Free domain blogger

PCR Swab Test di Kota Surabaya Mudah Dijangkau

 


PANDEMI masih terus mengintai aktivitas kita. Masih ada daerah yang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada juga yang mulai longgar, salah satunya Kota Surabaya. Setelah beberapa bulan muram, Surabaya mulai menggeliat. Surabaya mulai membuka layanan PCR Swab Test di beberapa rumah sakit.

Hingga saya menulis ini, telah lebih dari dua minggu Surabaya berhasil keluar dari zona merah penularan COVID-19. Status Surabaya saat ini risiko sedang dengan skor 2,05. Wali Kota Surabaya, bahkan mulai membahas kemungkinan para siswa SD dan SMP kembali belajar di sekolah.

Pemerintah kota akan melakukan Swab Test untuk anak-anak sebelum sekolah dibuka. Dengan begitu, baik guru maupun murid akan tercegah dari penularan COVID-19 di sekolah.

Sebelum benar-benar dibuka pemerintah kota akan konsultasi dengan pakar kesehatan masyarakat dan ahli epidemiologi untuk menyusun standar operasional prosedur belajar tatap muka di sekolah yang aman untuk anak maupun guru.

Jika sekolah dibuka, maka semua aktivitas publik lainnya di Subaraya pun akan dibuka, termasuk tempat-tempat keramaian. Sebelum semuanya benar-benar dibuka, masyarakat sebaiknya melakukan PCR Swab Test Surabaya supaya lebih nyaman dan yakin ketika beraktivitas.

 

Jangan Lupa Cuci Tangan (Foto dari Freepik)

PCR Swab Test Itu Apa, Sih?

PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Makanya, saat ini PCR digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik Virus Corona.

Material genetik yang ada di dalam setiap sel dan di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.

Jika DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. DNA dan RNA setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang berbeda dan unik.

Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Dengan PCR Test, keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan terdeteksi hingga bisa membantu mendiagnosis penyakit. Memang sih, tidak semua penyakit, tetapi penyakit yang diakibatkan karena bakteri atau virus pasti akan terdeteksi melalui PCR Test.

Berikut ini beberapa penyakit yang bisa dideketsi melalui PCR Test;

1). Infeksi human immunodeficiency virus (HIV)

2). Hepatitis C

3). Infeksi cytomegalovirus

4). Infeksi human papillomavirus (HPV)

5). Gonore

6). Klamidia

7). Penyakit Lyme

8). Pertusis (batuk rejan)

PCR Test juga digunakan untuk mendeteksi Virus Corona, virus penyebab COVID-19. Virus Corona termasuk jenis virus RNA.

 

Tenaga Medis (Foto dari Freepik)

PCR Swab Test untuk Mendiagnosis COVID-19

Lantas, bagaimana prosedur PCR Swab Test yang dilakukan tenaga medis? Prosedurnya cukup mudah, namun perlu kesabaran dan ketelitian.

Pertama, tenaga medis akan mengambil sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi Virus Corona.

Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Kedua, sampel dahak akan diteliti di laboratorium. Karena Virus Corona merupakan virus RNA, virus akan melalui proses konversi (perubahan) RNA yang ditemukan menjadi DNA.

Proses mengubah RNA virus menjadi DNA dilakukan dengan enzim reverse-transcriptase. Nah, teknik pemeriksaan virus RNA dengan mengubahnya menjadi DNA dan mendeteksinya dengan PCR disebut reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

Ketiga, setelah RNA diubah menjadi DNA, baru kemudian alat PCR akan melakukan amplifikasi atau perbanyakan materi genetik ini sehingga bisa terdeteksi. Jika mesin PCR ternyata mendeteksinya RNA, maka hasilnya reaktif. Sebaliknya, jika ternyata mendeteksinya DNA maka hasilnya non-reaktif.

Ada beberapa masyarakat yang dianjurkan untuk melakukan PCR Swab Test, terutama jika keluarga, teman kantor, atau berada dalam satu ruangan dengan pasien COVID-19, walau tanpa gejala. PCR Swab Test dilakukan untuk berjaga-jaga.

Seperti Kota Surabaya yang akan membuka sekolah dan fasilitas umum, penting bagi warganya untuk melakukan PCR Swab Test di beberapa rumah sakit yang telah dirujuk pemerintah.



Oh iya, tidak usah bingung karena sekarang sudah ada Halodoc, sebuah aplikasi yang memudahkan siapa pun jika memerlukan bantuan medis.

Sebagai salah satu starup di bidang healthcare atau layanan kesehatan, halodoc selama 24 jam melayani masyarakat. Siapa pun bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya dengan melalui chatting, pengguna juga bisa melakukan video call dengan dokter, jadi yakin kalau yang melayani konsultasi adalah dokter.

Termasuk kalau masyarakat Kota Surabaya mencari deretan rumah sakit yang menyediakan PSC Swab Test, tinggal membuka Aplikasi Halodoc.

Semoga bermanfaat!

Previous article
Next article

13 Komentar

  1. Cukup banyak juga ya penyakit yang bisa terdeteksi melalui PCR swab test. Alhamdulillah sekarang mudah memperolehnya.

    BalasHapus
  2. memang PCR Swab Test lebih ribet daripada rapid tes ya, Mas Ale. Tapi soal keakuratan, memang lebih bisa diandalkan. Karena kemarin pas baca komen teman di medsos, Ibunya pas dites rapid negatif, tapi pas swab test ternyata positif.
    Apalagi ini Surabaya mulai ada rencana membuka sekolah lagi. Jadi harus semua menjalan PCR Swab Test ini.

    BalasHapus
  3. Aplikasi haloHal sangat dibutuhkan banget nih kang di saat pandemi begini. Daripada ngantri ke rumah sakit saya lebih baik chat dokter dulu. Abis tu bisa buat janji di RS. Jadi menghemat waktu.

    BalasHapus
  4. Sebelum corona, test pcr ini bahkan ga banyak yang tau, ya. Tapi, setelah pandemi seperti ini, orang jadi banyak tau dan mulai sedikit demi sedikit inisiatif untuk melakukan tes rapid atau swab mandiri.

    BalasHapus
  5. Halodoc memang jadi pilihan sih, agar tetap bisa konsul terkait kesehatan tanpa perlu keluar rumah.

    BalasHapus
  6. Mudah ya sekarang kesehatan bisa dijangkau dengan digital. Seperti halo doc melayani 24 jam, subhanallah. Semoga Corona segera hilang, jangan nambah korban lagi Aamiin

    BalasHapus
  7. Kalau rapid test sudah per dua minggu diwajibkan di kantor suami, jadi hari Sabtu secara dhrive thru dilakukan di lingkungan kantor. Jadi saya sudah lihat sendiri prosedurnya. Kalau PCR Swab test memang baru lihat di TV. Dan senangnya jika masyarakat Kota Surabaya bisa mencari deretan rumah sakit yang menyediakan PSC Swab Test dengan tinggal membuka Aplikasi Halodoc saja. Memang aplikasi kesehatan serba ada Halodoc ini ya

    BalasHapus
  8. Sebenernya awam banget mengetahui metode PCR ini, tapi sangat efektif ya mengetahui terkena covid19 atau tidak. Belum pernah sih, tapi kalau mau melakukan PCR swab test bisa cek ke halodoc aja ya, praktis dan aman.

    BalasHapus
  9. Salut sama Surabaya yang menjalankan tes dengan masif. Karena di kota-kota lain angkanya rendah bisa jadi karena nggak banyak tes yang dilakukan.

    Btw saya juga pakai halodoc nih. Jadi lebih gampang untuk konsultasi masalah kesehatan ^^

    BalasHapus
  10. halodoc memang memudahkan banget ya
    jadi mau cari info kesehatan, konsul dokter dan dapatkan layanan kesehatan bisa lewat aplikasi ini

    BalasHapus
  11. Beruntung banget ya ada halodoc, gak kebayang gimana repotnya konsultasi ke dokter secara langsung atau ke tempat fasilitas kesehatan selama pandemi ini.

    BalasHapus
  12. stay safe and stay healthy everyone :D

    BalasHapus
  13. Halodoc ini ngebantu banget sih. Even konsul ama dokter juga bisa dan gampang banget. Beli obat juga praktis deh jadinya

    BalasHapus

"Monggo, ditunggu komentarnya teman-teman. Terima kasih banyak"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel