SAYA ngeblog sudah cukup lama, sejak zaman platform berinsial “M” berdiri dan menjadi platform blog paling banyak peminatnya. Waktu itu ngeblog benar-benar ingin berbagi pengalaman, sayang sekali platform tersebut gulung tikar.
Padahal saat itu, platform blog tersebut paling user frendly karena kita tinggal daftar, bikin akun, pilih templet yang kita sukai, ganti visual, lalu nulis, jadilah blog kita. Kita bisa menulis apa pun di sana tanpa takut dikritisi.
Saat bikin akun di sana, saya sama sekali tidak memikirkan apa pun kecuali akun  dengan nama sendiri karena memang itu yang saya inginkan. Ingin membranding diri sendiri, hehehe.
Seiring dengan perkembangan dunia bloging yang semakin cerah, saya akhirnya beli domain sendiri. Karena memang tujuannya untuk berbagi, saya menggunakan domain dengan nama sendiri. Bahkan, hingga sekarang, domain utama dan sering saya gunakan domain tersebut.
Mengapa saya menggunakan nama saya untuk blog utama saya? Jika dulu saya tidak pernah memikirkan cara memilih nama domain yang menurut saya penting, saat saya menggunakan domain pribadi, paling tidak ada 5 hal penting yang saya pikirkan;
Pertama Mudah Diucapkan
Apa yang pertama kali ada dalam pikiran ketika mau beli domain? Dalam pikiran saya, domain harus mudah diucapkan. Kebetulan nama saya mudah diucapkan, jadi pilih nama sendiri sebagai domain.
Kenapa domain harus mudah diucapkan? Supaya mudah diingat, sehingga orang ketika akan membaca-baca tulisan kita bisa langsung cari lewat Mbah Google. Kalau susah diucapkan, selain susah mencarinya, pembaca juga susah menghapalnya, hehehe.
Sayang banget kan, kalau punya domain, tetapi pembaca tidak mengingat domain kita. Padahal kita punya blog untuk berbagi dengan pembaca.
Kedua, Tidak Melanggar Hak Cipta
Bagian kedua ini menurut saya sangat penting, domain tidak melanggar hak cipta. Karena saya bergelut di bidang kreatif, saya nggak mau dong, punya karya yang melanggar hak cipta, termasuk nama domain.
Sayang sekali kalau kita punya domain bagus, tetapi di tengah jalan ternyata digugat karena ternyata domain kita melanggar hak cipta orang lain. Selain merepotkan kita nggak enak sama pembaca kita, hehehe


Ketiga, Tidak Panjang
Kebanyang nggak sih, kalau domain blog atau web kita sepanjang kereta api? Selain susah sekali saat cari di mesin pencari, pembaca juga sudah nyerah duluan sebelum cari. Selain itu, pembaca juga pasti akan susah menghapal.
Jadi saran saya, kalau mau cari domain, cari domain dengan maksimal tiga (3) kata saja, jangan banyak-banyak. Tiga (3) kata saja sudah cukup banyak, lho, apalagi lebih dari 3 kata.
Keempat, Brandable
Kita sering mendengar kata Branded kan? Seperti baju branded, tas branded, dan sebagainya.
Branded berasal dari kata brand yang sebenarnya jika diartikan dalam satu (1) kata adalah karakter. Tapi, brand sekarang lebih digunakan sebagai pengganti kata merek. Jadi yang dimaksud baju branded dan sebagainya adalah baju bermerek.
Nah, sebisa mungkin ketika kita memilih domain, domain tersebut akan jadi merek kita sebagai pemiliknya. Kenapa sih, harus bisa jadi merek? Supaya pembaca kita ingat dengan domain kita dan mudah ketika akan mencari tulisan-tulisan kita.
Kelima, Belum Dipakai Orang Lain
Bagian kelima ini gampang-gampang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa cari domain yang belum dipakai orang lain, buktinya banyak yang bisa melakukan, hehehe.
Memang kenapa sih, domain harus belum dipakai sama orang lain? Bukan apa-apa, takutnya domain tersebut telah digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti jual barang yang nggak-nggak, dipakai nyepam, dan sebagainya.


Cara Mudah Cari Domain
Setelah tahu tips cari domain versi saya, lalu bagaimana cara mudah mencari domain? Berikut ini tahapan-tahapan singkatnya;
1). List Daftar Nama Domain
Supaya domain yang kita beli tidak membuat kita menyesal, ada baiknya kita buat list domain yang kita inginkan. List ini manfaatnya sangat banyak, terutama kalau ternyata domain yang kita pilih sudah dibeli orang lain. Nah, dengan adanya list nama-nama domain, kita akan mudah mencarinya.
2). Cek Ketersediaan Domain
Dari list domain yang sudah kita buat, tahapan selanjutnya adalah mengecek ketersediaan setiap domain yang sudah kita list. Kita tidak perlu mengeceknya satu persatu, kita cukup mengeceknya melalui mesin yang sudah disediakan. Akan tetapi, kalau mau cek satu-satu bisa cek melalui perusahaan penyedia domain, terutama penyedia domain murah.
3). Segera Order
Bagian ketiga ini penting banget, begitu domain yang kita incar masih ada, sesegera mungkin order nama domain tersebut. Lho, kok, secepat itu sih, belinya?


Pengalaman saja ya, saya pernah mengincar salah satu domain, sudah mau booking eh, kelupaan, esok hari cek lagi, ternyata domain tersebut sudah dimiliki orang lain. Kalau sudah begini, kita nggak bisa apa-apa, yang ada menyesal.
Sementara neh, kalau kita paksa beli domain tersebut, bisa jadi harganya sangat mahal karena tahu kita butuh domain tersebut. So, begitu dapat domain yang kita incar, segera order sebelum menyesal kemudian.
Itu saja, tips memilih domain ala saya, semoga bermanfaat.

5 Tips Penting Memilih Domain yang Aman Menurut Saya




SAYA ngeblog sudah cukup lama, sejak zaman platform berinsial “M” berdiri dan menjadi platform blog paling banyak peminatnya. Waktu itu ngeblog benar-benar ingin berbagi pengalaman, sayang sekali platform tersebut gulung tikar.
Padahal saat itu, platform blog tersebut paling user frendly karena kita tinggal daftar, bikin akun, pilih templet yang kita sukai, ganti visual, lalu nulis, jadilah blog kita. Kita bisa menulis apa pun di sana tanpa takut dikritisi.
Saat bikin akun di sana, saya sama sekali tidak memikirkan apa pun kecuali akun  dengan nama sendiri karena memang itu yang saya inginkan. Ingin membranding diri sendiri, hehehe.
Seiring dengan perkembangan dunia bloging yang semakin cerah, saya akhirnya beli domain sendiri. Karena memang tujuannya untuk berbagi, saya menggunakan domain dengan nama sendiri. Bahkan, hingga sekarang, domain utama dan sering saya gunakan domain tersebut.
Mengapa saya menggunakan nama saya untuk blog utama saya? Jika dulu saya tidak pernah memikirkan cara memilih nama domain yang menurut saya penting, saat saya menggunakan domain pribadi, paling tidak ada 5 hal penting yang saya pikirkan;
Pertama Mudah Diucapkan
Apa yang pertama kali ada dalam pikiran ketika mau beli domain? Dalam pikiran saya, domain harus mudah diucapkan. Kebetulan nama saya mudah diucapkan, jadi pilih nama sendiri sebagai domain.
Kenapa domain harus mudah diucapkan? Supaya mudah diingat, sehingga orang ketika akan membaca-baca tulisan kita bisa langsung cari lewat Mbah Google. Kalau susah diucapkan, selain susah mencarinya, pembaca juga susah menghapalnya, hehehe.
Sayang banget kan, kalau punya domain, tetapi pembaca tidak mengingat domain kita. Padahal kita punya blog untuk berbagi dengan pembaca.
Kedua, Tidak Melanggar Hak Cipta
Bagian kedua ini menurut saya sangat penting, domain tidak melanggar hak cipta. Karena saya bergelut di bidang kreatif, saya nggak mau dong, punya karya yang melanggar hak cipta, termasuk nama domain.
Sayang sekali kalau kita punya domain bagus, tetapi di tengah jalan ternyata digugat karena ternyata domain kita melanggar hak cipta orang lain. Selain merepotkan kita nggak enak sama pembaca kita, hehehe


Ketiga, Tidak Panjang
Kebanyang nggak sih, kalau domain blog atau web kita sepanjang kereta api? Selain susah sekali saat cari di mesin pencari, pembaca juga sudah nyerah duluan sebelum cari. Selain itu, pembaca juga pasti akan susah menghapal.
Jadi saran saya, kalau mau cari domain, cari domain dengan maksimal tiga (3) kata saja, jangan banyak-banyak. Tiga (3) kata saja sudah cukup banyak, lho, apalagi lebih dari 3 kata.
Keempat, Brandable
Kita sering mendengar kata Branded kan? Seperti baju branded, tas branded, dan sebagainya.
Branded berasal dari kata brand yang sebenarnya jika diartikan dalam satu (1) kata adalah karakter. Tapi, brand sekarang lebih digunakan sebagai pengganti kata merek. Jadi yang dimaksud baju branded dan sebagainya adalah baju bermerek.
Nah, sebisa mungkin ketika kita memilih domain, domain tersebut akan jadi merek kita sebagai pemiliknya. Kenapa sih, harus bisa jadi merek? Supaya pembaca kita ingat dengan domain kita dan mudah ketika akan mencari tulisan-tulisan kita.
Kelima, Belum Dipakai Orang Lain
Bagian kelima ini gampang-gampang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa cari domain yang belum dipakai orang lain, buktinya banyak yang bisa melakukan, hehehe.
Memang kenapa sih, domain harus belum dipakai sama orang lain? Bukan apa-apa, takutnya domain tersebut telah digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti jual barang yang nggak-nggak, dipakai nyepam, dan sebagainya.


Cara Mudah Cari Domain
Setelah tahu tips cari domain versi saya, lalu bagaimana cara mudah mencari domain? Berikut ini tahapan-tahapan singkatnya;
1). List Daftar Nama Domain
Supaya domain yang kita beli tidak membuat kita menyesal, ada baiknya kita buat list domain yang kita inginkan. List ini manfaatnya sangat banyak, terutama kalau ternyata domain yang kita pilih sudah dibeli orang lain. Nah, dengan adanya list nama-nama domain, kita akan mudah mencarinya.
2). Cek Ketersediaan Domain
Dari list domain yang sudah kita buat, tahapan selanjutnya adalah mengecek ketersediaan setiap domain yang sudah kita list. Kita tidak perlu mengeceknya satu persatu, kita cukup mengeceknya melalui mesin yang sudah disediakan. Akan tetapi, kalau mau cek satu-satu bisa cek melalui perusahaan penyedia domain, terutama penyedia domain murah.
3). Segera Order
Bagian ketiga ini penting banget, begitu domain yang kita incar masih ada, sesegera mungkin order nama domain tersebut. Lho, kok, secepat itu sih, belinya?


Pengalaman saja ya, saya pernah mengincar salah satu domain, sudah mau booking eh, kelupaan, esok hari cek lagi, ternyata domain tersebut sudah dimiliki orang lain. Kalau sudah begini, kita nggak bisa apa-apa, yang ada menyesal.
Sementara neh, kalau kita paksa beli domain tersebut, bisa jadi harganya sangat mahal karena tahu kita butuh domain tersebut. So, begitu dapat domain yang kita incar, segera order sebelum menyesal kemudian.
Itu saja, tips memilih domain ala saya, semoga bermanfaat.

8 komentar:

  1. Apaan M? Multiply? Hahaha RIIIPPPP...
    Bener banget kalau bisa pilih domain jangan yang alay, jangan yang susah, trus bisa jadi identitas si pemilik blognya ya kang? Dulu pakai keluarga krn waktu itu id/ domain nama sendiri blm beken hahaah, mau ganti udah males :D

    BalasHapus
  2. Aku sendiri sudah menemukan domain yang baik, namun masih penasaran dengan bagaimana caranya membuat domain yang aman untuk kita. Tentu saja, murah di kantong. Terima kasih atas sarannya, Mas. Keren!

    BalasHapus
  3. Domain yang baik penting banget bagi keberlangsungan website. Harga murah bisa jadi pilihan. Perlu nyari waktu yang tepat kapan diskon dan kalau bisa harus sesuai dengan tema

    BalasHapus
  4. Beneer banget, jadi aku tuh beli domain terus lupa bayar pas jatuh tempo karena sibuk urus blog satunya persoalan nunda ini pas mau saya perpanjang harus bayar mahal.

    BalasHapus
  5. aku pengin ganti domain krn biar lebih simpel lagi pengucapannya, kemarin sih promo yg id itu tapi krn ragu jadinya ga jadi ambil, begitu naik harga menyesaaal :(

    BalasHapus
  6. Seru ya, kang Ali..
    Memilih nama blog ini bagaikan memberikan nama untuk anak.
    Jangan salah dari awal, karena bakalan nempel di benak orang lain dengan image tersebut.

    BalasHapus
  7. Nah, kalau aku malah pengen ngerombak lagi nih theme domain. Supaya lebih eye catching. Aku juga mau beli domain baru buat blog aku yang wordpress.

    BalasHapus
  8. Setuju bgt kak, untung aja kemaren pas beli domain nama Enychan blm ada yg punya soalnya org2 udah kenal dengan nama ala2 gitu supaya jadi branding sendiri kan yaa

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman