Selasa, 25 Agustus 2015

Dari Makasar, Menjelajah Keeksotisan Lombok

SAAT para traveler mendengar Kota Makasar, pasti tempat wisata yang pertama terlintas adalah Pantai Losari. Begitu pun saat saya berkesempatan ke Makasar. Pantai Losari langsung tunjuk tangan masuk daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi.
Salah Satu Sudut Pantai Losari yang Sangat Menawan (Foto: Alee)

Kebetulan tempat saya menginap tidak terlalu jauh dari Jalan Penghibur, di mana anjungan dan keramaian Pantai Losari berada. Kurang lebih hanya perlu waktu tempuh 10 menit jalan kaki dari penginapan.
Setelah melewati Jalan Somba Opu yang mengingatkan saya pada seorang gadis Jalan Malioboro Jogjakarta karena di sini menjadi pusat oleh-oleh dan pernak-pernik Makasar. Mulai dari kain tenun, kopi toraja, cokelat lokal, peci khas Bone, kue-kue kering tradisional, dan sebagainya.
Tiba di sana, pantai yang dilengkapi dengan joging track di sepanjang tepiannya sudah ramai oleh para pejalan kaki dan warga yang menikmati pagi. Keramahan warga serta udara yang masih segar, membuat saya betah berlama-lama di sana. Kalau tak ingat waktu, bisa sampai sore nongkrong di sana.
Dari Pantai Losari, saya melihat Pulau Samalona, pulau indah berpasir putih yang memiliki pesona bawah laut. Perjalanan dari Pantai Losari menuju Pulau Samalona kurang lebih 30 menit menggunakan perahu sewaan.
Tidak jauh dari Pantai Losari ada Masjid Apung, masjid yang kemudian juga menjadi salah satu tujuan wisata religi. Masjid yang diberi nama Masjid Amirul Mukminin ini melengkapi keindahan Pantai Losari.
Tepat di depan anjungan Pantai Losari, ada surga buat yang doyan nilep makan yaitu Pusat Kuliner Makasar. Aneka ragam kuliner dari makanan berbahan seafood, Mei Kering khas Makasar, Sop Pallubasam, Sop Konro, hingga Coto Makassar ada di sana. Tentu saja termasuk Pisang Eppe yang rasanya nggak ada duanya itu. Setelah matahari tenggelam, penjual Pisang Eppe juga menjamur di sepanjang Jalan Penghibur.
Karena waktu sudah siang dan keringat bercucuran, saya melanjutkan wisata landmark, menuju salah satu benteng yang sangat terkenal di Makasar, Benteng Fort Rotterdam. Hanya perlu waktu 15-20 menit saya sudah berada di dalam bak mandi benteng dan menyusuri sejarah Makasar dari Museum La Galigo yang berada di dalam komplek benteng. Eh, di sini ada penjara tempat Pangeran Diponegoro diasingkan, lho.
Salah Satu Bangunan yang Tetap Kokoh dan Bersih dalam Benteng Fort Rotterdam (Foto: Alee)

Selain tempat-tempat yang saya kunjungi di atas, di Makasar masih menyimpan tempat lain yang membuat wisatawan betah berlama-lama di sana. Sebut saja misalnya Benteng Somba Opu, tempat penangkaran kupu-kupu, Taman Nasional Batimurung. Tanjung Bira yang sudah terkenal di seluruh dunia. Gunug Malino, Danau Tempe, dan lainnya. Saya jamin tak akan rugi traveling ke Makasar.
Apalagi sekarang transportasi ke sana sangat mudah. Banyak maskapai membuka rute penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia menuju Bandara International Hasanudin Makasar seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air.
Selain Makasar, sebetulnya banyak kota dan pulau di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi karena masing-masing memiliki tempat wisata, kebudayaan, dan ciri khas masing-masing. Salah satu kota yang ingin saya kunjungi adalah Lombok.
Dari pertama kali tahu tentang Lombok, keinginan mengunjungi salah satu pulau terbaik di wilayah timur nusantara tersebut nggak pernah hilang ditelan zaman. Padahal mungkin buat sebagian traveler, Lombok menjadi pulau yang sangat mainstream untuk dikunjungi.
Saya tertarik dengan Lombak bukan cabe karena wisata air dan wisata budayanya sama-sama mempesona. Di sana juga ada Bukit Malimbu yang bisa memandang Gunung Agung Bali dan gugusan gili-gili yang indah.
Ada pulau-pulau kecil Gili Trawangan dengan aktivitas wisata airnya seperti snorkeling, glass bottom buat, short diving, atau keliling pulau dengan sepeda. Hutan Lindung Pusuk dengan kera-kera hutan yang berjajar di jalan.
Kemudian ada Pusat Kerajinan Tembikar Tanah Liat, Desa Banyumulek. Pusat Kerajinan Tenun dan Ikat Khas Lombok, Desa Sukerare dan Desa Rambitan, tempat tinggal suku asli orang Lombok, yaitu Suku Sasak.
Tak kalah menariknya pantai yang sangat terkenal karena keindahan dan pasir mericanya, Pantai Kute dan Tanjung Aan. Belum lagi makanan khasnya yang selalu bikin perut keroncongan seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Beberuk Terong dan lainnya.
Saya ingin sekali ke Lombok karena saya sangat penasaran dengan daerahnya yang eksotik serta kemahiran para penunnya saat membuat desain-desain tenun yang sangat khas Lombok. Di samping itu, ingin lebih mengenal suku aslinya, yaitu Suku Sasak untuk menambah pengalaman dan pengetahuan tentang keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Karena Lombok kini jadi salah satu daerah tujuan wisata andalan, transportasi menuju Lombok tidaklah sulit. Ada banyak maskapai penerbangan menuju ke Bandara International Lombok. Sebut saja Lion Air, Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Batik Air.
Pasti bakal jalan kayang seru jika bisa mengunjungi Lombok. Oleh karena itu, seandaianya saya dapat Tiket Pesawat Gratis dari Airpaz.com, saya nggak minta jauh-jauh. Saya ingin diantar traveling ke Lombok dengan pesawat Citilink. Akan tetapi, kalau bukan Citilink, naik odong-odong pesawat apa pun jadi. Pasang senyum paling manis. Kicimpiiing! []
@KreatorBuku
Mau 10 Tiket Gratis  Keliling Nusantara dari Airpaz? 



1 komentar:

  1. Lombok tahun ini jadi destinasi wisata yang menarik, tahun depan bisa geser dikit ke Sumbawa. Masih banyak tempat menarik yang bisa di eksplor.

    BalasHapus

Ditunggu Komentarnya Teman-Teman

Blog Archive

Komentar