serambi masjid.
Serambi dihiasi lampu gantung kristal dan lampu dinding yang unik bertuliskan kaigrafi huruf Arab. Masjid dilengkapi elevator, lift, serta jalur khusus penyandang cacat untuk memudahkan orang mencapai lantai yang lebih tinggi.
Lantai Dasar Masjid digunakan sebagai Ruang Multipurpose. Di ruangan yang mampu menampung 5.000 orang ini sering digunakan untuk tempat resepsi pernikahan maupun seminar dan Tabligh Akbar.
Saya kemudian masuk ruang utama masjid melalui tangga utama. Yang unik dari tangga utama ini adalah jumlah anak tangganya yang mencapai 33. Mencerminkan jumlah tasbih. Ruang utama mampu menampung jamaah sebanyak 20.000 orang. 
Tempat Wudhu yang Besar dan Bersih (Foto: Alee)

Mata saya melihat sekeliling, ternyata di sekeliling ruang utama masih ada Lantai Mezzanine yang mampu menampung 10.000 jamaah. Untuk mencapai lantai mezzanine dapat menggunakan tangga yang terdapat di 4 menara sudut dan juga di sisi kiri dan kanan bangunan.
Ruang utama shalat menampilkan kesan yang tak kalah megah namun menyejukkan. Penggunaan material granit pada lantai dengan pilihan warna krem muda beraksen garis vertikal hitam semakin padu dengan dinding mihrab berwarna gelap.
Pada area Mighrab, dindingnya menggunakan marmer hijau dengan aksen kerawangan berjumlah 12 buah. Di dalam kerawangan ini terdapat speaker sebagai pengeras suara. Kemegahan area mighrab yang sekaligus sebagai ruang Imam makin terasa dengan adanya Mimbar untuk Khotbah menggunakan material kayu jati pilihan finish melamine.
Mihrabnya Sangat Indah dan Cantik (Foto: Alee)
 Plafon kubah utama yang berbentuk "Dome" menggunakan metal perforated dengan ornamen fuber reinforcement plastic dihiasai lampu lapis kaca patri pada bagian tengah paling atas. Pada plafon gypsum selain penerangannya menggunakan downlight, juga dihiasi dengan lampu-lampu gantung yang memperindah suasana.Rasanya sangat rugi jika ke Samarinda, tetapi tidak bersujud di masjid ini.
@KreatorBuku

4 komentar:

  1. megah dan cantik ya kang mesjidnya....itu tempat wudhu gede banget..moga kesampaian bisa ke kalimantan...aamiin...met puasa kang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mbak Dedew
      Moga secepatnya keliling Kalimantan Mbakyu ... kalau udah di Kalimantan kerasanya kayak di Jawa, lha ... penghuninya wong jowo juga, hehe.
      Met puasa juga ...

      Hapus
  2. Wah, dari segi interiror dan eksterior, Masjid Agung Bandung, kalah, nih

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar