Setelah hampir setengah tahun nggak jalan, akhirnya beberapa waktu lalu mulai kembali jalan. Jalan-jalan tipis aja di kota terdekat. Kebetulan didapuk menjadi salah satu peserta event kepenulisan dan harus jalan ke Garut Selatan selama tiga (3) hari, dua (2) malam, jadi perlu persiapan.
Bukan hanya persiapan fisik dan peralatan yang diperlukan selama di sini, melainkan juga persiapan kuota internet. Selama di Garut Selatan saya harus menginformasikan salah satu destinasi wisata di sana di dunia maya, sebelum saya tulis menjadi sebuah tulisan yang layak terbit.
Sebelumnya, saya pernah juga mengekspor beberapa destinasi Kota Garut. Selama mengeksplorasi, saya ditemani Super 4G Unlimited Smartfren untuk menyebarkannya di dunia maya. Berdasar pengalaman tersebut, kali ini pun saya menggunakan 4G Unlimited Smartfren menjadi teman seperjalanan.
Kali ini saya dan beberapa teman blogger menengok Dermaga Santolo. Pada hari yang telah ditentukan, kami berangkat dari Kota Garut sekitar pukul 08.30 WIB.

Perbukitan dan Kebun Teh di Sepanjang Jalan (Foto Ali)
Perjalanan menuju Dermaga Santolo cukup mendebarkan karena kendaraan yang membawa kita melewati perbukitan dengan jalan yang berkelok-kelok. Akan tetapi jangan khawatir, meski berkelok kita tetap bisa menikmati pemandangan indah perbukitan dan kebun teh yang terhampar luas.
Setelah menikmati perjalanan kurang lebih tiga (3) jam, kendaraan masuk kawasan Pantai Santolo dan langsung menuju muara, tempat kapal-kapal nelayan ditambatkan. Kami kemudian naik perahu salah satu nelayan untuk menyeberang menuju Pulau Santolo.

Dermaga Santolo
Siapa pun pasti tahu, dahulu pemerintah kolonial Belanda mengeruk kekayaan alam dari bumi nusantara, salah satu komoditas paling diincar adalah rempah-rempah karena di Eropa rempah-rempah harganya sangat mahal.
Belanda mengeruk kekayaan alam Indonesia tidak hanya dari kawasan timur Indonesia, melainkan juga dari Wilayah Jawa, terutama Jawa Barat yang terkenal dengan komoditas perkebunan seperti karet, teh, dan kopi.
Pemerintah Belanda kemudian membangun jalur transportasi mulai dari daerah Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis hingga Pangandaran. Mulai dari jalan raya, jalur kereta api hingga dermaga. Terhitung ada tiga (3) dermaga yang dibangun di laut pantai selatan Jawa Barat; dermaga yang terletak di Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan Cilauteren atau Santolo.
Berdasarkan penelusuran sejarah, Dermaga Santolo dibangun pada rentang waktu tahun 1910-1913. Dibangun  sebagai jalur pembantu, untuk mengangkut dan mendistribusikan rempah dari Priangan Timur ke Belanda. Dermaga tersebut mampu menampung 50 perahu berkapasitas angkut hingga mencapai lima (5) ton.

Benteng Sisa-Sisa Dermaga Santolo (Foto Ali)
Dermaga Santolo dibangun karena kontur alam yang penuh dengan karang di Cilauteureun, yang menyebabkan kapal - kapal lintas samudera tidak bisa merapat. Maka pada saat itu, kapal-kapal kecil disiagakan di dermaga.
Kapal-kapal tersebut kemudian membawa hasil bumi ke tengah laut tempat kapal- kapal lintas samudera berlabuh. Aktivitas distribusi kekayaaan alam Jawa Barat menuju Eropa ini masih berlangsung ramai hingga tahan 1930-an.
Saat kaki menjejak Pulau Santolo, menara pengintai Dermaga Santolo masih terlihat gagah. Saya dan beberapa teman blogger kemudian masuk melalui gerbang yang sangat sederhana. Ada penjelasan singkat tentang Dermaga Santolo yang terukir di sebuah prasasti.
Tidak jauh dari gerbang, berderet warung-warung yang dibuka setiap weekand atau setiap hollyday. Menurut petugas yang menemani saya dan teman-teman blogger, mereka tutup di hari-hari biasa. Pada hari-hari biasa, hanya beberapa warung yang buka.
Ada batu karang besar bertengger di sebelah kanan jalan yang sangat apik jadi latar untuk berfoto. Sementara di sebelah kiri terlihat pasir keperakan Pantai Sahyangheulang yang indah dan penuh dengan hamparan batu karang. Saya tak kuasa untuk tidak menjejaknya. Di sela-sela karang, berseliweran ikan-ikan kecil yang bermain riang. Benar-benar menggemaskan.
Saya dan teman-teman blogger melanjutkan langkah menuju ujung pantai, ada tembok berbentuk U besar berukuran kurang lebih 1 meter dengan tinggi 5 meter. Saya bayangkan, benteng itu dibuat sangat kuat dengan tumpukan batu bata yang jumlahnya puluhan.
Di antara tembok berbentuk U itulah, dahulu kala berseliweran perahu-perahu nelayan yang mengangkut rempah-rempah hasil bumi yang akan diangkut kapal-kapal besar menuju Belanda.
Saya sempat berdiri di ujung tembok, saya bayangkan bagaimana nelayan-nelayan dahulu bekerja sangat keras mengangkut rempah-rempah. Bayangan tersebut buyar saat seorang teman blogger menunjuk batu yang berdiri tegak di bagian kiri tembok. Batu tersebut sering disebut Batu Tarajeh, entah kenapa bisa disebut seperti itu.
Selama berada di sana, tak sejengkal pun sudut indah dari bekas dermaga yang terlewatkan dari bidikan kamera DLSR yang saya bawa dan bidikan kamera handphone yang langsung saya unggah di media sosial. Semua yang saya lakukan lancar berkat 4G Unlimited Smartfren yang menemani saya selama dalam perjalanan.


 Asyiknya Super 4G Unlimited Smartfren
Semua pasti tahu, saat ini Smartfren menjadi salah satu provider pilihan karena selain lancar, harganya juga ramah di kantong, hehehe. Selain itu smartfren cukup loyal dan royal memanjakan konsumennya. Beberapa produk unggulan dari smartfren yang sering saya gunakan Super 4G Unlimited dan Super 4G kuota.
Saya menggunakan produk tersebut karena memiliki banyak kelebihan dibanding dengan para pesainnya. Paling tidak ada empat (4) keunggulan yang saya rasakan;
1). Harga Terjangkau
Harga yang ditawarkan smartfren untuk paket supernya buat saya sangat terjangkau di bandingkan dengan yang lain. Bayangin, Super 4G Unlimited yang saya pakai harganya cuma Rp.75.000,- saja untuk pemakaian 28 hari dengan batas pemakaian wajar perhari 1GB/ hari selama 24 jam dan kalau telepon ke sesama pengguna smartfren gratis.
Selain paket  Super 4G Unlimited 75rb, ada juga pakai Super 4G Unlimited Lite 50rb. Bedanya hanya pada batas pemakaian wajar perharinya saja, hanya 500 MB/hari. Cukuplah buat anak-anak yang masih sekolah untuk bermedsos dan berkomunikasi.


2). Kuota Besar Tanpa Pembatasan Waktu
Ini salah satu yang saya suka dari Super 4G Unlimited  Smartfren, unlimited yang ditawarkan nggak kaleng-kaleng. Beneran unlimited karena bisa digunakan tanpa pembagian batas waktu. Kita bisa dapat menggunakan paket yang ditawarkan selama 24 jam non stop tanpa perlu khawatir akan kehabisan kuota pagi dan malam.
Coba kalau provider lain, memang sih, yang ditawarkan unlimited, tapi biasanya ada pembatasan waktu penggunaan. Misal kuota yang diberikan 12 GB. Itu akan dipartisi menjadi 2 GB pada jam 06.00-22.00 dan 10 GB pada jam 22.00-06.00. pembatasan ini nggak akan terjadi saat menggunakan smartfren.
3). Bonus untuk Kartu Perdana
Saya kebetukan udah lama pakai Smartfren, hampir tiap bulan adaaa aja bonus yang didapat. Nah, buat kalian yang baru pakai, saat ini setiap beli kartu perdana bakal dapat bonus melimpah. Selain kuota besar selama 24 jam, kalian juga bisa menelepon sepuasnya dengan sesama pengguna smartfren, gratis menelepon 10 menit ke semua operator, dan ... ini yang paling mendebarkan, bisa tukar smartpoint ke kupon memenangkan rumah senilai 1 miliar.
Program Tukar 100 Smartpoint Bisa Menang Rumah ini diundi setiap bulan, jadi siapa pun pengguna smartfren berkesempatan untuk memenangkannya.


Cara mengikuti program tersebut sangat mudah. Kita cukup unduh aplikasi MySmartfren, lalu beli paket, nelepon, SMS untuk mendapatkan smartpoint. Tukarkan 100 smartpoint yang telah kita kumpulkan dengan 1 kupon undian. Setelah itu tinggal nunggu hasil penggundian.
Selain rumah senilai 1 miliar, ada juga hadiah 1 unit mobil Innova Tipe G A/T, 3 unit Vespa tipe LX 125, 5 unit Samsung Note 10, 10 tabungan Sinermas senilai Rp.5000.000,-, 30 unit Samsung A 10s, 450 voucer pulsa 250rb, dan 1000 voucer belanja Tokopedia 100rb.
4. Dapat Digunakan pada Semua Jenis Smartphone
Dulu kita kenal Smartfren bukan sebagai kartu 4G, seiring dengan perkebangan zaman, smartfren beralih ke 4G. Tidak tanggung-tanggung, 4G-nya benar-benar nampol banget karena selain tidak kaleng-kaleng.
Selain itu, kartu smartfren bisa digunakan di semua jenis smartphone Samsung S series, Samsung A series, Oppo F1 Plus, dan masih banyak lainnya. Jadi, kita nggak perlu ragu lagi memilih dan menggunakan smartfren.

Menara Dermaga Santolo dari Kejauhan (Foto Ali)
Setelah puas mengeksplorasi sisa-sisa keindahan Dermaga Santolo, saya dan teman-teman blogger menuju menara yang letaknya di sisi bagian kanan tembok. Perlu naik tangga untuk menuju ke sana. Sayang sekali, pada saat itu menara tidak ada yang menjaga, jadi tidak bisa masuk. Padahal, menara tersebut hingga kini masih berfungsi.
Saya membayangkan, kalau bisa naik menara, pasti bisa melihat keindahan pantai-pantai yang terhampar luas di sana. Tidak hanya Pantai Santolo, melainkan juga Pantai Sahyanghelang, dan pantai-pantai lainnya.
Karena hari mulai sore, saya dan teman-teman blogger meninggalkan Dermaga Santolo dan kembali menggunakan perahu penyeberangan. Dermaga yang penuh sejarah dan masih tetap romantis sebagai destinasi wisata di Garut Selatan.
Buat kalian yang suatu saat akan ke sana, jangan lupa mengabadikan keindahan dan keromantisan yang ada di sana. Jangan lupa pula mengunggahnya di media sosial dengan Super 4G Unlimited Smartfren.
Selamat jalan-jalan!
#UnlimitedTanpaTapi #smartfrenWOW #TanpaTapiChallenge


Jalan-Jalan Ditemani Super 4G Unlimited Smartfren Itu Bikin Perjalanan Makin Menyenangkan



Setelah hampir setengah tahun nggak jalan, akhirnya beberapa waktu lalu mulai kembali jalan. Jalan-jalan tipis aja di kota terdekat. Kebetulan didapuk menjadi salah satu peserta event kepenulisan dan harus jalan ke Garut Selatan selama tiga (3) hari, dua (2) malam, jadi perlu persiapan.
Bukan hanya persiapan fisik dan peralatan yang diperlukan selama di sini, melainkan juga persiapan kuota internet. Selama di Garut Selatan saya harus menginformasikan salah satu destinasi wisata di sana di dunia maya, sebelum saya tulis menjadi sebuah tulisan yang layak terbit.
Sebelumnya, saya pernah juga mengekspor beberapa destinasi Kota Garut. Selama mengeksplorasi, saya ditemani Super 4G Unlimited Smartfren untuk menyebarkannya di dunia maya. Berdasar pengalaman tersebut, kali ini pun saya menggunakan 4G Unlimited Smartfren menjadi teman seperjalanan.
Kali ini saya dan beberapa teman blogger menengok Dermaga Santolo. Pada hari yang telah ditentukan, kami berangkat dari Kota Garut sekitar pukul 08.30 WIB.

Perbukitan dan Kebun Teh di Sepanjang Jalan (Foto Ali)
Perjalanan menuju Dermaga Santolo cukup mendebarkan karena kendaraan yang membawa kita melewati perbukitan dengan jalan yang berkelok-kelok. Akan tetapi jangan khawatir, meski berkelok kita tetap bisa menikmati pemandangan indah perbukitan dan kebun teh yang terhampar luas.
Setelah menikmati perjalanan kurang lebih tiga (3) jam, kendaraan masuk kawasan Pantai Santolo dan langsung menuju muara, tempat kapal-kapal nelayan ditambatkan. Kami kemudian naik perahu salah satu nelayan untuk menyeberang menuju Pulau Santolo.

Dermaga Santolo
Siapa pun pasti tahu, dahulu pemerintah kolonial Belanda mengeruk kekayaan alam dari bumi nusantara, salah satu komoditas paling diincar adalah rempah-rempah karena di Eropa rempah-rempah harganya sangat mahal.
Belanda mengeruk kekayaan alam Indonesia tidak hanya dari kawasan timur Indonesia, melainkan juga dari Wilayah Jawa, terutama Jawa Barat yang terkenal dengan komoditas perkebunan seperti karet, teh, dan kopi.
Pemerintah Belanda kemudian membangun jalur transportasi mulai dari daerah Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis hingga Pangandaran. Mulai dari jalan raya, jalur kereta api hingga dermaga. Terhitung ada tiga (3) dermaga yang dibangun di laut pantai selatan Jawa Barat; dermaga yang terletak di Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan Cilauteren atau Santolo.
Berdasarkan penelusuran sejarah, Dermaga Santolo dibangun pada rentang waktu tahun 1910-1913. Dibangun  sebagai jalur pembantu, untuk mengangkut dan mendistribusikan rempah dari Priangan Timur ke Belanda. Dermaga tersebut mampu menampung 50 perahu berkapasitas angkut hingga mencapai lima (5) ton.

Benteng Sisa-Sisa Dermaga Santolo (Foto Ali)
Dermaga Santolo dibangun karena kontur alam yang penuh dengan karang di Cilauteureun, yang menyebabkan kapal - kapal lintas samudera tidak bisa merapat. Maka pada saat itu, kapal-kapal kecil disiagakan di dermaga.
Kapal-kapal tersebut kemudian membawa hasil bumi ke tengah laut tempat kapal- kapal lintas samudera berlabuh. Aktivitas distribusi kekayaaan alam Jawa Barat menuju Eropa ini masih berlangsung ramai hingga tahan 1930-an.
Saat kaki menjejak Pulau Santolo, menara pengintai Dermaga Santolo masih terlihat gagah. Saya dan beberapa teman blogger kemudian masuk melalui gerbang yang sangat sederhana. Ada penjelasan singkat tentang Dermaga Santolo yang terukir di sebuah prasasti.
Tidak jauh dari gerbang, berderet warung-warung yang dibuka setiap weekand atau setiap hollyday. Menurut petugas yang menemani saya dan teman-teman blogger, mereka tutup di hari-hari biasa. Pada hari-hari biasa, hanya beberapa warung yang buka.
Ada batu karang besar bertengger di sebelah kanan jalan yang sangat apik jadi latar untuk berfoto. Sementara di sebelah kiri terlihat pasir keperakan Pantai Sahyangheulang yang indah dan penuh dengan hamparan batu karang. Saya tak kuasa untuk tidak menjejaknya. Di sela-sela karang, berseliweran ikan-ikan kecil yang bermain riang. Benar-benar menggemaskan.
Saya dan teman-teman blogger melanjutkan langkah menuju ujung pantai, ada tembok berbentuk U besar berukuran kurang lebih 1 meter dengan tinggi 5 meter. Saya bayangkan, benteng itu dibuat sangat kuat dengan tumpukan batu bata yang jumlahnya puluhan.
Di antara tembok berbentuk U itulah, dahulu kala berseliweran perahu-perahu nelayan yang mengangkut rempah-rempah hasil bumi yang akan diangkut kapal-kapal besar menuju Belanda.
Saya sempat berdiri di ujung tembok, saya bayangkan bagaimana nelayan-nelayan dahulu bekerja sangat keras mengangkut rempah-rempah. Bayangan tersebut buyar saat seorang teman blogger menunjuk batu yang berdiri tegak di bagian kiri tembok. Batu tersebut sering disebut Batu Tarajeh, entah kenapa bisa disebut seperti itu.
Selama berada di sana, tak sejengkal pun sudut indah dari bekas dermaga yang terlewatkan dari bidikan kamera DLSR yang saya bawa dan bidikan kamera handphone yang langsung saya unggah di media sosial. Semua yang saya lakukan lancar berkat 4G Unlimited Smartfren yang menemani saya selama dalam perjalanan.


 Asyiknya Super 4G Unlimited Smartfren
Semua pasti tahu, saat ini Smartfren menjadi salah satu provider pilihan karena selain lancar, harganya juga ramah di kantong, hehehe. Selain itu smartfren cukup loyal dan royal memanjakan konsumennya. Beberapa produk unggulan dari smartfren yang sering saya gunakan Super 4G Unlimited dan Super 4G kuota.
Saya menggunakan produk tersebut karena memiliki banyak kelebihan dibanding dengan para pesainnya. Paling tidak ada empat (4) keunggulan yang saya rasakan;
1). Harga Terjangkau
Harga yang ditawarkan smartfren untuk paket supernya buat saya sangat terjangkau di bandingkan dengan yang lain. Bayangin, Super 4G Unlimited yang saya pakai harganya cuma Rp.75.000,- saja untuk pemakaian 28 hari dengan batas pemakaian wajar perhari 1GB/ hari selama 24 jam dan kalau telepon ke sesama pengguna smartfren gratis.
Selain paket  Super 4G Unlimited 75rb, ada juga pakai Super 4G Unlimited Lite 50rb. Bedanya hanya pada batas pemakaian wajar perharinya saja, hanya 500 MB/hari. Cukuplah buat anak-anak yang masih sekolah untuk bermedsos dan berkomunikasi.


2). Kuota Besar Tanpa Pembatasan Waktu
Ini salah satu yang saya suka dari Super 4G Unlimited  Smartfren, unlimited yang ditawarkan nggak kaleng-kaleng. Beneran unlimited karena bisa digunakan tanpa pembagian batas waktu. Kita bisa dapat menggunakan paket yang ditawarkan selama 24 jam non stop tanpa perlu khawatir akan kehabisan kuota pagi dan malam.
Coba kalau provider lain, memang sih, yang ditawarkan unlimited, tapi biasanya ada pembatasan waktu penggunaan. Misal kuota yang diberikan 12 GB. Itu akan dipartisi menjadi 2 GB pada jam 06.00-22.00 dan 10 GB pada jam 22.00-06.00. pembatasan ini nggak akan terjadi saat menggunakan smartfren.
3). Bonus untuk Kartu Perdana
Saya kebetukan udah lama pakai Smartfren, hampir tiap bulan adaaa aja bonus yang didapat. Nah, buat kalian yang baru pakai, saat ini setiap beli kartu perdana bakal dapat bonus melimpah. Selain kuota besar selama 24 jam, kalian juga bisa menelepon sepuasnya dengan sesama pengguna smartfren, gratis menelepon 10 menit ke semua operator, dan ... ini yang paling mendebarkan, bisa tukar smartpoint ke kupon memenangkan rumah senilai 1 miliar.
Program Tukar 100 Smartpoint Bisa Menang Rumah ini diundi setiap bulan, jadi siapa pun pengguna smartfren berkesempatan untuk memenangkannya.


Cara mengikuti program tersebut sangat mudah. Kita cukup unduh aplikasi MySmartfren, lalu beli paket, nelepon, SMS untuk mendapatkan smartpoint. Tukarkan 100 smartpoint yang telah kita kumpulkan dengan 1 kupon undian. Setelah itu tinggal nunggu hasil penggundian.
Selain rumah senilai 1 miliar, ada juga hadiah 1 unit mobil Innova Tipe G A/T, 3 unit Vespa tipe LX 125, 5 unit Samsung Note 10, 10 tabungan Sinermas senilai Rp.5000.000,-, 30 unit Samsung A 10s, 450 voucer pulsa 250rb, dan 1000 voucer belanja Tokopedia 100rb.
4. Dapat Digunakan pada Semua Jenis Smartphone
Dulu kita kenal Smartfren bukan sebagai kartu 4G, seiring dengan perkebangan zaman, smartfren beralih ke 4G. Tidak tanggung-tanggung, 4G-nya benar-benar nampol banget karena selain tidak kaleng-kaleng.
Selain itu, kartu smartfren bisa digunakan di semua jenis smartphone Samsung S series, Samsung A series, Oppo F1 Plus, dan masih banyak lainnya. Jadi, kita nggak perlu ragu lagi memilih dan menggunakan smartfren.

Menara Dermaga Santolo dari Kejauhan (Foto Ali)
Setelah puas mengeksplorasi sisa-sisa keindahan Dermaga Santolo, saya dan teman-teman blogger menuju menara yang letaknya di sisi bagian kanan tembok. Perlu naik tangga untuk menuju ke sana. Sayang sekali, pada saat itu menara tidak ada yang menjaga, jadi tidak bisa masuk. Padahal, menara tersebut hingga kini masih berfungsi.
Saya membayangkan, kalau bisa naik menara, pasti bisa melihat keindahan pantai-pantai yang terhampar luas di sana. Tidak hanya Pantai Santolo, melainkan juga Pantai Sahyanghelang, dan pantai-pantai lainnya.
Karena hari mulai sore, saya dan teman-teman blogger meninggalkan Dermaga Santolo dan kembali menggunakan perahu penyeberangan. Dermaga yang penuh sejarah dan masih tetap romantis sebagai destinasi wisata di Garut Selatan.
Buat kalian yang suatu saat akan ke sana, jangan lupa mengabadikan keindahan dan keromantisan yang ada di sana. Jangan lupa pula mengunggahnya di media sosial dengan Super 4G Unlimited Smartfren.
Selamat jalan-jalan!
#UnlimitedTanpaTapi #smartfrenWOW #TanpaTapiChallenge


64 komentar:

  1. Aku anak pesisir tapi udah lama gak main ke dermaga. Btw, Smartfren tuh emang mantul. Teringat dulu waktu naik gunung buat berburu air terjun. HP semua orang gak ada sinyal, eh temanku yang pakai Smartfren lancar jaya tanpa kendala

    BalasHapus
  2. sayangnya gak ada bangunan bersejarah yang masih tersisa ya
    atau menara itu ya? mercusuar?

    yang ada jejaknya banget itu stasiun. stasiun2 di sini wujudnya masih kuno. jadi jejak peninggalannya masih terasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada menara dan sisa-sisa dermaga Kak

      Hapus
  3. aku juga pakai smartfren nih kak soalnya buat ngeblog juga jalaaan terus dan enaak hihi. tapi belum pernah nyantol nih undian rumahnya, udah sering ngeredeem padahal :'D

    BalasHapus
  4. Udah ada rencana ingin main ke Pantai Santolo karena banyak yang menceritakan keindahan di sana.
    Mudah-mudahan bisa segera main ke sana dan mengabadikan keindahannya

    BalasHapus
  5. Baru tahu ada dermaga Sentolo yang ternyata gak cuma cantik lautnya tapi ada sejarahnya ya kang?
    Wah smartfren bisa ya nyampek area sana, berarti inetan dan apdet2 di medsos masih bisa dilakukan ya selama pelesir ke sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, harus ke sana Mbak April. Iya, SF sampai sana dengan lancar

      Hapus
  6. JAdi inget kontur alam yg sama percis di Pantai Pancer kalau di Jember, kang, banyak karangnya juga di pinggir pantai. dan pula ada mercusuar tinggi ga jauh dari pantai
    Sepertinya dulu Mercusuar itu salahsatu peninggalan dari masa Kolonial Belanda ya Kang

    BalasHapus
  7. Suami dan anak saya pemakai Smartfren. Enak banget mereka, kuotanya jor-joran. Murah banget. Saya coba 3 bulan tapi ga mau lanjutkan. Malah tidak produktif karena pengen nonton film terus. Wkwkwk

    BalasHapus
  8. Iya... saya juga pake smartfren. Undiannya banyak dari rumah sampai voucher belanja. Tapi saya juga tidak pernah dapat. Trus harganya juga bersahabat sama kantong kita. Saya cuma pake yang 16 giga. Buat onlinenya.

    BalasHapus
  9. Wah, sekarang smartfren udah bisa dipakai di semua smartphone ya. Jadi inget zaman kuliah dulu andalan banget buat ngenet karena paling murah tapi sayangnya cuma suport hp cdma aja.

    BalasHapus
  10. Smartfren emang mantab kak, kadang di tempat susah sinyal eh dia sinyalnya oke

    BalasHapus
  11. Kuota memang diperlukan ya apalagibkalo merambah daerah pinggiran kota.
    Dulu kuota yg saya pakai ini tak bisa dibawa ke siantar, jadi gak bisa pake google map, repot sekali.

    BalasHapus
  12. Saya teracuni dong pengen pakai smartfren, kata teman-teman juga bagus dan paketannya lebih terjangkau.

    Enak banget ya jalan-jalan pake smartfren bikin update terus :)

    BalasHapus
  13. Dulu zaman masih suka mobile kemana-mana, mulai dari Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi, saya juga bawa modem smartfren terus. Pas masih zamannya 3G. Hehehe. Menurut saya emang smartfren selain murah, daya tangkap jaringannya juga cepat, jadinya gak sering lemot.

    BalasHapus
  14. Maafkan aku yang berpikir kalau Garut itu kekuatannya ada di wisata dataran tinggi saja. Ternyata ada pantainya juga, ya? Hihihi ... Semakin ingin lah mengeksplor Garut. Dulu kesana cuma ke kawasan Papandayan dan Cikuray aja, sih. Begini deh jadinya.

    BalasHapus
  15. Aku belum pernah main ke Garut, seru kali yaa, harus masuk ke bucket list nih.
    Betul banget kalo main ke luar kota, komunikasi jadi penting bgt. Paling bete kl ga ada sinyal huhuhu

    BalasHapus
  16. Seru sekali jalan-jalannya Kak. Bertambah mantap dengan pakai Smartfren unlimited ya, jaid internet aman tentunya.

    BalasHapus
  17. Jadi kangen jalan-jalan ke dermaga pesisi pantari utara di kampung suami daerah sulawesi utara.

    BalasHapus
  18. Ternyata 4G nya smartfren terjangkau ya. Sudah unlimited dengan maksimal 1 GB perhari, bayarnya cuma 75 ribu. Pengen coba malah. Apalagi compatible dengan berbagai smartphone.

    BalasHapus
  19. Asyik.. Kang Ali jalan-jalan lagi. Seru ya, Kang, banyak cerita. termasuk cerita dari Santolo ini Kang. Dan dari fotonya keren sekali. Ada menara, dermaga, juga pantai. Jadi pengin ke sana hehehe.

    BalasHapus
  20. Oh ternyata pantai di Garut Selatan itu nyambung ya Kang sama Pangandaran pantes ada pantainya. Kebayang gmn Belanda saat tu bikin jalur di sana, skrng bberapa tahun kemudian tinggal memperbaiki sarana jalannya aja ya dan jd seperti sekarang.
    Smartfren keren di sana bagus ya sinyalnya? Kali kalau berkunjung ke sana kudu siap2 ganti simcard pakai smartfriend hehe

    BalasHapus
  21. Pasti enak dan nyaman, dengan koneksi yang stabil dan kuat bisa terus update instastory di lokasi-lokasi tertentu

    BalasHapus
  22. Mantul ya Super 4G Unlimited Smartfren dibawa ke daerah pelosok teteup aja lancar jaya.

    Btw foto kebun tehnya baguuss

    BalasHapus
  23. Seru juga travelling pake smartfren. Pengen cobain juga. Tapi di sumatera apakah secepat di jawa juga sinyal nya?

    BalasHapus
  24. Saya baru ngeh lagi sama si smartfrend ku pikir dah ngga ada. Sinyal nya kenceng ya Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, hayuk pakai lagi. Signal mantul tenan

      Hapus
  25. Asyik banget ya kalau bisa jalan-jalan gini, dan di area wisata itu sinyal smartfren kuat.
    Suami dan anak saya pemakai setia. Tapi ada beberapa tempat yang mereka mati gaya atau minta wifi ke saya. Hihihi.

    BalasHapus
  26. Jadi pengen coba pake smartpren nih bang . . apa betul cepat kayak yang abang kata. thnk infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk pakai, sebulan dulu aja, pasti ketagihan

      Hapus
  27. Saya punya saudara di Garut, tapi belum pernah ngunjungin Santolo. Dulu pernah pakai smartfren pas zaman kuliah apa kerja, ya. Sekarang udah enggak lagi

    BalasHapus
  28. Wah, ada Batu Tarajeh? Unik amat ya, jadi 'ntar aje' itu kan hihihihi :D KIrain Garut dikenal dengan dodolnya aja, ternyata destinasi wisatanya juga keren. Main ke Pulan Santolo bawaannya kepengen foto2. Coba bisa mejeng di atas perahu penuh rempah2 plus nelayannya ya... hehehe. Btw aku pernah pakai Smartfren dulu buat internetan di laptop, mantap deh.

    BalasHapus
  29. Aku mantan pengguna Smartfren, kang. Harganya memang terjangkau dan internetnya cepet! Stop pake lagi karena baterai modemnya udah melembung, memang udah lama banget sih.

    Btw aku baru tau lho ada dermaga di Santolo. Belom pernah eksplor Garut kecuali naik gunungnya.

    BalasHapus
  30. Sudah lama nih Smartfren nggak ngajak blogger Semarang piknik hihihi, aku pengen ke Garut deh banyak wisata menariknya ya Kang..dermaganya bersejarah banget..

    BalasHapus
  31. Si smartfren teh emang ngabret di wilayah jangkauannya. Dulu sempet nebeng mifi smartfren ama temen. Kenceng internetnya

    BalasHapus
  32. Saya nggak ngeh atau lupa ya kalau di Santolo ini ada menara mercu suarnya. Padahal udah dua kali ke sini. Btw jadi ingin menelusuri kembali jejak sejarah pengiriman rempah, teh dan barang-barang komoditas lainnya dari Garut ke Negeri Holland.

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman