Rabu, 07 Desember 2016

Jual Produk ke Pasar Luar Negeri Lebih Untung Dengan e-Rate

 

BALLROOM Hotel Papandayan Bandung yang awalnya tenang karena sedang menyimak cara mengoptimalkan salah satu fitur perbankan yang ditawarkan Bank Central Asia BCA, mendadak penuh tawa saat seorang peserta mengisahkan pengalaman mengirim barang ke luar negeri dan ternyata pesawatnya delay hampir seharian.
“Daripada saya harus bayar penitipan yang sangat mahal, akhirnya saya sewa preman untuk jaga barang di jalan,” kata Ibu pengusaha Jasa Pengiriman Barang tersebut dengan lantang. “Kalau bayar di penitipan bisa tekor, soalnya selama ini saya bayar pengiriman barang ke luar negeri pakainya rupiah bukan dolar, padahal di luar negeri harus pakai dolar. Belum tahu cara bayar pakai dolar,” lanjutnya disertai derai tawa.
“Selama ini gimana ibu membayar?” tanya Ibu Winda, salah satu pemateri dari BCA dalam acara Small Medium Entreprise Indonesia Industris Meeting yang diadakan smeindonesia.org didukung oleh BCA di Hotel Papandayan Bandung, Rabu, 23 November 2016.

Winda dari BCA sedang berbincang dengan peserta (Foto Kang Alee)

“Dari pihak luar memberikan nilai dolar dalam bentuk rupiah, terus saya bayar pakai rupiah,” jawab Ibu tersebut apa adanya.
Pegalaman ibu tersebut menjadi salah satu bukti, pengusaha-pengusaha kita, terutama yang bergerak di ranah Usaha Kecil Menengah (UKM) masih belum banyak yang tahu cara bertransaksi ke luar negeri.
Padahal, seandainya saja para pemilik UKM mengetahui cara bertransaksi yang aman, mudah, dan menguntungkan dengan menggunakan mata uang asing, apa yang dialami Ibu pengusaha di atas tidak akan terjadi.
Ada banyak cara bertransaksi menggunakan mata uang asing yang dilakukan oleh bank-bank di Indonesia, salah satunya adalah Bank Central Asia melalui fitur transaksai valuta asing (Valas) e-Rate BCA.

Transaksi Valas
Tidak bisa dipungkiri, dalam persaingan dagang yang sangat ketat belakangan ini, UKM harus berani menjual produknya ke pasar luar negeri. Oleh karena itu penting sekali mengetahui transaksi valuta asing supaya lebih mudah dalam bertransaksi.
Transaksi valas merupakan pembayaran menggunakan valuta asing/ valas (mata uang) yang digunakan negara setempat. Tidak mungkin kan, kita menjual suatu barang dari Indonesia ke luar negeri, misalnya Jepang dengan menggunakan mata uang rupiah?

Perwakilan dari SMEI (foto Kang Alee)

Begitu pun sebaliknya, pada saat UKM membeli barang atau bahan dari luar negeri dan membayarnya dengan mata uang rupiah. Bisa saja dengan mata uang rupiah, tetapi sangat tidak ekonomis. Nah, pada saat terjadi transaksi antar neraga itulah akan terjadi yang namanya Transaksi Valas.
Ada dua kurs valas yang diperkenalkan BCA; Kurs Telegraphic Transfer (TT) Counter Rate dan Kurs Bank Notes. Perbedaan keduanya, jika Kurs Telegraphic Transfer (TT) digunakan untuk  transaksi pemindahbukuan antar rekening, sedangkan Kurs Bank Notes digunakan apabila terdapat transaksi jual beli  fisik Bank Notes.

e-Rate BCA
Bank Central Asia (BCA), sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia ingin membantu para UKM supaya bisa menjual produknya di luar negeri alias go international. Maka BCA memperkenalkan  transaksi valuta asing melalui BCA yang di sebut Electronic Rate atau e-Rate BCA.
Transaksi valas e-Rate BCA memberikan Kurs yang lebih baik kepada nasabah. E-Rate menggunakan kurs real-time  yang digunakan untuk bertransaksi pada seluruh media e-Channel BCA dengan rate yang lebih baik. Selain itu e-Rate memudahkan nasabah dalam bertransaksi valuta asing tanpa harus mengunjungi cabang.
Untuk transfer antar rekening BCA dari mata uang rupiah ke mata uang valas atau sebaliknya melalui e-channel BCA, dapat menggunakan mata uang USD dan SGD. Sedangkan untuk Kiriman Uang Valas ke Bank Lain (baik dalam ataupun luar negeri) dapat melalui KlikBCA Bisnis menggunakan 14 mata uang asing, yaitu USD, SGD, HKD, CHF, GBP, AUD, JPY, DKK, CAD, EUR, SAR, NZD, CNY, dan SEK, baik dengan sumber dana rupiah maupun valas.
Para UKM yang datang dari Bandung, Garut, dan Kabupaten Bandung bertemu (Foto Kang Alee)

Untuk mendapatkan informasi mengenai  nilai kurs  e-Rate, Anda dapat mengakses melalui website BCA http://www.bca.co.id/e-rate, selain itu juga pada fitur Informasi kurs di elektronik channel BCA, seperti ATM BCA, m-BCA, KlikBCA Individu dan KlikBCA Bisnis.
Nasabah BCA dapat melakukan transaksi e-Rate melalui media e-Channel BCA dengan besaran maksimal transaksi valas USD 25,000 (equivalent) dalam bulan berjalan. Nasabah tidak dapat menggunakan e-Rate di seluruh e-Channel BCA jika akumulasi transaksi valas nasabah telah mencapai USD 25,000 (equivalent)
Jika akumulasi transaksi telah tercapai USD 25,000 (equivalent), nasabah dapat bertransaksi melalui cabang BCA terdekat dengan menyertakan dokumen underlying sesuai peraturan Bank Indonesia No. 17/13/PBI/2015. Jika akumulasi transaksi telah mencapai USD 25,000 (equivalent), nasabah dapat kembali bertransaksi dengan menggunakan e-Rate pada bulan selanjutnya.
Pada acara yang diikuti oleh UKM dari berbagai daerah di Bandung, Cimahi, dan Garut ini diramaikan pula dengan TalkShow yang menghadirkan Ibu Ade dari Pengusaha Hotel Jawa Barat, Bapak Bakrie, dan Bapak Lian Lubis dari BCA.

TalkShow yang Mencerahkan (Foto Kang Alee)

Ibu Ade selama ini telah membantu menjual hotel yang ada di Jawa Barat kepada wisatawan luar negeri melalui beberapa platform media online. Begitu pun Bapak Bakrie, telah menjual hasil kerajian tangan seperti kubah masjid ke berbagai negara di dunia. Mereka memanfaatkan e-Rate BCA untuk transaksi. []


@KreatorBuku

4 komentar:

  1. Masih blm ngrti prosedur e-Rate ini.
    Lari ke situsnya aja ah.. Hehe

    BalasHapus
  2. Wah fasilitas kece ini kang, memudahkan pengusaha ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga baru tahu, padahal udah cukup lama lho

      Hapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar